
“Whatssss lalu Varell sama anakmu yang mana lagi ?” tanya Papi Retno kepada Besannya.
“Anak angkatku dong hehehe......”jawab Daddy Gama santai.
“Wahhhh, ada anak baru ya” celetuk Mami Adinda.
Mereka menoleh kearah Mami Adinda, yang menggendong Ayumna si gadis manja hahahahahahh...
“Mami........”panggil Varell kaget.
Siapa lagi ini yang datang ke mansion Daddy Gama ucapnya dalam hati.
***************Ayo baca lagi readersss************
“Kita langsung ke ruang kerja saya aja” putus Daddy Gama.
“Ada apa om?” tanya Varell kepo.
“Ayo.... jangan nanya dulu” ajak Papi Retno menyusul Daddy Gama yang sudah duluan naik ke tangga lantai 2 bagian kiri dapur.
Begitu juga dengan Tyo dan Varell mengejar Daddy Gama dan Papi Retno kelantai atas. Tanpa mereka ketahui bahwa seseorang tengah mengintip mereka dari balik tembok pembatas dan berniat untuk mengikuti dari belakang. Namun, dicegah oleh partnernya.
“Jangan ikuti.......nanti kita ketahuan. Ayo kita pergi sebelum ada yang mencurigai kita” ucapnya seraya menarik temannya untuk ke paviliun belakang.
“Hmmm.... baiklah, ayo” jawabnya kesal.
Selepas kepergian keduanya, Mommy Amira datang membawa nampan yang berisi mangkuk dan gelas kotor kearah dapur. Di dapur ia hanya menemukan Bibi Surtih dan Yuca yang sedang mencuci piring sedangkan Bi Arsih tengah memasak. Melihat hal itu, Mom Amira menegur Yuca.
“Yuc, yang lain pada kemana....bukannya ini jadwal mereka memasak dan mencuci ?” tanya Mom Amira.
“ Itu nyonya... Yuni dan Tini sedang di ruang loundry” jawab Yuca
“Loh, bukannya pakaian sudah diloundry tadi pagi ?”tanyanya heran.
“eee anu nyonya saya nggak tahu” jawabnya takut.
“Ada apa ?”tanyanya kepo.
“Ini nyonya, pakaian yang kemarin ternyata tidak semuanya dicuci oleh Lia dan Yunur.” Adu Bi Surtih.
“Loh kok bisa. Mana mereka berdua ?”tanya Mommy Amira.
“Di Paviliun belakang, nyonya.” jawab Bi Surtih.
Mommy Amira hanya menghela nafas kesal, bisa-bisanya ARTnya tidak mencuci habis pakaian kemarin. Pantas saja ia selalu aneh dengan pekerjaan yang diruang loundry. Ternyata ini alasannya. Mantepp dahhh ih...
“Bi Sur.... ini pakaian aden Kiano sama yang lainnya” ucap Pak Jamat seraya memberikan tumpukan pakaian kepada Bi Surtih yang tengah berbicara kepada Nyonya Amira.Ia tak mengetahui bahwa ada nyonya Amira didapur.
“Loh, Pak Jamat. Kenapa membawa tumpukan pakaian cucu saya ?”tanya Nyonya AMira.
“Eh...... Nyo...nyonyaaa” ucapnya kaget.
“Maaf nyonya saya tidak tahu nyonya ada disini.”ucapnya lagi.
__ADS_1
“nggak Papa pak... ini kenapa pakaian cucu saya bertumpuk seperti ini ?” tanyanya.
“Dan ini kenapa bapak yang bawakan, ini bukan tugas bapak” tegurnya lagi.
“Anu nyonya, ini saya temuin di depan kamar sikembar. Sekalian saya mau buat kopi ke dapur paviliun makanya saya bawakan saja sekalian.” jawabnya
“Loh, siapa lagi ini yang buat ulah.” ucapnya marah.
Tak lama, datanglah Yuni dan Tini dalam keadaan basah kuyup akibat keringat.
“Aduh, biiiiii.... saya haus sekaliiii” adu Yuni dan Tini bersamaan tanpa melihat ada Nyonya di hadapan mereka.
“Aduhhh, kalian kenapa sampai basah kutup begini’ ujar Bi Surtih khawatir segera mengambil gelas dan menuangkan air minum untuk kedua anak tersebut.
Yuni dan Tini yang baru menyadari ada nyonya Amira seketika meminta maaf atas lancangnya mereka meminta minum didapur utama.
“Maaaf nyonya... kami lancang meminta minum di dapur utama” ucap keduanya sesal.
“nggak apa-apa, kalian habis darimana ?”tanyanya pura-pura tidak tahu.
Ia ingin melihat apakah, mereka berdua akan mengadu atau tidak dengan perbuatan ART lainnya. Namun, melihat keterdiamannya Yuni dan Tini, Mommy Amira sadar bahwa keduanya takut.
Yup, karena....................yaituu....Tini, Yuni dan Yuca adalah ART baru dimansionnya begitu juga Bi Surtih hanya saja bi Surtih terkesan bodoh amat dengan omongan anak muda dan lebih bar-bar. Sedangkan, ART yang paling lama bekerja disini adalah Bi Sitih, Bi Enda, Ariten, Pak Jamat dan Pak Lakijo.
Untuk ART atau pekerja yang baru beberapa tahun dan beberapa bulan ada Bi Arsih, Lia , Yunur Pak Mahmuri dan Pak Liong. Dimansion ini memiliki 12 ART, 2 Satpam dan 2 Sopir. Sebenarnya banyak sih, tapi entar deh dikeluarin peran-perannya hehhe....
Kita tinggalkan dulu ya, Mommy yang sedang mengintrogasi ARTnya. Kita balik ke Tya dan Zici beserta anak-anaknya. Yang bertanya dimana Mami Adinda ? ia sedang menemani Ayu dikamar. Setelah memberikan pukulan kecil kepada Varell
“Ughhh......”lenguhan Kiano terdengar lirih dan membuat Tya dan Zici memalingkan pandangan mereka kearah ranjang Kiano dan saudara_saudara rebahan. Tya yang melihat Kiano membuka matanya segera menghampiri anaknya itu, agar tak mengganggu saudaranya yang tengah tertidur.
“mummm.......” panggilnya lirih.
“Iya sayang... ini mom”ucap Tya lembut.
“Mum... tatit...” adunya kepada Tya dan memperlihatkan tangannya yang terluka parah, untung lukanya tak terlalu dalam jadi tidak diputuskan unttuk dijahit.
“oooo sayang,, sini mommy tiup biar cepat sembuh.” ucapnya seraya meniup-niup luka ditangan Kiano.
“tudah enda tatit agi mum, hihi “ ucap Kiano kegelian.
“Hahaha kamu ini lucu sekali Kiano” ucap Zici.
“Hihi... unti ini tapa mum ?” tanya
“Aunty ini maminya Tiara” jawab Mami Zici.
“ooo mina tiala “ jawab Kiano.
“Hahahha iya Mina Tiara” ucap mami Zici.
“Kamu makan dulu ya sayang, habis itu minum obat lagi ya” ajak Mommy Tya.
“uh, ait mum ubutna” jawab Kiano Lesuh.
__ADS_1
“Minum obat biar cepat sembuh sayang” bujuk mami Zici
“ hmmmm.................”
Berpikir ala Kiano, padahal makan dan minum obat apa susahnya... sama saya juga susah kalo disuruh minum obat. Harus di rumusin panjang kali lebar dikali tinggi lagi. Sampe berbuih juga... sampe pedas telinga.
“Hmmmm oteh ianuo matan” putusnya.
“Nah, gitu dong anak ganteng mommy Tya” jawab Tya
“Kamu disini sama Mami Zici ya, mom ambilkan makanannya dulu” ucap Tya beranjak dari tempat tidur menuju keluar kamar.
“Tiap mum...” jawabnya patuh.
Sepeninggalan Tya, Mami Zici mengajak Kiano mengobrol guna untuk mendekatkannya kepada anak-anak iparnya. Mereka belom tahu bahwa keenam anak kembar itu bukanlah anak kembar Tya maupun Ayu. Karena wajah keenam anak kembar itu menyerupai perpaduan wajah Tya dan Tyo sangat kental sekali, padahal jika ditelusuri bahwa anak itu hanyalah anak kandung Tyo yang hilang 2 tahun yang lalu. Mereka menyakinkan bahwa keenam anak kembar itu adalah cucu mereka, yang tidak tahu pasti mengira bahwa Amora istri Tyo mati suri karena dikabarkan sudah meninggal ketika melahirkan.
Tak lama Tya datang dengan raut wajah yang merah padam, dan mengomel sepanjang memasuki kamar tamu. Zici yang melihat itu bertanya dengan dagu yang dianggukan keatas seolah bertanya “Ada Apa?” begitulah kira-kira. Tya menjawab dengan gelengan dan dengan cepat merubah raut wajahnya dihadapan putranya.
“Makanan dan minuman datang....” ucapnya ala pelayan istana.
“Hihi... mum lutu talila” ucapnya dengan tepuk tangan meriah, namun....
“uhhhh tatit hiks... hiks...”tangisnya.
Membuat Zici yang disamping Kiano segera menghiburnya dengan meniup-niup tangannya yang terluka hal itu membuat Kiano meredakan tangisnya dan langsung mencium kedua mata Mami Zici dan membuat Zici terkekeh lucu.
“Uluh-uluh pinternya kakak Tiara....”ucapnya sembari mencubit pelan pipi gembul Kiano.
Yup, Kiano memiliki pipi yang sangat chubby dan mata bulat berbeda dengan saudaranya yang lainnya. Riano memiliki wajah yang imut dan warna matanya sama dengan milik Tyo. Dikia dan Rian memiliki wajah yang rupawan walaupun masih kecil dan mereka berdualah yang sangat mirip dengan Tyo berbeda dengan Kiano dan Riano memiliki wajah perpaduan Tyo dan Tya lebih tepatnya kembaran Tya. Gitu aja deh biar nggak salah paham. Hehehe......
Skip...skip...skipppp.... Tya akhirnya menyuapi Kiano makan, sedangkan Zici membantu Tya mengurusi anak-anak yang sudah bangun dari tidur siangnya.
“Ayo.... cuci muka dulu” ajak Zici kepada anak-anak.
“otehh unti..” jawab Rian mewakili saudar-saudarinya.
Zici menggiring anak-anak ke kamar mandi dan meminta mereka untuk berbaris mengantri, karena ia akan membantu satu persatu anak kecuali Tiara yang kakinya masih diperban ia meminta untuk menunggu dipaling belakang, untung anaknya mau diberitahu. Sehingga ia nyaman mengatur anak-anak yang lain.
Setelah siap, Zici mengajak anak-anak keluar untuk makan ditaman belakang. Karena tadi sebelum Tya dan Kiano pergi, Tya berpesan kepadanya untuk membawa semua anak pergi ketaman belakang untuk makan.
Why ? kenapa harus makan dibelakang ? itu karena............. apa yaaa...
Disinilah mereka berada, dimana semua orang tengah berkumpul di taman belakang, terlihat Ayu bersandar dikursi empuk milik Mommy Tya, keadaan Ayu yang sudah sedikit lebih baik dari tadi membuat ia memaksa ingin ikut acara dadakan ini. Varell diminta untuk memantau keadaan sang kekasih selama 24 jam akan tetapi selama 24 jam itu ia tidak diperbolehkan melengket di Ayu ia harus kesana kemari dan terkadang memantau Ayu dari jarak jauh.
Awalnya ia ingin menolak, karena terlalu jauh memantau kekasihnya namun demi restu Mommy Amira dan Daddy Gama ia harus menuruti keinginan kedua paru baya itu.
“Demi restu, aku rela jauh-jauh sementara,dekat-dekat sementara” semangatnya untuk dirinya sendiri.
“Ada apa, Rell ?” tanya Clarissa
“Nggak apa-apa”. jawabnya ketus.
Ahhh, clarissa selalu saja seperti jelangkung. Kesel dong wkwkwkwkwk....
__ADS_1