
Hari demi hari sudah berlalu pernikahan samuel dan ayyana tinggal menghitung hari, ayyana tengah mengukur badan samuel dia akan membuat sendiri jas untuk resepsi dan baju untuk akad.
"selesai" ucap ayyana setelah meletakan pulpen diatas meja "warna nany atau hitam by? " tanya ayyana memastikan,
"aku warna apapun tetap terlihat tampan bee" jawab samuel sambil melipat kedua tangan nya,
"uhuk uhuk uhuk. ... " saat ayyana akan menjawab samuel dia sudah batuk batuk, samuel sampai mengusap punggung ayyana tapi batuk ayyana belum juga reda wajah ayyana juga nampak pucat samuel dengan sigap mengambilkan segelas air untuk ayyana,
"minum dulu bee" samuel kemudian mendudukan ayyana, "kamu sakit bee? " tanya samuel cemas,
"aku nggak papa kok bee" mendadak tubuh ayyana terjatuh kedalam pelukan samuel dia pingsan samuel yang cemas segera membawa calon istrinya kerumah sakit, dalam 25 menit mereka sudah sampai dirumah sakit samuel membawa mobil dengan cepat padahal jarak tempuh kerumah sakit lumayan jauh, samuel terus menggenggap tangan ayyana hingga dia masuk ke ruang UGD suster kemudian menutup pintu samuel tidak bisa ikut masuk akhirnya dia duduk dikursi yang sudah disediakan dia mengusap rambutnya kasar dia tidak sanggup jika sesuatu terjadi kepada ayyaana, dia berdoa agar tidak terjadi sesuatu pada calon istrinya.
"lindungi ayyana Tuhan" mata samuel sudah berkaca kaca saat ayyana pinsang dan berada didalam pelukan nya dia melihat noda darah di baju nya fikiran samuel mendadak kosong, beberapa saat kemudian dokter keluar dari ruangan samuel segera mengampiri dokter tersebut,
"gimana calon istri saya dok" samuel menggenggam tangan sangat dokter,
"dia sudah sadar pak tapi kami akan memeriksa lebih lanjut, silahkan bapak boleh masuk" samuel bernafas lega dia segera masuk dan menghampiri sang pujaan hati samuel menggenggam erat tangan ayyana,
__ADS_1
"bee.... " air mata samuel menetes begitu saja melihat ayyana begitu pucat,
"aku nggak papa kok by jangan cenggeng dong" ayyana mencoba menahan air mata nya agar tidak tumpah, padahal dia sudah tau tentang penyakit nya dokter sudah menjelaskan sebelum dia keluar, samuel kemudian menangis sambil memeluk ayyana, ayyana tidak bisa lagi menahan nya dia ikut menangis dipelukan samuel,
"by... " suara ayyana terasa tercekat" maafkan aku by" tangisan ayyana semakin deras,
"kamu pasti sembuh bee"
"bee... " ayyana mencoba memberi tau penyakit nya" a ku.. a ku mengidap penyakit tuberculosis dokter akan melalukan rontgen agar tau lebih jelas" ayyana semakin terisak dalam pelukan samuel" pernikahan kita tinggal menghitung hari by sedangkan aku haru opname disini aku takut by" tubuh samuel seakan tertindih benda yang berat dada samuel sesak mendengar penjelasan ayyana, ayyana wanita yang pertama yang membuat samuel jatuh cinta dan kini dia harus terlihat tegar didepan nya,
"kamu pasti sembuh bee kita serahkan semua kepada yang diatas" samuel mencium kening ayyana seolah memberi energi untuk nya, suster kembali masuk keruangan ayyana dia kemudian membawa ayyana agar melakukan rontgen samuel menggenggam tangan ayyana lalu mencium nya,
"silahkan duduk pak" kata dokter romi ramah,
"Terima kasih dok, bagaimana keadaan ayyana dok"
"saya sudah mendiagnosis penyakit pasien tapi kita akan tau lebih jelas nya setelah hasil rontgen keluar"
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
..... doa yang terbaik ya guys untuk ayyana