
Elion duduk di meja makan sederhana di rumah ini. Hidangan makanannya pun hanya hidangan sederhana, namun tetap sehat untuk anak-anak. Reina masih memikirkan kesehatan anaknya. gumamnya. Reina mengambilkan makanan ke atas piring Elion lalu menyimpannya di depan Elion.
"Anak-anak mana Rein?" tanya Rista yang sudah mulai mengambil makanan untuk dirinya sendiri.
"Sebentar lagi katanya"
Lagi-lagi Elion mendengar kata anak-anak. Itu artinya lebih dari satu anak yang ada di rumah ini. Elion semakin penasaran dengan kehidupan Reina setelah pergi darinya 5 tahun lalu. Tak lama kemudian, dua orang anak laki-laki datang ke meja makan. Anak itu jelas terlihat seumuran. Tapi dari wajahnya jelas berbeda. Apa mungkin Reina melahirkan anak kembar non identik? Tapi, wajah laki-laki di samping Rion juga seperti tidak asing bagi Elion. Seolah anak laki-laki itu mirip seseorang. Tapi entah siapa.
"Nak, ayo sarapan dulu" Reina segera mengambilkan makanan untuk Rion. Begitupun dengan yang di lakukan Rista. Keduanya telah menjadi sosok Ibu yang baik untuk merawat anak-anak mereka. Berubah dari gadis bar-bar menjadi sosok Ibu penyayang. Lima tahun ini telah benar-benar merubah keduanya.
"Ma, ini 'kan Om yang waktu itu" kata Rion saat melihat Elion yang berada di antara mereka. Daya ingat Rion cukup kuat, padahal baru bertemu sekilas saja tapi dia masih mengingat wajah Elion. Atau mungkin memang ini adalah takdir Ayah dan anak ini.
Reina langsung mendongak dan menatap ke arah Elion dan Rion secara bergantian. Reina benar-benar tidak tahu jika anaknya pernah bertemu dengan Elion. "Loh, memangnya ketemu dimana?"
Rion menceritakan kejadian pertemuan dirinya dengan Elion dengan caranya. Dengan nada bicara khas anak-anak yang membuat gemas siapa saja yang melihatnya. Namun ada yang berdenyut sakit saat Elion mendengar anaknya menyebutnya 'Om' seharusnya dia memanggilnya Papa. Seperti dia memanggil Reina dengan sebutan Mama. Dia pastikan situasi ini tidak akan lama, Elion akan segera memberi tahu anaknya jika dia adalah Ayah kandungnya. Sosok yang selalu Rion panggil Papa, namun tidak pernah menemuinya.
Selesai sarapan, Rista membiarkan Reina dan Elion menyelesaikan masalahnya. Rista membuka toko sendiri setelah beberapa kue telah terhidang. Rion dan Duta juga Rista bawa di toko agar tidak mengganggu obrolan dua orang dewasa di dalam rumah mereka.
Suasana di ruang tengah sangat hening. Kedua orang dewasa itu masih diam dengan pemikiran masing-masing. Reina tahu jika ini sudah saatnya untuk menceritakan semuanya. Tentang kehadiran Rion.
"Jadi, berapa anakmu?"
Hah?!...
__ADS_1
Reina terbengong mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut Elion. Berapa anaknya? Memang Reina sudah memiliki berapa anak selain darinya. Apa Elion mengira jika Reina telah berhubungan dengan pria lain dan memiliki anak juga? Reina benar-benar bingung dengan pertanyaan Elion kali ini.
"Apa maksudnya? Aku tidak memiliki anak lain selain darimu"
"Benarkah? Lalu, siapa anak yang tadi bersama Rion?" tanya Elion dengan tatapan menyelidik.
Kini Reina mengerti apa maksud dari pertanyaan Elion itu. Dia mengira jika Duta juga anaknya Reina. "Dia bukan anakku, tapi anaknya Rista"
Elion mengerutkan keningnya, bingung. Kenapa teman Reina juga memiliki anak? gumamnya. "Apa dia sudah menikah?"
Reina menggeleng pelan "Tidak"
"Kalau tidak menikah, kenapa bisa mempunyai anak?" bingung Elion, namun dia tersadar bukan itu topik utama yang harus dia bicarakan dengan Reina saat ini.
Elion menggeleng pelan, ternyata sifat gadisnya masih sama seperti dulu. "Lalu, apa yang ingin kau jelaskan tentang semuanya. Semuanya!" tekan Elion di akhir kalimatnya.
"Aku mengetahui kehadiran Rion dalam rahimku setelah satu bulan aku pergi dari rumahmu......"
...🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤...
"Akhirnya kita mendapatkan rumah juga ya Ris"
Kedua gadis dengan nasib yang hampir sama. Meninggalkan pria yang mereka cintai dengan alasan masing-masing. Keduanya menyatukan tabungan mereka dan akhirnya bisa menyicil salah satu rumah sederhana di pinggiran kota xx. Mereka memutuskan untuk pergi meninggalkan kota yang penuh dengan kenangan.
__ADS_1
Mereka mulai membuka usaha kue dengan modal seadanya. Dari mulai hanya menerima pesanan untuk beberapa acara melalu media sosial hingga cukup terkumpul modal mereka untuk membuka toko kue di depan rumah mereka yang memiliki halaman cukup luas juga.
Akhirnya satu bulan kemudian mereka berhasil membuka toko kue di depan rumah. Toko yang di beri nama ReinaRista Bakery itu cukup ramai pembeli. Selain dari rasanya yang enak, juga harganya yang terjangkau. Namun satu bulan tinggal di kota baru ini, Reina mulai merasakan ada yang berbeda dengan tubuhnya. Karena khawatir dengan keadaan sahabatnya. Rista segera mengantar Reina ke klinik. Dan hasil pemeriksaan benar-benar membuat Reina terkejut.
"Mbak sedang mengandung, usia kandungannya sudah tiga bulan lebih"
Reina benar-benar tidak percaya dengan semua ini. Ternyata dia sudah mengandung sejak masih di rumah Elion. Bahkan dia tidak menyadarinya, karena efek kehamilannya baru terasa sekarang.
Rista datang menghampiri Reina yang sedang mematung di dekat pintu keluar ruangan pemeriksaan itu. "Ada apa Rein?"
"Gue hamil Ris, usia kandungan gue sudah 3 bulan. Bodohnya gue tidak menyadari kehamilan ini" lirih Reina dengan air mata yang luruh begitu saja di pipinya.
Rista langsung memeluk sahabatnya ini. "Tidak papa Rein, nasib kita sama"
Perkataan Rista berhasil membuat Reina melepaskan pelukannya. Dia memegang kedua lengan Rista dan menatap sahabatnya itu dengan penuh tanya. "Apa maksud Lo?"
"Kemarin gue pergi periksa ke klinik ini juga. Dan dokter bilang kalo gue hamil 2 minggu"
Reina terkejut mendengarnya. Dia ingat jika beberapa hari ini Rista selalu terlihat lemah. Padahal dia adalah tipe gadis yang penuh semangat. Namun, mengerjakan pekerjaan rumah saja sudah membuatnya kelelahan. Padahal biasanya dia bisa mengerjakan lebih dari sekedar pekerjaan rumah.
Akhirnya keduanya saling berpelukan di depan klinik ini. Hidup mereka akan berbeda sejak hari ini.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya.. Like komen di setiap chapter.. Kasih hadiahnya dan votenya juga..