
Tok~Tok~Tok
"Masuk!" Seru Bara yang sedang sibuk memainkan handphone nya. Tak berselang lama akhirnya si pengetuk pintu pun masuk. Senyum bocah itu mengembang saat melihat pria yang sudah di rindu nya sedari kemarin malam. Sora meletakkan keranjang buah diatas laci. Lalu berdehem guna menyadari Bara yang masih tak memalingkan matanya dari handphone itu.
"Ekhm hm." Berhasil, Bara menoleh, sudut bibir nya tertarik membentuk lengkungan indah di sana.
"Om Jhonny turunkan Zey." Pitah Zey yang merengek ingin turun. Jhonny menghela nafas, lalu menurunkan Zey di atas kasur rawat Bara. Detik itu juga Zey langsung memeluk Bara, sangat erat. Dengan sebelah tangan nya, Bara membalas pelukan Zey.
Bocah Lima tahun itu menumbangkan emosinya saat itu juga, menangis sesenggukan didalam pelukan pria dewasa itu.
"Huaaa hiks, om Bara." Tangan Bara mengelus punggung kecil Zey, sesekali menepuknya pelan.
"Udah gak usah nangis gitu, masa anak cowok nangis, malu dong dilihat orang." Ujar Bara diakhiri kekehan. Zey tak menggubris perkataan Bara, dan lebih memilih mengeratkan pelukannya pada pria dewasa itu.
__ADS_1
"Cowok boleh kok nangis, kan anak cowok juga manusia, punya perasaan juga, jadi apa yang harus di malu in." Senyum Bara merekah, bocah ini benar-benar pintar dalam berucap, dia bijak dan berpikiran dewasa, lebih dewasa dari pada pemikiran Bara.
"Om bangga sama kamu Zey, Daddy beruntung punya kamu, walaupun belum memiliki kamu seutuhnya." Nyatanya kata-kata terakhir hanya terucap didalam hati Bara. Dia belum siap untuk mengungkapkan semua nya, terlalu berat untuk mengucapkan kata-kata itu, apalagi saat bayangan itu datang menghampiri nya, yang mana Sora dan Zey akan meninggalkan nya.
'Maaf, aku gak bisa memberitahu kamu semua nya Sora, terlalu berat untuk diucapkan, apalagi saat memikirkan resikonya, aku belum siap, maaf' Batin Bara menatap dalam mata hitam Sora. Tak di sadari oleh nya, kalau ada sepasang mata menatap nya dengan raut wajah tidak suka.
"Ck, mata nya mau keluar tuh, kek gak pernah lihat cewek cantik ajalah, ck, ntar gue colok tuh mata." Sarkas Jhonny dengan nada tidak santai nya sontak membuat Sora dan Bara menatap nya dengan tatapan heran.
"Maklumi pasien RSJ." Jhonny benar-benar bodoh amat dengan ucapan Sora baru saja.
"Serah Lo dah, bodoh amat gue." Ucap Jhonny misul-misul.
Seketika muka Sora langsung datar bak triplek mendengarkan ucapan Jhonny tadi, di bilang bodoh amat, tapi di tanggapi juga, dasar stres.
__ADS_1
Sora yang tadi menenteng keranjang buah sekarang meletakkan nya di atas laci. Bara dan Zey sedang melepaskan kerinduan nya, padahal baru kemarin-kemarin bertemu.
"Aku bawa buah, di makan yah!" Bara mengangguk sambil menyunggingkan senyum nya.
"Thanks yah udah repot-repot."
"Lo emang ngerepotin, SD alias sadar diri juga Lo." Cercah Jhonny saat ucapan Bara berakhir. Jhonny benar-benar menyebalkan, apalagi saat dalam mode aktif alias cerewet seperti sekarang, pasti mulut nya akan mengeluarkan kata-kata sarkas yang membuat orang ingin memukul mulut lemes nya itu. Sora dan Bara akhirnya menghela nafas nya mencoba mengabaikan keberadaan Jhonny.
"Dasar om Jhonny cerewet." Ketus Zey dengan mata melotot.
like komen vote favorit.
jika mungkin author tidak up berarti lagi gak ada paket, malumi saya kere wkwkw
__ADS_1