
Sudah sekitar dua jam lebih Sora dan anak di sana menemani Zey yang sedang bercerita banyak hal pada Bara. Interaksi antara Zey dan Bara dapat membuat hati siapa yang melihat nya menjadi terharu. Zey yang banyak gomong memperlihatkan sisi imut nya, dan dengan Bara yang sadar mendengarkan cerita bocah Lima tahun itu. Bara yang gemas dengan tingkah bocah itu hanya terkekeh sambil mengacak-acak rambut pendek Zey. Bagaimana tidak gemas, Zey bocah itu mengerucutkan bibirnya sambil menceritakan hari-hari menyebalkan nya di sekolah. Bagaimana anak itu bertemu dengan gadis cerewet yang terus mengoceh ini itu saat bersama Zey, menyebut Zey menyebalkan karena tidak mendengarkan cerita nya dan banyak lagi. Zey kesal dengan sifat gadis itu, sangat menyebalkan pokoknya. Dan Zey yang notabene nya puasa gomong di sekolah jadi banyak cerewet kalau dekat-dekat dengan gadis yang Zey sendiri lupa nama nya.
"Zey, nak kok kamu cerewet sih, biasanya kan cerewet nya pas kesal sama tuh laki." Sora melirik laki-laki yang sedang rebahan di sofa sambil main handphone. Zey dan Bara tertawa kecil. Tanpa di sadari oleh mereka ada sepasang mata yang memerhatikan interaksi tiga manusia itu dari balik pintu yang terbuka kecil. Orang itu menyeringai licik lalu pergi dari sana. Niatnya ingin berjenguk Bara pupus saat melihat keberadaan orang asing di mata nya.
Seseorang itu mengeluarkan handphonenya lalu mengirim pesan pada seseorang.
Bara yang tadi sibuk dengan Zey seketika menoleh kearah pintu, saat tak sengaja melihat bayangan seorang.
'Kayak ada yang ngintip!' Batin Bara.
"Ada apa Bara? Kamu lihat apa? Kok kaget gitu." Bara gelagapan saat pertanyaan itu di lontarkan oleh Sora pada nya. Dengan cekatan Bara menggelengkan kepalanya lalu berucap,
"Gak ada apa-apa kok Ra." Bara tersenyum tipis. Wanita itu hanya mengangguk saja.
__ADS_1
'Mungkin hanya perasaan gue aja kali ya' Batin Bara. Lalu mencoba melupakan apa yang tadi di lihatnya. Sebenarnya Bara yakin kalau tadi beneran ada yang ngitip yah karena Bara nya ngelihat sekilas wajah orang itu walaupun gak kelihatan semuanya hanya sedikit, tapi ya sudahlah Bara juga gak mau pikir banyak, dianggap nya lah itu orang gak ada kerjaan gintilin orang.
"Gak mau pulang kah? Gue bosen nih," Jhonny bangkit dari sofa, laki-laki sudah sangat berantakan, rambutnya acak-acakan serta dasi yang sudah dilonggarkan.
"Gue mau pulang, udah sore ini njir," Kesal Jhonny. Laki-laki itu bangkit dari duduknya. Jhonny melihat kearah Sora dengan tatapan kesal. Siapa yang gak kesal sih dua jam diri nya diabaikan dianggap tiada di ruangan itu.
"Lo kalau gak mau pulang terserah, kunci mobil nya diatas sofa." Baru saja Jhonny ingin melangkah pergi diri nya udah dicegah oleh tangan seseorang. Jhonny berbalik lalu menghela nafas. Sungguh dia jengah berada di sini lama-lama, dia juga kesal karena diabaikan.
"Gue pulang pakek taksi, udah gue pulang dulu, Lo hati-hati pulang nya dan jangan kemalaman." Ujar Jhonny memperingatkan. Sora mengangguk sambil tersenyum, walaupun Jhonny sering membuat nya darah tinggi tapi tidak bisa di pungkiri kalau laki-laki didepannya ini saat perhatian dengan Sora.
"Makasih yah Jhonny sayang." Sora tersenyum lebar sambil menepuk lengan kekar Jhonny. Laki-laki itu membuat ekspresi seakan mau muntah saat mendengar kan ucapan Sora yang terlontarkan tadi.
"Sayang taik kucing. Najis banget gue di panggil sayang sama Lo." Ketus Jhonny lalu terdengar gelak tawa dari sang lawan bicara.
__ADS_1
"Iya-iya deh, sana pulang, katanya tadi mau pulang." Usir Sora.
"Ck, gak perlu Lo usir gue juga mau pulang kalik." Jhonny langsung meninggalkan ruangan itu. Sora menggelengkan kepalanya
"Dasar Jhonny!" Seru Sora lalu berjalan kembali kearah kursi di sebelah ranjangnya Bara.
"Kalian deket banget yah Ra?" Pertanyaan itu membuat Sora kaget, yah Bara yang bertanya.
"I_iya, tapi cuma dekat sebagai saudara gak lebih." Dengan gelagapan Sora menjelaskan pada Bara, seakan-akan dia barusaja kepergok selingkuh di depan mata kekasih nya. Padahal kan gak perlu gugup gitu juga, lagian Bara itu siapa nya dia? Pacar? Suami? Gak ada hubungan apa-apa selain hubungan pekerjaan. Di dalam hati Sora sudah mengerutuk, memaki diri nya sendiri karena gugup tadi.
stok eps habis say, kudu maraton nulis kayak nya (っ˘̩╭╮˘̩)っ mengsedih. Author bakalan usahain buat up tiap hari, gak tau sanggup atau tidakಥ‿ಥ
like komen nya yah!
__ADS_1