
Seluruh pengunjung yang ada di lorong rumah sakit melihat iba dua pria yang sedang mengendong dua manusia yang terluka, mereka terlihat hancur, semua nya tau jika hancur karena terlihat jelas cara kedua nya meraung-raung memanggil sang dokter yang tak kunjung terlihat, tak dapat dipungkiri adanya umpatan kasar yang keluar. Mereka mengendong kedua manusia yang setia memejamkan mata.
"BGST, GUE RATAIN LAMA-LAMA NIH RS, GAK BECUS BANGET ANJ_ING."Kesal Bara dengan kemarahan yang begebu-gebu. Bara bodoh amat dengan tatapan yang di layangkan para pengunjung rumah sakit, yang dia khawatir kan saat ini adalah keselamatan calon istri dan anak nya.
"DOKTER, WOI LO KERJA APA NUNGGU GAJI BUTA DOANG HAH!" Bentak Bara saat dokter dan tenaga medis datang. Mereka sudah berada di depan IGD. Para tenaga medis langsung membawa Sora dan Zey masuk kedalam ruangan itu. Bara yang amarah nya sudah hampir meledak mencekam jas putih dokter.
"Kalau terjadi sesuatu sama mereka maka gue jeblosin kalian semua ke penjara." Tekan Bara. Dokter laki-laki itu menurunkan perlahan tangan Bara dari jas nya lalu tersenyum tipis.
"Saya tangani dulu pasiennya, mohon maaf atas kelalaian kami." Dokter itu langsung masuk kedalam ruangan itu, menghiraukan Bara yang mengerang marah. Bara menjatuhkan tubuhnya di atas kursi tunggu. Nafas nya naik turun, jantungnya berpompa sangat cepat. Bara mengacak-acak rambut nya sangking frustasi.
"Bang, Lo harus tenang, gue yakin Sora sama anak Lo bakalan selamat." Tangan Devan terulur mengelus punggung Bara, menenangkan Bara. Pria itu menghela nafas lalu mengangguk merespon ucapan Devan.
__ADS_1
"Bang, apa setelah ini Lo bakal jujur kalau Lo Ayah dari Zey? Dan Lo akan tanggung jawab? Lo harus jujur bang, gue takut kalau Sora lebih dulu tau sebelum Lo kasih tau semua nya, gue takut Sora bakalan benci sama Lo." Ucap Devan berhati-hati takut membuat Bara tersinggung dan berakhir naik pitam alias emosi.
"Gue bakal jujur sama dia kalau gue laki-laki brengsek yang perawanin dia malam itu, gue bakal tanggung jawab yang penting dia gak kenapa-kenapa..." Lirih Bara. Pria itu menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan menumpahkan kekhawatiran nya. Tak berselang lama terdengar suara isakan. Devan iba melihat Bara menangis dan akhirnya mengelus punggung lebar Bara.
"Tapi gue takut Van, gue takut kalau Sora bakalan benci terus pergi jauh dari gue—gue gak sanggup Van kehilangan dia untuk kedua kalinya." Suara Bara benar-benar bergetar saat mengucapkan kata-kata tersebut. Dada nya juga terasa sesak bersama dengan turun nya air mata dari pelupuk.
"Gue tau bang, gue tau kalau Lo udah bener-bener cinta dan sayang sama dia, bahkan gue udah tau kalau Lo jatuh cinta sama Sora saat kalian melakukan hubungan terlarang yang terjadi atas dasar ketidak sengajaan." Devan menepuk-nepuk punggung tegap Bara menyalurkan semangat untuk pria itu. Bara yang tak sanggup berkata-kata lagi hanya mengangguk lemah merespon ucapan Devan barusan.
Sementara di dalam ruangan gawat darurat itu para tenaga medis sedang berkutat dengan gunting dan jarum mereka. Ruangan bernuansa putih berpadu hijau itu hanya dipenuhi dengan suara gunting dan helaan nafas para tenaga medis.
"Apa perlu di operasi dok?"
__ADS_1
"Iya, siapkan ruangan operasi, kita akan melakukan nya sekarang juga." Perintah sang dokter. Perawat perempuan itu langsung keluar dari ruangan itu.
Ceklek~
"Bagaimana kondisi mereka?" Tanya Bara saat melihat perawat itu keluar dari ruang IGD.
"Maaf pak, saya buru-buru, nanti dokter yang akan menjelaskan nya, permisi." Perawat itu pergi meninggalkan Bara dsn Devan dengan terburu-buru membuat kedua pemuda itu cemas setengah mati.
"Van apa terjadi sesuatu hal yang buruk sama mereka? Gue gak siap kalau harus di tinggalin mereka, gue belum nebus dosa sama mereka, gue belum jadi Daddy yang baik buat Zey." Air mata Bara kembali meluncur bebas, membasahi rahang tegas pria itu.
"Gak ada hal yang buruk sama mereka bang, positif thinking aja, mungkin perawat tadi ada urusan." Devan mengelus punggung Bara lagi.
__ADS_1
"Semoga aja Van, semoga aja yang Lo bilang itu benar..." Lirih Bara.
like komen vote favorit. Jika typo mohon di maklumi.