
Malam ini, Reina dan Elion sedang saling berpelukan di atas tempat tidur. Semuanya terasa lebih menyenangkan saat kita sudah saling memaafkan dengan orang yang pernah membuat kita kecewa. Nyatanya memaafkan lebih indah daripada menyimpan dendam. Karena dendam selalu menguasai kita sampai kita tidak akan merasa puas dengan segala hal yang telah kita lakukan hanya untuk membalaskan dendam.
Singkatnya seseorang yang memiliki dendam selalu menghalalkan segala cara untuk membalaskan dendamnya. Dan hal itu membuat di capek sendiri karena tidak satupun dendam yang terbalaskan akan memberikan kepuasan untuk diri kita. Jadi biarkan orang yang menyakiti kita dan pernah berniat jahat pada kita menyesal dengan sendirinya. Biarkan Tuhan saja yang membalasnya. Kita tidak perlu ikut membalas.
"Gimana perasaan kamu sekarang?" Reina mengelus dada suaminya, seolah ingin merasakan perasaan dalam hati Elion.
Elion memegang tangan istrinya yanh berada di dadanya. "Kau bisa merasakannya sendiri. Aku merasa lebih baik sekarang"
Reina tersenyum, dia mengecup pipi suaminya dengan lembut. "Karena sudah tidak ada dendam di hati kamu. Jadi Mas, sudah merasa lebih tenang"
"Sayang, aku ingin deh Rion punya adik"
Dih.. Apasi maksudnya ngomong kayak gitu?
"Apaan si, sedikasihnya aja deh. Kemarin saja saat hamil Rion aku gak mengharapkan kehamilan itu. Tapi aku malah hamil. Jadi, sekarang kita berserah pada Tuhan saja. Sedikasihnya aja, jangan terlalu berharap dan jangan terlalu menolak juga"
Elion mengangguk, dia mengecup puncak kepala istrinya. Lalu dengan gerakan sangat cepat, Elion sudah membalikan tubuh Reina dan mengukungnya di bawah tubuhnya. "Karena berdo'a juga harus di sertai ikhtiar. Jadi sekarang waktunya kita untuk ikhtiar Sayang"
Reina menatap suaminya dengan tidak percaya. Kalau mau yang bilang langsung aja, gak perlu bahas ingin Rion punya adik. gumamnya.
Tanpa menunggu persetujuan sang istri, Elion sudah mulai mencium bibir Reina dengan penuh gairah tapi tetap melakukannya dengan sangat lembut. Kecupan itu mulai turun ke area leher dan dada istrinya. Piyama tidur yang di kenakan Reina sudah terlepas oleh tangan nakal Elion. Reina hanya pasrah saja saat suaminya melakukan apa yang dia mau. Mulai dari bermain di atas dadanya hingga mulai turun ke bagian paling bawah yang menjadi tempat favorit Elion untuk bermain-main.
"Mas ihh..." Reina mulai tidak tahan dengan suaminya yang terus memainkan bagian bawah perutnya. Selalu merasakan sensasi berbeda.
"Siap ya Sayang"
Dengan perlahan Elion mulai permainannya. Suasana kamar ini di iringi dengan suara erangan dan ******* kenikmatan sepasang suami istri yang sedang bergulat di atas ranjang.
__ADS_1
...🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤...
Pagi hari Reina terbangun dengan tubuh yang terasa remuk. Permainan suaminya memang tidak bisa di prediksi akan berakhir berapa lama. Nyatanya Elion selalu merasa tidak puas pada istrinya, meski dia sudah melakukannya sampai dua kali. Selalu saja lebih dari 2 kali saat mereka berhubungan.
"Pagi Sayangnya aku" Elion keluar dari ruang ganti, sudah segar dengan rambut setengah basahnya. Duduk di pinggir tempat tidur dan memberikan kecupan di pipi Reina yang masih meringkuk di atas tempat tidur.
"Kamu mau kerja?" tanya Reina, wajahnya hanya terlihat setangah karena tertutup selimut yang masih menjadi perlindungannya saat tubuhnya polos seperti sekarang.
Elion mengelus rambut Reina, merapikan beberapa anak rambut yang menutupi wajah cantik istrinya. "Iya Sayang, kamu tidur lagi saja kalau masih ngantuk. Aku mau berangkat kerja dulu"
"Emm. Tapi aku belum siapin sarapan"
"Gak papa aku sarapan di kantor saja, kasihan kamu masih ngantuk gitu..." Elion kembali mengecup pipi istrinya. "...Yaudah kamu tidur lagi saja"
"Mas, apa Rion gak kamu jemput di rumah Kak Alena?"
"Gak tau, soalnya Kak Alena bilang masih ingin sama Rion. Katanya sepi di rumah, kalau ada Rion jadi rame"
Alasan.. Itu hanya alasan Elion, meski sebenarnya Alena tidak keberatan jika Rion tinggal bersamanya cukup lama. Tapi tidak melarang Elion untuk menjemput anaknya juga.
"Emm. Yaudah deh, terserah kamu saja"
"Iya Sayang, lagian kelihatannya Rion juga masih sangat betah tinggal disana. Nanti kalau dia sudah mau kembali, akh segera menjemputnya. Sekarang aku pergi dulu ya"
Setelah Elion pergi, Rena kembali terlelap. Dia benar-benar lelah dengan kegiatannya malam tadi.
.........
__ADS_1
"Mama, kok Rion belum di jemput si? Rion kangen sama Mama"
Mendengar ucapan anaknya, Reina kesal karena menyadari jika suaminya telah berbohong. Benar-benar ya si Elion. gumamnya.
"Sayang, nanti Mama jemput agak sorean ya. Kamu jangan buat Tante repot"
"Iya Ma"
Cukup lama Reina mengobrol dengan anaknya lewat video call sampai anaknya memutuskan sambungan telepon karena di suruh makan dulu oleh Tantenya. Reina kesal sendiri karena suaminya berbohong. Entah apa maksudnya sampai dia tidak mau menjemput anaknya sendiri. Apa dia tidak suka dengan kehadiran Rion di rumahnya. Rasanya tidak mungkin jika itu terjadi. Mau bagaimana pun Rion tetap anaknya.
"Sebenarnya apasi maksud Mas El sampai tidak mau menjemput anaknya sendiri"
Reina kesal sendiri dengan suaminya. Akhirnya dia memesan taxi online dan pergi ke rumah Kakak iparnya untuk menjemput Rion. Sampai di rumah Kakak iparnya dia melihat anaknya yang langsung berlari ke arahnya saat dia datang. Reina langsung berjongkok untuk mempermudah anaknya memeluknya.
"Mama, ayo pulang. Rion kangen sama Papa"
"Yudah ayo, tapi kita pamit dulu sama Tante ya"
Rion mengangguk, Reina mengecup pipi anaknya yang sangat menggemaskan. Dia menggendong Rion untuk masuk berpamitan pada Alena sebelum pulang.
Bersambung
Like komen di setiap chapter..kasih hadiahnya dan votenya.. Maaf baru bisa up, aku lagi fokus sama novel Rista...
Mampir yuk di karya temanku.. ceritanya bagus.
__ADS_1