Daddy Is My Husband

Daddy Is My Husband
Trauma Reina


__ADS_3

Elion masih mematung di tempatnya setelah mendengar apa yang baru saja di ucapakn Reina. Bahkan saking terkejutnya, dia tidak sadar jika Reina telah pergi dari hadapannya. Rion adalah anaknya? Lalu kenapa Reina tidak bicara padanya sejak dulu tentang keberadaan Rion. Kini, Elion mengerti jika soal pernikahan adalah cerita yang di karang oleh Reina. Tentang suaminya yang bekerja di luar kota juga hanya karangan semata. Reina hanya mencoba membuat Elion menghindari darinya.


Oh Tuhan, kenapa aku bodoh sekali. Guman Elion dengan mengacak rambutnya frustasi. Kenyataan ini benar-benar membuat Elion shock, dia sudah mempunyai seorang anak dari Reina. Tapi dia sama sekali tidak mengetahuinya.


Elion kembali ke toko kue Reina telah dia sadar dari segala keterkejutannya. Elion harus benar-benar menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Apa alasan Reina pergi dan bahkan tidak memberi tahunya tentang kehadiran Rion. Bahkan alasan Reina pergi meninggalkannya 5 tahun lalu saja belum Elion kethui.


Suasana toko kue masih belum terlalu ramai, meski sudah di buka. Karena toko kue ini akan ramai kedatangan pengunjung menjelang sore. Hal ini tentu Elion jadikan kesempatan untuk bisa segera menemui Reina dan menemui anaknya juga. Sungguh Elion masih sangat linglung sekarang. Rion adalah anaknya, dan selama ini dia tidak tahu kehadiran anaknya itu.


"Dimana Reina?" Tanya Elion pada Rista saat dirinya tidak bisa menemukan Reina disana.


"Loh bukannya bersama Om El, Rein belum pulang"


Jawaban Rista benar-benar membuat Elion panik seketika. Reina belum sampai di rumah, lalu kemana dia pergi? Tanpa berkata apapun lagi Elion segera berlalu dari sana. Dia harus mencari Reina segera. Takut terjadi sesuatu pada gadisnya itu. Apalagi melihat cuaca hari ini yang cukup mendung. Seolah hujan akan segera turun. Dengan hati yang tidak tenang Elion segera mencari Reina. Melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata. Rintik hujan mulai turun membasahi bumi. Di tambah dengan suara petir yang saling bersahutan.


Sementara di tempat lain ada Reina yang sedang berjongkok di pinggir jalan dengan kedua tangan memegangi telinganya. Sudah 16 tahun lalu kejadian itu terjadi, namun hampir setiap hujan turun selalu membuat semua bayangan kecelakaan itu memenuhi isi kepalanya. Reina benar-benar masih belum bisa menghilangkan trauma itu.


Duar...Brakkk..


Suara-suara benturan keras saat kecelakaan belasan tahun silam terus terngiang-ngiang di telinga Reina membuat gadis itu menjerit, dengan kedua tangan memegangi telinganya yang terasa nyeri mendengar suara-suara keras yang tidak tahu dari mana asalnya. Reina kembali pada masa itu. Dimana dia harus kehilangan orang tuanya dalam satu hari.


"Ayah Ibu... Rein takut" lirih Reina di tengah hujan deras yang membasahi tubuhnya. Traumanya masih belum bisa di sembuhkan sampai saat ini. Meski dia sudah mencoba sebisa mungkin untuk menyembuhkan rasa trauma setiap hujan turun. Reina terus memegangi teringanya saat suara-suara benturan keras saat kecelakaan terus terngiang di telinganya.

__ADS_1


Hingga sebuah cahaya terang membuat Reina segera mendongak. Sebuah mobil berhenti tepat di depannya dan seorang pria turun dari dalam mobil itu. Hujan semakin deras dan petir pun semakin terdengar bersahutan.


"Ya ampun Rein"


Reina mengenali suara itu, di tengah hujan yang sangat deras dia bisa melihat siapa yang datang meski dengan sedikit buram karena air hujan yang terus membasahi tubuhnya.


"Mas El.."  lirih Reina sebelum dia kehilangan kesadarannya.


......


Reina mengerjapkan matanya, kepalanya sangat berat dan terasa sakit. Cahaya lampu  membuat Reina merasa silau, dia menoleh ke samping saat merasakan ada sesuatu yang menggenggam tangannya. Dan saat melihatnya, Reina benar-benar tidak menyangka jika itu adalah Elion. Pria itu tertidur dengan posisi duduk, kepala di sandakan ke sisi tempat tidur Reina. Tangannya masih menggenggam tangan Reina. Mungkinkah semalaman Elion tertidur dengan menggenggam tangan Reina.


Elion langsung terbangun, membenarkan posisi duduknya. Menatap Reina yang telah sadar membuat Elion cukup lega.


"Bagaiamana keadaanmu?" Tanya Elion dengan nada khawatir


Reina menggeleng pelan mencoba mengusir pusing di kepalanya. "Tidak papa. Oh ya, aku dimana sekarang?"


"Kau di rumah sakit, tadi kau pingsan saat aku menemukanmu di tengah hujan. Kenapa tidak langsung pulang saja jika sudah mau hujan. Kau masih trauma berada di luar rumah saat hujan seperti ini"


Mas El masing mengingatnya. Gumam Reina, tidak menyangka jika Elion masih mengingat trauma yang Reina alami selama ini. Tidak tahu saja Reina jika Elion selalu merasa khawatir dan cemas dengan keadannya saat hujan turun. Apalagi setelah dirinya pergi, tidak tahu dimana Elion harus mencarinya lagi. Membuat Elion semakin panik saja. Dan hari ini Elion kembali di buat panik oleh gadisnya, melihat keadaan Reina tadi yang tidak sadarkan diri membuat Elion sangat takut. Takut kehilangan Reina.

__ADS_1


Reina berusaha bangun dengan kepalanya yang masih terasa pusing. Dengan sigap Elion segera membantu Reina untuk bangun. Menempatkan bantal di punggungnya agar nyaman. "Aku harus pulang Mas, kasihan Rion di rumah pasti akan mencariku"


"Tapi keadaanmu masih sangat lemah. Apa tidak sebaiknya diam dulu di rumah sakit satu malam saja?"


Reina menggeleng pelan, dia sangat mencemaskan keadaan anaknya. Sudah pasti Rion akan kebingungan mencarinya. Meski ada Rista, tetap saja dia selalu tidak tenang saat Reina tidak ada dalam waktu lama. Apalagi ini sudah malam, Rista pun pasti akan khawatir dengan keadaannya.


"Pulang saja Mas, aku benar-benar mencemaskan Rion. Dia tidak akan bisa tidur tanpa ada aku di sisinya"


Elion bahkan tidak tahu bagaimana sifat anaknya. Apa kebiasaan anaknya. Apakah mungkin sama dengannya? Entahlah..


"Baiklah, aku akan mengantarmu pulang"


"Emm. Tapi Mas, aku minta Mas El jangan dulu membicarakan soal status kamu dan Rion. Aku masih belum siap untuk memberikan penjelasan yang tepat untuk Rion"


"Iya, kau bukan hanya harus memberi penjelasan pasa Rion. Tapi juga padaku!"


Reina hanya menghela nafas, memang dia juga harus menjelaskan semuanya pada Elion. Dia tahu pria itu pasti tidak akan membiarkannya lolos sebelum mendapatkan penjelasan yang jelas dari Reina tentang semuanya yang terjadi di antara  mereka.


Bersambung


JANGAN LUPA DUKUNGANNYA.. LIKE KOMEN DI SETIAP CHAPTER.. KASIH HADIAHNYA DAN VOTENYA JUGA..

__ADS_1


__ADS_2