Daddy Is My Husband

Daddy Is My Husband
Kehidupan Reina


__ADS_3

Reina berdiri di depan oven listrik, membukanya dan mengangkat kue yang baru saja di buatnya. Pada saat itu Rista datang dari dalam rumah. "Ris, anak-anak gimana?"


"Aman Rein, mereka lagi nonton sambil makan buah. Udah gue amanin semua barang berbahaya di sekitarnya" jelas Rista


Semuanya berubah sejak 5 tahun yang lalu. Di saat kedua gadis ini harus mengalami kenyataan yang bahkan mereka tidak inginkan. Kehamilan yang hanya berbeda 3 bulan saja, membuat kedua gadis itu harus melewati hari-hari dengan sulit. Belum lagi mereka yang sulit mencari pekerjaan karena kehamilan mereka. Hingga sebuah ide muncul, keduanya nekat membuat toko kue dengan modal seadanya. Namun, semua itu tidak semudah yang mereka pikirkan. Banyak rintangan yang harus dia lalui. Tapi mereka tidak menyerah, tetap berusaha hingga saat ini toko kue mereka cukup di kenal banyak orang.


Dua tahun yang lalu, mereka berhasil mengumpulkan sedikit uang untuk membeli sebuah rumah kecil yang mereka renovasi di bagian depan untuk toko kue mereka. Halamannya mereka pasang kursi dan meja ala-ala coffie shop. Bersyukur dengan tampilan ini membuat banyak muda mudi yang datang hanya sekedar memesan kue dan minum sambil mengerjakan tugas sekolah mereka.


Dua perempuan hebat yang berjuang membesarkan anak mereka di usia yang juga masih terlalu muda. Namun, mereka tetap bisa menjalankan peran sebagai Ibu dan juga Ayah sekaligus. Apalagi dengan toko kue mereka yang semakin sibuk, membuat mereka harus pintar-pintar membagi waktu dengan anak mereka yang masih kecil.


"Udah siap semuanya, kita buka ya toko nya" kata Rista yang mulai membuka toko mereka. Kini, mereka hanya tinggal melayani pelanggan yang datang setelah sejak dini hari membuat beberapa kue dan topping yang di sediakan di toko ini.


Di toko ini ada meski kopi juga, karena Rista yang lebih pandai dalam membuat kopi dari mesin kopi ini. Meski mesin kopi yang mereka beli bukanlah yang terbaik. Namun, rasa kopi yang Rista buat selalu membuat pelanggan ketagihan.


"Bunda, Rion pindah-pindah chanel tv padalah Duta lagi nonton" adu Duta, anak dari Rista pada Ibunya


"Rion, jangan seperti itu Nak. Nanti Mama marah nih, kasihan Duta. Berdua nonton nya" Reina langsung berteriak mengingatkan pada anaknya itu.


Ya, beginilah kehidupan keduanya. Selalu di buat pusing dengan dua bocah laki-laki yang sering berseteru. Anak usia 4 tahun yang hanya berbeda 4 bulan saja lahirnya. Tentu seperti anak kembar, bahkan Reina dan Rista sering membeli pakaian atau barang yang sama untuk mereka. Tentu persis anak kembar.

__ADS_1


"Rion emangnya mau nonton apa?" tanya Rista, dia maupun Reina menganggap Rion ataupun Duta adalah anak mereka berdua. Jadi, keduanya akan bisa memberi nasihat untuk keduanya tanpa ada kata 'Ini anakmu dan ini anakku'. Semuanya sama bagi mereka.


"Rion pengen nonton ini Ma"


Rista menghela nafas, hal seperti ini bukan baru pertama kali terjadi. Dimana keduanya berebut acara televisi. "Rein, kayaknya kita emang harus punya televisi lagi nih"


Di dalam toko, Reina terkekeh mendengar teriakan Rista dari dalam rumah mereka. Memang seharusnya seperti itu agar kedua bocah itu tidak lagi saling berebut acara televisi. Kadang salah satu dari mereka menangis karena salah satunya menyembunyikan remote televisi agar chanel yang sedang dia tonton tidak di pindahkan.


"Yaudah, Duta nonton di hp saja sama Bunda"


Akhirnya hanya hal ini yang bisa Rista lakukan saat keduanya berebut acara televisi seperti ini. Rista membawa Duta ke toko kue, memang ada pintu penghubung antara toko dan rumah kecil mereka itu. Membuat mereka gampang mengecek kondisi anak-anak. Rista mendudukan Duta di sofa tunggal yang ada di dalam toko, memberikan ponselnya dengan tontonan kartun yang Duta sukai.


"Selamat menikmati" kata Rista dengan senyuman ramahnya.


Rista menghampiri Reina yang sedang menatap Duta yang asik dengan ponsel di tangannya. "Tahun depan, mereka sudah harus masuk sekolah ya"


Rista duduk di samping Reina, dia tahu apa yang di khawatirkan sahabatnya ini. Karena dia juga merasakan kekhawatiran yang sama. Bagaimana dengan kehidupan anaknya yang sebentar lagi memasuki dunia sekolah. Takut jika Duta dan Rion banyak di bully yang lainnya karena tidak mempunyai Ayah. Bukan tidak mempunyai Ayah, tapi Ayah mereka tidak tahu tentang kehadirannya.


"Bagaimana kabarnya ya Ris?"

__ADS_1


Selama 5 tahun, Reina sering sekali menanyakan hal itu pada Rista. Karena sejatinya, Reina meninggalkan Elion karena terpaksa. Bukan karena dirinya tidak memintanya. Jujur, hingga saat ini Reina masih sangat mencintai Elion.


"Mungkin dia sudah sangat membenci gue ya Ris? Gimana ya kalo Mas El tahu jika anaknya telah lahir dan sudah sebesar itu sekarang"


Rista menghela nafas berat, jika Reina sudah membahas soal Elion. Pasti Rista akan sulit untuk menjawab, Rista bingung harus memberikan jawaban apa karena dia pun tidak tahu bagaimana keadaan Elion saat ini. Kebingungan Rista terhenti saat ada pelanggan yang datang. Mulai memasuki sore, pelanggan memang semakin ramai. Banyak yang hanya untuk bersantai di tempat ini dengan memesan sepotong kue dan secangkir kopi.


Rista dan Reina kembali di sibukan dengan kegiatannya di toko. Mereka bisa lupa akan masalah dan kesulitan yang mereka hadapi selama ini. Dengan kesibukan seperti ini, Rista maupun Reina selalu bisa melupakan semua masalah dalam hidup mereka.


Toko kue ini buka dari pukul 10 pagi hingga pukul 9 malam. Dan malam ini, mereka sudah menutup toko dan tinggal menyusul anak-anak yang telah terlelap. Beruntung mereka memiliki anak-anak yang cukup pengertian. Saat sudah mengantuk, mereka sudah tidak perlu di temani di dalam kamar. Mereka hanya tinggal di antar ke dalam kamar dan langsung terlelap sendiri tanpa harus di temani oleh Ibunya.


"Selamat istirahat Rein, semangat untuk besok pagi" kata Rista sebelum dia masuk ke dalam kamarnya


"Iya Ris, selamat tidur juga"


Reina masuk ke dalam kamar dan melihat anaknya sudah terlelap. Reina duduk di pinggir tempat tidur dan mengecup kepala anaknya sebelum dia ikut berbaring di samping anaknya itu.


"Selamat malam kesayangannya Mama"


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya.. Like komen di setiap chapter... kasih hadiahnya dan votenya juga..


__ADS_2