
Reina sudah memasak untuk makan malam. Dia sekarang sedang menunggu suaminya pulang. Reina akan mulai membujuk suaminya agar kembali berbaikan dengan Kakaknya. Dia tidak mau menjadi perusak antara hubungan adik kakak ini. Reina ingin Elion juga tetap menyayangi Kakaknya. Karena sejatinya mereka memang saudara yang tak mungkin bisa di pisahkan sampai kapanpun.
Beberapa saat kemudian akhirnya Elion datang. Reina langsung menyambutnya dengan senyuman manisnya. "Mas mau mandi dulu atau makan dulu?"
"Mandi dulu deh Sayang, aku gerah banget"
"Yaudah, kalau gitu aku siapkan dulu airnya"
Reina menyiapkan air hangat dan juga perlengkapan mandi suaminya. Setelah itu dia juga menyiapkan baju ganti untuknya. Setelah menyiapkan semuanya. Reina kembali ke lantai bawah. Dia melihat Ratih yang sedang menelepon sambil menjaga Rion yang sedang menonton televisi dengan tayangan kartun yang dia gemari.
"Baik Nona, saya akan selalu mengawasinya"
Reina mengerutkan keningnya saat tidak sengaja mendengar ucapan Ratih pada si penelepon. Siapa yang di telepon Ratih? Kenapa nadanya seperti dia sangat menuruti si penelepon itu.
"Baik Nona Zayna"
Deg....
Zayna? Apa dia adalah Zayna yang sama? Reina segera menghampiri Ratih dan merebut ponsel yang menempel di telinga kirinya. Ratih langsung tereperanjat kaget dengan apa yang di lakukan Reina.
"Nona, apa yang Nona lakukan? Kembalikan ponsel saya Nona" Ratih mencoba mengambil kembali ponselnya yang di sembunyikan di belakang tubuh Reina.
"Kau menelepon siapa? Siapa Zayna?" Reina menatap Ratih dengan sangar, jangan kira jika wajah manis itu tidak bisa membuat seseorang ketakutan. Ingatlah, Reina adalah gadis bar-bar sejak dulu.
"Non-Nona Zayna siapa? Saya tidak merasa mengenal nama itu"
"Aku tidak tuli! Aku mendengar jelas jika kau tadi menyebut nama Zayna. Siapa Zayna? Kau suruhan Zayna? Iya?"
"Tidak Nona, saya tidak mengenal siapa Zayna"
__ADS_1
"Bohong! Aku tidak tuli Ratih, siapa Zayna? Kau memang suruhan Zayna, iya 'kan?"
Ratih sudah menangis melihat kemarahan Reina. Tidak menyangka jika Nona Muda ini akan bisa semarah itu. "Saya tidak mengenal siapa Zayna Nona, saya benar-benar tidak berbohong"
"Kau berani berbohong padaku Hah?" Reina menarik kerah baju Ratih, dia menatap Ratih dengan wajah sangar. "...Kau jangan berani bermain-main denganku! Kau bukan tandinganku jika ingin melawanku"
"Tidak Nona, saya tidak punya niat apapun, saya tidak berniat bermain-main dengan Nona. Saya benar-benar tidak tahu siapa Zayna"
"Kau masih berusaha berbohong padaku! Ada hubungan apa kau dengan Zayna. JAWAB!"
"Mama...." Rion mulai takut dengan wajah Ibunya.
"Sayang ada apa ini?"
Elion segera berlari dan meraih Rion yang menangis ketakutan melihat kemarahan Ibunya. Sepertinya Reina lupa jika disana ada anaknya.
"Dia suruhannya Zayna Mas, dia tadi menelepon Zayna"
Ratih menggeleng cepat dengan air mata yang terus mengalir di pipinya. "Tidak Tuan, saya yakin jika Nona hanya salah dengar. Saya juga tidak mengenal siapa Zayna"
"Bohongg.. Dia berbohong Mas" Reina berteriak histeris. Dia takut jika Zayna sedang mencoba menghancurkan kembali hubungannya dengan Elion. Seperti hal yang sudah terjadi.
"Sayang tenang dulu, jangan menyelesaikan masalah dengan emosi. Kita bicarakan baik-baik, kasihan Rion ketakutan lihat kamu seperti ini"
Reina terdiam dengan isakan pelan, dia mengambil alih Rion dari gendongan suaminya. Membawa Rion ke kamarnya dan membiarkan suaminya mengurus masalah Ratih.
Ratih masih memiliki satu waktu lagi yang lebih menakutkan dari barusan. Elion menatapnya dengan dingin dan datar. Tatapan yang lebih menakutkan daripada teriakan dan bentakan Reina tadi. Ratih hanya mampu menunduk takut.
"Siapa Zayna? Kau benar-benar menjadi suruhan Zayna? Jawab aku, karena jika kau berbohong maka aku akan membuat kau hancur seketika. Kau tahu, hidup Zayna pun bisa hancur di tanganku. Lalu kau menjadi suruhannya dan siapa untuk aku hancurkan?"
__ADS_1
Ratih takut dengan itu, dia hanya menunduk dengan tangisan yang dia tahan isakannya. "Tidak Tuan, saya bersumpah tidak tahu siapa Zayna"
"Baiklah aku pegang kata-katamu, tapi jangan harap kau masih bisa bekerja di sini. Mulai hari kau aku pecat! Silahkan pergi dan bawa semua barangmu"
Elion pergi setelah mengatakan itu. Membuat Ratih hanya diam mematung di tempatnya. Elion masuk ke dalam kamar anaknya dan melihat Rion telah terlelap dengan di temani Ibunya. Elion berjalan pelan pada Reina yang sedang menepuk-nepuk pelan pantat Rion.
"Bicara di kamar kita"
Reina menghela nafas, lalu dia segera turun dari tempat tidurnya dan mengikuti Elion yang sudah lebih dulu keluar dari kamar anaknya. Sampai di kamar mereka, Elion mengajak istrinya duduk di atas sofa dekat jendela.
"Aku sudah memecatnya, hanya saja aku ingin mendengar apa yang sebenarnya terjadi sampai kau semarah itu tadi"
"Aku jelas mendengar dia menyebutkan nama Zayna Mas. Aku yakin jika itu Zayna yang sama dengan yang kita kenal. Emang ya tuh nenek sihir gak ada habisnya ingin mengganggu ketentraman hidup kita"
"Iya udah jangan membuat diri kamu terus emosi kayak gini. Aku sudah memecatnya. Jadi, kamu jangan terlalu ke fikiran soal itu" Elion meraih kepala Reina ke dadanya. Menciumnya dengan Sayang. Elion tidak akan membiarkan satu orang pun memisahkan mereka lagi. Dia dan sumber kebahagiaannya.
"Mas, sebenarnya Zayna kemana setelah aku pergi. Aku kira kamu akan jadi menikah dengan Zayna"
"Gak mungkin lah Sayang, aku tidak mencintainya. Lagipula aku sudah mengetahui kebusukan wanita itu, sampai melihat wajahnya saja sudah membuat aku muak"
Reina tersenyum, dia memeluk erat suaminya. Reina hanya takut jika hubungannya dengan Elion akan terpisahkan lagi. Reina takut itu terjadi lagi. Dia baru saja merasa bahagia bersama suaminya ini. Reina tidak mau jika kebahagiaan ini akan berakhir seperti dulu. Dengan adanya orang-orang yang menginginkan mereka untuk berpisah.
"Aku akan tetap menyelidiki dimana Zayna sekarang. Karena aku tidak tahu dimana dia sekarang"
Reina mengangguk dia percaya saja dengan apa yang ingin di lakukan suaminya pada Zayna. Reina akan selalu mendukungnya.
bersambung
Jangan lupa dukungannya.. Like komen di setiap chapter.. Kasih hadiahnya dan votenya juga..
__ADS_1
Mampir juga di karya temanku nih..