Daddy Is My Husband

Daddy Is My Husband
Masih Menatap Ragu


__ADS_3

Reina benar-benar menyiapkan segala keperluan keluarga kecilnya saat akan pergi ke luar kota. Tempat dimana dia dulu tinggal. Reina benar-benar senang dan antusias saat akan kembali bertemu dengan sahabatnya dan anaknya. Dia sangat merindukan mereka. Dia juga sudah memberi tahu Rista tentang dia yang akan ke kotanya besok. Tentu reaksi sahabatnya tidak beda jauh darinya. Rista juga terlihat senang sekali mendengar kabar itu.


Semuanya telah Reina siapkan sejak semalam, jadi pagi ini dia benar-benar tinggal pergi bersama suami dan anaknya. Perjalanan cukup memakan waktu untuk sampai di tempat tujuan membuat Reina harus benar-benar siap menjaga Rion. Dia sengaja tidak mengajak Ratih untuk ikut. Karena ini adalah liburan mereka, Reina anggap saja begitu. Dia ingin mempunyai lebih banyak waktu luang untuk bersama keluarga kecilnya ini.


Perjalanan ini terlewati juga, mereka sampai saat jam makan siang. Rista langsung menyambut keluarga kecil ini dengan senyuman merekah. Dia dan Reina langsung berpelukan riang, layaknya dua orang yang sudah terpisahkan bertahun-tahun. Padahal nyatanya hanya sebulan lebih saja mereka berpisah. Tapi rasa cinta dalam diri mereka benar-benar membuat dua sahabat ini selalu merindukan satu sama lain. Mereka sudah layaknya saudara yang selalu bersama dalam suka dan duka.


"Capek pastinya habis perjalanan jauh, sekarang langsung makan saja. Aku sudah siapkan makan siang untuk kalian"


"Rion gak kangen apa sama Bunda?" tanya Rista pada anak sahabatnya ini, saat datang Rion langsung bermain dengan Duta. Dengan membawa mainannya dan mainan baru untuk Duta.


"Kangen dong Bunda, tapi lebih kangen sama Duta. Di rumah Papa, Rion gak ada temen main kayak disini. Kalau disini Rion bisa main sepuasnya dengan Duta"


"Wah kode tuh Rein, harus punya adik lagi deh kayaknya Rion. Cepat di proses ya" kekeh Rista di akhir kalimatnya


"Udah proses terus tiap malam gue, tapi belum jadi aja"


Rista tertawa kecil mendengar ucapan sahabatnya. "Duh enaknya yang udah punya suami, gak galau lagi deh. Gak ada yang ngedumel karena lihat pasangan lain yang lagi bermesraan. 'Dih, tuh orang gak tau apa kalau gue juga pengen kayak gitu, jalan bareng sama suami dan anak. Tapi 'kan gue gak bisa' haha"


Rista sampai benar-benar hafal dengan setiap kata yang Reina ucapkan kalau dirinya sedang menggerutu kesal karena melihat keluarga lain yang lewat di depannya. Reina selalu mendambakan saat seperti itu. Jalan bersama anak dan suaminya. Saat itu, Reina menganggap hal itu tidak akan mungkin terjadi dalam hidupnya. Tapi ternyata rencana Tuhan lebih indah dari apa yang dia bayangkan.


"Udah ahh, ayo kita makan siang dulu. Makanannya keburu dingin nanti"


Akhirnya Rista membawa keluarga kecil itu untuk makan siang bersama. Selesai makan siang, Elion pergi ke lokasi proyek untuk mengecek semuanya. Karena besok sudah bisa di resmikan dan akan segera dibuka taman hiburan ini. Selesai mengecek proyek dan memastikan jika semuanya berjalan dengan lancar dan sesuai rencananya. Elion kini sedang duduk diam di sebuah bangku yang ada di lokasi itu. Dia memikirkan perkataan Rista tadi siang, bagaimana gadis itu mengatakan jika Reina selalu iri dengan pasangan yang lewat di depannya.

__ADS_1


Elion benar-benar merasa bersalah, karena selama ini dirinya tidak ada untuk Reina dan anak mereka, Rion. Kesulitan yang di lewati wanita itu, bahkan Elion tidak tahu bagaimana rasanya mendampingi istri yang sedang hamil. Dia hanya tahu ketika dia sudah memiliki anak berusia 4 tahun. Tidak tahu bagaimana prosesnya melahirkan dan kesulitan-kesulitan lainnya yang di alami Reina selama ini.


Jadi hanya satu yang bisa dia lakukan saat ini, membuat istri dan anaknya bahagia. Agar semua penyesalannya sedikit terobati. Meski Elion tahu jika istrinya masih menatapnya penuh ragu, seolah tidak percaya jika Elion benar-benar mencintainya. Entah apa yang istrinya ragukan lagi dari Elion. Padahal dia sudah memberikan sepenuh cintanya pada Reina.


Setelah mengecek semuanya dan memastikan baik-baik saja dan siap untuk di resmikan besok. Maka, Elion langsung pulang ke toko kue Rista. Dia sudah mengajak Reina untuk tinggal di penginapan saja. Tapi istrinya menolak, dan Elion cukup mengerti karena Reina pasti ingin punya waktu lebih banyak bersama sahabatnya saat dia berada di kota ini.


"Mas sudah pulang ya, mau mandi dulu?"


Elion tersenyum saat istrinya sudah menyambutnya pulang. Dia kecup keningnya dengan sayang sambil mengelus kepalanya. "Iya Sayang, tapi disini kamar mandinya di luar kamar ya"


Reina terkekeh, memang suaminya tidak akan terbiasa dengan tempat tinggalnya yang sederhana ini. Kamar mandi yang ada di dapur, jadi harus keluar kamar saat ingin ke kamar mandi. Tidak seperti di rumahnya yang setiap kamar mempunyai kamar mandi di dalamnya.


"Aku bawain baju ganti sama handuknya, kamu sekalian ganti baju di dalam kamar mandi saja. Jangan keluar pakai handuk saja, aku gak rela tubuh kamu di lihat sama Rista. Meski dia sahabatku, tapi tetap saja dia seorang wanita"


Elion terkekeh melihat istrinya yang mulai menunjukan posesifnya. Elion senang dengan itu. "Memangnya kenapa kalau Rista lihat? Toh aku juga hanya mencintai kamu"


Reina menatap tidak percaya pada Elion. Lagi-lagi tatapan ragu yang Elion dapatkan dari istrinya ini. Elion masih bingung kenapa istrinya seolah tidak percaya saat dirinya mengatakan cinta padanya. Seolah ada yang di fikirkan Reina, tapi entah apa. Elion benar-benar tidak tahu.


"Udah ahh, cepat mandi. Aku ambilin dulu baju ganti dan handuknya"


Reina berlalu ke kamarnya untuk mengambil pakaian ganti dan handuk untuk suaminya. Dia juga menyiapkan keperluan mandi lainnya untuk Elion. Saat dia keluar dari kamar mandi, setelah menyiapkan segala keperluan mandi suaminya, Elion sudah berdiri tegak di depannya membuat Reina kaget saja.


"Mas, sudah aku siapkan semuanya. Kamu tinggal mandi saja. Aku mau bantu Rista masak untuk makan malam"

__ADS_1


"Gak mau ikut mandi Sayang?" tanya Elion dengan senyuman menggodanya


"Dih apaan si, disini kamar mandinya sempit. Gak akan bisa untuk berdua disana"


"Bisa kok, kan kita bisa dempetan saja. Tidak akan membutuhkan ruang yang terlalu luas juga"


Gila..


Reina benar-benar tidak habis fikir dengan suaminya yang berubah menjadi mesum begini. Reina membalikan tubuh suaminya dan mendorongnya masuk ke dalam kamar mandi. "Sana cepetan mandi"


Bersambung


Jangan lupa dukungannya.. Like komen di setiap chapter.. Kasih hadiahnya dan votenya juga..


Ada karya temanku lagi nih



Blurb :


Zara Adelia, gadis cantik dan juga seorang Nona muda yang masih duduk di kelas 12 SMA, terpaksa menjalani pernikahan rahasia dengan seorang pria yang lebih dewasa darinya. Ia dijodohkan oleh kedua orang tuanya dengan seorang pria dari kalangan sederhana, kedua orang tua Zara sangat yakin jika pria tersebut bisa membuat Zara bahagia. Pria tersebut tak lain adalah guru olahraga sekaligus guru BP nya di sekolah. Sedari dulu Zara sangat tidak menyukai guru olahraga nya itu.


Akankah Zara bisa hidup bahagia bersama pria yang bukan pilihannya? Nyatanya sehari-hari Zara harus berhadapan dengan suami sekaligus guru olahraga nya di sekolah. Mungkinkah cinta mulai bersemi di antara mereka?

__ADS_1


__ADS_2