
Elion pulang ke rumah cukup malam, karena dia harus mengecek setiap laporan di perusahaan keluarganya. Saat masuk ke dalam rumah, pemandangan tidak di sangka yang Elion lihat. Istrinya tertidur di sofa ruang tengah dengan posisi duduk menyandar ke sandaran sofa. Elion segera menghampirinya, hal yang membuat dia merasa kehangatan kembali di dalam rumah ini setelah Reina kembali.
Elion duduk di samping istrinya, mengelus pipinya dengan lembut. "Sayang bangun yuk"
Reina mengerjap saat merasakan sentuhan di pipinya. Dia melihat suaminya yang baru pulang bekerja. Reina segera meraih tangan kanan suaminya dan menciumnya sebagai tanda hormatnya pada seorang suami. "Mas, malam banget pulangnya"
"Iya Sayang, aku ada banyak pekerjaan. Maaf ya, lain kali kalo aku pulang malam begini kamu tidur saja duluan. Jangan menungguku sampai ketiduran di sofa kayak gini, kasian sekali istriku ini" Elion mengelus lembut pipi istrinya, dia merasa tidak tega saat melihat istrinya ketiduran di atas sofa karena menunggunya pulang bekerja.
"Iya Mas, sekarang mau mandi dulu atau makan malam dulu?"
"Kamu belum makan?" Bukannya menjawab Elion malah balik bertanya pada Reina.
"Udah, tadi aku makan bareng Rion"
"Yaudah kalau sudah makan, jangan menungguku juga kalau makan malam ya. Takutnya aku pulang tak menentu kayak gini. Makan saja duluan. Aku sudah makan malam, mandi juga sudah. Sekarang tinggal bersih-bersih dan ganti baju saja"
Reina menatap Elion dengan tatapan yang sulit di artikan. Sudah makan dan mandi? Apa mungkin Mas El sudah dari rumahnya Kak Westy ya? Kenapa hatiku gak rela, padahal aku tahu jika aku hanya jadi yang kedua untuk suamiku ini.
"Kenapa hmm?" Elion memberikan kecupan hangat di kening istrinya saat dia menyadari tatapan istrinya yang tertuju padanya. "Yuk pindah ke kamar, aku mau ganti baju dulu. Capek banget pengen cepat-cepat tidur"
Reina mengangguk, dia mengambil alih jas dan tas kerja suaminya. Lalu mereka pun naik ke lantai atas. Ingin cepat-cepat tidur, biasanya juga tidak langsung tidur. Mungkin karena sudah bersama istri pertamanya. fikiran Reina hanya di penuhi dengan adegan kotor Elion dan Westy dalam fikirannya. Dan itu mmebuat hati Reina tidak nyaman.
Menyiapkan pakaian ganti untuk suaminya. Reina menatap pantulan dirinya di cermin yang ada di ruang ganti ini. Elion masih berada di kamar mandi. "Memang Kak Westy lebih cantik dan elegan di bandingkan aku. Mungkin kalau tidak ada Rion, gak mungkin Mas El mau menikahiku"
Pusing sendiri dengan apa yang ada di fikirannya. Reina memilih keluar dari ruang ganti. Duduk di atas sofa di pojok ruangan sambil memainkan ponselnya. Mengirim pesan pada Rista, menanyakan kabarnya dan juga anaknya. Reina rindu juga dengan sahabatnya ini. Padahal hanya baru beberapa hari saja mereka terpisah.
__ADS_1
Bagaimana keadaan Rista disana ya? Kasihan sekali dia, kisah cintanya lebih tragis daripada aku. Semoga saja dia juga akan menemukan kebahagiaannya.
Pintu ruang ganti terbuka, Elion keluar dari sana sudah menggunakan pakaian tidur yang disiapkan oleh Reina. Elion menghampiri istrinya dan memberi kecupan di puncak kepala istrinya itu. "Ayo tidur, aku ngantuk banget deh. Capek banget kerja hari ini"
"Iya"
Reina bangkit dari duduknya, dia berjalan ke arah tempat tidur. Menyimpan ponselnya di atas nakas, lalu naik ke atas tempat tidur. Menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya dan tidur membelakangi Elion yang masih berdiri bingung melihat sikap jutek dari istrinya itu.
Dia kenapa? gumam Elion, lalu dia ikut naik ke atas tempat tidur. Namun ngantuknya seolah lenyap saat melihat istrinya yang tidur membelakanginya. Elion tidak nyaman dengan posisi seperti ini. Akhirnya dia beringsut dan memeluk tubuh Reina dari belakang. Mencium bahu istrinya itu.
"Selamat tidur Sayang, aku mencintaimu" lirih Elion di telinga Reina sebelum dia benar-benar terlelap.
Reina yang sebenarnya memang belum benar-benar tidur tentu mendengar ucapan Elion itu. Dengan perlahan dia membalikan posisi tidurnya menjadi menghadap suaminya. Memeluk erat tubuh suaminya membuatnya semakin nyaman dan akhirnya ikut terlelap.
...🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤...
Ada sepasang tangan kekar yang tiba-tiba melingkar di perutnya saat Reina sedang memasak untuk sarapan pagi ini. Kecupan beberapa kali terasa lembut di bahu dan pipinya. Reina sama sekali tidak merasa terganggu oleh keberadaan suaminya yang memeluknya itu. Reina bergerak ke kiri atau kanan untuk mengambil beberapa bahan untuk masakannya ini, Elion juga mengikuti gerak istrinya ini tanpa melepaskan pelukannya.
"Mas, lepasin dulu ihh. Kamu juga belum mandi. Apa gak ke kantor hari ini?"
"Aku masuk agak siang hari ini, karena semalam ada yang marah gara-gara aku pulang malam. Jadi, hari ini mau bujuki ratu aku yang lagi merajuk"
Reina cemberut, dia tahu jika suaminya itu sedang menyindirnya. Tapi memang dirinya kesal karena Elion pulang malam. Bukan karena Reina tidak pengertian dengan pekerjaan suaminya yang mungkin memang membuat dirinya pulang malam. Tapi, fikiran Reina bukan hanya itu. Yang ada di fikirannya hanya tentang Elion dan Westy yang bersama semalam sampai Elion pulang malam ke rumah. Reina menjadi kesal sendiri karena memikirkan itu.
"Sekarang mau apa, mumpung aku masih di rumah nih. Jangan marah terus dong, aku gak bisa lihat kamu marah"
__ADS_1
Reina berjalan ke arah meja makan setelah selesai dengan masakan terakhirnya. Elion masih saja menempel padanya, mengikuti kemana pun gerak Reina. Menyimpan piring berisi makanan itu dia atas meja makan.
"Lagian siapa juga yang marah, semalam karena aku keganggu aja pas lagi tidur jadi uring-uringan"
"Masa si? Aku suka kok kalau kamu marah karena aku pulang telat. Mungkin itu semua karena kamu merindukan aku"
"Dih percaya diri sekali anda ini"
"Loh, memang benar 'kan. Makanya semalam uring-uringan karena aku pulang telat. Udah pengen aku peluk ya, atau pengen itu dulu sebelum tidur"
Plak..
Reina memukul tangan suaminya yang melingkar di perutnya. "Kamu tuh ya"
Wajah Reina sudah memerah mendengar ucapan suaminya yang terlewat mesum itu.
"Loh kenapa memangnya? Yuk Sayang, masih pagi juga. Rion juga belum bangun"
Eh Eh..
Reina kaget sendiri saat tiba-tiba tubuhnya sudah berada di gendongan suaminya. Elion mengecup bibir istrinya lalu melangkah menuju kamar mereka. Setelah itu, entah apa yang mereka lakukan di dalam kamar.
Bersambung
Jangan lupa dukungannya.. Like komen di setiap chapter.. Kasih hadiahnya dan votenya..
__ADS_1
mampir di karya terbaruku yuk