
Ayyana keluar dari ruangan operasi suster mendorong kursi roda ayyana menuju ruang rawat inap, melihat ayyana sudah kembali samuel memasang mode cool dia akan memulai aksi nya. Ayyana terlihat lemah samuel membantu membaringkan tubuh ayyana dia kemudian memakaikan selimut,
"pak tolong jaga pola makan nya ya agar bu ayya segera mendapat kan tenaga lagi, memang pasca operasi biasa nya tubuhnya memang lemah" jelas suster setelah itu dia keluar dari ruangan ayyana,
"kamu mau makan? " tanya samuel mendekat kesamping ayyana,
"dan tolong kamu belikan aku soto daging ya" ayyana memilih berbicara dengan dani dan memilih mengabaikan samuel, dani yang tengah duduk menujuk dirinya sendiri dengan jari telunjuk nya,
"saya bu" tanya dani memastikan,
"iya dani, cepetan" dani terkesiap dia kemudia keluar dari ruangan ayyana tapi sebelum keluar dia menganggukan nganggukan kepala nya kepada samuel seolah memberi sebuah kode, setelah dani keluar samuel duduk disamping brangkar ayyana,
__ADS_1
"ayyana tatap aku, aku ingin bicara serius" samuel menatap dalam ayyana,
"ada apa lagi sam, aku sudah memutuskan jika kita akan tetap membatalkan pernikahan kita" ayyana berkata tapi dia tidak menatap mata samuel dia takut jika hati nya akan goyah saat menatap mata pria yang sudah mulai masuk kedalam hatinya,
"baiklah jika itu kemau'an mu aku pun tidak bisa memaksa tapi aku tidak akan mengijikan kamu menemui aezar karena dia tidak ada hubungan apa apa dengan mu aku lebih berhak atas dia, dan satu lagi aku akan membawanya kemalaysia aku akan menetap disana"
"mengapa kamu bisa punya pikiran selicik ini sam, aku tidak sanggup jika harus berpisah dengan aezar" mata ayyana sudah berkaca kaca,
"baiklah sam aku akan tetap menikah dengan mu" suara ayyana terdengar berat samuel kemudian memeluk erat tubuh ayyana, tangisan ayyana semakin pecah dia menangis didada bidang samuel, pria itu ikut terenyuh tapi dia kemudian tersenyum ternyata ide dani membuahkan hasil nyata, dia berjanji akan memberikan hadiah apapun yang dani minta samuel berkata didalam hati nya, samuel mengusap air mata ayyana" cup cup cup "dia mencium kelopak mata ayyana " udah jangan menangis".
Disisi lain bocah kecil itu terus merengek menanyakan mommy nya yang tak kunjung pulang, aezar seolah dapat merasakan jika sesuatu terjadi pada ayyana,
__ADS_1
"bi ayo kita susul mommy sekarang, aezar kangen mommy bi" kata aezar sambil menahan tangis nya,
"kita susul kemana den, bibi juga nggak tau alamat mommy ayyana"
"huuua huuua.... " tangis aezar tak bisa dibendung lagi kini bocah itu menangis mencari ayyana, bi ijah kalang kabut nomor ayyana tidak aktiv sedangkan dani tak kunjung mengangkat telfon nya bi ijah kemudian menemukan nomor samuel dia berpikir mungkin samuel mengetahui keberadaan ayyana dia kemudian menekan tombol yang bertuliskan nama daddy samuel, satu panggilan tak dijawab bi ijah kembali menelfon samuel kemudian telfon pun terhubung,
"hallo boy.. " tanya samuel disebrang sana,
"halo pak, ini saya bi ijah apa bapak tau keberadaan bu ayya den aezar menangis karena nomor bu ayyana tidak aktiv ditambah lagi dia juga belum pulang dari kemarin" kata bi ijah panjang lebar,
"baik bi saya segera kesana"
__ADS_1