
Sudah dua hari berlalu tapi Zey belum juga bangun dari tidur panjang nya. Bocah itu terlihat begitu nyenyak dan sangat tenang, jauh berbeda dengan Sora yang sudah dua hari ini merasakan kecemasan yang amat sangat besar. Pikiran negatif terus menerjang Sora dia tak sanggup jika sang anak pergi untuk selama-lamanya. Zey berhasil melewati masa kritis nya, tapi tidak dapat diperkirakan kapan bocah Lima tahun untuk bangun.
"Zey, kamu gak bosan tidur terus sayang hm? Mommy kangen sama kamu, bangun dong." Sora mengelus punggung tangan sang anak. Dalam hati berharap Zey bisa mendengarkan ucapan nya dan bangun. Sora tersiksa dengan semua ini, dia tak sanggup melihat putra semata wayangnya terbaring dengan alat-alat penunjang hidup, tak dapat di pungkiri air mata Sora kembali melesat bebas membasahi pipi nya. Sebuah tangan besar memeluk Sora, mencoba menangkap wanita yang sedang terpuruk itu, sesekali mengusap surai berantakan Sora.
"Menangis sepuas mu yang penting kamu tenang, setelah itu jadi Sora yang kuat." Sora yang tak kuasa hanya menangis sejadi-jadinya didalam pelukan pria itu. Hancur—semesta Sora hancur.
"Your in my life." Bisik Bara dengan tangan yang terus mengelus rambut Sora sangat lembut penuh sayang.
Sora yang tadi menunduk sekarang mendongak kan kepalanya memperlihatkan mata sembab dan hidung nya yang memerah.
"Kenapa?" Bara mengeryit kan keningnya tak mengerti maksud pertanyaan Sora.
"Kenapa? Apa nya?"
"Kenapa kamu baik sama aku? Gak mungkin karena aku atasan kamu kan? Kenapa? Jelasin semua alasan kamu baik sama aku." Bara menghela nafasnya, lantas menangkup kedua pipi Sora.
"Alasan aku cuma satu, karena aku sayang—cinta sama kamu Sora. Apa salah jika aku jatuh hati sama kamu?" Diam, Sora terdiam mendengarkan penuturan dari Bara. Bagaimana mungkin Bara menaruk hati begitu cepat pada seseorang.
"Sorry, i'm bad, aku minta maaf,"
"Atas dasar apa?" Tanya Sora yang heran karena tiba-tiba Bara meminta maaf pada dirinya. Bara menarik nafasnya dalam-dalam, dia akan menjelaskan semuanya dan akan menerima semua akibatnya.
__ADS_1
"Aku minta maaf, aku Daddy nya Zey, aku pria brengsek lima tahun lalu yang merko_"
Plakk
Ucapan Bara terhenti kala tamparan itu diterima nya, dia tidak marah karena tamparan itu, justru merasa lega karena beban bertahun-tahun itu bisa terbebas.
"Aku minta maaf Sora, aku akan bertanggung jawab atas semuanya, aku bakalan nikahi kamu. Tapi please jangan benci atau ngejauh dari aku, aku mohon." Sora benar-benar kehilangan kata-kata nya, tersirat kekecewaan yang mendalam untuk Bara, dia pikir Bara pria baik-baik, tapi apa? Dia laki-laki brengsek yang memperawani nya lima tahun silam.
"Kata-kata maaf dan penyesalan kamu udah basi. Kamu ngebuat kenangan yang sangat menyakitkan, kamu gak tau apa yang sudah bertahun-tahun aku lalui karena ulah bejat kamu—" Sora menarik nafas dengan susah payah, kenangan buruk itu membuat dada nya sesak. Dia ingat betul bagaimana dia di maki, di bully dan hampir terusir dari rumah orang tua nya. Dia sangat membenci masa-masa itu, sangat menyakitkan untuk di kenang, tapi dia tak menyesal melahirkan anak sepintar Zey.
"Iya aku memang bejat Sora, tapi aku udah cari tau kebenaran kamu, tapi nihil, hingga akhirnya aku nemuin data kamu dari Devan beberapa bulan lalu, jangan benci aku." Bara mengengam tangan Sora. Binar matanya meredup, dia benar-benar takut jika Sora membenci nya dan akan menggagalkan nya.
"Maaf tapi udah terlanjur." Ucap Sora dengan tatapan kosong.
"Hm, akan ku coba." Sora berucap dingin tapi berhasil menarik kedua ujung bibir Bara.
"Thanks Sora."
BRAKKK
Sora dan Bara di buat kaget karena pintu tiba-tiba terbuka dengan keras oleh seseorang yang sangat dikenal Sora.
__ADS_1
"Jhonny, Lo gak punya adab yah!" Sarkas Sora dengan sorot mata yang menajam. Tapi sayang yang di tegur tidak menghiraukan.
"Lo—" Jhonny menunjuk Bara. Bara yang kaget juga menunjuk dirinya sendiri dengan mimik wajah bingung.
"Gue? Kenapa?" Tanya Bara bingung.
"Lo Baravesean Agatha Wiliam, Lo CEO Agatha company kan, ngaku Lo!" Tekan Jhonny dengan raut wajah menahan emosi.
"Ngapain Lo nyusup ke perusahaan kita? Lo mau menghancurkan perusahaan Sora hah?!" Bentak Jhonny dengan nafas naik turun. Sora yang mendengarkan bentakan dari Jhonny menatap tajam kearah Bara.
"En_enggak, gue gak punya niat jahat itu yah, Lo jangan nuduh-nuduh sembarang dong." Elak jujur Bara, toh memang bukan itu tujuannya.
"Gue emang CEO perusahaan Agatha, tapi gue gak punya niat bejat kayak yang Lo tuduh itu Jhonny Maherson!" Tegas Bara saat menyadari tatapan mematikan dari Sora.
"Terus niat Lo masuk ke perusahaan kalau bukan itu apaan hah?" Tanya Jhonny dengan sarkas. Tatapan Bara langsung tertuju pada Sora.
"Tujuan gue—Sora dan anak gue, Lo paham kan, gue yakin kalau Lo paham sama ucapan gue, kan kemarin udah gue ceritain, gak mungkin lupa kan?" Sinis Bara, mampu membuat Jhonny bungkam.
Hening, tak ada yang berbicara lagi. Jhonny sendiri memutuskan diam dengan ngepalan tangan yang siap mengharap wajah siapa saja yang mengusik nya.
"Dan Lo tenang aja, setelah ini gue bakalan keluar dari perusahaan. Dan sebagian saham perusahaan gue milik Sora dan Zey, jadi Lo gak usah takut kalau gue menghancurkan perusahaan Sora karena itu gak akan pernah kejadian." Bara menatap Sora lalu tersenyum tulus.
__ADS_1
"You are mine." Ujar Bara.