
Semalaman Elion benar-benar tidak bisa tidur karena terus memikirkan tentang percakapan singkatnya dengan Rion. Elion terus memikirkan pernikahan apa yang sebenarnya di jalani oleh Reina. Hingga anaknya tidak pernah bertemu dengan Ayahnya sendiri. Hal itu sangat mengganggu fikiran Elion, hingga di tidak bisa terlelap semalaman.
Pagi ini Elion kembali ke tempat kerjanya, namun tidak untuk bekerja. Setelah dia memberikan beberapa instruksi pada pekerja proyek, Elion segera menyebrang jalan menuju toko kue yang belum buka itu. Semakin Elion di buat penasaran, maka dia harus benar-benar menyelidiki semuanya. Meski mungkin kenyataan yang akan dia ketahui akan membuatnya semakin terluka. Tapi setidaknya dia bisa lebih tenang karena tidak lagi merasa penasaran.
Ting tong..
Suara bell rumah yang mengagetkan Reina. Dia sedang menyiapkan beberapa kue andalan di tokonya ini untuk segera di jual. Satu jam lagi dia sudah membuka toko, tapi siapa yang datang sebelum toko kue nya dibuka? Reina bertanya-tanya dalam hati. Tidak ingin terus menduga-duga, Reina segera mencuci tangannya lalu dia berlalu ke arah pintu utama rumah sederhana ini.
Mas El, mau apalagi dia datang kesini?
Reina terdiam di ambang pintu saat tahu siapa yang datang ke rumahnya. Elion kembali datang, tapi untuk apa? gumamnya. "Ada apalagi Mas?"
Elion menatap Reina dengan lekat, dia tidak tahu harus bagaimana memulai untuk menanyakan soal pernikahan Reina yang Elion rasa ada keanehan. Apalagi setelah dia mendengar dari ucapan anaknya Reina, jika dia tidak pernah bertemu dengan Ayahnya sendiri. Lalu, dimana suami Reina sebenarnya?
"Bisa bicara sebentar? Ada yang ingin aku tanyakan padamu. Penting!"
Penting? Apa yang ingin di katakan Elion hingga dia menekan kata penting di akhir kalimatnya. Tidak ingin berlama-lama bersama pria itu, akhirnya Reina hanya menurut saja. Sebelum dia pergi bersama Elion, Reina menitipkan toko dan Rion pada Rista. Jadi, dia akan tenang saat mungkin akan cukup memakan waktu untuk berbicara dengan Elion.
__ADS_1
Di dalam mobil, keduanya hanya diam saja. Reina yang sibuk dengan segala pertanyaan tentang apa yang ingin Elion bicarakan dengannya yang dia bilang 'penting' itu. Semnetara Elion juga sibuk dengan fikirannya sendiri. Sedang mencari kata yang tepat untuk memulai pembicaraan mereka nantinya.
Elion membawa Reina ke taman kota, memang jaraknya tidak terlalu jauh juga tidak terlalu dekat dari toko Reina. Mereka berdua kini sudah duduk di sebuah bangku taman. Belum ada yang memulai pembicaraan, keduanya masih dalam keadaan membisu.
"Sebenarnya siapa Ayah dari anak kamu itu, Rein?"
Entah apa yang membuat Elion memulai pembicaraan dengan pertanyaan itu. Namun, pertanyaan itu seolah mengalir begitu saja dari bibirnya. Mungkin memang itu yang ingin hatinya tanyakan. Hanya saja Elion ragu untuk menanyakannya, hingga hari ini dia baru bisa menanyakan soal itu.
Semnetara Reina hanya mematung mendengar pertanyaan Elion. Apa ini saatnya, Reina memberi tahukan tentang Rion. Tapi, apa dia akan percaya? Dan Reina masih tidak ingin menjadi perusak rumah tangga Elion dan Westy. Apalagi mereka telah memiliki buah hati. Apa mungkin anak mereka bisa menerima kehadiran Rion yang sangat tiba-tiba itu.
"Kau tidak menjadi perusak rumah tangga orang. Kau hanya perlu memberi tahukan soal Rion, karena mau bagaimana pun Elion tetap Ayahnya. Dia berhak tahu"
"Kenapa menanyakan hal itu?" Tentu Reina harus menanyakan alasan Elion saat dia tiba-tiba menanyakan soal anaknya. Dari pertanyaannya, tentu Elion belum mengetahui jika Rion adalah anaknya.
"Karena aku mendengar jika anakmu tidak pernah bertemu dengan Papanya. Lalu, pernikahan seperti apa yang kau jalani selama ini? Jika anakmu saja tidak pernah bertemu dengan Papa nya?"
Tuhan, darimana dia tahu? Gumam Reina, dia bingung sendiri saat Elion mengetahui jika Rion tidak pernah bertemu dengan Ayahnya sendiri. Tentu tidak akan pernah bertemu, karena Ayahnya adalah Elion. "Emm. Aku tidak bisa menjelaskan"
__ADS_1
Reina berdiri dan pergi terburu-buru untuk meninggalkan Elion. Nyatanya dia belum bisa benar-benar jujur tentang keberadaan Rion pada Elion. Reina tegap memikirkan hal-hal lain, terutama saat dia mengetahui jika Elion telah menikah dan memiliki keluarga sendiri. Bagaimana mungkin Reina akan tega menghancurkan kebahagiaan keluarga mereka dengan menyatakan status sebenarnya dari anaknya itu.
"Ada apa Rein?"
Elion berhasil menahan tangan Reina, dia mencekal erat pergelangan tangan Reina saat gadis itu mencoba melepaskannya. "Lepasin Mas El, aku harus buka toko sekarang"
"Jelaskan dulu padaku tentang semuanya Rein. Kenapa kau malah menghindar seperti ini?"
Reina tidak menjawab, dia masih terus mencoba melepaskan cengkraman kuat tangan Elion di lengannya. Reina masih takut untuk menjelaskan tentang Rion. Banyak pertanyaan yang berseliweran di kepalanya. Apa Elion akan percaya dengan ceritanya? Apa Elion akan menerima Rion? Apa Istri dan anaknya Elion juga akan bisa menerima kehadiran Rion? Reina masih terlalu takut untuk semua itu. Terlalu banyak ketakutan dalam dirinya untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.
"Tolong lepaskan, aku harus segera pulang sekarang juga" Reina masih belum menyerah untuk melepaskan cengkraman tangan Elion.
"Apa Rion adalah anakku?"
Reina mendongak, dia tatap wajah Elion dengan lekat. "Ya, dia adalah anakmu"
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya.. Like komen di setiap chapter.. Kasih hadiahnya dan votenya juga..