Daddy Is My Husband

Daddy Is My Husband
Karena Aku Sudah Tidak Mencintaimu?!


__ADS_3

"Mas El"


Reina masih berdiri mematung di ambang pintu. Seolah tidak percaya jika pria yang berdiri di depannya adalah Elion, pria yang dicintainya juga ayah kandung dari anaknya. Namun, bayangan saat Elion bersama Westy dan anaknya membuat Reina sadar jika pria di depannya ini bukan lagi miliknya. Elion telah menjadi milik orang lain dan tidak sepantasnya Reina masih berharap pada pria itu.


Ingatlah tujuan pertamamu pergi meninggalkannya, hanya untuk membuat Elion bahagia dan kembali pada keluarganya. Jangan mengacaukan rencanamu hanya karena perasaanmu itu Rein. Elion telah bahagia bersama keluarga kecilnya.


Hati kecil Reina seolah menyadarkan siapa dirinya sekarang. Akhirnya Reina memberanikan diri untuk bertanya. "A-ada apa Mas El datang kesini?"


Elion menatap tidak percaya pada gadis yang berdiri di depannya saat ini. Reina masih sama, menjadi gadis cantik yang kini semakin terlihat lebih dewasa. Hanya tubuhnya saja yang terlihat cukup kurus dari terakhir kali Elion bersamanya. Elion menghela nafas berat saat mengingat tentang apa yang di bicarakan Westy waktu itu.


"Reina sudah menikah"


Kalimat itu terus menghantui pikirannya, seolah mengingatkan Elion tentang kenyataan yang ada. Reinanya telah menikah dan dia tidak punya kesempatan apapun lagi saat ini. Namun, rindu di hatinya membuat dirinya memberanikan diri untuk menemui Reina. Dan melihat kembali gadis itu, Elion justru semakin sulit untuk mengendalikan dirinya sendiri. Dia tidak bisa hanya sekedar mengobati rindunya saja pada Reina. Elion ingin lebih, dia ingin memeluk, mencium Reina saat ini juga. Namun, lagi-lagi hati kecilnya menyadarkan status mereka saat ini. Membuat Elion hanya mampu diam, menatap sepuas yang dia mau pada wanitanya itu.


Aku sangat merindukannya. Tapi, kenapa takdir seperti ini yang mempertemukan kami.


"Emmm. Sebaiknya Om El duduk dulu saja ya. Aku akan buatkan minum, Rein kamu temani Om El dulu" kata Rista yang mengetahui suasananya yang mulai canggung. Apalagi dengan keduanya yang saling diam dengan menatap satu sama lain.


Elion menurut, dia duduk di salah satu meja bundar dan kursi kayu di halaman rumah Reina ini. Tempat dimana para pelanggan toko kue Reina menikmati pesanan mereka di sana. Reina ikut duduk di sana, mereka duduk saling berhadapan. Namun, tidak ada kata yang keluar dari keduanya. Hanya keheningan dan kebisuan yang menemani mereka.

__ADS_1


"Ini minumnya" Rista datang dengan membawa minuman juga kue. Menatanya di atas meja depan mereka.


Rista berdiri disana, bingung sendiri apa yang harus dia lakukan saat ini. Di tengah kedua orang yang baru bertemu sejak beberapa tahun berpisah. Namun, keduanya masih saja membisu. Seolah tidak ada percakapan yang ingin di mulai atau mungkin juga karena terlalu banyak hal yang ingin di tanyakan membuat keduanya bingung harus memulai semuanya dari mana.


"Bunda..."


Rista mengerjap kaget saat suara itu terdengar begitu nyaring. Duta berdiri di ambang pintu, menyuruh Ibunya untuk segera menemuinya. Rista menghela nafas, dia segera berjalan menuju anaknya itu. Meninggalkan Elion dan Reina disana.


"Emm. Mas El kenapa bisa tahu aku berada disini?"


Akhirnya Reina memulai percakapan, dia ingin segera menyelesaikan semuanya dan Elion bisa segera pergi dari sini. Reina tidak akan kuat berhadapan dengan pria ini terlalu lama. Cintanya masih terlalu besar untuk Elion, belum lagi kenyataan jika pria itu telah menikah semakin mengganggu fikirannya.


"Aku mengetahuinya dari Westy" jawab Elion jujur, tanpa berniat menutupi apapun itu.


Reina mengangguk mengerti, meski di pikirannya merasa ada yang aneh dengan semua ini. "Lalu, ada apa Mas El datang kesini?"


Elion menatap Reina dengan lekat, membuat Reina merasa gugup akan hal itu. "Kau bertanya untuk apa? Jelas, aku datang kesini hanya ingin tahu apa alasanmu meninggalkan aku 5 tahun lalu?"


Deg...

__ADS_1


Reina diam, lidahnya menjadi kelu untuk berucap. Reina seolah kehilangan kata-kata untuk menjelaskan semuanya pada Elion. Padahal seharusnya dia lebih siap jika hal ini terjadi. Karena pasti akan ada dimana dirinya bertemu kembali dengan Elion, kapanpun itu. Dan seharusnya Reina sudah siap akan hal ini, dia seharusnya sudah menyiapkan setiap rangkai kata untuk menjelaskan semuanya pada Elion tentang alasannya pergi 5 tahun lalu. Namun, nyatanya tidak semudah itu. Reina seolah menjadi wanita bisu yang tak bisa berucap saat Elion menanyakan soal itu.


Dia sudah menikah, dan aku tidak ingin membuat pernikahannya kacau. Apalagi hubungannya dengan keluarganya sudah membaik, aku gak mau terus merusak hubungan keluarga itu.


"Semuanya karena aku sudah tidak mencintaimu"


Reina menahan nafasnya saat mengatakan itu. Hatinya begitu sakit saat dirinya harus membohongi perasaannya sendiri. Air mata sudah menggenang di pelupuk matanya. Namun, sebisa mungkin Reina menahannya agar pertahanannya tidak runtuh. Semuanya Reina lakukan agar Elion tidak memikirkan hal lain selain istri dan anaknya. Biarkan Reina menyembunyikan soal Rion sekalipun. Karena jika Reina menceritakan tentang semuanya, makan hubungan Elion dan keluarganya mungkin akan semakin kacau. Dan Reina tidak mau itu terjadi lagi.


Elion masih mematung mendengar ucapan Reina. Dia berusaha ingin melihat kejujuran di balik mata Reina, namun gadis itu memalingkan wajahnya. Seolah dia tidak mau menatap wajah Elion. Sebenci itukah Reina padanya.


Dengan sisa tenaganya, Elion berdiri. Dia tidak bisa terlalu lama berada disini, bersama Reina. Apalagi setelah mendengar ucapan gadis itu yang benar-benar membuat hatinya sakit. "Baiklah, jika itu memang alasanmu. Maka aku akan menerimanya, meski sebenarnya aku sangat kecewa mendengar alasanmu itu. Sungguh hal itu tidak pernah terpikirkan, jika kau meninggalkan ku karena sudah tidak mencintaiku lagi. Tapi, tak apa. Setidaknya aku sudah tahu alasannya sekarang. Membuat aku tidak akan lagi penasaran. Berbahagialah Rein"


Pertahanan Reina runtuh saat Elion mengatakan itu. Tangisnya pecah begitu saja seiring tatapan mata melihat punggung prianya yang mulai menjauh darinya. Saat itu, Rista datang tepat waktu. Dia berdiri di depan Reina yang langsung memeluknya dengan tangisan semakin keras.


"Elion telah benar-benar pergi dan membenci gue Ris"


"Sudahlah, biarkan semuanya berjalan semestinya. Lo sendiri yang bilang jika Elion sudah menikah, ini sudah keputusan yang tepat Rein. Lo jangan menambah buruk citra hidup lo dengan menjadi perusak rumah tangga orang"


Reina semakin terisak mendengarnya. Namun, apa yang dia lakukan sudah benar adanya. Dia tidak mau menjadi perusak rumah tangga orang. Meski hatinya sangat terluka, tapi Reina mencoba untuk tetap kuat.

__ADS_1


Bersambung


Jangan lupa dukungannya..like komen di setiap chapter.. Kasih hadiahnya dan votenya juga..


__ADS_2