Daddy Is My Husband

Daddy Is My Husband
Ciuman Pelepas Rindu


__ADS_3

Reina tetap tidak bisa tersenyum lepas dan bahagia saat sang fotografer mengarahkan dirinya untuk berfoto di pelaminan bersama pria yang telah menjadi suaminya beberapa saat lalu. Saat fotografer membenarkan posisi mereka, menyimpan sebelah tangan Elion di pinggangnya dan satunya lagi berada di dagunya. Reina sedikit mendongakkan wajahnya dan menatap Elion dengan mata indahnya. Jantungnya masih memberikan reaksi yang sama sampai saat ini.


Deg..Deg..


Dadanya berdetak lebih kencang dari biasanya. Sang fotografer mulai menghitung untuk menekan tombol kemeranya. Tepat pada saat hitungan ketiga Elion mengecup bibir istrinya, mata Reina terbelalak kaget seiring kilatan cahaya kamera terarah padanya. Cekrek..Cekrek... Bahkan bukan hanya sekali saja suara pengambilan gambar itu berbunyi. Seseorang yang Elion tugaskan untuk menjaga anak mereka langsung menutup mata Rion yanh sedang berada di pangkuannya dan menatap ke arah dua orang dewasa yang sedang bercumbu itu.


Reina mencoba mendorong tubuh Elion, tapi pria itu bukannya menjauh dia malah menarik pinggang Reina agar semakin rapat dengan tubuhnya. Kini tubuh mereka benar-benar merapat dengan bibir Elion yang mulai memberikan luma*tan halus di bibirnya. Tangan Reina yang berontak memukul dada Elion agara melepaskan tautan bibir mereka. Namun, tangan kiri Elion langsung menahan kepalan tangan Reina itu. Akhirnya lambat laun mata Reina ikut terpejam dan menikmati ciuman hangat dari prianya. Ciuman yang sangat dia rindukan selama ini.


Keduanya meluapkan kerinduan mereka dengan ciuman ini. Tidak peduli jika di depan banyak orang, mereka benar-benar tidak peduli. Mereka hanya menginginkan ciuman ini dan melupakan sejenak masalah yang telah terjadi. Saling memangut dengan tubuh yang semakin rapat, mengeluarkan luapan rindu dalam diri masing-masing. Sampai beberapa menit, barulah mereka melepaskan tautan bibir mereka.


Nasib kenapa gini amat si. Si fotografer jomblo itu membatin sendiri sambil merekam setiap detail adegan romantis di depannya itu.


Sungguh Reina benar-benar mengutuki kebodohannya sendiri. Kenapa dia bisa terbuai begitu saja dengan ciuman Elion sehingga dia lupa jika disini bukan hanya mereka berdua. Reina hanya bisa memeluk Elion untuk menyembunyikan wajahnya yang sudah terasa panas dan pastinya memerah. Kenapa melakukannya si. gumamnya yang masih terdengar di telinga Elion. Pria itu hanya tersenyum saja, wajahnya datar seolah tidak ada yang terjadi setelah perbuatannya barusan membuat beberapa orang yang masih jomblo disana sangat iri.


"Gila, emang kalo Om-om ciumannya hot banget ya"


"Gila kau, apa kau mau juga nikah sama Om-om"


"Loh, memangnya kenapa? Kalau Om-omnya kayak Tuan Elion, siapa yang mau nolak coba"


"Iya juga si"

__ADS_1


Kedua perias pengantin sedang bergosip tentang apa yang baru saja mereka lihat. Jiwa jomblonya langsung meronta ingin segera merasakan apa yang di lihatnya di pelaminan barusan.


...🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤...


Acara pernikahan dadakan ini berakhir setelah adegan ciuman hangat dari sepasang pengatin itu. Saat ini Reina sedang mencopot aksesoris yang terpasang di kepalanya saat Elion tiba-tiba masuk ke dalam kamarnya. Sungguh melihat kehadiran Elion membuat Reina menjadi gugup sendiri, dia tahu apa yang akan terjadi malam nanti setelah seseorang resmi menikah. Meski mungkin ini memang bukan pengalaman pertama untuk keduanya. Namun, setelah sekian lama tetap saja Reina merasa gugup.


Elion duduk di pinggir tempat tidur, menatap wajah gelisah Reina di balik pantulan cermin meja rias. "Kenapa kau malah masuk ke kamar ini?"


Reina tersentak saat sadar dari lamunannya. Dia mendongak dan menatap Elion dari pantulan cermin meja riasnya. "Memangnya kenapa? Ini 'kan kamarku dulu"


Elion beranjak dari duduknya dan berjalan mendekat pada Reina. Memeluk istrinya yang duduk di kursi depan meja rias itu. Mengalungkan kedua tangannya di leher Reina dan menyandarkan dagunya di puncak kepala Reina. Keduanya saling melempar pandangan di balik pantulan cermin.


"Dulu iya, ini adalah kamarmu. Tapi, sekarang kau sudah menjadi istriku. Jadi kau segera bereskan barang-barangmu dan pindah ke kamarku, kamar ini biar kita desain ulang untuk Rion"


Elion mengecup puncak kepala istrinya dengan lembut. "Tidak usah khawatir soal itu, Rista telah tahu tentang rencanaku ini dan dia juga mengizinkan kamu untuk kembali ke kota ini dan tinggal disini. Masalah dia mau ikut tinggal di kota ini atau tidak, kamu bisa membicarakannya dengan Rista. Dan untuk toko kue kalian, aku sudah membayar seorang pekerja yang akan membantu Rista disana. Jadi kau tidak perlu khawatir lagi"


"Tapi...." Aku tidak siap jika harus bertemu dengan Tante Alena. Bagaimana reaksinya jika dia tahu kalau adiknya malah menikahiku. Orang yang berjanji akan mengembalikan Elion pada keluarganya.


Elion melepas lingakaran tangannya di leher Reina, lalu dia memutar tubuh gadis itu agar menghadapnya. Elion berlutut di lantai dengan lututnya sebagai tumpuan. Menggenggam kedua tangan Reina di atas pangkuannya. Menatap matanya dengan lekat.


"Tidak ada kata 'tapi' Sayang, kau sudah menjadi istriku dan sudah seharusnya kau ikut dimana pun suamimu berada. Percayalah aku sangat mencintaimu. Reina Fitria, aku mencintaimu sepenuh hatiku"

__ADS_1


Tatapan Reina tidak bisa menyembunyikan perasaan ragunya pada apa yang baru saja Elion katakan. Mencintainya dengan sepenuh hati, lalu bagaimana dengan istri pertamanya dan anaknya. gumam Reina dalam hati.


"Yasudah, aku mau ganti baju dulu. Nanti aku nyusul ke kamar kamu sambil bawa barang-barang aku" Reina langsung berdiri dan melepaskan genggaman tangan suaminya, bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Elion berdiri dan menatap pintu kamar mandi yang telah tertutup. Sebenarnya apa yang kau ragukan lagi, Rein? Apa cintaku tidak bisa membuatmu yakin dengan semua pernikahan ini.


Beberapa saat kemudian, Reina keluar dari kamar mandi. Sudah tidak ada Elion disana. Reina membuka pintu lemarinya dan mengambil baju ganti disana. Namun ada yang aneh di lemarinya, pakaiannya tinggal satu saj piyama tidur yang dia bawa dari kotanya. Lalu, kemana pakaiannya yang lain. Dan sebuah kotak kecil panjang yang ada disana membuat Reina bingung. Dia tidak merasa memiliki kotak itu. Dengan rasa penasaran yang tinggi, Reina mengambiil kotak itu dan membukanya. Sebuah kalung dengan liontin mutiara yang indah.


Reina mengambil ujung kalung itu, menatapnya dengan pandangan kagum. Liontinya bergelayun di depan wajahnya.


Kalung ini punya siapa?


"Kalung itu untukmu""


Deg..


Reina berbalik karena terkejut dengan suara itu. Tidak sadar jika dirinya masih menggunakan handuk yang melilit di dadanya. Sampai handuk itu terlepas dan merosot begitu saja.


Deg..Deg...


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya.. Like komen di setiap chapter.. Kasih hadiahnya dan votenya juga..


__ADS_2