
Bara dan Devan sekarang dalam perjalanan menuju kediaman Bara. Suasana didalam mobil hening, tidak ada yang mengajak bicara sama sekali. Devan sibuk menyetir dan Bara hanya termenung sambil menyekat darah di ujung bibir. Sial, bibir Bara robek karena pukulan dari Ari, bukan hanya robek tapi juga memar.
"Bang? Lo gakpapa? Kita ke apotek yah bang itu luka nya kudu di obati supaya gak infeksi." Ujar Devan yang sudah sangat penasaran akan apa yang terjadi tadi di rumah orang tuanya Bara.
"Gue gakpapa Van, Lo gak usah khawatir, kita pulang aja." Devan menghela kan nafasnya lalu mengangguk menuruti perintah Bara.
"Sebenarnya apa yang terjadi tadi bang? Kok Lo bisa luka gitu?" Tanya Devan membuka pembicaraan lagi. Kali ini gantian Bara yang menghela nafas berat. Kesal diri nya tuh mikirin kejadian tadi.
"Ayah mau ngejodohin gue sama anak nya pak Alex—Clare,"
"Clare? Cewek yang suka ke club itu? Bukan nya dia udah punya pacar yah, siapa yah namanya lupa gue."
__ADS_1
"Yah Lo tau sendiri kan gimana sifat tuh cewek?" Devan mengangguk mengiyakan, dia tau sedikit sifat buruk Clare itu, dia suka main di club malam bareng pacarnya.
"Terus apa yang terjadi bang?" Tanya Devan dengan tingkat penasaran diatas rata-rata.
"Gue tolak dong, mana mau gue sama si Clare itu, dan lagi gue juga udah punya Sora. Ayah gak terima gue nolak perjodohan yang udah di atur nya itu, jadi dia nonjok gue dan gue langsung pergi setelah itu." Jelas Bara panjang kali lebar. Devan mengangguk, dia juga terbawa emosi saat mendengarkan penuturan dari Bara. Tapi dia nya juga udah maklum, karena udah tau sifat ayah nya Bara yang egois dan mudah tersulut emosi jika dengan Bara.
Sementara di rumah sakit, ibu dan anak itu masih belum tidur, si anak masih sibuk mengoceh menanyakan nasib nya sudah libur sekolah selama beberapa hari.
"Sayang tenanglah, mommy udah izinin kamu sama guru nya, dan untuk pelajaran nya juga udah mommy atur, teman mu yang namanya Alvin juga siap meminjamkan buku catatan nya sama kamu, jadi tidak perlu mencemaskan sekolah mu, yang harus cemaskan itu kesehatan mu sayang." Zey seketika cemberut lalu dengan pelan mengangguk. Tangan Sora tertarik mengelus punggung tangan sang anak.
"Zey tau mommy menyayangi Zey, tapi mommy juga harus menyayangi diri sendiri, karena love myself itu lebih baik dari cinta yang lain. Mommy juga harus menyayangi diri mommy sendiri, jangan sampai jatuh sakit cuma karena menjaga Zey." Zey tersenyum sangat tulus, bahkan mata nya membentuk lengkungan yang sangat indah yang disebut orang dengan eyes smile.
__ADS_1
"Sayang nya mommy udah jago bicara yang sekarang." Sora mencubit gemas hidung kecil Zey, sementara si anak yang diperlakukan seperti itu tertawa senang mendapatkan perlakuan manis sang mommy.
"Aku mencintai mommy."
"Mommy juga mencintai putra tampan dan menawan kesayangan nya mommy." Sora tersenyum tulus kepada Zey yang ikutan tersenyum.
"Cih tau gini mending tadi gue pulang aja, gue ada tapi gak dianggap di sini." Ketus seseorang yang dari tadi berada duduk di sofa.
"Mommy Zey kayaknya dengan suara nyamuk deh, tapi dimana yah, kok nyamuk nya gak ada?"
"Gak tau sayang, mommy juga denger tadi."
__ADS_1
"Ck, dasar anak sama Mak sama aja." Kesal Jhonny yang benar-benar tidak dianggap oleh ibu dan anak itu, kasihan sekali kamu Jhonny, miris cuma dianggap nyamuk doang.
like komen vote favorit nya jangan dilupakan wkwk.