Daddy Untuk Mommy

Daddy Untuk Mommy
episode 46


__ADS_3

Siang hari ini Bara yang baru saja terjaga dari tidur panjang nya langsung bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit menjenguk Zey. Tak butuh waktu lama, Bara yang sudah rapi dengan stelan kasual nya langsung pergi menuju rumah sakit tempat Zey di rawat. Hari ini Devan tidak membuntuti nya, laki-laki itu harus mengurusi proyek baru yang sedang di jalankan perusahaan nya Bara, Devan akan sibuk selama seminggu penuh untuk urusan proyek berupa pembangunan hotel baru.


Bara yang sudah tiba di depan ruangan rawat Zey menarik nafas dalam-dalam sebelum akhirnya mengetuk pintu beberapakali dan akhirnya memutuskan untuk masuk.


Ceklek~


Decitan pintu yang terbuka itu membuat bocah yang sedang terbaring di atas kasur rumah sakit itu menoleh.


"Om Bara!" Seru bocah itu antusias saat melihat pria tampan yang dikenalnya masuk kedalam ruang rawat nya. Bara hanya tersenyum manis ke arah bocah itu, lalu mendekat ke arah ranjang yang ditempati bocah itu.


"Om Bara kok baru datang sih, Zey bosen tau gak ada temen nya." Keluh bocah itu dengan bibir ditekuk cemberut.


"Maaf Zey, Om bangun nya kesiagaan jadi yah gini deh, maaf yah." Bara mengelus rambut Zey penuh sayang.


"Om, kok pipi nya biru gitu, Om di pukul orang yah?" Tanya Zey yang baru menyadari area pipi dan sudut bibir Bara memar.


"Eh—iya hehehe." Cengir Bara baru ingat kalau muka nya memar akibat pukulan ayah nya kemarin malam.

__ADS_1


"Siapa yang mukul Om Bara sampai kayak gitu, bilang sama Zey biar Zey balas balik orang itu." Bara terkekeh mendengarkan ucapan Zey yang terlihat marah.


"Bapak-bapak gila Zey, emang kamu berani ngelawan bapak-bapak gila?" Tanya Bara dengan sebelah alis dinaikkan sebelah. Mata Zey melotot mendengarkan kata gila, terlihat sangat mengemaskan di mata Bara.


"Mommy mu mana Zey? Kok gak ada." Bara baru sadar kalau Sora tidak ada di ruangan itu.


"Mommy lagi kekantin beli minum."


"Ouh...Zey Om ada satu pertanyaan jadi kamu jawab jujur yah nak." Ucap Bara.


"Om mau nanya apa?" Tanya Zey sedikit bingung kenapa Bara meminta izin untuk bertanya, biasanya juga langsung nanya gak pakek izin.


"Hmm...Kalau Daddy baik aku mau nerima dia dan restuin pernikahan nya dengan mommy, tapi kalau semisalnya Daddy jahat dan berniat menoreh luka pada mommy lebih baik gak usah kembali, karena Zey lebih mencintai mommy dan lebih milih mommy dari pada Daddy!" Jawab Zey yang terdengar sarkas di pendengaran Bara.


"Hm kalau misalnya Daddy kamu itu Om, kamu mau menerima Om?" Tanya Bara lagi.


"Sejauh ini Zey melihat Om baik, dan sudah menganggap Om bagian dari cerita hidup Zey. Tapi Zey juga tidak akan menerima Om jika Om hanya mau menyakiti hati mommy karena mommy is number one for me." Bara kembali terdiam mendengarkan penuturan sang anak yang sungguh-sungguh, Zey akan melindungi mommy nya dan akan menjauhkan orang-orang yang berniat buruk terhadap mommy nya—bahkan Daddy nya sendiri.

__ADS_1


Decitan pintu mengalihkan pembicaraan kedua manusia itu, mereka dengan kompak menoleh kearah pintu yang terbuka lebar memperlihatkan seorang wanita dengan kantong kresek hitam berisi belanjaan nya di tangan.


"Bara, kapan kamu datang?" Tanya wanita itu melangkah menghampiri Bara dan Zey.


"Tadi, beberapa menit lalu Ra." Sora ber'oh ria mendengarnya, lalu meletakkan kantong kresek itu diatas laci.


"Mom, Zey kapan boleh pulang? Zey mau sekolah kangen sama temen-temen, kangen sama si Al juga." Sora mengelus pipi tembem sang putra, lalu menatap manik sedu itu.


"Kata Om dokter kamu boleh pulang kalau kondisi kamu udah baikan, jadi sabar yah sayang, Zey pasti kuat kok kan putra mami Sora." Sora mengecup pipi kanan Zey.


"Jangan mesra-mesraan didepan aku yang jomblo takut nya khilaf." Sora tersentak kala tangan besar itu merangkul pundak nya, siapa lagi pelakunya kalau bukan Tuan Baravesion yang terhormat.


"Kapan nih kamu siap? Kita langsung nikah aja." Bisik Bara berhasil membuat Sora merinding.


"Akhm Bara jaga sikap kamu!" Tegas Sora dengan suara yang sedikit gugup. Bara mati-matian menahan senyuman nya kala mengetahui kalau wanita nya itu malu dan gugup dalam satu waktu dan itu karena ulah nya baru saja.


'Manis banget nih mommy nya Zey kalau lagi salting.' Batin Bara.

__ADS_1


like komen vote favorit


see you next episode


__ADS_2