
Suster membawa ayyana setelah selesai rontgen hasil nya akan keluar sebentar lagi ayyana sudah berada diruang rawat inap dia tengah berbaring samuel lalu menghampirinya samuel membelai wajah ayyana.
"bee makan dulu ya? " bujuk samuel ayyana tidak menjawab dia tetap memejamkan mata nya,
"baiklah kamu istirahat aja bee" samuel duduk setelah membenarkan selimut ayyana, beberapa saat kemudian dokter kembali masuk kedalam kamar ayyana, suster memberikan suntikan diselang infus samuel kemudian mendekat kearah dokter romi,
"bagaimana hasil nya dok"
__ADS_1
"begini pak ada cairan didalam paru paru pasien dan itu harus segera dikeluarkan, pasien memang mengidap penyakit tuberculosis atau biasa disebut TBC bapak bisa melihat ini" dokter menunjukan gambar rontgen pada samuel, "ini adalah cairan nya dan itu bisa mempengaruhi pernafasan pasien beruntung pasien langsung dibawa kerumah sakit jika terlambat sedikit saja cairan itu akan memenuhi seluruh paru paru pasien dan itu bisa berakibat fatal besok kita akan mulai mengambil cairan tersebut sekarang biarkan pasien beristirahat" samuel mengangguk paham,
"baik dok Terima kasih" ayyana meremas selimut yang menutupi tubuhnya dia terisak tapi Samuel tidak mendengarnya pantas saja dia merasa tubuhnya begitu lemah akhir akhir ini, ayyana mendengar semua kata dokter tentang penyakit nya, Samuel keluar dari ruangan ayyana dia menahan tangis nya, setelah keluar kamar tubuh samuel merosot kebawah dia menangis bagaimana bisa dia diberi cobaan sebesar ini sementara hari bahagia nya akan segera tiba samuel tidak pernah merasa sesayang ini kepada wanita selain mamanya tapi ayyana mampu membuat samuel ikut merasakan sakit yang dia rasakan,merasa penasaran kemana pria itu pergi apa dia akan meninggalkan nya atau dia akan menerima ayyana saat sakit pikiran itu tiba tiba muncul dikepala ayyana dia pun mulai turun dari brangkar dia melangkah perlahan ayyana membuka perlahan pintu ruangan itu setelah nya dia melihat samuel menangis sambil memeluk lutut nya sungguh hati ayyana ikut hancur, ayyana kemudian kembali masuk kedaram ruang rawat inap dia segera berbaring karena mendengar suara langkah kaki samuel pria itu mendekat.
" kamu pasti sembuh bee aku yakin itu" ayyana membuka matanya beberapa saat pandangan mereka bertemu samuel menatap dalam bola mata ayyana,
"sam lebih baik kita batalkan saja rencana pernikahannya aku sakit sam, dan lebih baik kamu mencari wanita lain diluar saja" ayyana berkata tapi suaranya terdengar parau tatapan samuel berubah tajam,
__ADS_1
"lepaskan sam aku benar benar ingin kita menyudahi semua ini, kamu bisa bertemu aezar kapan pun karena kamu masih keluarganya tolong sam tinggalkan aku" amarah sam sudah memuncak dia melepas tangan ayyana,
"baik jika itu kemauan mu" samuel melangkah keluar "braaak" dia membanting pintu ruangan saat keluar tangis ayyana semakin terisak saat samuel pergi "mengapa mengapa Tuhan memberiku cobaan sebesar ini" lirih ayyana. Sementara samuel yang berjalan keluar rumah sakit begitu emosi mendengar keputusan ayyana dia mengusap kasar rambutnya "aaaakkkh... apalagi ini mengapa takdir mempermainkan aku" samuel bertiak seperti orang yang hilang akal setiap orang yang perpapasan dengan nya menatap aneh kepada samuel, setelah merasa lebih tenang ayyana menelfon bi ijah.
"hallo bi, beberapa hari ini tolong jaga aezar ya saya ada acar fasion show mendadak diluar kota"
"baik non, berapa hari? "
__ADS_1
"mungkin dua hari bi"
setelah ayyana memutus telfon bi ijah tanpa sedikit pun merasa curiga pasalnya memang kadang ayyana pergi keluar kota sendiri.