
"Hahaha.. Lo kok bodoh ya Rein, kenapa gak lo tanya langsung tentang apa yang lo fikirkan itu? Kan jadinya malu sendiri"
Rista merasa terhibur dengan cerita Reina tentang apa yang baru saja terjadi. Rista tidak habis fikir kenapa sampai Reina tidak mencari tahu terlebih dulu sebelum dia menanyakan itu pada Westy.
"Diam Lo, malah ngetawain gue. Lagian ya mana gue tahu kalau mereka ternyata hanya sahabat. Kan situasinya sudah tepat, di saat Kak Westy mengatakan jika suaminya akan datang menjemput besok, dan hari itu aku melihat Mas El bersama dengannya juga anaknya. Siapa yang tidak akan berfikir kesana coba"
"Iya juga si"
Karena situasi itulah, Reina telah salah faham dengan suaminya selama satu bulan lebih. Dan membuat Reina malu dengab kebodohannya itu. Tepat pada saat itu, Elion keluar dari kamar setelah dia menidurkan Rion. Elion menghampiri Rista dan istrinya itu.
"Kalian sedang membicarakan apa?"
"Membicarakan tentang kebodohan Reina. Hahaha" Rista masih saja meledek sahabatnya karena kebodohannya itu. Menurutnya Reina masih saja sahabatnya yang bar-bar tapi terlalu polos dan bodoh.
"Diam lo"
Rista berdiri dan berlalu ke kamarnya sambil tertawa meninggalkan kedua pasangan yang sedang di mabuk cinta. Kini hanya ada Reina dan Elion di ruang tengah itu. Reina masih saja merasa malu dengan apa yang terjadi tadi siang di tempat peresmian taman hiburan itu.
"Masih berfikir kalau aku ini tidak mencintaimu? Kalau aku mempunyai istri lain selain dirimu"
Reina cemberut karena suaminya malah membahas hal yang membuat dirinya semakin malu. "Kenapa malah membahas itu si Mas, aku malu"
"Dengerin.." Elion meraih kedua tangan Reina dan sedikit memutar tubuh Reina agar menghadap ke arahnya "...Sampai kapanpun hanya kamu yang akan menjadi istri pertama dan terakhirku. Tidak ada wanita lain di hidupku selain kamu Rein. Cinta yang kamu berikan berhasil membuat aku tidak bisa lagi melirik wanita lain"
"Aaaa.. Akhirnya perjuangan aku gak sia-sia ya. Melakukan banyak hal hanya untuk menarik perhatianmu, meski aku malu sebenarnya. Tapi, gak sia-sia juga"
__ADS_1
Reina ingin tertawa mengingat tentang kelakuannya dimasa dulu. Melakukan banyak hal bodoh hanya untuk menarik perhatian Ayah angkatnya yang sekarang telah menjadi suaminya. Tidak tahukah Reina jika apa yang di lakukan selalu membuat Elion shock mendadak. Membuat pria itu merasakan jantungnya yang berdebar kencang, hingga Elion menyadari jika perasaannya lebih daripada rasa sayang pada seorang anak. Elion telah jatuh cinta pada Reina.
Cup..
Elion mencium kening Reina "Aku sangat mencintaimu"
"Aku juga"
Akhirnya tidak ada lagi kesalah fahaman di antara keduanya. Reina sudah benar-benar yakin jika Elion memang hanya mencintainya seorang. Reina sadar, jika mereka memang tidak bisa hidup tanpa satu sama lain.
...🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤...
"Jadi Darren menanyakan keberadaan Rista padamu? Lalu apa Mas El memberitahunya?"
"Aku tidak memberitahunya karena Rista pernah meminta itu padaku. Dia tidak ingin Darren tahu tentang keberadaannya"
Reina kembali memeluk tubuh suaminya, memang begitulah sahabatnya. Selalu tegar dan ceria, di balik kerapuhannya. "Kasihan Rista Mas, dia hanya menjadi kambing hitam dari kelicikan Zayna dan Darren"
"Ya, itulah kenapa aku masih melihat kesungguhan Darren untuk mencari Rista. Dia harus benar-benar memyesal atas semua perbuatannya, hanya saja tidak mungkin jika aku terus menyembunyikannya"
"Biarkan waktu yang menjawab semuanya. Aku juga tidak bisa mencegah pertemuan mereka yang mungkin tidak di duga. Biarkan saja takdir yang menjawabnya"
"Iya Sayang"
Keluarga bahagia itu akhirnya tidur bersama dengan Rion berada di ujung ranjang yang menempel pada dinding. Sepasang suami istri itu berpelukan dengan hangat dan nyaman. Tidak pernah menyangka dalam hidup mereka jika cinta terlarang ini bisa barakhir bahagia seperti ini.
__ADS_1
Pagi ini Reina, Elion bersama anak mereka sudah harus kembali ke kota. Rista tentu berat melepas kepergiaan sahabatnya ini, apalagi anaknya yang masih betah bermain dengan Rion. Hanya saja dia juga tidak bisa egois, dia harus mulai terbiasa hidup hanya berdua dengan anaknya. Karena sahabatnya sudah menemukan kebahagiaannya bersama suami dan anaknya. Rista hanya bisa ikut merasa bahagia dengan itu. Biarkan dia menghilangkan rasa bersalahnya dengan melihat Reina bahagia. Rista tidak mau membuat sahabatnya terluka lagi. Biarkan saja dia yang menderita karena kesalahannya yang telah dia perbuat di masa lalu.
"Baik-baik ya Ris"
Setelah menempuh waktu cukup lama, sekarang mereka telah sampai di rumah. Rion yang terlelap di gendong oleh Elion untuk masuk ke dalam rumahnya. Pintu rumah yang terbuka saata Reina mencoba untuk memasukan kunci ke dalam lubang di pintu. Reina menoleh ke arah suaminya, bingung dan juga terkejut. Kenapa pintu rumahnya terbuka, padahal dia sudah menguncinya saat akan pergi ke luar kota. Apa mungkin di rumahnya ada maling?
"Mas, kenapa pintunya terbuka?"
Elion meraih gagang pintu dan memutarnya. Benar saja pintu terbuka dan mereka pun segera masuk karena takut akan ada maling atau orang jahat yang masuk ke dalam rumah mereka. Tidak ada apa-apa di dalam sana, semuanya juga terlihat baik-baik saja. Tidak ada posisi barang yang berubah. Tidak ada siapapun juga. Lalu, siapa yang bisa masuk ke rumah mereka jika bukan maling atau orang berniat jahat.
"Aku tidurin dulu Rion di kamar, kamu tunggu dulu disini"
Elion naik ke lantai atas menuju kamarnya. Sementara Reina masih merasa heran dengan semua ini, pintu rumahnya yang tidak terkunci tapi tidak ada yang mencurigakan sama sekali. Lalu apa yang sebenarnya terjadi. Reina berjalan menuju dapur dan hal yang tidak disangka. Seseorang sedang memasak di dapurnya.
"Rein kau sudah pulang"
Deg..
Bersambung
jangan lupa dukungannya.. Like komen di setiap chapter... kasih hadiah dan votenya juga.
Novel Rista telah realis.. Judulnya ya.. Rista
__ADS_1