
Kalau di tanya sakit hati gak? Trauma gak sama kejadian kelam itu? Tentu saja Sora akan dengan tegas menjawab IYA, dia sakit hati dan trauma berat, tapi dia bukan wanita lemah yang akan terus-menerus terpuruk dalam kesedihan berserta trauma. Sora akan bangkit dan sekarang dia benar-benar bangkit dari kesakitan yang pernah di rasa nya, dia mengandalkan pengetahuan nya tentang bisnis itu dan akhirnya berhasil sukses menjadi CEO seperti sekarang. Dan perlu diketahui alasan Sora bangkit—senyum manis bayi mungil yang sekarang sudah tubuh menjadi anak pintar yang dibanggakan nya, Zey, Zey-nya yang membuat dia bertahan sampai detik ini.
Setelah kejadian tadi, Sora dan Zey memutuskan untuk pulang kekediaman nya, air muka Zey terlihat cemberut setelah tau tentang semua nya. Entahlah, Sora merasa khawatir kalau bocah itu berpikiran buruk dan menyalahkan dirinya.
Di ruang tamu, Zey hanya rebahan dan terlihat sangat lesu, tidak seperti biasa. Sora yang sedang menuruni tangga menghampiri sang anak dan duduk di sofa berhadapan dengan Zey.
"Sayang kamu gakpapa?" Tanya Sora kala sudah mendudukkan tubuhnya di atas sofa. Zey menoleh kearah nya, terlihat jelas raut wajah sedih dan kecewa.
__ADS_1
"Mom...Maaf." Lirih bocah itu, Sora hanya mengerutkan keningnya, kenapa Zey tiba-tiba minta maaf? Perasaan dia tidak melakukan suatu kesalahan. Zey paham akan raut wajah sang mommy yang terlihat ke binggungan lantas kembali bersuara.
"Maaf, mungkin kehadiran Zey dalam hidup mommy...membuat hidup mommy hancur, maaf, Zey terlahir sebagai anak tak diinginkan, maaf." Lirih Zey, dia sekarang sudah berlutut di kaki sang mommy sambil terisak. Hati Sora sakit melihat sang anak yang terlihat sangat hancur.
"Bukan salah kamu sayang, kita cuma korban..." Sora membantu Zey untuk bangkit, hatinya remuk redam saat melihat sang anak sampai bersujud meminta maaf akan kesalahan yang tidak dilakukan nya, bukankah seharusnya Sora yang minta maaf karena dia dulu pernah berencana ingin mengugurkan Zey?
"Seharusnya mommy yang minta maaf sama kamu nak." Lirih Sora, Zey menggelengkan kepalanya cepat, dengan wajah yang sembab dia kembali berucap.
__ADS_1
Sementara di kediaman Ari, kedatangan Bara membuat Susan kaget, bagaimana tidak kaget Bara datang sambil marah-marah seperti orang kesetanan.
"TUA BANGKA SIALAN, DIMANA TN ARI BAJINGAN ITU, AKU SUDAH BENER-BENER MUAK AKAN SIFATNYA!" Teriak Bara, Susan menenangkan anaknya yang marah-marah.
"Tenang Bara, Ayah mu gak ada dirumah, dia belum pulang. Dan ucapan mu tadi sangat tidak sopan." Nasehat Susan sambil menenangkan sang anak.
"DIA BUKAN AYAHKU IBU, DIA SENDIRI YANG BILANG BEGITU TADI! AKU HANYA ANAK HARAM DARI SELINGKUH IBU." Ucap marah Bara, dia kali ini benar-benar sangat muak dengan sifat ayahnya tadi saat di taman. Setelah dari apotek dirinya langsung melaju kesini, rasanya tangannya sangat gatal kalau tidak membalas apa yang Ari tadi lakukan padanya.
__ADS_1
...----------------...
SEDIKIT PEMBERITAHUAN, NOVEL INI UNTUK SEMENTARA DI HIATUSKAN(TAMAT) KARENA AKU LAGI GAK ADA IDE UNTUK CERITA INI, DAN DALAM WAKTU HIATUS AKU AKAN MENCARI IDE AKAN KELANJUTAN INI, JADI HARAP DI MAKLUMI. MAAF JIKA NOVEL INI BANYAK TYPO DAN KESALAHAN ENTAH ITU DI ALUR ATAU KARAKTER TOKOHNYA. sekian.