
Para tenaga medis begitu kewalahan di dalam ruang operasi, keadaan Zey benar-benar parah. Bara, Devan dan Jhonny sangat panik saat suster keluar masuk ruang operasi dengan membawa kantong darah. Dalam hati mereka sudah merapalkan berbagai macam doa.
Lima jam lamanya mereka menunggu lampu ruang operasi berubah warna menjadi hijau. Tak lama setelahnya pintu ruangan itu terbuka memperlihatkan dokter dan tim nya.
"Gimana keadaan anak saya dok?" Tanya Bara benar-benar khawatir.
"Anak bap_"
"Anak? Maksud Lo apaan hah!" Suara sarkas itu keluar begitu saja dari mulut Jhonny, laki-laki itu kesal saat Bara menyebut Zey sebagai anak nya, tapi kenyataannya memang benar.
"Dokter saya nanya anak saya gima_" sial, Jhonny benar-benar menyebalkan, berani memotong ucapan nya dan lagi menarik kerah baju Bara.
BRUKKK~
"Sialan, Lo gak usah motong ucapan gue bgst!" Bara berdecak sebal, Jhonny baru saja menjadi samsak gratis untuk nya melampiaskan kekhawatiran.
Jhonny yang di tinju menyekat ujung bibir yang berdarah. Tak dapat di pungkiri kebencian dalam diri Jhonny semakin besar untuk Bara.
"Untuk operasi nya berjalan lancar, tapi pasien sedang keritis, kami akan terus mengontrol keadaan pasien, kalau begitu saya permisi dulu." Dokter tersebut langsung pergi dari sana, meninggalkan ketiga pria dewasa di sana. Hawa di sana benar-benar suram, bukan karena hantu melainkan tatapan tajam dan permusuhan yang di layangkan Jhonny pada pria yang memukul nya tadi.
"Maksud ucapan Lo tadi apa hah?!" Tanya dingin Jhonny. Orang yang di tanya melirik dengan ujung mata.
__ADS_1
"Bro, Lo tenang dulu, nanti bang Bara pasti ngejelasin semua nya." Devan menepuk pelan pundak Jhonny, mencoba membuat laki-laki itu paham dengan keadaan.
"Lo gak usah ikut campur, urusan gue sama nih orang, bukan sama Lo!"
'Tahan Devan, gak boleh es moci' Devan mengelus dada nya sabar, kalau emosi berabe, takut nya dia melampiaskan nya dengan cara menendang burung Phoenix laki-laki keras kepala seperti Jhonny.
"Lo ngerti keadaan kan? Jadi gue harap Lo diam dan tenang kalau mau tau penjelasan nya!" Devan berucap dengan menekan setiap inci kata-kata, tangannya yang tadi menepuk pundak Jhonny berakhir meremat nya dengan keras.
"Akh_sakit monyet, Lo!" Jhonny menepis tangan Devan kasar. Devan yang di perlakukan seperti itu hanya tersenyum manis dengan bola mata yang tenang.
"Maka nya Lo diam, kalau gak mau Burung Lo jadi tumbal si Devan." Ketus Bara melirik Jhonny. Jhonny yang status nya bocah suka nge-bug hanya diam mencerna ucapan Bara.
"Burung? Gue gak bawa burung tuh." Ucap Jhonny dengan sangat-sangat polos nya.
"Burung itu loh say, masa Lo gak tau, dasar polos!" Devan merangkul pundak Jhonny tak lupa melirik kebawah untuk membuat laki-laki yang di rangkul nya paham akan ucapan ambigu yang di katakan nya.
Jhonny yang sudah konek dengan refleks menjauh dari Devan.
"Dasar Sikopet, si monyet ngepet."
"Lah ngapai ngepet sama monyet burik kayak Lo, mending gue ngepet bareng Utaran."
__ADS_1
"Jangan Tapasya. Setelah menghabiskan malam dengan Van lalu bersama Vir hah ah~" Devan tertawa terbahak-bahak saat mendengarkan ucapan Jhonny. Devan melangkah mendekat kearah Jhonny yang terlihat menjauh dengan tatapan ngeri. Tapi ini Devan, bocah bar-bar yang sifatnya seperti pinang kebelakang dua dengan Bara. Dia merangkul pundak Jhonny.
"Lepasin gue goblok."
"Kapan-kapan nobar drama Hindi lah kita. Hm kira-kira yang mana yah? Utaran? Anupama? Atau Kris? Menurut Lo yang mana yang bagus?" Devan melihat Jhonny yang di dirangkul nya.
"Gak sudi gue nonton sama sikopat kayak elo." Jhonny menyingkirkan tangan Devan yang merangkulnya untuk yang kedua kali nya.
*
*
Maap atas ketidak jelasan episode ini huhuhuಥ‿ಥ
Lebaran pasti pada mudik yah? Gak kayak Saiya yang stay di rumah hibernasi, lagi gak enak badan sayÓ╭╮Ò
Padahal mah pengen ngumpul bareng sohib mines akhlak. Maap jadi curhat(-_-;)・・・
Yang lebaran cuma rebahan+di rumah aja angkat kakiಡ ͜ ʖ ಡ
See you••• ouh yah lupa belum ngucapin Minal aidzin walfaizin mohon maaf atas ketidak jelasan author ini yah manteman semua, harap di maklumi 😗
__ADS_1
gak kerasa udah 40 bab aja yah, sabar belum mulai ini, jadi sabar yah jangan kabur🙂