
"hey.. .. pak bangun udah pagi " dani mendorong tubuh samuel dengan jari telunjuknya merasa tubuh nya bergoyang samuel membuka mata nya,
"astaga dani" samuel terkejut melihat dani berada tepat didepan nya,
"hehehe maaf pak" dani kemudian duduk disamping samuel.
"apa ayyana masih didalam? " tanya samuel sambil mengucek kedua matanya,
"bu ayyana sudah turun pak kata suster sekarang akan ada jadwal awal torakosintesis atau penyedot cairan yang ada diparu paru bu ayya"
"semoga Allah segera mengangkat penyakitnya"
"amin" .
__ADS_1
Ayyana sudah masuk diruang operasi disana sudah ada dokter romi beserta dua suster yang akan membantunya, ayyana beralih duduk di kursi yang sudah ada disana dia mememjamkan mata nya sambil berdoa" ya Allah lindungi hamba mu" ayyana juga membaca beberapa surat pendek agar hatinya lebih tenang, dokter memulai mengusapkan anestesi atau alkohol setelah itu dokter mulai memasukan jarum diantara rongga pleura ayyana mencoba menahat sakit dengan memejamkan mata nya, jarum sudah berhasil cairan yang ada didalam paru paru ayyana mulai dikeluarkan proses tersebut memakan waktu 10sampai 15 menit.
Dani yang masih duduk disamping samuel menatap iba wajah pria yang ada disampingnya tersebut dani melihat jelas raut wajah samuel yang mencemaskan ayyana tapi mengapa ayyana tidak bisa melihat itu? pikir dani dalam hati nya,
"pak saya mau menceritakan soal masa lalu bu ayyana bapak mau dengar"
"masa lalu apa maksud kamu dan? " samuel masih bingung mengapa dani membawa bawa masa lalu ayyana,
"baik silahkan bercerita"
#Flash back on#
Wanita cantik tengah mengunakan kebaya berwarna putih dia sudah membuatnya sendiri khusus untuk nya, wanita itu tengah duduk didepan meja rias yang ada dikamar nya dia menatap pantulan wajah cantik nya didepan kaca senyuman manis terpancar di wajah cantik nya, ya dia adalah ayyana bastian pagi ini dia akan melaksanan akad bersama sang pujaan hati sudah cukup lama ayyana menunggu sidalam kamar nya tapi mengapa belum ada yang menjemputnya ayyana mencoba mengintip dibalik pintu kamar nya diluar terlihat ramai para tamu dan penghulu sudah akan meninggalkan kediaman ayyana, sang calon pengantin pun turun melihat apa yang terjadi dibawah sana mengapa para tamu begitu ramai ayyana menghampiri bundanya,
__ADS_1
"ada apa bun dimana alex? " tanya ayyana yang binggung mengapa acara nya belum juga dimulai,
"nak tadi ada polisi yang menelfon ayah dia bilang kalau alex kecelakaan"
"apa" tubuh ayyana mendadak lemas bunda ayyana mencoba menahan tubuh ayyana agar tidak terjatuh, mereka kemudian menuju rumah sakit ayyana menangis histeris melihat tubuh sang calon suami berlumur darah.
"lex.. " lirih ayyana, pandangan ayyana kemudian beralih kepada bayi yang ada disamping calon suami nya "bayi siapa ini lex? "
"aa ayya maafkan aa ku" ucap alex terbata bata" dia bayi ku" jeder bagai tersambar petir di siang bolong ayyana mendengar kabar itu dari mulut alex,
"apa maksud kamu lex? " ayyana mengoyang goyang kan tubuh alex yang berlumur darah kebaya ayyana pun tidak berwarna putih lagi noda darah alex menempel di kebaya putih ayyana,
"aku sudah menikah ayya dia anak ku dan tolong kamu jaga dia a ku su da h ti da k Sa ngup lagi" mata alex pun tertutup dia meninggalkan ayyna berserta bayinya ayyana menjerit" aaalex.... jangan tinggalkan aku... " ayyana menangis sambil memeluk tubuh calon suaminya yang sudah tak bernyawa suster menutup kain putih kewajah alex bunda gina membawa ayyana keluar sambil memeluk putri nya, "sabar sayang" bunda gina berkata lembut, disisi lain seorang bayi tengah menangis diruang perawatan sang ibu meninggal di tempat saat kejadian kecelakaan bayi kecil itu mungkin mencari sosok sang ibu dia terus menangis suster mencoba menggedong bayi tersebut dia membawa keluar bayi tersebut saat berjalan akan masuk keruangan alex ayyana melihat suster yang membawa bayi yang tengah menangis dia bangkit dari duduknya, "bunda mungkinkan dia bayi alex? " tanyanya sambil terisak, sang bunda tidak kuas menjawab pertanyaan putri nya, suster kemudian menyerahkan bayi tersebut kepada ayyana saat wanita itu memintanya, dia menggedong tubuh munggil sang bayi ayyana menangis sambi memeluk erat tubuh bayi itu seolah bayi itu adalah alex" kenapa lex.. kenapa kamu setega itu meninggalkan aku disaat ini" ayyana mencoba tegar dia mengusap air mata nya dengan satu tangan nya dia mencoba memenangkan bayi alex dengan menepuk nepuk bahu nya sang bunda hanya bisa melihat dia tidak mampu harus berbuat apa kepada ayyana. Seminggu setelah kepergian alex kondisi ayyana kian membaik berkat kehadiran bayi kecil itu ayyana memberi nama aezar bastian kepada putra alex tersebut, aezar yang berada digendongan ayyana terlihat begitu tenang seolah olah berada dalam dekapan ibu kandungnya.
__ADS_1