
Samuel duduk diruang tunggu depan ruangan ayyana dia melipat kedua tangan nya samuel membuka ponsel nya sudah pukul 3 waktu hampir memasuki waktu subuh samuel melangkah kan kaki nya menuju musola yang ada dirumah sakit dia bersujud disana samuel mengutarakan isi hati nya kepada sang pencipta,
"ya Allah maafkan hamba mu yang telah lalai kepada engkau sungguh hamba hanya manusia yang penuh dosa hamba mohon ya Allah sembuhkan ayyana, dan jauhkan dia jika memang dia bukan jodohku sebelum hati ini terasa semakin sakit dan dekat kan lah jika memang dia jodoh ku ya Allah engkau lah yang maha membolak balik kan hati manusia, amin" samuel mengusap wajah dengan kedua tangan nya, samuel kembali berjalan menuju ruangan ayyana setelah sampai dia melihat ayyana tengah terlelap samuel kembali teringat ucapan nya kepada ibu kantin saat melihat botol air mineral yang ada dilaci samping ayyana, "cepat bu istri saya haus" bibir samuel terangkat saat mengingat dia memanggil ayyana istri nya semoga saja Tuhan mengabulkan doa nya, samuel menguap dia memilih duduk diruang tunggu tanpa sadar dia pun terlelap.
Di pagi hari aezar bangun dari tidurnya dia berjalan masuk kekamar sangat mommy entah mengapa anak itu merasa mommy nya sedang tidak baik baik saja, aezar mencari keberadaan bi ijah dia menemukan bi ijah didapur sedang membuatkan nya susu,
"bi kapan mommy pulang? "
"masih lusa den, kenapa den aezar kangen sama mommy? " bi ijah menyelaraskan tubuh nya agar bisa menatap wajah sendu aezar,
"entahlah bi aezar terus kepikiran mommy"
__ADS_1
"ya udah nanti pulang sekolah kita telfon mommy"
"iya bi" aezar meminum habis susu nya, bi ijah kemudian mengajak aezar untuk segera mandi agar tidak telat pergi ke sekolah.
Disisi lain dani sudah datang dengan membawa beberapa perlengkapan pakaian dan makanan untuk ayyana, mommy aezar tidak selera memakan bubur yang diberikan dari rumah sakit dia meminta dani agar membelikan nya bubur kacang hijau saja, saat dani akan masuk kedalam ruangan ayyana dia melihat sosok yang tidak asing tengah tertidur kursi, " samuel " guman dani dahi nya berkerut mengapa samuel harus tidur diluar bukan kan tadi ayyana bilang kalau dia sedang sendiri, entahlah pikir dani dia kemudian masuk kedalam ruangan ayyana"ceklek, bu kenapa pak samuel tidur diluar? " tanya dani dia tidak tau jika ayyana sudah memutuskan hubungan dengan nya,
"samuel? " tanya balik ayyana,
"huuuuft" ayyana menghembuskan nafas nya dia kemudian menceritakan semua nya kepada dani,
"jadi seperti itu bu, kalau menurut saya ibu yang terlalu egois mengapa bu ayya tidak bisa melihat cinta pak samuel yang begitu dalam lihat mata nya bu pak samuel begitu tulus mencintai ibu"
__ADS_1
"justru itu dan, aku tidak mau samuel mendapatkan wanita seperti aku sekarang aku wanita yang lemah dan sakit sakitan aku tidak bisa merawat tubuh ku apa mungkin samuel masih mencintai ku sedangkan diluar sana wanita dengan suka rela ingin menjadi kekasih samuel ditambah lagi masa lalu samuel yang suka berganta ganti wanita dan aku takut jika suatu saat samuel akan meninggalkan ku dan sebelum itu terjadi lebih baik aku yang menyudahi semua ini sebelum rasa ku pada nya semakin dalam"
"semua sakit pada ada obatnya bu ayya, dan hubungan kalian juga masih awal jadi belum bisa mengenal satu sama lain dengan baik tapi saran aku jangan lepaskan pak samuel dia pria yang baik"
percakapan mereka terpaksa berhenti karena suster sudah berada di ruangan ayyana,
"pagi bu, sudah sarapan bu sepuluh menit lagi jadwal pengobatan ibu"
"oh iya Sus makasih"
suster kemudian duduk setelah mengecek kondisi ayyana dia menunggu ayyana tengah memakan sarapan nya, ayyana segera menghabiskan bubur yang dibawakan oleh dani setelah selesai suster pun membawa keluar ayyana menggunakan kursi roda,
__ADS_1
"semangat bu " kata dani ayyana mengangguk sambil berlalu keluar dari ruangan nya, dani kemudian keluar dari ruangan ayyana dia menghampiri samuel yang belum juga bangun.