Daddy Is My Husband

Daddy Is My Husband
Menghindar Tidak Akan Menyelesaikan Apapun


__ADS_3

"Bunda, yang bersama Mama itu siapa?" tanya Rion


Rista yang sedang menata beberapa kue langsung menoleh ke arah anak-anak yang sedang duduk di sofa tunggal yang ada di toko. Duduk saling berdempetan disana. "Itu..."


Rista malah bingung sendiri harus menjelaskan apa pada Rion. Dia tidak mungkin mengatakan jika pria yang bersama Ibunya itu adalah Ayahnya. Rista tidak mau mendahului Ibunya, Rion lebih berhak tahu soal ini langsung dari Ibunya sendiri.


"Itu temannya Mama kamu"


Akhirnya Rista hanya mampu menjawab seperti itu. Biarkan saja nanti Reina sendiri yang menjelaskan pada anaknya. Yang terpenting sekarang Rion tidak lagi menanyakan tentang siapa yang sedang bersama Ibunya di dalam rumah.


Suasana di ruang tengah, Reina mengusap kasar air matanya setelah menceritakan tentang kehadiran Rion dalam hidupnya pada Elion. Sungguh mengungkit masa lalu, semakin membuat hatinya terluka. Mengingat bagaimana Reina memenuhi keinginan anaknya seorang diri. Di masa-masa ngidam, Reina tetap berusaha memenuhi keinginan anak dalam kandungannya itu meski tidak ada suami disisinya. Sering kali Reina meneteskan air mata sambil mengelus perut buncitnya, saat dia melakukan pemeriksaan kandungan dan melihat ibu-ibu hamil lainnya yang di antar oleh para suami. Semnetara dirinya hanya seorang diri.


Elion menatap nanar pada wanitanya. Gadisnya yang dia tahu selalu ceria dan terkadang sedikit bar-bar. Namun, sekarang Elion benar-benar melihat kerapuhannya dalam diri Reina. Ari matanya menandakan kesedihan yang tidak bisa dia tahan. Padahal selama Elion hidup bersamanya, jarang sekali Elion melihat air mata itu menetes di pipi Reina. Namun, sekarang wanitanya benar-benar sangat rapuh.


"Maaf" lirih Elion dengan wajah yang menunduk.


"Tidak papa, yang salah bukan kamu. Tapi aku yang pergi meninggalkanmu"


Elion beralih duduk di deket Reina, dia benar-benar ingin tahu apa yang membuat Reina pergi darinya. Dia genggam tangan wanita itu membuat Reina sedikit merubah posisi duduknya menjadi menghadap Eluonmenatap kedua matanya dengan lekat. "Jadi, apa alasanmu meninggalkan ku? Aku tidak merasa punya masalah apapun denganmu. Hubungan kita sedang baik-baik saja. Tapi, kenapa tiba-tiba kau meninggalkanku?"

__ADS_1


Reina diam, tatapan mata Elion tetap bisa meluluhkan hatinya. Nyatanya Reina tetap tidak bisa menghilangkan perasaannya. Selama 5 tahun ini tidak cukup bagi Reina untuk bisa melupakan perasaannya pada pria ini. Cintanya masih sama. Reina masih benar-benar mencintai Elion. Tapi, satu kenyataan membuatnya sadar. Jika cinta ini tak lagi bisa di perjuangkan. Elion telah menikah dan mempunyai anak. Tidak mungkin Reina menjadi perusak kebahagiaan keluarga kecil Elion.


"Emm. Aku harus segera membuka toko. Kasihan Rista sendirian"


Reina melepaskan paksa tangannya yang berada dalam genggaman Elion. Dia segera berlalu ke arah toko kue. Ada pintu penghubung dari rumahnya dengan toko kue mereka. Elion hanya menatap bingung pada Reina yang menghilang di balik pintu ke arah toko kue. Elion masih belum mendapatkan jawaban yang memuaskan dari Reina, tentang apa yang membuatnya pergi 5 tahun yang lalu.


...🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤...


Sejak saat itu, Elion lebih sering datang ke toko kue Reina. Dia belum mengungkap statusnya di depan Rion, jika dia adalah Ayah kandungnya. Elion sedang mencoba mendekatkan diri terlebih dahulu dengan anaknya ini. Elion tidak ingin Rion terkejut dengan kenyataan yang ada dan malah menolak kehadirannya. Jadi, Elion memilih mendekati Rion terlebih dahulu sebagai teman dari Ibunya. Bukan sebagai Ayahnya.


Dan satu minggu ini, Rion benar-benar dekat dengan Elion. Mungkin karena ikatan batin di antara keduanya juga. Bahkan bukan hanya Rion yang dekat dengan Elion, tapi juga Duta. Kedua anak laki-laki itu terlihat sangat akrab dengan Elion. Karena setiap datang ke toko ini, Elion selalu membawakan mainan untuk keduanya. Tentu mainan yang tidak dua anak itu miliki, selain harganya yang mahal juga karena mainan itu hanya di jual di toko-toko tertentu yang tidak bisa semua orang memasukinya.


Reina tidak melarang Elion untuk dekat dengan anaknya. Bahkan jika Elion mengungkap identitas nya sebagai Ayah Rion, juga tidak masalah bagi Reina. Karena memang itulah kenyataannya. Reina membiarkan anaknya dekat dengan Ayah kandungnya yang belum di ketahui identitasnya.


Reina tentu tidak setuju dengan itu, tidak mungkin dia mengizinkan anaknya pergi ke kota yang cukup jauh dari tempat tinggalnya sekarang. Meski Rion pergi dengan Ayahnya sendiri. Tapi, Reina tetap tidak bisa mengizinkannya. Reina terlalu takut jika Elion akan membawa anaknya, meninggalkannya sendirian. Selama ini, hanya Rion yang menjadi penyemangat hidupnya. Jika Rion juga di ambil oleh Elion, maka hidup Reina akan benar-benar hancur.


"Kau ikut saja jika kau takut aku membawa kabur Rion" kata Elion, seolah bisa membaca isi fikiran Reina saat ini.


"Gak bisa, aku harus jagain toko"

__ADS_1


Elion tahu jika Reina hanya mencari alasan saja untuk tidak ikut bersamanya ke kota.


"Sudahlah, lo pergi aja. Masalah toko biar gue yang handel"


Rista yang berada di dalam toko dan mendengar setiap pembicaraan mereka langsung ikut menimpali pembicaraan keduanya. Rista hanya ingin sedikit memberi luang pada keduanya agar bisa memperbaiki hubungan mereka. Meski mungkin tidak bisa bersama sebagai sepasang suami istri, setidaknya mereka bisa bekerja sama untuk merawat dan membesarkan Rion.


Reina langsung menoleh ke arah Rista dengan membelalakan matanya. Ingin Rista mencabut ucapannya barusan. Reina benar-benar belum siap untuk kembali ke kota, apalagi dengan pria yang masih menjadi pemilik hatinya.


"Gak bisa gitu Ris, gue 'kan....."


"Lebih baik coba Lo selesaikan semua masalah kalian berdua Rein. Jangan terus menghindar. Karena menghindar tidak akan menyelesaikan apapun"


Reina diam, memang benar apa yang di ucapkan Rista. Dia hanya bisa menghindar dari setiap masalah yang menimpanya. Bahkan sampai dia meninggalkan Elion hanya karena tidak mau pria itu lebih banyak tertimpa masalah saat bersamanya.


"Jadi, gimana Rein?" tanya Elion yang masih menunggu kepastian dari Reina.


Baiklah aku akan mencoba untuk menghadapi setiap masalah yang ada.


Akhrinya Reina menyetujui ajakan Elion itu. Dia harus mencoba menghadapi setiap masalah yang ada. Benar apa kata Rista, menghindar tidak akan bisa menyelesaikan apapun.

__ADS_1


Bersambung


jangan lupa dukungannya.. Like komen di setiap chapter.. Kasih hadiahnya dan votenya juga..


__ADS_2