Daddy Untuk Mommy

Daddy Untuk Mommy
episode 44


__ADS_3

Malam  telah menampakkan rembulan dan bintang-bintang nya. Bara yang sudah lengkap dengan balutan pakaian formal keluar dari mobil mewah nya, begitu juga dengan Devan. Kedua nya sudah berada parkiran rumah ayah-ibunya Bara.


Terlihat jelas bukan hanya dirinya yang datang kesini, karena di sana terparkir beberapa mobil mewah juga, dan tentu saja bukan milik ayahnya atau ibu nya, mobil itu asing di mata Bara.


"Van, Lo tunggu gue di sini, kalau terjadi masalah nanti kita langsung pergi, Lo paham?"


"Paham sangat paham bang."


"Oke." Bara langsung melangkah menuju pintu utama yang terlihat di buka lebar seperti menunggu kedatangan nya.


Bara yang baru saja menapakkan kaki di rumah itu langsung disambut oleh sang ayah dengan senyum manis dan rangkulan sok akrab, aneh sekali. Bukan senang Bara di perlakukan seperti itu, malah banyak firasat buruk berdatangan kedalam pikiran nya.


"Selamat datang selamat datang Bara, bagaimana keadaan kamu?" Tanya Ari membawa Bara menuju ruang tamu. Kan Bara jadi ngeri kalau ngelihat ayah nya kayak gini.


"Baik kok Yah." Jawab Bara tak luput dengan sorot mata yang memancarkan kebingungan. Siapa yang gak bingung sih kalau tiba-tiba orang yang paling ngebenci kamu berubah dadakan, pasti ada sesuatu alias ada apa nya, tapi apa?


Ayah dan anak itu sekarang sudah bergabung dengan sekelompok orang yang di kenal oleh Bara, keluarga pak Alex, ada yang masih ingat? (author sendiri lupa, benar pak Alex atau apa yang namanya lupa:(


Pak Alex tersenyum kearah Bara, Bara juga balas senyum tipis. Bara yang bingung dengan perkumpulan dadakan ini menoleh kearah sang ibu dengan raut wajah meminta penjelasan. Ibu Bara tak menjawab hanya tersenyum tipis pada sang anak dengan tangan menepuk-nepuk punggung Bara. Kan perasan Bara makin gak enak, apa lagi tadi ibu nya menatap nya tatapan sedih.


"Khm, seperti yang sudah disetujui oleh pak Ari sebelumnya, jadi kedatangan saya dan keluarga ingin bersilaturahmi," Dada Bara tercekat saat pak Alex mengutarakan niatnya, ada sedikit kelegaan dalam diri Bara kala mendengarkan kalimat terakhir, hahh cuma silahturahmi—untunglah firasat buruk nya tidak kejadian, dia pikir akan dijodohkan dengan anak pak Alex kan rumyen masalah nya.

__ADS_1


"Silahturahmi di rumah calon besan yah kan pah?" Tanya istri pak Alex dengan senyum lebar.


"Maaf maksud Tante apa yah?" Tanya Bara berharap ini hanyalah sebuah lelucon.


"Ouh maksud saya, kami ingin menjodohkan nak Bara dengan putri kami Clara." Jelas istri pak Alex—Safina.


"Iya Bara, kamu dan Clara sudah kami jodohkan beberapa bulan yang lalu, dan kedua orang tua kamu juga udah setujuh, iya kan Ari?"


"Iya Lex, iya."


"Tuh kan kamu dengar Bara." Kata pak Alex dengan senyum lebar.


Bara menarik nafasnya dalam-dalam, jadi ini penyebab tingkah ayah nya berubah mendadak? Ternyata punya niat tersembunyi, benar kata pepatah kalau ada udang di balik bakwan, seorang musuh tidak akan berbuat kebaikan jika tidak ada niat tersembunyi.


"Tapi Ari bilang kamu udah setujuh dan akan bersedia menikah dengan putri saya Clara." Ucap pak Alex.


Tatapan Bara langsung tertuju pada sang ayah begitu juga yang lainnya.


"Kamu nikah saja dengan Clara, kamu udah cukup umur juga untuk menikah Bara, apa kamu mau jadi singel sampai tua hah!" Sarkas Ari.


"Maaf tapi saya tidak bisa menyetujui perjodohan ini, saya sudah memiliki perempuan yang saya cintai, saya mohon maaf pada pak Alex, Tante Fina dan Clara." Bara membungkuk kan sedikit badannya sebagai permintaan maaf. Pak Alex dan istrinya dapat mengerti dan mengangguk, tapi tidak dengan Ari yang sudah terbalut emosi, menurutnya Bara mempermalukan diri nya didepan sahabat karib nya.

__ADS_1


"Saya pamit du_


BRUKKK


ahk." Wajah Bara tertoleh, rasa nya rahang nya ingin patah karena tinjuan dadakan itu, yah siapa lagi pelaku nya kalau bukan ayah nya—Ari


"Dasar anak sialan!" Bentak Ari penuh emosi, Susan mencobanya menenangkan sang suami yang terlihat naik pitam.


"Mas cukup deh, jangan bertingkah." Ujar Susan menangkan Ari yang hendak melayangkan tinjunya lagi.


"Minggir Susan, aku mau kasih pelajaran sama anak kamu yang kurang ajar itu, minggir!" Bentak Ari yang kesal karena istrinya memeluk tubuh nya dengan erat.


"Bara pergi nak, pergi." Suruh Susan, Bara hanya mengangguk lalu pergi dari sana dengan gerakan cepat.


"Minggir kamu Susan!" Tubuh Susan hampir saja terjatuh jika Fina tidak menahannya. Fina kesal melihat tingkah Ari yang kelewatan batas menurutnya.


"Kamu jangan kurang ajar Ari, kamu hampir aja ngecelakain Susan!" Bentak Fina.


"San kamu gak papa kan?" Susan menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.


"Ri, Lo jangan pakek kekerasan dong sama anak istri Lo, jadi pria sejati yang berpikir dengan kepala dingin bukan dengan otot!" Sarkas Alex dia juga sedikit kaget melihat sifat Ari. Selama berteman dengan nya dia tidak pernah melihat sisi kasar dari Ari yang selalu bertingkah ceria dan soft pada siapa saja.

__ADS_1


"Gue gak nyangka kalau Lo laki-laki yang main kasar sama perempuan, dan untuk perjodohan nya batal." Final Alex sebelum mengajak istri nya pergi dari sana, meninggalkan Ari yang mengerang frustasi, Susan sendiri sudah pergi ke kamar, tidak peduli dengan suami nya yang egois.


like komen vote favorit, typo maklumi


__ADS_2