Daddy Is My Husband

Daddy Is My Husband
Reina Adalah Kebahagiaan Elion


__ADS_3

"Ma, Rion senang karena bisa bertemu dengan Papa. Jadi, Papa emang beneran kerja ya. Sekarang kita tinggal disini saja ya, biar kita bisa bareng-bareng lagi"


Ucapan polos dari anaknya benar-benar membuat Reina merasa bersalah. Selama ini dia telah memisahkan anaknya dari Ayah kandungnya sendiri. Bukan karena Reina sengaja melakukannya, tapi karena kenyataan yang mengharuskannya melakukan ini. Ucapan Alena waktu itu, sebelum Reina benar-benar meninggalkan Elion selalu menajdi bayang-bayang dalam hidupnya. Reina selalu takut jika dia telah membuat Elion berpisah dari keluarganya sendiri. Reina tahu bagaimana rasanya kehilangan keluarga, dan dia tidak mau Elion juga merasakan itu.


"Mama tidak akan bisa lepas lagi dari Papa, kamu tenang saja Papa tidak akan membiarkan Mama pergi lagi. Mulai sekarang kita akan hidup bersama-sama"


Rion berjingkrak senang mendengarnya. Reina hanya bisa menatap nanar putranya itu, ternyata dia tetap tidak bisa menggantikan sosok seorang Ayah untuk anaknya. Meski seberapa besar dia berusaha.


"Yasudah, Rion mau ikut jalan-jalan sekarang?" tanya Elion, dia akan mengganti setiap waktu yang dia lewatkan bersama anaknya ini mulai sekarang. Elion akan lebih banyak meluangkan waktu untuk bermain bersama anaknya.


"Mau.. Rion mau ikut Papa jalan-jalan" teriak Rion dengan semangat dan sangat antusias. Reina hanya tersenyum melihatnya.


"Siap-siap Sayang, kita ajak anak kita ini jalan-jalan"


Reina mengangguk, lalu dia beranjak dari tempat duduknya dan berlalu ke kamarnya.


Pergi ke mall terdekat dari tempat tinggal mereka, Elion terus mengikuti kemana pun anaknya berlari. Membeli setiap apa yang anaknya inginkan. Bermain cukup lama di playground disana. Reina hanya duduk di sebuah bangku dan memperhatikan anak dan Ayah yang sedang asyik bermain. Matanya mulai berkaca-kaca, tidak pernah menyangka jika akhirnya dia bisa benar-benar menjadi istri dari Elion. Yang pada awalnya adalah Ayah angkatnya sendiri. Takdir kehidupan memang tidak bisa di tebak.


Pergi sejauh apapun, pada akhirnya mereka tetap di pertemukan kembali bagaimana pun caranya. Jodoh? Mungkin ini memang bisa di sebut jodoh, karena keduanya tetap di persatukan dalam ikatan pernikahan meski sudah bertahun-tahun berpisah.


Elion menghampiri istrinya setelah memastikan anaknya aman di tempat bermain. Mereka masih bisa mengawasinya dari tempat mereka duduk sekarang. Elion merangkul bahu Reina dan mengecup pipinya.


"I Love You" bisiknya di telinga Reina.


Benarkah hanya aku yang kamu cintai? Lalu, bagaiamana dengan Kak Westy?


Elion menyandarkan kepalanya di bahu sang istri. "Kok gak di jawab Sayang?"


"Iya"


"Bukan jawaban itu yang aku mau dengar"

__ADS_1


"Terus jawaban apa si, Mas?"


"I Love You"


Hah... Reina menghela nafas, heran juga karena sikap suaminya yang sekarang seolah haus kata cinta darinya. Sementara dulu saja, Elion selalu berwajah dingin saat Reina menggodanya dengan ungkapan cinta darinya.


"I Love You Too, Mas"


Cup..


Elion kembali memberikan kecupan di pipi istrinya, lalu dia kembali menyandarkan kepalanya dengan nyaman di bahu sang istri. "Jangan pernah meninggalkan aku lagi"


"Iya Mas, lagian aku sudah pergi selama itu tetap kita bertemu kembali"


Mungkin ini yang dinamakan jodoh, sejauh apapun dan selama apapun berpisah darinya. Tetap akan bertemu dan kembali bersama.


"Ya, karena kita sudah di takdirkan bersama"


"Kau gila, kenapa kau tidak memberi tahu ku?"


Westy benar-benar ingin menggeplak kepala temannya itu. Bisa-bisanya pagi ini dia datang ke perusahaan dan mengatakan jika dirinya sudah menikah kemarin lusa. Sesantai itu, bahkan Westy saja tidak dia undang. Elion benar-benar teman yang menyebalkan baginya.


"Sudahlah, kau datang saja ke rumah kapan-kapan. Mulai sekarang Reina dan anaku akan tinggal disini bersamaku"


Westy menjatuhkan tubuhnya di atas sofa yang ada di ruangan Elion. Dia menghela nafas kasar. "Apa Kak Alena tahu?"


Elion menggeleng "Aku tidak mungkin memberi tahunya, karena dulu dialah yang membuat Reina meninggalkan aku"


"Tapi kau harus tetap memberi tahunya El, mau bagaimana pun dia adalah keluargamu satu-satunya saat ini"


"Ya, aku tahu itu. Aku akan memberi tahunya, tapi tidak sekarang. Setidaknya biarkan Reina nyaman dulu kembali tinggal disini. Aku masih melihat keraguan dari dirinya"

__ADS_1


"Baiklah, aku akan selalu mendukung semua keputusanmu"


"Terimakasih Ty, sudah menjadi teman dan sahabat terbaik selama ini"


Westy berdiri dari duduknya, dia berjalan ke arah meja kerja Elion. Menepuk bahu pria itu. "Kebahagiaan mu adalah Reina, jadi pertahankanlah wanitamu itu"


Elion mengangguk, tidak akan pernah lagi dia membuat Reina meninggalkannya. Dia akan terus menjaganya dan mempertahankannya untuk tetap bersamanya. Hidupnya selama 5 tahun terakhir sudah sangat kacau tanpa Reina disisinya. Dan warna di hidupnya baru kembali setelah dia menemukan kembali Reina, apalagi setelah dia tahu jika ada Rion yang hadir karena cinta mereka.


"Oh ya bagaimana proyek disana?"


"Semuanya aman, aku tetap memantaunya dari sini. Mungkin bulan depan kita baru bisa kesana untuk tahap penyelesaian dan peresmian"


"Oke, kalau gitu aku pergi ke ruanganku dulu"


Elion memberesken pekerjaannya secepat mungkin karena siang ini dia juga harus ke perusahaan keluarga Barney untuk mengecek hasil kerja Darren. Meski Elion masih sangat kecewa dengan keponakannya itu. Tapi, Elion tetap tidak tega jika Darren harus menghandel perusahaan Ayahnya dan juga perusahaan keluarga Ibunya seorang diri. Jadi setiap seminggu sekali, Elion selalu datang kesana dan membantu Darren untuk mengecek semua laporan yang perusahaan.


"Om"


Darren masuk ke dalam ruangan Elion, dia tahu jika Elion akan datang hari ini. Elion menatap datar pada keponakannya itu. Darren melangkah menuju meja kerja Pamannya. Menaruh sebuah berkas disana. "Ini laporan dari pihak keuangan untuk bulan ini"


"Hmm"


Jika biasanya Darren langsung pergi setelah menyerahkan berkas yang harus dia serahkan pada Elion ini. Namun, kali ini Darren malah duduk di kursi depan meja kerja Elion. Membuat Elion langsung mendongakan wajahnya saat dirinya sedang fokus pada sebuah berkas di tangannya.


"Om, apa Om bisa bantu aku menemukan Rista?"


Bersambung


Jangan lupa dukungannya.. Like komen di setiap chapter.. Kasih hadiahnya dan votenya juga..


Mampir juga di novel baru aku.. Kisah baru dalam judul SUAMIKU DAN SUAMIMU

__ADS_1



__ADS_2