
samuel langsung saja merangkul bahu ayyana,
"ayyana sudah menikah bu, dan saya adalah suaminya"
"aaah nggak mungkin ada yang mau sama dia" kata kata bu tina semakin pedas saja hingga membuat emosi samuel kian memuncak,
"benar bu tina ini menantu saya, bulan depan datang ya ke acara resepsi putri saya" jawab bunda ayyana, tetangga julid itu merasa malu dia kemudian membawa keluar cucunya dari toko, samuel kemudian menghampiri aezar dia kemudian menggendong keponakan nya itu,
"ezar mau apa lagi biar daddy belikan"
"daddy... uncle beneran jadi daddy aezar? " samuel sudah mendapat tatapan tajam dari ayyana tapi dia lebih memilih mengabaikan nya,"yes boy".
__ADS_1
"yeeeeayy" aezar lompat lompat mendengar samuel menjadi daddy nya bocah polos itu begitu senang mendengar akan mempunyai seorang daddy baru, ayya hanya mampu menghela nafasnya dia tidak ingin berdebat dengan samuel didepan aezar, bocah kecil itu kemudian menunjuk beberapa mainan samuel pun menuruti semua kemauan aezar, setelah puas membeli mainan aezar merasa lapar dia kemudian mengajak samuel makan siang,
"dad bentar lagi ezar mau pulang ke Jakarta daddy ikut juga kan? " ayyana terlihat begitu kesal dengan sikap putranya tapi dia tidak mungkin menegurnya ditengah keramaian,
"tergantung mommy boy" samuel menatap ayyana mama muda itu memutar mata malas dia tidak bisa menjawab pertanyaan samuel, sedangkan calon daddy aezar terus mengembang, hawa hawa panas mulai terasa bunda ayyana mencoba mencairkan suasana.
"udah ayya biar samuel yang antar kamu, lagian ayah juga sore nanti mau keluar kota"
"iya bun kita pulang sama sama aja" dengan santai nya samuel menjawab, ayyana melotot tajam.
"mommy kenapa? " tanya aezar polos,
__ADS_1
"mommy ngak papa kok" ayyana pasrah dia kemudian lebih memilih bungkam sambil melanjutkan melahap makanan nya,
setelah sampai dirumah samuel membantu ayyana memasukan koper kedalam mobil, ayyana memeluk bundanya, dia kemudian mencium punggung tangan bu gina.
"ayyana pulang ya bun jaga kesehatan"
"iya sayang hati hati, kalau ada apa apa langsung kabari ayah" wanita paruh bawa itu masih saja memperlakukan ayyana seperti anak kecil, bagi seorang ibu sebesar apapun anak nya masih terlihat seperti anak kecil yang masih membutuhkan kasih sayang.
"grand ma aezar pulang ya" putra ayyana itu kemudian memeluk gina, bocah kecil itu mendapat balasan sebuah ciuman di pipinya,
"iya sayang" samuel juga ikut mencium tangan bu gina dia kemudian membukakan pintu mobil agar ayyana segera masuk kedalam mobil sudah terasa seperti keluarga yang utuh, bu gina berdoa agar putrinya segera mendapatkan kebahagian "semoga kamu segera mendapatkan kebahagian nak, bunda selalu berdoa agar kamu mendapatkan jodoh yang terbaik dan bunda rasa samuel dikirim Allah untuk kamu dan aezar" wanita paruh baya itu bermonolog sambil menatap mobil yang dikendari putrinya sudah melaju meninggalkan pelataran rumahnya.
__ADS_1
Didalam mobil terasa begitu canggung samuel bingung harus memulai dari mana agar bisa mengobrol dengan ayyana, pria yang sudah mendapat gelar buaya dari para sahabat nya itu kini diam tak bersuara samuel kemudian memutar musik agar tidak terasa sunyi ayyana terlihat menikmati suara alunan musik diam diam samuel melihat dari kaca spion dia melihat mulut ayyana ikut berkomat kamit mengikuti irama lagu.