
Aaa... Tidak... Kenapa bisa di situasi seperti ini handuknya malah melorot dan terlepas dari tubuhnya. Reina langsung secepat kilat mengambil kembali handuknya dan melilitkannya di dada. Sungguh Reina sangat malu sekarang, dia dengan tidak sengaja membuka tumbuhnya yang polos tanpa busana itu.
Elion segera menutup pintu dengan kasar saat melihat tubuh indah Reina yang terpampang nyata di depannya. Tidak ingin sampai ada orang yang melihat keindahan tubuhnya itu. Elion berjalan mendekat ke ara istrinya yang sedang gelagapan melilitkan kembali handuknya di dada. "Apa kau sedang menggodaku di malam pertama kita ini?"
Seringai tipis di bibir suaminya sungguh membuat Reina merinding melihatnya. "Mas keluar, aku mau pakai baju dulu"
Elion mengangkat salah satu alisnya, menatap Reina dengan tatapan penuh arti. "Kenapa perlu memakai baju, jika sekarang juga akan aku buka kembali..." Elion mendekatkan wajahnya di telingan Reina hingga hembusan nafasnya begitu terasa di kulit Reina. "....Malam ini kita tidak membutuhkan baju"
Reina beringsut mundur dari suaminya itu. Oh Ayolah.. Kenapa dia segugup ini, padahal malam ini bukanlah pengalaman pertama mereka. Apa waktu 5 tahun telah membuat Reina berubah kembali menjadi gadis malu-malu kucing. Oh tidak.. Dia bukan lagi seorang gadis, ingatlah Rion telah lahir dari rahimnya. Itu nyata dan bukan mimpi, Reina. Terlalu banyak berfikir hingga Reina tidak sadar jika Elion sudah menggiringnya ke dekat tempat tidur. Mendorong tubuhnya hingga dia terjerambah di atas tempat tidur. Yang Reina fikirkan saat ini hanya memegang erat handuk di tubuhnya. Jangan sampai kejadian tadi terulang lagi.
"Tunggu Mas, Rion bagaimana?"
Ohh Ayolah.. Reina sedang mencoba mencari cara agar suaminya ini tidak langsung menerkamnya. Reina masih butuh waktu untuk mempersiapkan diri untuk hal ini. Sudah terlalu lama mereka terpisah dan tidak lagi melakukannya. Reina gugup dan tidak bisa bersikap biasa saja saat ini setelah apa yang terlewatkan di antara keduanya selama 5 tahun terakhir.
"Rion sudah tidur, tadi aku yang menemaninya tidur. Sekarang kita hanya tinggal menikmati waktu berdua, sebelum Rion benar-benar bangun dan mencarimu"
Reina tak bisa berkata lagi karena bibir Elion langsung membungkam bibirnya. Luma*tan halus yang di berikan Elion padanya berhasil membuat Reina juga menikmatinya. Matanya mulai terpejam dan mulai membalas ******an yang di berikan Elion padanya. Keduanya terhanyut dalam ciuman hangat penuh kerinduan ini.
__ADS_1
Tidak... Nyatanya Reina tidak bisa menolak setiap sentuhan yang di berikan Elion. Tubuhnya benar-benar merindukan setiap sentuhan dari pria itu. Kenikmatan yang masih sama dia rasakan sejak terkahir kali. Hingga Reina benar-benar tidak bisa menahan setiap suara aneh yang keluar dari mulutnya karena gairah dan kenikmatan yang sedang dirinya rasakan saat ini.
"Keluarkan saja Sayang, jangan menahannya. Di sini hanya ada kita berdua, tidak akan ada yang mendengarnya" kata Elion di sela-sela kegiatannya bermain di bagian bawah istrinya itu.
"Lalu, Rion kau tidurkan dimana Mas?" Lagi-lagi erangan dan ******* itu keluar begitu saja dari mulut Reina.
"Kamar bawah, aku sudah menyuruh Ratih untuk menjaganya"
"Siap ya"
Elion mulai melakukan aksinya hingga malam ini terasa sangat panjang untuk pasangan pengantin baru itu. Peluh yang menetes dari tubuh keduanya dan juga ungkapan kata cinta dan rindu terdengar di setiap ******* yang ada.
Kalimat terakhir setelah Elion benar-benar melepaskan benihnya di rahim Reina. Istrinya itu sudah benar-benar kelelahan karena perbuatannya. Elion menarik selimut dan menjatuhkan tubuhnya di samping Reina. Memeluk wanitanya dan ikut terlelap.
...🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤...
Pagi ini Reina terbangun lebih awal, selesai mandi dia hanya diam di depan cermin meja rias dengan menatap hasi karya suaminya semalam yang bertebaran di leher hingga ke dadanya. Reina menjadi senyu-senyum malu saat mengingat apa yang terjadi semalam. Sungguh dirinya sangat menikmati malam panjang itu. Melepaskan kerinduan dalam dirinya pada pria yang telah menjadi suaminya itu dengan setiap gerakan tubuhnya.
__ADS_1
Tapi, kenapa Mas El terlihat begitu bergairah seoalah dia sudah lama tidak melakukannya. Bukankah dia sudah mempunyai istri, bahkan anaknya saja sudah besar. Tidak mungkin jika dia tidak melakukannya.
"Sayang, kamu sudah mandi ya" Elion menatap istrinya yang sudah terlihat segar dengan rambutnya yang masih basah. Dirinya masih bergelung dalam selimut.
"Iya Mas, aku mau keluar untuk memasak sarapan. Kamu segera mandi"
"Yasudah, nanti malam saja kita lanjut lagi" Elion turun dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi sambil bergumam. "...Padahal aku masih ingin melakukannya di pagi hari"
Reina yang baru saja akan membuka pintu kamar, langsung terhenti saat mendengar gumaman Elion itu. Sungguh apa semalam tidak cukup untuk suaminya itu. Bahkan Reina saja sudah sangat lelah, sampai rasanya seluruh tubuhnya terasa lemas.
Reina baru saja akan keluar, tapi pintu kamar mandi kembali terbuka dan Elion menyembulkan kepalanya dari dalam. "Sayang tolong ambilkan bajuku di kamar, aku tidak ada baju ganti di kamar ini"
Reina mengangguk, lalu dia segera keluar kamar dan menutup pintu kamar dengan cepat. Dirinya menyandar di pintu kamar yang tertutup. Memegang dadanya yang berdebar kencang.
"Duh, kenapa dia jadi pemain di ranjang si. Perasaan semalam sudah durasi paling lama deh selama aku pernah melakukan dengannya. Tapi, kenapa dia masih terlihat tidak puas. Ya, kalau tidak puas kenapa tidak minta sama istri pertamanya saja"
Reina berlalu ke kamar Elion dengan kaki yang di hentak-hentakan kesal dengan terus menggerutu tidak jelas.
__ADS_1
Bersambung
Jangan lupa dukungannya.. Like komen di setiap chapter.. Kasih hadiahnya dan votenya juga..