Daddy Untuk Mommy

Daddy Untuk Mommy
episode 41


__ADS_3

Siang hari di ruang rawat nya Sora. Wanita itu dengan perlahan mengerjabkan mata nya, menyesuaikan cahaya lampu yang masuk kedalam peliharaannya.


"Uhh...Zey..." Sora menyentuh kening nya yang nyeri, perban!?


"Ini? Rumah sakit? Siapa yang bawa aku kesini? Dan dimana Zey?" Sora seketika mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan putih itu. Kosong, tidak ada siapapun di sana kecuali diri nya. Dengan perlahan Sora meraih gagang infus nya, lalu turun dari ranjang. Langkah lunglai nya menuntut keluar dari ruang rawat, sungguh Sora mengkhawatirkan Zey dan ingin mencari keberadaan si anak yang entah bagaimana sekarang keadaannya, Sora tak tau.  Baru saja ingin meraih gagang pintu tapi keduluan dengan orang dari luar.


Ceklek~


"Sora, kamu kenapa kok bangun dari tempat tidur." Pria itu langsung memapah Sora namun di tahan oleh nya.


"Lepas Bara, aku mau cari Zey." Kesal Sora menepis tangan Bara yang memegang bahu nya.


"Zey lagi istirahat, dia butuh waktu untuk pemulihan Sora, kamu juga, jadi nurut yah jangan keras kepala!?" Ujar Bara lembut, takut membuat Sora tersinggung dan berakhir sakit hati.

__ADS_1


"Tapi aku mau ketemu sama Zey, Bara. Aku mau memastikan keadaan nya, emang salah yah kalau seorang ibu mengkhawatirkan keadaan sang anak dan ingin ngelihat gimana kondisi anak nya?" Bara mengusap kasar wajah nya. Wanita di depan nya benar-benar bertekad ingin melihat keadaan sang anak. Bara takut kalau Sora akan kaget saat melihat Zey.


"Bukan gitu Sora...Zey lagi istirahat, kondisi kamu juga belum stabil." Lirih Bara mencoba membuat Sora mengerti dan berakhir menuruti keinginan nya. Bukan Sora nama nya kalau dia menurut begitu saja, Sora itu sama seperti Bara yang keras kepala dan tak ingin menurut begitu saja.


"Kalau gitu bawa aku ketemu Zey sebentar, setelah itu baru aku istirahat." Lagi-lagi Bara mengerang frustasi. Mau tak mau akhirnya Bara mengangguk menyetujui permintaan wanita yang telah berhasil mengambil semua tempat di dalam hati nya. Bara mengambil infus Sora yang tergantung pada tiang.


"Pegang infus nya." Perintah Bara di iyakan oleh Sora. Wanita itu memegang kantong infus nya.


Grepp~


"Shutt, gak usah teriak-teriak ini rumah sakit."


"Iya tau, maka nya turuni aku, malu tau dilihat orang-orang di luar, mereka pikir aku sekarat sampai kudu di gendong segala." Ketus Sora yang ingin di turunkan dari gendongan Bara.

__ADS_1


"Diam deh, kata nya mau ngelihatin Zey tapi malah ngoceh gak jelas." Sarkas Bara yang dapat membuat Sora ciut dan berakhir diam di dalam gendongan Bara. Tangan Sora juga melingkarkan pada leher Bara.


"Gitu dong nurut, gak keras kepala." Sora hanya merotasikan bola matanya, dalam hati mengutuk dirinya sendiri yang menurut akan perkataan pria yang mengendong nya.


Tak butuh waktu lama, kedua nya telah sampai di sebuah ruangan rawat yang di huni oleh Zey. Ruangan tersebut hanya berjarak sekitar lima ruangan dari ruangan rawat nya Sora tadi. Dapat di lihat oleh Sora kalau sang anak belum sadarkan diri. Mereka berdiri di luar dan hanya bisa melihat keadaan Zey dari luar.


Buliran bening melesat begitu saja dari pelupuk mata Sora, Bara yang sadar langsung menyekat air mata wanita yang di cintai nya lalu memeluk nya.


"Jangan menangis, dia baik-baik saja, dia hanya tidur sebentar." Ujar lembut Bara sambil mengelus surai hitam milik wanita yang sedang dipeluk nya. Sora tidak mampu mengeluarkan sepatah kata pun, dia hanya mengangguk pelan dalam pelukan Bara. Isakan demi isakan semakin terdengar jelas oleh pendengaran Bara. Setelah membiarkan Sora melihat Zey sekitar 15 menitan akhirnya Bara mengajak Sora untuk kembali ke kamar nya yang tak jauh dari tempat Zey. Sesampai nya di ruangan rawat, Sora langsung membaringkan tubuhnya diatas kasur, menatap langit-langit kamar dengan tatapan kosong seolah tak punya semangat hidup.


Inilah kenapa Bara tak ingin Sora melihat keadaan Zey, dia tak ingin Sora seperti sekarang.


"Jangan seperti ini Sora, Zey baik-baik dan akan segera bangun, percaya sama aku yah, Zey kita anak hebat, dia pasti bisa melewati masa kritis nya yah." Bara mengelus pergelangan Sora menyalurkan ketenangan untuk wanita-nya.

__ADS_1


"I-iya Zey anak kuat dia pasti bisa hiks, Zey maafin mommy nak, lagi-lagi mommy gak becus jagain kamu, maaf..." Lirih Sora disertai tangisan memilukan yang menyayat hati Bara.


"Jangan menyalahkan diri sendiri Sora, aku jadi merasa bersalah juga." Bara menyekat air mata yang mengalir dari ujung mata Sora dengan ibu jari nya. Sora diam tak mengatakan apapun lagi, hanya isak tangis dari nya yang terdengar di ruangan bernuansa putih itu.


__ADS_2