
Satu bulan sudah pernikahan Reina dan Elion. Sampai saat ini keduanya masih sangat harmonis. Meski Reina masih saja memikirkan jika dirinya hanya menjadi yang ke dua bagi suaminya. Pagi ini keluarga ini sedang menikmati akhir pekan mereka dengan duduk santai di taman belakang dengan menggelar tikar sebagai alas duduk mereka. Reina sudah menyiapkan beberapa cemilan untuk piknik dadakan mereka ini. Matahari pagi masih sangat bagus untuk kesehatan mereka. Masih terasa hangat dan nyaman. Rion sudah berlarian kesana kemari dengan di jaga oleh Ratih.
Reina duduk sambil memperhatikan anaknya yang sedang asyik berlarian kesana kemari dengan membawa mainannya. Sementara suaminya sedang tiduran di atas pahanya. Reina refleks saja langsung mengelus kepala suaminya itu, membuat Elion merasa nyaman.
"Mas, sejak kapan kamu mempekerjakan Ratih?" tanya Reina sambil mengelus kepala suaminya dengan sedikit memainkan rambutnya. Elion merasa sangat nyaman sampai dia memejamkaj matanya, menikmati setiap sentuhan tangan istrinya di kepalanya ini.
"Sejak kau pertama kali datang ke kota ini, aku sadar jika kita memang membutuhkan seorang pengasuh untuk Rion. Karena aku tidak mau waktu berdua kita akan sering terganggu dengannya"
Reina memukul bahu suaminya itu. "Apaan si, Rion 'kan anak kita. Kenapa harus merasa terganggu. Kamu ini aneh-aneh saja deh"
Elion membuka kedua matanya, dengan gerakan sangat cepat dia memegang belakang leher Reina dan membuat istrinya menunduk hingga bibir mereka benar-benar menyatu. Reina terbelalak dengan apa yang di lakukan suaminya ini. Dia benar-benar tidak bisa menghindar karena gerakan suaminya yang terlalu cepat. Dengan sekuat tenaga Reina menjauhkan tubuhnya dari Elion. Dia takut jika Rion akan melihat kelakuan mesum dari Ayahnya ini.
"Mas apaan si, malu tau"
"Kenapa harus malu, kita sudah menikah dan kamu adalah istriku. Aku boleh-boleh saja mencium mu dimana pun"
Reina benar-benar tidak habis fikir, kenapa suaminya ini menjadi sangat mesum. Tidak tahu saja dia jika dirinya sudah menjadi candu untuk Elion.
"Emm. Mas bagaimana kabar Kak Westy?"
"Dia baik, kamu mau bertemu dengannya? Aku bisa ajak dia kesini"
"Tidak-tidak, aku hanya bertanya saja" Gila saja dia, masa mau mempertemukan istri pertamanya dan istri keduanya. Memangnya Kak Westy tidak akan marah apa saat dia tahu kalau suaminya sudah menikah lagi bahkan sudah memiliki anak sebesar Rion.
__ADS_1
"Kalian harus lebih dekat deh, biar bisa jadi sahabat sekalian"
Dia benar-benar gila, mana bisa Kak Westy bersahabat dengan wanita yang sudah merebut suaminya.
"Dia cantik ya Mas, anaknya juga lucu"
Sengaja Reina mengalihkan pembicaraan agar suaminya tidak terus-terusan menyuruhnya lebih dekat dengan Westy bahkan harus bersahabat. Itu jelas tidak mungkin terjadi.
"Iya, kamu juga cantik sekali" kata Elion dengan tersenyum menatap wajah istrinya itu.
Reina menunduk dia menatap senyuman suaminya yang merekah dan membuatnya terlihat semakin tampan. Iyalah dia berbicara seperti itu, karena sekarang ada aku disini. Kalau saja yang sedang bersamanya adalah Kak Westy, pasti dia juga mengatakan hal ini padanya.
"Udah mulai terik mataharinya, yuk masuk Sayang" Elion bangun dari tidurannya di atas pangkuan Reina. Dia berdiri dan memakai sendalnya lalu menyusul Rion yang sedang bermain air di kolam ikan. Kaki mungilnya dia masukan ke dalam kolam dan tertawa saat ikan-ikan mengerubungi kakinya. Terasa geli untuk Rion tapi dia senang.
Rion menoleh dan segera mengangkat kedua kakinya dari kolam. "Oke Pa"
Elion menuntun anaknya menuju istrinya yang sedang membereskan bekas piknik dadakan mereka. Ratih hanya mengikutinya dari belakang.
"Sayang yuk masuk"
Reina mengangguk, dia berjalan mengikuti suaminya masuk ke dalam rumah. Piknik dadakan yang mereka adakan ini cukup membuat tubuhnya terasa bugar. Matahari pagi benar-benar membuat tubuhnya lebih nyaman sekarang.
Sekarang tugas Reina adalah memandikan Rion. Anaknya yang terlalu aktif sehingga sering sekali berkeringat, jadi Rion harus sering-sering mandi dan ganti pakaian. Selesai memandikan anaknya dan memakaikak baju padanya, Reina menyerahkan kembali Rion pada Ratih karena dirinya harus mengurus bayi besarnya yang menunggunya di dalam kamar.
__ADS_1
Saat masuk ke dalam kamar, Elion sedang berdiri di depan jendela kamarnya dengan ponsel yang menempel di telinga kirinya. Dia sedang menelepon sepertinya. Reina berjalan perlahan ke arahnya dan memeluknya dari belakang, membuat suaminya tersenyum akan hal itu.
Elion mengusap tangan mungilnuang melingkar di perutnya itu. "Iya Ty, kamu dulu yang kesana nanti aku langsung nyusul. Kamu bawa Ciya 'kan? Yaudah kamu tunggu saja aku disana ya, bye"
Deg..
Seketika Reina segera melepaskan lingakaran tangannya di perut Elion setelah di mengetahui jika yang sedang di telepon suaminya adalah Westy, istri pertama suaminya itu. Reina menjadi merasa bersalah sendiri karena Elion lebih sering bersamanya dari pada bersama istri pertamanya itu.
Elion berbalik dan menatap istrinya "Udah mandiin Rion?"
"Sudah, di sedang main sama Ratih sekarang" Reina berjalan menuju tempat tidur dan duduk disana. Dia masih saja merasa bersalah dengan Westy sebagai istri pertama suaminya itu.
Elion itu duduk di samping istrinya "Emm. Lusa kita ke luar kota ya, untuk peresmian taman hiburan yang proyek perusahaanku dan Westy"
Reina hanya mengangguk tanpa banyak bertanya. Yang penting dia bisa bertemu dengan sahabatnya dan anaknya. Sejak menikah mereka hanya berkomusi lewat panggilan video, dan Reina sudah sangat rindu dengan sahabatnya itu. Jadi, perjalanan bisnis suaminya ini bisa dia jadikan sebagai alasan untuk berlama-lama disana dan bertemu sahabatnya.
Rion juga akan senang bertemu dengan Duta. gumamnya. Reina jadi melupakan tentang telepon dari Westy pada suaminya barusan, karena dia terlalu bahagia bisa segera bertemu dengan sahabatnya. Orang yang tahu bagaimana perjalanan hidupnya.
Bersambung
Ada yang penasaran dengan kisah Rista ? Komen di bawah ya.. Aku akan buatkan nanti..
Jangan lupa dukungannya.. Like komen di setiap chapter.. Kasih hadiahnya dan votenya juga..
__ADS_1