
Hati Elion hancur saat mengetahui tentang Reina yang ternyata telah menikah. Apa mungkin ini adalah asalan dia meninggalkannya? Entahlah, Elion masih tidak tahu harus bagaimana. Apa dia akan bisa bersikap biasa saja jika bertemu dengan Reina saat ini. Bagaimana Reina yang sekarang sudah milik pria lain. Tidak ada lagi Elion mempunyai harapan untuk itu. Kesempatannya untuk bisa kembali bersama dengan Reina, tidak bisa terwujud dengan kenyataan yang ada. Elion marah.. Elion kecewa dengan semua kenyataan ini. Namun, apa yang bisa dia lakukan jika semuanya terjadi.
Siang ini Elion pergi ke tempat proyek, menyusul Westy yang sudah lebih dulu kesana. Dia tidak jadi pulang pagi ini karena kondisi Elion yang tidak mungkin dia tinggalkan bekerja sendirian, mengurusi proyek ini. Akhirnya Westy harus menghandel dulu pekerjaan ini. Namun siang ini dia di kejutkan dengan kedatangan Elion yang sudah rapi dengan pakaian kerjanya. Sepertinya pria itu sudah siap kembali ke dunia kerja. Tidak mencampurkan urusan pribadi dan urusan pekerjaannya. Elion memang harus profesional dalam hal ini.
Westy menghampiri Elion bersama Ciya. Elion langsung tersenyum melihat Ciya, dia selalu menyukai sosok anak kecil menggemaskan ini. Itu sebabnya kenapa dulu dia sampai mengadopsi Reina. Elion mengajak Ciya bercanda, menggelitik perut gadis kecil itu hingga membuat Ciya tertawa. Elion sedikit terhibur dengan tawa ceria anaknya Westy itu. Anak kecil yang mengggemaskan itu selalu bisa membuat lelah Elion pudar. Termasuk kegelisahannya saat ini.
Mas El..
Di sisi lain Reina mematung di tempatnya saat melihat pria yang sudah beberapa tahun ini selalu dia rindukan. Reina melihat tawa Elion yang sedang bermain dengan seorang anak perempuan dengan Westy yang berdiri di samping mereka dengan senyumannya.
Mungkinkah mereka adalah sepasang suami istri. Kemarin Kak Westy mengatakan jika suaminya akan datang menjemputnya.
Reina menggeleng dengan air mata yang menetes di pipinya, tidak pernah menyangka jika semua ini terjadi. Dia bertemu dengan istri dari pria yang selalu menjadi pemilik hatinya. Namun, semuanya sirna begitu saja. Cinta yang masih Reina simpan untuk Elion harus segera dia hilangkan saat melihat kebahagiaan Elion bersama keluarganya. Reina tidak mau menjadi perusak rumah tangga orang. Meski sebenarnya dia hanya ingin memperjuangkan cintanya. Tapi, Reina tetap tidak akan pernah ingin menjadi perusak rumah tangga orang lain.
Tuhan, kenapa takdir kami seperti ini..
Reina tidak akan kuat jika dia harus bertemu langsung dengan Elion dan keluarga kecilnya itu yang terlihat bahagia. Reina memilih menitipkan pesanan kue pada salah satu pekerja disana tanpa harus bertemu dengan Elion ataupun Westy. Setelah memastikan pesanannya sampai pada pelanggannya. Reina segera pergi dari tempat itu. Dia tidak akan kuat jika harus berada disana terlalu lama. Reina akan semakin terluka jika dia harus di hadapkan dengan kenyataan ini. Lebih baik selamanya dia tidak akan pernah bertemu dengan Elion dan pria itu tidak mengetahu tentang kehadiran Rion.
__ADS_1
"Rein, kenapa?"
Rista terkejut saat mendapati sahabatnya datang dari mengantar pesanan dan langsung menghambur ke pelukannya dengan tangisan yang pecah. Rista bingung dengan apa yang terjadi hingga Reina menangis sesenggukan seperti ini. Akhirnya Rista hanya diam sambil terus mengelus punggung Reina agar lebih tenang. Membiarkan dulu Reina untuk meluapkan emosinya dengan tangisan. Jika sudah tenang barulah Rista akan bertanya apa yang membuatnya menangis seperti ini.
Setelah Reina tenang, Rista membawanya duduk di kursi kayu di dalam toko kue mereka. "Kenapa? Apa yang buat lo nangis kayak tadi?"
"Gue liat Mas El, Ris. Dia ternyata... Hiks..." Reina kembali terisak ketika mengingat apa yang baru saja dilihatnya. "..Dia adalah suaminya Kak Westy yang kerja di proyek depan sana"
Rista tentu terkejut mendengarnya. Dia mengingat siapa orang yang di sebutkan Reina. Westy adalah wanita cantik dan baik yang membeli kue mereka untuk para pekerjanya di proyek. Tapi tidak pernah dia menyangka jika Westy adalah istri dari Elion. Pria yang di cintai sahabatnya juga Ayah kandung dari Rion.
"Lo bercanda 'kan Rein?" Rista masih merasa tidak percaya dengan apa yang baru saja Reina katakan.
Rista terdiam, jika sudah seperti ini dia tidak mungkin tidak percaya dengan ucapan Reina. Kini, keduanya hanya diam dengan fikiran masing-masing sampai Rion datang menghampiri mereka. Reina langsung menghapus sisa air matanya. Dia tidak mau anaknya melihat dirinya menangis, apalagi jika Rion tahu jika ibunya menangis karena Ayah kandungnya. Sangat tidak terbayang bagaimana ekspresi Rion nantinya.
"Ma, apa Ayah Rion ada disini?"
Pertanyaan Rion berhasil membuat Reina dan Rista hampir terjatuh dari duduk mereka karena saking terkejutnya. Apa mungkon Rion mendengar percakapan mereka? Sepertinya memang begitu. Karena selama ini Rion tidak pernah menanyakan keberadaan Ayahnya. Tapi, saat ini tiba-tiba saja anak itu menanyakan tentang Ayahnya. Apalagi jika bukan Rion yang mendengar percakapan mereka barusan.
__ADS_1
"Emm.. Rion kenapa tanya begitu? Apa Rion kangen Papa?"
Reina memang tidak pernah menutupi sosok Elion pada anaknya ini. Dia selalu mengatakan jika Ayahnya baik dan selalu membuat Ibunya bahagia. Hanya saja Reina tidak bisa mengatakan dimana Ayahnya Rion berada. Dia selalu menceritakan jika Ayahnya Rion bekerja di tempat yang jauh.
"Nanti, kalo Papanya Rion sudah selesau bekerja. Dia pasti akan datang kesini jemput kita"
Begitulah cara Reina menjelaskan tentang Elion pada anaknya. Dengan suara yang bergetar, Reina mencoba menahan tangis saat mengatakan itu pada Rion. Karena apa yang dia katakan tentu tidak ada kepastian. Elion datang menjemput mereka, adalah yang tidak mungkin terjadi. Apalagi saat hari ini, Reina mengetahui fakta tentang Elion yang ternyata telah berkeluarga. Semakin tidak mungkin jika pria itu datang untuk menjemputnya dan anak mereka itu.
"Rion hanya ingin tahu saja, bagaimana wajah Papanya Rion. Tapi jika hal itu membuat Mama menangis, Rion tidak papa jika tidak bertemu dengan Papa sama sekali"
Anak kecil di usia 4 tahun, sudah bisa mengerti keadaan Ibunya. Rion memang tidak tahu apa masalah yang terjadi di antara Ayah dan Ibunya. Hanya saja, dia sering melihat Ibunya menangis diam-diam jika setelah Rion menanyakan bagaimana Ayahnya. Meski Rion tidak pernah menanyakan dimana keberadaan Ayahnya itu selama ini.
Reina memeluk anaknya dengan tetesan air mata yang kembali mengalir di pipinya. Ucapan Rion barusan, berhasil membuat hati Reina hancur.
Maafkan Mama Nak, tapi sebaiknya kamu tidak tahu siapa Papa kamu. Mama tidak mau kamu semakin terluka dengan kenyataan yang ada.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya..like komen di setiap chapter.. Kasih hadiahnya dan votenya juga..