
Tak lama setelah Jhonny pulang Sora dan Zey juga berpamitan. Jam sekarang sudah menunjukkan pukul enam sore. Ibu dan anak itu belum sampai kerumah, mereka sedang dalam perjalanan. Hening yang terasa, kedua nya sama diam. Sora fokus menyetir sedangkan Zey ketiduran karena kelelahan. Sesekali Sora melirik sang anak yang tertidur dengan posisi menyender pada kaca mobil. Terlihat jelas kalau bocah itu tak nyaman, dan dapat di pastikan nanti pas kebangun Zey akan mengeluh sakit leher. Sora yang tak tega melihat putra nya tidur tak nyaman pun menepikan mobilnya, untung saja keadaan jalan tak begitu ramai, jadi Sora tak khawatir akan menghambat pengendara lain. Wanita itu meraih bantal yang berada di kursi belakang, lalu memakaikan nya pada Zey.
"Capek banget yah hari ini, sampai keringetan gini." Sora menyekat keringat pada pelipis Zey, tak lupa merapikan anak rambut bocah itu. Setelah selesai dengan urusan Zey Sora berniat melanjutkan perjalanan pulang nya, jika saja ketukan kaca tak menghentikan pergerakan nya.
Tok...Tok...Tok...
Degh
Tubuh Sora menegang, jantung nya berpacu cepat, keringat dingin mulai bercucuran. Apa-apaan ini, dua pria dengan pakaian serba hitam itu membawa pisau di tangannya. Apa jangan-jangan mereka ingin merampok Sora?
"Cepat keluar, atau gue pecahin nih kaca mobil." Bentak salah satu dari dua pria misterius itu. Sora menggelengkan kepalanya, dengan cekatan menarik pedal gas nya. Mobil Sora melaju dengan kecepatan tinggi. Dua pria itu berdecak kesal. Berani nya Sora melarikan diri.
__ADS_1
"Cih, baru gitu aja udah kabur." Kesal laki-laki dengan banyak tindik di telinga nya.
"Ayok kita kejar tuh cewek, jangan sampai lolos kalau Lo masih mau hidup." Ajak pria dengan kepala botak itu di iyakan oleh teman nya. Kedua pria misterius itu menaiki motor nya. Mereka langsung mengejar Sora. Mobil Sora berada tepat di depan pria misterius itu.
Jantung Sora benar-benar hampir copot, di dalam hati wanita itu terus merapalkan doa, berharap seseorang menolong nya dari kejaran dua laki-laki misterius itu. Sora tak ingin mati, dia belum menikah dan belum pernah merasakan yang namanya jatuh cinta. Sora ingin membangun rumah tangga dengan orang yang di cintai nya, memiliki keluarga kecil yang harmonis, hanya itu impian Sora yang belum terhujud. Miris banget gak sih hidupnya Sora, punya anak di luar nikah yang bahkan dirinya sendiri tidak kenal dengan ayah dari sang anak, Sora tak menyalahkan kehadiran Zey. Sora dan Zey hanya korban, Sora yang rugi dan harus menanggung malu atas kejadian beberapa tahun silam itu sedang kan Zey adalah bocah tak berdosa yang terlahir akibat hubungan terlarang itu.
Dengan nafas memburu Sora meraih ponselnya, menekan kontak dengan asal, berharap orang yang di telfonnya bisa menolong nya. Handphone itu berdering beberapa kali, tak ada yang mengangkat. Sora kacau, benar-benar sangat kacau. Dengan terburu-buru Sora kembali menekan asal kontak di handphone nya.
"Angkat please." Sora benar-benar panik karena orang yang di telfon nya tak kunjung mengangkat panggilan dari nya.
"To_tolong aku Bara, aku di kejar sama orang gak di kenal, me_mereka bawa pisau." Orang di seberang sana kaget saat mendengarkan penuturan Sora.
__ADS_1
'kamu sekarang ada di mana Ra?' tanya Bara panik.
"Ak_aku di jalan Permaisuri dekat hutan, to_tolong aku, aku takut hiks, aku takut mereka berhasil nyelip mobil aku." Sora tak mampu lagi menahan kepanikan nya hingga akhirnya menumpang kan semuanya dengan menangis.
'kamu tenang ya, aku akan kesana, kamu terus aja bawa mobil nya, jangan berhenti, aku akan segera datang bawa bantuan.' Ujar Bara berusaha membuat Sora tenang. Sora mengangguk walaupun Bara tak bisa melihat nya. Pikiran nya kalut saat melirik spion mobil. Sora meletakkan ponsel nya kembali kedalam tas.
"Cepat datang Bara." Lirih Sora.
Zey yang tadi tidur sekarang terusik karena laju mobil yang ugal-ugalan.
Bocah itu mengucek-ngucek matanya, lalu menoleh kearah mommy nya yang terlihat panik dengan sisa air mata di pipi nya.
__ADS_1
"Mommy kenapa nangis?" Tanya khawatir Zey. Sora menoleh saat suara serak Zey terdengar. Sora menggelengkan kepalanya lalu tersenyum untuk menenangkan bocah itu.
"Kamu bobok aja lagi yah sayang, nanti kalau kita udah sampai mommy bangunin, semoga aja cepat sampai yah sayang." Ujar Sora mencoba membuat Zey kembali tertidur, walau sebenarnya dia tak yakin kalau dirinya dan Zey berhasil kembali kerumah dengan sehat tanpa luka sedikitpun. Sora takut kalau anak nya akan takut dan memicu kambuhnya panik attack anak anak itu. Yah Zey pernah mengalami panik attack akibat di bully di sekolah lama nya, tepatnya pada usia bocah itu 3 tahun 11 bulan di TK lama nya sebelum pindah ke TK yang sekarang. Dan sudah dua tahun serangan panik itu tidak kambuh, dan Sora takut kalau kejadian ini akan membuat serangan panik Zey kembali, dia takut anak nya itu kembali murung dan berakhir sakit-sakitan seperti kejadian dua tahun lalu. Sora tak mau hal itu terulang kembali, memori yang pahit untuk di ingat.