
"Aku harus pergi ke luar kota, client kita di sana meminta perwakilan dulu dari perusahaan kita. Nanti kalau sudah deal, maka kamu harus segera menyusul untuk menjalankan proyek baru kita ini"
Elion hanya mengangguk, dia sedang tidak mood untuk banyak berbicara. Hidupnya menjadi hampa sejak 5 tahun lalu. Setelah Reina pergi. "Kau atur saja semuanya" Westy menyebutkan salah satu nama kota yang akan dia kunjungi untuk meninjau lokasi proyek dan kerja sama perusahaannya bersama salah satu perusahaan di kota itu.
"Baiklah, kamu urus dulu semua pekerjaan yang ada disini sebelum kamu harus menetap di sana untuk beberapa waktu. Aku tidak mungkin menjalankan proyek itu, suami dan anaku tidak bisa di tinggalkan terlalu lama. Jadi, hanya kau yang bisa. Anggap saja refreshing biar tidak terlalu teringat masa lalu" kata Westy dengan kekehan di akhir kalimatnya, dia senang sekali bisa menggoda temannya ini.
"Sudahlah, kau atur saja semuanya. Aku akan mengurus semua pekerjaan di sini dulu"
Westy tertawa, lalu dia segera pergi dari ruangan Elion untuk segera pergi. Sementara Elion mulai di sibukan oleh pekerjaannya yang masih belum tuntas. Dia harus segera menyelesaikan semuanya, sebelum Westy kembali dan itu artinya Elion harus segera pergi untuk perjalanan bisnisnya. Ini adalah perjalanan bisnis pertama kali ke kota itu untuk perusahaan Elion. Karena selama ini mereka belum pernah mempunyai client dari kota tersebut.
...🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤...
"Aku antar pesanan dulu ya Rein, buat pekerja di proyek taman hiburan di depan sana"
"Iya Ris"
Rista berlalu dengan membawa dua kantong plastik besar dengan isi beberapa kotak kue di dalamnya. Sementara Reina yang bertugas menjaga anak-anak dan toko. Hari mulai sore dan tokonya selalu ramai di jam-jam ini.
"Ma, di sana akan ada taman bermain ya?" tanya Duta yang datang dengan mainan robot kecil di tangannya.
"Iya, di sana akan ada wahana wisata nanti. Banyak permainan juga" Reina menjawab tanpa menoleh pada Duta, dia sedan fokus melayani pelanggan yang datang.
"Wahh, apa Rion juga bisa main kesana?"
Rion ikut menimpali dengan antusias. Reina tersenyum mendengarnya, dia menyerahkan kue yang di pesan pelanggan. Setelah melayani pesanan dari pelanggannya yang terakhir datang, Reina langsung duduk di kursi kayu yang ada disana. Menatap kedua bocah laki-laki itu yang sedang menatap kagum dari balik jendela toko. Jelas pembangunan taman hiburan itu tentu akan berdampak baik juga pada toko kue Reina dan Rista. Karena setidaknya akan banyak pengunjung yang penasaran dengan toko kue ini dan menjadi membeli kue di toko kue mereka. Semoga saja.
"Kalian tentu bisa main ke sana, nanti kalo sudah jadi. Mama dan Bunda akan ajakin kalian ke sana. Kita main sama-sama deh"
Rion dan Duta langsung berjingkrak senang sekali. Reina cukup bersyukur dengan adanya taman hiburan untuk banyak kalangan di kotanya yang cukup terpencil ini. Lokasinya yang berada di pinggiran kota. Tidak termasuk kota besar. Namun, Reina cukup nyaman tinggal disini.
__ADS_1
Sementara itu, Rista yang baru saja selesai mengantar pesanan. Dia kini sedang menunggu seseorang yang memesan ke toko kue mereka itu untuk memberikan bayarannya. Dia menunggu di dekat tenda tempat para pekerja tidur di sana agar lebih mudah saat harus bekerja kembali besok hari nya.
"Kamu yang antar pesanan kue itu ya?"
Rista menoleh, seorang wanita cantik datang. Dia tersenyum ramah pada Rista, di sampingnya ada anak perempuan yang umurnya mungkin sama dengan Duta dan Rion. Gadis kecil itu terlihat imut sekali dengan kuncir dua dan hiasan pita di kepalanya.
"Iya Kak, saya dari toko ReinaRista Bakery"
"Kue dan roti buatan kalian enak, buat sendiri ya?"
Rista langsung mengangguk bangga "Iya Kak, kami membuatnya sendiri dengan bahan yang sudah pasti berkualitas"
"Pantas, rasanya sangat enak dan manisnya juga pas tidak terlalu manis sekali. Kalau gitu, aku pesan lagi untuk di bawa pulang. Anakku sangat menyukainya"
"Baik Kak, kami akan siapkan"
Rista langsung mengangguk semangat "Baik Kak"
Rista beralih menatap gadis kecil yang bergelayut di lengan wanita cantik ini. "Ini anaknya Kak?"
"Iya ini anak saya"
"Berapa tahun?" tanya Rista, begitu gemas dengan penampilan imut gadis kecil itu.
"Baru mau 5 tahun"
"Wahh, cuma beda setahun sama anak saya"
"Loh kamu sudah punya anak juga? Saya kira masih gadis loh, masih muda gini"
__ADS_1
Rista tersenyum tipis, memang jika dia tidak di butakan oleh cinta mungkin dia tidak akan mempunyai anak dari pria yang sama sekali tidak mencintainya. Tapi, Rista benar-benar tidak menyesali kehadiran Duta dalam hidupnya. Karena dengan kehadiran anaknya itu, membuat hari-hari Rista semakin bermakna.
"Iya Kak, saya sudah punya anak usia 4 tahun. Kalo Kakak gak keberatan, bawa saja anak manis ini ke toko kue kami. Biar main sama Duta dan Rion"
"Loh anak kamu dua?"
Rista terkekeh kecil melihat wajah terkejut lawan bicaranya ini. "Tidak Kak, yang satunya lagi anak temanku. Kami tinggal bersama dan membangun toko kue ini bersama"
"Ohh. Kalian tinggal bersama. Lalu, suami kalian dimana?"
Pertanyaan yang selalu ingin Rista hindari dari setiap orang yang di temuinya. Orang yang telah mengetahuinya mempunyai seorang anak, pasti akan selalu mendapatkan pertanyaan ini. Suaminya dimana? Karena hanya wanita yang sudah menikah dan memiliki seorang suami yang bisa mempunyai anak. Tapi, tidak dengan Rista dan Reina. Keduanya memiliki anak, tapi tidak dengan suami. Bahka mereka belum pernah menikah. Lalu, bagaimana mereka harus menjelaskan semua ini?
"Emm. Suami saya meninggal dua tahun yang lalu dan kalau suami teman saya sedang bekerja di luar kota"
Akhirnya hanya berbohong ke setiap orang untuk menutupi pertanyaan mereka tentang suami. Rista pamit pergi setelah cukup lama mereka mengobrol.
Karena mungkin penasaran dengan toko kue di sebrang jalan raya itu, Westy memutuskan untuk mengambil pesanannya saja ke sana sebelum Rista benar-benar mengantarkan pesanannya ke lokasi proyek. Westy mengajak anaknya untuk pergi ke toko kue itu.
"Selamat sore Mbak, saya mau ambil pesanan kue atas nama Westy" sapa Westy pada penjaga toko yang sedang menunduk membersihkan meja di halaman toko kue yang di buat ala coffie shop.
"Ohh baik Kak, tunggu sebentar ya"
Gadis itu mendongak dan Westy langsung teringat akan seseorang saat melihat wajahnya.
Dia seperti....
Bersambung
jangan lupa dukungannya.. Like komen di setiap chapter.. Kasih hadiahnya dan votenya juga..
__ADS_1