
"El, sarapan dulu"
"Tidak perlu Kak, aku mau langsung ke kantor saja" jawab Elion dingin
Alena menatap sendu adiknya yang berlalu begitu saja. Bahkan senyuman di wajahnya seolah sirna sejak 5 tahun lalu. Jujur, Alena sangat menyesali perbuatannya itu. Namun, penyesalan yang sudah terlambar karena kebahagiaan adiknya telah sirna. Ibunya juga telah pergi untuk selamanya, dua tahun lalu. Nyonya Rinjani juga merasakan penyesalan yang sama. Apalagi melihat sikap Elion yang berubah drastis sejak Reina pergi dari hidupnya.
Bodohnya mereka yang terlalu mempercyai Zayna saat itu. Sehingga mereka tertipu olehnya dan berhasil membuat hidup Elion hancur seketika. Meski sampai saat ini, Elion masih tidak tahu alasan Reina pergi adalah karena kesalahan Kakaknya. Alena masih tidak cukup berani untuk mengatakan yang sebenarnya. Ya, dia memang egois. Tidak ingin di benci adiknya, sehingga membiarkan Elion tetap berpikir jika Reina yang salah.
Elion telah sampai di perusahaan, dia segera masuk ke dalam ruangannya. Setelah mengecek beberapa berkas, Elion menyerahkan semuanya pada Darren. Dia hanya bertugas mengecek beberapa kerja sama yang akan dan sedang berlangsung. Selebihnya, Elion serahkan pada Darren. Karena perkataan Ibunya dulu, membuat Elion meyakinkan dirinya jika dia bisa berdiri di atas kakinya sendiri. Tanpa bantuan dari keluarga Barney. Nama yang tersemat di belakang namanya.
Elion tetap menjalankan bisnis bersama temannya. Dia benar-benar berjuang untuk membuat perusahaan barunya itu berkembang pesat. Namun, semuanya terasa sia-sia saat wanita yang ingin dia bahagiakan malah pergi meninggalkannya.
Ternyata Reina sama saja dengan wanita lain, meninggalkan prianya disaat kondisi ekonominya krisis. Elion sangat membenci Reina yang pergi tanpa memberinya alasan apapun. Hanya satu yang Elion tahu, Reina pergi karena tidak mau hidup susah bersamanya yang saat itu ekonomi Elion sedang benar-benar krisis.
*Saat itu, Elion kembali ke rumah setelah memulai bisnis baru bersama teman lamanya. Namun, keadaan rumah begitu kosong dan sepi. Kemana Reinanya yang biasa menyambutnya di saat pulang bekerja. Tidak mungkin jika Reina belum pulang, jam kerja dia hanya sampai sore hari. Dan Elion kembali pukul 7 malam. Tidak mungkin jika Reina masih belum pulang bekerja.
Akhirnya, Elion memutuskan untuk mencarinya di dalam kamar. Mengira jika Reina mungkin sedang berada di kamar. Namun, saat membuka pintu suasana kamar juga sepi. Mencari ke kamar mandi juga kosong. Berlari ke arah dapur, Reina masih tidak ada di sana. Reina tidak ada di rumah. Elion mencoba menghubungi nomor ponselnya yang ternyata malah tidak aktif. Elion bingung dan gelisah. Dia duduk di sofa ruang tamu, mencoba untuk menenangkan diri dan fikirannya sebelum dia benar-benar mencari Reina. Mencoba memikirkan kemana gadis itu pergi.
Atau mungkin Reina pergi bersama temannya? Tapi, kenapa dia tidak memberiku kabar.
__ADS_1
Elion mulai menduga-duga kemana Reina pergi. Dia mencoba menghubungi nomor Rista, namun sama saja. Nomor keduanya tidak aktif. Berakhir dengan Elion pergi dan datang ke perusahaan tempat Reina bekerja. Masih ada beberapa karyawan disana, mungkin mereka yang bekerja lembur. Elion segera menanyakan keberadaan Reina.
"Maaf apa kamu kenal sama Reina Fitria?"
"Ohh, iya kenal. Ada apa ya?"
Elion cukup bernafas lega saat menemukan orang yang bisa dia tanyai kemana perginya sang kekasih. "Apa kamu tahu dimana Reina? Dia belum pulang ke rumah"
Kedua karyawan wanita itu saling lempar pandangan, seolah bingung dengan apa yang di tanyakan Elion. "Loh kan emang Reina udah mengundurkan diri sejak kemarin. Jadi, hari ini dia tidak datang bekerja karena sudah menyerahkan surat pengunduran dirinya kemarin"
Deg..
...🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤...
Elion berdiri di depan jendela ruang kerjanya. Semua ingatan tentang Reina, tidak akan pernah hilang sampai kapan pun. Semakin Elion mengikrarkan kebencian di hatinya, semakin dia tidak bisa lepas dari bayang-bayang Reina.
"El, ayo pulang. Apa kau akan menginap lagi disini?"
Westy masuk ke dalam ruangan Elion, dia adalah sosok teman yang membantunya hingga saat ini mereka bisa mendirikan perusahaan property ini. Meski belum terlalu besar, tapi perusahaan mereka cukup di kenal di banyak kalangan pebisnis. Membuat cukup banyak perusahaan besar yang berminat untuk bekerja sama dengan perusahaan mereka. Semuanya kareka kerja keras Westy dan Elion yang selalu kompak.
__ADS_1
Selama 5 tahun terkahir, Elion memang lebih sering tinggal di kantor daripada pulang ke rumah. Dengan adanya sebuah kamar istirahat di dalam ruangannya ini membuat Elion menjadi malas pulang. Karena yang ada di bayangannya hanya saat Reina menyambutnya di waktu pulang bekerja. Namun, hal itu tentu tidak akan terjadi lagi setelah 5 tahun lalu gadis itu telah pergi meninggalkannya tanpa alasan apapun.
"Masih memikirkannya? Apa kau tidak mau berusaha mencarinya lagi? Saat ini kita sudah punya banyak relasi yang mungkin saja bisa membantumu mencari Reina"
Tentu Westy tahu tentang kisah cinta Elion yang rumit. Karena di saat terpuruknya Westy selalu menguatkan Elion dengan kesabarannya sebagai teman.
"Apa masih ada kesempatan?"
Elion sudah mencoba mencari Reina kemana-mana. Tapi, dia tetap tidak bisa menemukan gadisnya itu. Membuat Elion putus asa dan akhirnya menghentikan pencariannya.
Westy menepuk bahu Elion, memberinya semangat baru. "Tentu, kenapa harus tidak ada harapan? Aku yakin jika Reina juga masih mencintaimu. Yasudah, jika kau ingin tinggal disini lagi. Aku mau pulang dulu, suamiku sudah di perjalanan pulang"
Elion mengangguk "Baiklah, salam untuk suamimu dan Ciya"
"Oke"
Westy berlalu dari ruangan Elion, meninggalkan pria itu sendirian dengan kesedihannya yang berkepanjangan. Menemukan Reina, adalah obat dari semua kesedihan yang di alami Elion. Tapi, Westy juga tidak tahu harus membantu mencari kemana. Apalagi dia belum pernah bertemu langsung dengan gadis itu. Hanya melihat wajahnya dari foto yang di berikan Elion. Westy hanya berharap jika Elion bisa segera menemukan kembali wanita yang menjadi sumber kebahagiaannya itu.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya.. Like komen di setiap chapter. kasih hadiahnya dan votenya juga..