Daddy Untuk Mommy

Daddy Untuk Mommy
episode 47


__ADS_3

Sebulan berlalu dengan cepat, sudah sebulan juga Sora bekerja tanpa ada Bara di sisinya, yah laki-laki itu sudah berhenti menjadi asisten nya Sora.


Malam harinya di kediaman Sora, wanita itu sedang menemani sang putra mengerjakan tugas sekolahnya. Memerhatikan pahatan indah wajah sang anak yang hampir mirip dengan Bara.


"Sayang" Zey menoleh kearah sang mommy, meninggalkan tugas nya sebentar demi menunggu apa yang akan mommy nya katakan selanjutnya.


"Kamu mau ketemu sama Daddy kamu?" Tanya Sora dengan suara yang mereda.


"Daddy? Apa Daddy ada di sini?" Tanya Zey dengan raut wajah berbinar. Sora hanya mengangguk mengiyakan.


"Kamu mau bertemu dengan nya?" Tanya Sora lagi, entahlah ada sedikit ketakutan saat menanyakan pertanyaan tersebut, dia takut putranya lebih memilih Daddy dari pada diri nya.


"Kalau mommy ngizinin." Sora menghela nafasnya lalu mengelus surai hitam sang anak selanjutnya mengangguk sambil mengembangkan senyum adalan nya.


"Besok kita bertemu dengan Daddy mu, Nak." Final Sora. Sora menunggu sang anak hingga menyelesaikan tugas, setelah sekitar setengah jam di ruang tamu akhirnya mereka bergegas tidur ke kamar masing-masing.


Di kamar milik Sora, wanita itu sedang mengetik sebuah pesan pada aplikasi hijau(tau kan).


...Bara...


^^^Bara, saya ingin Zey mengetahui semua nya besok, saya ingin jujur akan siapa ayah nya. Apa besok kamu ada waktu besok?^^^


Bara:


Besok? Ada, aku setuju aja kalau kamu mau jujur sama semua nya.


^^^Besok kita bertemu pukul 9 pagi di taman kota, saya tunggu sama Zey.^^^

__ADS_1


Bara:


Oke, aku tunggu di sana.


Sora langsung mematikan handphone nya dan menyimpan HP nya itu di laci. Barulah dia merebahkan tubuhnya menatap gusar langit-langit kamar.


"Aku harap semua nya berjalan dengan baik. Tuhan semoga jalan yang aku ambil gak salah." Lirih Sora lalu memejamkan matanya.


Sementara itu, di kediaman Bara, laki-laki itu nampak senang karena Sora ingin jujur kepada Zey kalau dirinya adalah ayah dari Zey. Tapi ada sedikit kekhawatiran dalam hati Bara, apa anaknya akan menerimanya? Apa Zey tidak akan membenci nya? Dia sangat takut kalau Zey akan membenci nya.


"Zey, maafin Daddy yah! Kalau kamu udah tau kebenaran nya jangan benci Daddy nak..." Lirih Bara.


Keesokan harinya, seperti yang sudah di janjikan, sekarang Sora dan anak nya ada di taman kota, menunggu seseorang yang tak lain adalah Ayahnya Zey.


"Mom, Daddy nya belum datang ya?" Tanya Zey dengan air muka lesu.


"Ayo sayang mending kita pulang, ayah mu itu sepertinya tidak datang." Ucap Sora dengan nada sedikit kesal karena sudah tiga puluh menit belum berlalu Bara belum menunjukkan batang hidungnya.


"Iya mo_"


"SORA TUNGGU." Pergerakan mereka terhenti kala pria yang ditunggu tiba dengan nafas terengah-engah.


"Ma_maaf tadi jalan macet." Ucap terbata-bata Bara. Tatapan yang di layangkan menandakan kalau dirinya kesal bukan main, tapi dibalik tatapan itu tersirat kekecewaan yang sangat sulit untuk ditebak oleh Bara.


"Lah kok om Bara? Om Bara temen Daddy nya Zey yah?" Tanya Zey depan wajah polosnya. Bara menarik senyum nya.


"Dia Daddy mu Zey." Ucap dingin Sora.

__ADS_1


"Hah! Jadi om Bara Daddy Zey." Jelas terkejut lah Zey.


"Yah tepat nya kamu anak haram Bara!" Mereka menoleh kebelakang, di mana ada seorang laki-laki paruh baya dengan tampang angkuh nya—Ari. Zey tidak begitu bodoh untuk sekarang kata anak haram itu, dia tau apa maksud dari sebutan anak haram itu.


"Jadi aku anak diluar nikah, jadi alasan Daddy ningalin aku selama bertahun-tahun karena itu..." Lirih Zey mencoba menahan buliran bening yang sudah siap untuk meluncur.


"AYAH, BISA GAK MULUT DI JAGA!" Bentak Bara, untung taman sepi karena memang sedang jam semua orang sibuk dengan aktivitas masing-masing. Ari tersenyum miring lalu kembali berujar.


"Kamu dan anak mu itu sama-sama anak haram yang tak diinginkan, tapi ada perbedaan nya. Kamu anak dari hasil perselingkuhan Susan, sedangkan anak mu hasil dari perbuatan bejat mu yang memerkosa anak orang!" Sarkas Ari mampu membuat Bara naik pitam.


"AYAH!" Bentak Bara penuh penegasan agar ayahnya tidak mengucapkan kata-kata tidak pantas didepan seorang anak kecil. Ari naik pitam, berani-beraninya anak sialan itu membentak nya.


BRUKKK


Tubuh Bara tersungkur ke tanah akibat pukulan maut yang didapatnya dari sang ayah, Sora dan Zey yang melihat itu memekik kaget lantas membantu Bara untuk bangkit.


"Dasar anak tidak tau diri!" Bentak Ari sebelum pergi dari sana, mood nya hancur gara-gara Bara.


"Om gakpapa?" Tanya Zey khawatir, Bara menyekat darah dari ujung bibir nya lalu menggelengkan kepalanya pelan tak lupa senyum hangatnya pada Zey.


"Gak kenapa-kenapa kok,"


"Apa nya gakpapa, itu luka kamu sampai berdarah gitu!" Bentak Sora, rasa kesalnya pada Bara berubah menjadi sebuah kekhawatiran pada sang pria yang tak lain adalah Daddy dari anak nya.


"Ke apotek!" Tegas Sora lalu membawa Bara ke salah satu apotek terdekat. Bara yang diperlakukan seperti itu bersorak senang dalam hati.


cerita ini bakalan slow up dulu yah, maklumi yah

__ADS_1


__ADS_2