Daddy Is My Husband

Daddy Is My Husband
Saling Memaafkan


__ADS_3

"Udah dong Sayang, aku tahu kalau kamu kesal. Tapi kenapa malah jadi ke aku kesalnya?"


"Ya karena kamu yang pilih dia jadi susternya Rion. Pasti karena kamu masih suka sama Zayna, si nenek sihir itu 'kan?"


Reina masih saja kesal dengan kejadian kemarin. Meski memang sudah di selesaikan dengan Ratih yang di pecat oleh suaminya. Tapi tetap saja Reina sangat kesal ketika mengingat kembali nama Zayna. Wanita yang menghancurkan hubungan Elion dan Reina saat itu.


"Gak mungkinlah Sayang, lagian aku tidak pernah merasa jatuh cinta sama dia. Aku hanya cinta sama kamu"


Reina masih cemberut kesal, tapi ada hal lain yang dia lupa. Seharusnya Reina mulai membujuk Elion untuk memaafkan Alena dan kembali bersama layaknya saudara pada umumnya. Karena Alena juga sudah benar-benar menyesali apa yang telah dia perbuat. Alena menyesal karena dulu sempat termakan omongannya Zayna yang ternyata hanya membuatnya semakin jauh dari adiknya ini.


"Tapi sekarang dia udah di pastikan tidak akan mengganggu kita lagi 'kan? Si nenek sihir itu"


Elion selalu ingin tertawa saat mendengar istrinya memanggil Zayna dengan sebutan Nenek sihir. "Gak akan, aku sudah pastikan itu. Jadi kamu tenang saja, tidak mungkin dia berani lagi mengganggu hidup kita. Lagian seberapa besar dia berusaha hanya untuk memisahkan kita. Dia tidak akan bisa, karena cinta kita terlalu kuat untuk bisa di pisahkan"


"Emm. Yaudah deh, kalau gitu kita main yuk ke rumah Kak Alena"


Elion langsung menatap dingin pada istrinya yang menyebut nama Kakaknya. Jika Reina sangat takut dengan kehadiran Zayna yang bisa saja menghancurkan kembali hubungan mereka. Lain dengan Elion yang lebih takut dengan Kakaknya. Karena terakhir kali dia tidak menyangka jika Alenalah yang membuat Reina pergi meninggalkannya. Elion takut jika hal itu terjadi lagi. Takut jika Alena akan diam-diam menghasut Reina agar kembali pergi meninggalkannya.


"Kau berbohong padaku ya? Kemarin kau izin pergi untuk bertemu Kakak ku, bukan hanya jalan-jalan sesuai ucapanmu itu"

__ADS_1


Elion berdiri dari duduknya dan pergi dari sana. Reina segera mengejar suaminya itu. Elion benar-benar marah saat ini. Reina berhasil meraih tangan Elion dan menghentikan langkah pria itu. "Mas, kenapa marah? Kak Alena itu 'kan Kakak kamu. Dia saudara kamu satu-satunya saat ini. Jadi kamu jangan seperti itulah padanya. Kasihan dia Mas, dia sudah benar-benar menyesalinya. Lagian saat itu dia juga hanya terpedaya dengan omongan Zayna. Jadi, kamu jangan terus membencinya seperti ini. Dia itu Kakak kamu. Aku saja sudah memaafkannya, kenapa kamu tidak?"


Eliom berbalik dan menatap istrinya dengan lekat. Hanya satu yang Elion takutkan saat ini. Takut jika Reina akan kembali pergi meninggalkan seperti yang terjadi waktu itu. Hidup Elion terasa tak berarti apapun tanpa Reina di sampingnya. Elion mengelus kepala istrinya. "Aku hanya takut jika hal yang dulu terjadi akan terulang lagi"


Reina tersenyum, dia menatap Elion dengan tatapan penuh cinta. "Tidak akan Mas, kamu percaya sama aku. Saat itu aku hanya sedang bodoh saja karena bisa menuruti semua keinginan Kak Alena begitu saja tanpa memikirkan kedepannya akan bagaimana. Tapi sekarang aku tidak akan mengulangi hal bodoh itu lagi, aku akan tetap bersamamu meski banyak orang yang tidak menyukai kebersamaan kita ini...."


"....Sekarang ayo kita perbaiki semuanya. Ayo kita mulai semuanya dari awal lagi, memulai semuanya dengan saling memaafkan dan menerima apa yang sudah terjadi, biarkan saja menjadi masa lalu yang berlalu"


Elion diam, dia menatap wajah istrinya dengan ragu. Takut jika keputusan yang di ambilnya malah akan kembali memisahkan dia dari sang istri. Reina yang seolah mengerti dengan arti tatapan suaminya itu langsung refleks mencium tangan suaminya beberapa kali. Mencoba meyakinkan jika dirinya pun telah yakin dengan semua ini.


"Tenang saja Mas, aku sudah yakin jika semuanya akan baik-baik saja. Ini adalah yang terbaik untuk hidup kita ini. Ayo kita mulai semuanya dari awal lagi, kita saling memaafkan dan lupakan semua yang telah berlalu. Yang penting kita sudah kembali bersama"


Dan siang ini mereka benar-benar datang ke rumah Alena. Tentu kedatangan mereka di sambut dengan hangat oleh Alena dan Rio, suaminya. Alena langsung mengajak mereka untuk makan siang bersama. Selesai dengan makan siang yang penuh dengan kecanggungan itu, kini semuanya berkumpul di ruang tengah.


Alena berpindah duduk di samping Elion, dia genggam tangan adiknya itu dan mulai mennagis. "Maafkan Kakak El, maaf karena dulu Kakak egois sampai hanya memikirkan keharmonisan keluarga kita tanpa memikirkan perasaanmu. Maaf El"


Elion menghela nafas kasar, dari dulu dia paling tidak bisa melihat air mata dari wanita yang di sayanginya. Termasuk Alena, dia juga wanita yang di sayanginya. Meski jujur, Elion sangat kecewa dengan Kakaknya bahkan sempat membencinya. Tapi saat melihat air mata Alena, dia pun tidak bisa berkutik. Nyatanya hatinya tetap menyayangi Kakaknya ini. Meski sekuat apapun dia mencoba untuk membencinya.


"Sudahlah Kak, El sudah maafkan semuanya. Reina telah menyadarkan aku jika kita adalah keluarga dan keluarga harus tetap menjadi keluarga sampai kapanpun. Tapi, El mohon untuk tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama"

__ADS_1


Alena mengangguk dengan air mata yang masih mengalir membasahi pipinya. "Iya, El. Kakak janji tidak akan melakukannya lagi. Kakak juga tidak akan membuat Reina dan Rion merasa tidak nyaman disini"


Kakak beradik ini berpelukan dan saling menunjukan kasih sayangnya. Tidak lagi saling menyimpan benci di hatinya. Elion telah ikhlas memaafkan Alena. Dan Kakaknya pun telah benar-benar menyesali perbuatannya. Di saat suasana mengharu biru itu, Darren datang. Dia langsung menghampiri keluarganya itu.


"Rein, apa kau tahu dimana Rista?"


Reina memalingkan wajahnya, jika tidak menahannya Reina sudah sangat ingin mencekik Darren yang sudah menghancurkan hidup sahabatnya selama ini.


"Tidak. Aku tidak tahu dimana Rista. Lagian untuk apa kau mencarinya, bukannya kalian sudah sekongkol untuk menghancurkan hubunganku dan Mas El"


Darren diam dan tak lagi bisa berkata-kata.


Bersambung


Jangan lupa dukungannya.. Like komen di setiap chapter.. Kasih hadiahnya dan votenya juga..


Yuk mampir juga di karya temanku ini.. ceritanya bagus..


__ADS_1


__ADS_2