Daddy Is My Husband

Daddy Is My Husband
Tiba-tiba Menikah


__ADS_3

Pagi ini Reina terbangun, namun tidak ada siapapun di rumah ini. Rumah ini seolah kosong tak berpenghuni. Reina membuka pintu kamar Elion setelah beberapa kali mengetuknya. Namun, kamar ini juga kosong. Kemana Elion dan Rion? Reina jadi kebingungan sendiri, apa iya dirinya di tinggalkan sendiri di rumah ini.


Apa mungkin Elion menemui istrinya ya. Tapi, kenapa membawa Rion juga. Bagaimana kalau Kak Westy tidak menerima kehadiran Rion.


Hah...


Reina hanya mampu menghela nafas pelan, dia turun ke lantai bawah dan dia menemukan dua orang wanita asing disana. "Siapa mereka?" gumamnya


"Eh, ternyata Nona sudah bangun. Mari ikut saya Nona, saya sudah menyiapkan semuanya" kata salah satu dari dua orang wanita itu.


"Loh, kalian siapa? Dan kenapa aku harus ikut kalian?" tanya Reina bingung


"Kami adalah MUA suruhan Tuan Elion, jadi Nona hanya perlu ikut kami"


Semakin bingung Reina di buatnya, untuk apa Elion sampai memanggil make up artis ke rumahnya. Memangnya Reina mau kemana sampai harus di make up oleh profesional seperti ini. Saat Reina masih bingung dengan segalanya, kedua wanita itu langsung menarik lengan Reina menuju kamar tamu yang ada di lantai bawah. Reina benar-benar tidak bisa berkutik di tengah kebingungannya ini.


"Tunggu! Aku mau di apain?" teriak Reina saat kedua wania itu memaksanya duduk di kursi depa meja rias. Segala peralatan make up sudah tersusun rapi di atas meja rias, bahkan ada yang di simpan di atas tempat tidur juga.


"Sudah Nona hanya perlu diam dan menurut saja" wanita dengan rambut di cepol rapi itu mulai memoleskan make up ke wajah Reina, sementara yang satunya lagi mulai menyisiri rambut Reina.

__ADS_1


Akhirnya Reina hanya menurut saja, meski sesekali wajahnya berpaling karena tidak nyaman dengan polesan make up yang di berikan. Maklumlah, Reina memang jarang sekali memakai make up. Jadi dia merasa risih saat alat-alat make up seperti blush menyentuh kulit wajahnya. Rambutnya pun sudah di tata rapi.


Reina bahkan sampai tidak mengenali dirinya sendiri saat melihat pantulan wajahnya di cermin. Rambut yang di ikat sebagian, dengan sedikit di curly di bagian ujungnya. Ada hiasan kecil yang di pasang di rambutnya. Sangat indah, namun Reina masih bingung kenapa dirinya di make up seperti ini.


"Mari ganti baju dulu Nona"


Reina menoleh, ganti baju apalagi? gumamnya. Salah satu dari mereka memegang sebuah gaun indah berwana putih. Tapi tunggu dulu, itu seperti gaun pernikahan? Dan kenapa Reina harus memakai gaun itu. Ini sungguh aneh untuk Reina. Elion dan anaknya yang tiba-tiba tidak ada di rumah. Dua orang wanita yang memaksanya untuk di make up. Sekarang dia juga harus memakai gaun pengantin. Sebenarnya ada apa ini?


Seperti sebelumnya, kedua wanita itu kembali memaksa Reina untuk mengganti pakaiannya dengan gaun itu. Membuat Reina hanya pasrah saja, meski dia sudah merasa tidak enak dengan hatinya. Memikirkan apa yang sebenarnya terjadi saat ini. Selesai berganti pakaian dengan gaun itu, Reina di tuntun ke luar rumah ini. Suasana rumah masih saja sepi, Reina belum menemukan keberadaan Elion dan anaknya. Entah kemana mereka pergi.


Sampai pintu menuju taman belakang rumah ini terbuka, Reina di buat mematung dengan pemandangan di depannya. Sebuah hiasan pelaminan dan meja yang tersedia di tengah acara dengan seorang pria paru baya disana. Elion sudah duduk di depan pria itu dengan Rion di pangkuannya. Reina mulai bisa menebak apa yang akan terjadi saat ini. Meski tidak banyak orang yang ada disini, tapi Reina sudah tahu apa tujuan Elion melakukan ini.


Saat menyadari kedatangan Reina, Elion langsung berdiri dengan Rion di gendongannya. Elion benar-benar terpaku dengan kecantikan Reina saat ini. Sungguh gadis kecilna telah tumbuh menjadi gadis cantik dan dewasa. Elion sampai tak berkedip untuk beberapa saat. Sungguh Reina benar-benar secantik itu hingga bisa menghipnotisnya seperti ini.


"Sebenarnya ada apa Mas?" tanya Reina bingung dengan semua ini.


Elion menurunkan Rion dari gendongannya. Lalu, Elion berlutut di atas rumput taman dengan satu kaki menjadi tumpuannya. Elion meraih tangan Reina dan mengecupnya dengan lembut. Menatap lekat pada wajah kekasih hatinya ini. "Menikahlah denganku Rein, selain karena aku masih mencintaimu. Kita juga sudah ada Rion yang harus kita jaga sama-sama. Biarkan Rion merasakan keluarga yang lengkap. Mama dan Papanya bisa bersama untuk menjadi orangtua baginya"


Reina berkaca-kaca mendengarnya, namun apa dia harus menerima ajakan Elion ini. Semnetara dirinya tahu jika pria itu sudah memiliki keluarga. Mungkin tidak akan jadi masalah jika Reina menjadi istri kedua, tapi tentu akan menjadi malasah bagi istri Elion. Meski sebenarnya Reina tidak pernah menginginkan hal seperti ini terjadi. Sejak dirinya meninggalkan Elion 5 tahun yang lalu. Reina tidak pernah berharap takdir membawanya kembali bertemu dengan pria itu. Namun, sepertinya takdir telah menyatukan mereka kembali dengan cara seperti ini.

__ADS_1


"Mama, Rion juga ingin mempunyai Papa seperti yang lainnya"


Deg...


Reina menatap ke arah anaknya yang berdiri di samping Elion. Apa mungkin pria itu telah memberi tahu Rion tentang siapa dirinya sebenarnya. Nyatanya sosok Reina tidak dapat menggantikan sosok Ayah untuk Rion. Anaknya tetap butuh sosok seorang Ayah di hidupnya. Sekuat apapun Reina mencoba menggantikan Elion sebagai sosok Ayah bagi Rion. Tetap saja, anaknya membutuhkan Elion di sampingnya. Apa Reina harus menerima pernikahan ini? Tidak apa jika dirinya hanya jadi istri kedua, yang terpenting anaknya bisa bahagia karena mempunyai Ayah.


"Baiklah, aku mau menikah denganmu"


Akhirnya setelah cukup lama Reina membuat tegang semua orang yang ada disana. Kini bisa membuat mereka bernafas lega karena jawaban Reina barusan. Elion tersenyum bahagia, dia mencium kembali tangan Reina sebelum akhirnya berdiri kembali.


Kini, keduanya telah duduk di depan penghulu. Pria paru baya yang siap menikahkan mereka secara sah. Akhirnya Elion bisa menikah Reina dengan satu tarikan nafas. Kini, mereka telah sah menjadi suami istri. Elion segera memasangkan cincin di jari mani Reina begitupun sebaliknya. Reina mencium punggung tangan Elion dan di balas dengan kecupan di keningnya.


Ternyata semua orang yang hadir di acara ini mempunyai tugasnya masing-masing. Mulai dari yang make up pengantin, dekorasi pelaminan, fotografer, saksi nikah dan penghulu. Tidak ada tamu undangan seperti dalam pernikahan lainnya, dan Reina memakluminya karena pernikahan mereka hanya pernikahan kedua.


Dan mulai hari ini adalah awal dari kehidupanku..


Bersambung


Jangan lupa dukungannya.. Like komen di setiap chapter.. Kasih hadiahnya dan votenya juga..

__ADS_1


__ADS_2