Daddy Is My Husband

Daddy Is My Husband
Selamat Tinggal, Mas?!


__ADS_3

Pagi ini setelah Elion pergi bekerja, Reina juga bersiap akan pergi bekerja. Namun, Reina harus di kejutkan dengan kehadiran sahabatnya yang menghilang selama beberapa bulan ini. Tentu Reina tidak menyangka melihat penampilan Rista yang kacau. Tubuhnya yang terlihat lebih kurus dengan lingkar mata hitam.


Tiba-tiba Rista memeluknya, suara tangisan semakin terdengar. Reina hanya dia mematung, tidak menyangka akan bertemu kembali dengan sahabatnya yang telah menghilang ini. Sahabat yang membuatnya kecewa, tapi entah kenapa saat melihat penampilannya saat ini. Reina merasa jika hidup Rista juga tidak baik-baik saja. Entah apa yang di alami gadis itu selama ini.


"Maafin gue Rein, gue bener-bener menyesal telah menyebar gosip itu. Lo pasti kecewa banget 'kan sama gue. Tapi, tolong maafin gue Rein. Gue menyesal" lirih Rista dengan isakannya.


Tangan Reina terangkat perlahan, mengelus punggung Rista yang bergetar hebat. Entah kenapa Reina tidak bisa marah pada sahabatnya ini, meski dia sudah membuatnya begitu kecewa. Tapi, rasa sayangnya pada Rista melebihi itu. Mereka sudah lama bersama dan ini pertama kalinya Rista membuat Reina kecewa. Rasanya tidak adil jika Reina tidak memberinya kesempatan untuk menjadi lebih baik lagi. Reina juga menyayangi Rista, dia yakin jika apa yang Rista lakukan padanya pasti memiliki alasan lain.


"Jujur, gue marah dan kecewa banget sama lo, Ris. Tapi, entah kenapa gue gak bisa benci sama lo. Meski lo udah hampir ancurin hidup gue. Gue juga benci sama diri gue yang lemah ini. Kenapa gue sampe gak bisa benci sama orang yang jelas-jelas udah khianatin gue. Tapi, lo tetep punya tempat di hati gue"


Rista semakin terisak keras, dia benar-benar menyesal karena terpedaya oleh ucapan Darren yang jelas-jelas hanya memanfaatkan nya. Cinta membuatnya buta sehingga tega menjatuhkan sahabatnya sendiri demi pria yang dia cintai. Rista benar-benar bodoh dalam hal ini.


"Aku akan memaafkanmu, tapi tolong bantu aku saat ini"


Rista tentu menyetujui hal itu. Meski dia belum tahu bantuan apa yang di butuhkan Reina darinya.


...🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤...


Malam ini Reina memeluk Elion dengan erat. Mereka baru saja selesai menuntaskan hasrat masing-masing di atas ranjang. Reina memeluk Elion dengan erat, seolah dia tidak rela jika prianya pergi. Namun, bukan Elion yang akan pergi. Tapi, Reina yang harus pergi.


"Kamu gak mau kembali ke keluarga kamu, Mas?"


"Jangan membahasnya Rein, aku tidak suka kau membahas itu. Kau pun sudah tahu jawabannya"

__ADS_1


"Apa kamu tidak merindukan keluargamu, Mas? Maaf ya, gara-gara aku kamu jadi harus berpisah dari keluargamu"


Elion mengecup puncak kepala Reina "Semuanya bukan salahmu. Kau mengerti?"


Reina mengangguk saja, namun di hatinya masih terasa sakit saat mengingat jika dirinya yang harus mengalah kali ini. Reina hanya berharap Elion akan bisa bahagia tanpa dirinya. Kembali bersama keluarganya tanpa harus banyak berdebat karena dirinya juga.


"Kalo aku gak ada di hidup kamu lagi, kamu harus janji satu hal sama aku ya. Bahagia selalu dan kembali ke keluargamu"


Elion langsung melepaskan pelukannya, mendorong pelan tubuh Reina agar terbangun. Elion memegang kedua bahu Reina dan menatap wajah gadis itu yang seketika malam menunduk. Elion mulai merasakan jika ada yang di sembunyikan Reina padanya. Melihat tingkahnya saat ini, juga ucapannya barusan benar-benar menunjukan keanehan dalam diri Reina.


"Kau kenapa? Ada apa denganmu? Apa kau ingin meninggalkan ku?"


Reina menggeleng pelan, air mata sudah menggenang di pelupuk matanya. Siap meluncur kapan saja. "Kan aku tidak tahu kedepannya akan bagaimana. Jadi, aku cuma mau kamu selalu bahagia dengan atau tanpa aku. Dan aku juga ingin kamu kembali ke keluargamu itu. Mau bagaimana pun, mereka tetap keluarga kamu. Jangan bermusuhan seperti ini hanya karenaku"


"Kamu harus bisa bahagia tanpa aku, karena kita tidak tahu kedepannya akan bagaimana. Sudahlah, sekarang kita tidur saja"


Reina kembali membaringkan tubuhnya dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. Reina memjamkan matanya, tapi pikirannya tetap melayang. Reina tidak bisa terlelap dengan benar, pikiran dan hatinya sedang kacau. Hingga pagi menjelang, dia masih tidak bisa terlelap dengan benar. Reina menyiapkan sarapan dengan wajah lesu, tidak ada lagi keceriaan di wajahnya. Reina sudah kehilangan keceriaannya sejak Alena menemuinya beberapa waktu lalu.


"Sayang, kau kenapa?" tanya Elion yang sejak tadi memperhatikan gerak gerik Reina yang berbeda dari biasanya. Bahkan Reina tidak menyadari kehadirannya.


"Tidak papa, ayo sarapan dulu Dad"


Reina segera mengambilkan sarapan untuk Elion. Mereka makan bersama, mungkin ini akan menjadi makan bersama mereka yang terakhir kalinya. Karena setelah ini, Reina benar-benar akan menghilang dari kehidupan Elion.

__ADS_1


Setelah satu jam Elion pergi bekerja, Rista datang dengan sebuah mobil yang telah dia pesan. Rista membantu Reina membereskan semua barang-barang miliknya. Meski beberapa kali Reina terisak dan terus menatap sekeliling kamar yang di tempati olehnya dan Elion.


"Lo yakin Rein?" tanya Rista, dia sendiri merasa tidak yakin dengan keputusan Reina. Tapi, Rista juga tidak bisa menahan apa yang ingin Reina lakukan saat ini. Semoga saja keputusan yang dia ambil adalah yang terbaik untuk Reina dan Elion.


"Yakin Ris, keluarga adalah segalanya. Gue gak mau merusak hubungan keluarga mereka. Apalagi menghancurkan hubungan Ibu dan anaknya. Gue gak mau Mas El jadi anak yang durhaka. Lo siap 'kan untuk pergi bersama gue dan kita mulai hidup baru kita di tempat yang baru":


Rista mengangguk. "Gue udah lama banget pengen pergi dari sini Rein. Meninggalkan semua kesengsaraan gue tinggal bersama Ibu tiri gue"


Dua sahabat yang memiliki kisah kelam yang berbeda, kini akan mencoba peruntungan di tempat baru mereka. Reina menatap bangunan rumah yang telah dia tinggali selama hampir 13 tahun ini. Namun, semuanya harus berakhir disini. Reina yang memang dari awal bukan bagian dari keluarga Barney, sekarang dia harus mulai tahu diri siapa dirinya. Reina harus kembali meninggal keluarga Barney yang selama ini sudah sangat baik padanya. Mau menerima kehadirannya saja sudah cukup beruntung bagi Reina.


"Rein"


Panggilan Rista berhasil membuat Reina berhenti meratapi nasibnya. Jalan kehidupan memang tidak tahu akan bagaimana kedepannya. Reina masuk ke dalam mobil, dan semua kenangananya hilang seiring mobil yang mulai melaju meninggalkan rumah yang banyak kenangan itu.


Selamat tinggal, Mas.


"Baiklah, aku akan meninggalkan Mas El. Tapi, tolong beri aku waktu dua hari saja untuk melepas rindu dengannya sebelum aku benar-benar menghilang dari hidupnya"


Begitulah janji yang di berikan Reina pada Alena yang terus memohon agar membuat Elion kembali pada keluarganya. Apalagi saat mendengar Nyonya Rinjani sedang sakit, tentu Reina tidak akan setega itu untuk terus mempertahan egonya.


Bersambung


Jangan lupa dukungannya.. Like komen di setiap chapter.. Kasih hadiahnya dan votenya juga..

__ADS_1


.......


__ADS_2