
Bara dan Devan benar-benar kaget saat melihat tubuh seseorang di bawa keluar dari ruangan IGD. Kedua nya kembali di tepa haru hara kepanikan saat tau siapa yang tadi di bawa.
"Kami akan melakukan tindakan operasi, kami mohon persetujuan pihak keluarga."
"Saya ayah nya, lakukan yang terbaik untuk putra saya." Dokter itu mengangguk lalu tersenyum tipis.
"Apa nya yang di operasi dok?" Tanya Devan yang terlihat cemas.
"Kami akan melakukan operasi tulang tengkorak yang retak." Dokter tersebut langsung pergi menuju ruangan operasi. Kalian tau bagaimana reaksi kedua laki-laki itu? Kedua nya benar-benar melemah saat mendengarkan ucapan dokter. Bagaimana bisa anak sekecil Zey harus melakukan operasi tulang tengkorak, operasi yang sangat berbahaya karena bisa saja operasi yang di lakukan gagal dan menyebabkan hal yang tidak diinginkan contoh nya kematian.
__ADS_1
"Zey, maafkan Daddy Nak. Maafkan Daddy yang tidak becus ini, maaf..." Lirih Bara. Dada nya sesak bukan main, rasa bersalah dalam diri nya kian membesar. Keduanya diam dengan air mata yang terus berlinang.
Zey sekarang sedang di operasi, setujuh tidak setujuh hanya itu satu-satunya cara untuk menyelamatkan Zey. Sora? Wanita itu masih belum sadarkan diri. Sora juga telah dipindahkan ke ruang rawat. Kondisi Sora tidak begitu parah, wanita itu hanya tergores dan syok berat. Lampu operasi masih berwarna merah, menandakan kalau operasi belum selesai.
"Zey, kamu bisa Nak. Kamu harus bertahan dan selamat..." Lirih Bara, tangan nya tak bisa diam sama hal nya dengan mulutnya yang terus merapal kan doa-doa.
"Van, tolong telfon Jhonny, dan kasih tau tentang Sora." Devan mengambil handphone Bara, lalu menelfon orang yang di suruh. Percobaan pertama tidak diangkat, percobaan kedua berdering.
"Akhirnya diangkat...Woi Lo kesini, ke RS Medika Citra, Sora sama Zey masuk rumah sakit."
__ADS_1
'Lo siapa kok suara Lo beda sama si Batu Bara? Lo maling hp dia terus bikin mau memanipulasi gue dengan berita Sora masuk RS. Gak percaya gue.' Tukas Jhonny dari seberang telfon. Devan mendengus sebal, rasa nya pengen mengupat laki-laki yang sedang di telfon nya ini jika saya bukan dalam kondisi seperti ini.
"Gue gak mau banyak bacot yah Asu, Sora sama Zey kecelakaan. Mereka di RS Medika Citra, mau Lo gak percaya gue gak peduli, yang penting gue udah kasih kabar sama Lo," Devan menarik nafasnya lalu
"Zey sedang di operasi, kalau Lo masih gak percaya boleh cek di Jalan permaisuri, di sana ada mobil Sora yang nabrak batu besar. Udah gitu aja_ouh yah gue bukan maling." KesalĀ Devan.
"Sora di rawat di kamar rose, dan Zey di operasi di ruang dekat IGD." Panggilan di akhiri oleh Devan. Laki-laki itu langsung mengembalikan ponselnya Bara. Devan mendudukkan tubuhnya di sebelah Bara. Raut wajah masih bete karena di tuduh maling hp nya Bara, dia pikir Devan tidak punya money buat sekedar beli hp doang apa sampai kudu jadi maling.
like komen vote favorit
__ADS_1