Dangerous Fiancee

Dangerous Fiancee
44


__ADS_3

Angkasa menyetir dalam perjalanan ke tempat berkumpulnya Dambi dan teman-teman gadis itu. Ia menambah kecepatan saat membawa mobil sehingga Gery yang mengikutinya dengan motor dari belakang merasa takjub. Tampaknya Angkasa memang sangat tidak sabar sekali untuk sampai ke lokasi Dambi.


Ketika mereka sampai, dengan secepat kilat Angkasa melompat dari mobilnya dan berlari masuk ke dalam tempat karaoke. Membuka satu persatu pintu ruangan yang ia lewati sehingga orang-orang yang berada dalam ruangan tersebut tampak terkejut. Tapi Angkasa tidak peduli. Bagaimana pun caranya ia harus menemukan Dambi.


Astaga, tempat apa ini? Dia pikir tempat karaoke biasa, ternyata tidak seperti dugaannya. Banyak wanita nakal yang sedang menyenangkan pria-pria hidung belang itu ketika ia mendobrak pintu setiap ruangan yang dia lewati. Angkasa makin tidak sabar untuk menemukan Dambi.


Setelah mengabsen satu persatu ruangan yang dia lewati, akhirnya ia menemukan Dambi di salah satu ruangan. Ada sekitar tujuh orang di sana. Satu pasangan tengah bercumbu dengan panasnya, tapi langsung terhenti karena kedatangan Angkasa. Semua orang menatap ke arah Angkasa. Pandangan para pria tentu saja berbeda dengan para wanita.


Perempuan-perempuan itu menatapnya dengan penuh minat, sedang pria-pria bejat itu jelas sekali tidak suka melihat keberadaannya. Hanya Dambi yang menatapnya dengan kaget dan tampak takut. Seperti sedang tertangkap basah. Kali ini tatapan Angkasa hanya fokus ke sang tunangan. Ia terlihat marah. Bisa-bisanya gadis itu bersenang-senang di saat pria itu mencari-carinya dengan rasa frustasi begini.


"Dambi, kau kenal lelaki tampan itu?" tanya salah satu wanita yang memiliki tindikan di hidung. Namanya Nurul. Ia bertanya karena sejak tadi tatapan pria itu hanya fokus ke Dambi.


Dambi tidak menjawab. Mulutnya kelu sampai-sampai tidak tahu mau ngomong apa. Harusnya tadi ia memberitahu Angkasa kalau dirinya bertemu teman lama dan mereka mengajaknya ke tempat ini.


Dambi menelan ludah ketika Angkasa mulai melangkah ke arahnya.

__ADS_1


"Hai tampan,"


"Sapa Dita yang berdiri di sebelah Nurul. Cewek yang berciuman panas tadi.Nadanya amat menggoda, bahkan tangannya berani menyentuh punggung tangan Angkasa dan mengelusnya pelan dengan gerakan menggoda tentunya.


Angkasa menatap jijik dan langsung menghempas tangan perempuan itu dengan kasar.


"****** sepertimu jangan coba-coba menyentuhku." ucap Angkasa dengan suara rendah, serius dan merendahkan. Namun Angkasa tidak peduli sama sekali dengan sikap kasarnya. Seharian ini tenaganya sudah betul-betul terkuras habis, dirinya merasa sangat kelelahan secara fisik dan mental akibat serangan-serangan yang ia terima. Dita sampai malu dikatai seperti itu. Wajahnya merah padam.


"Ayo pulang." gumam Angkasa datar ketika berhasil meraih tangan Dambi.


"Kau siapa brengsek, berani-beraninya menghina teman kami." sih laki-laki dengan tiga tindikan di telinga menatap Angkasa garang.


"Tidak penting kau tahu siapa aku." kata Angkasa dingin lalu menarik Dambi pergi. Tapi laki-laki tadi tidak tinggal diam, malah menghadangnya, bahkan meninju wajahnya sehingga tangannya terlepas dari Dambi dan tubuhnya terhuyung kedepan. Untung pertahanannya kuat sehingga dia tidak sampai terjatuh.


"Argh!" Dambi berteriak dengan suara melengking. Ia berlari cepat ke Angkasa. Wajahnya tampak khawatir.

__ADS_1


Angkasa yang tadinya tidak berniat melakukan kekerasan, akhirnya tidak bisa lagi meredam emosinya. Pria itu bangkit. Rahangnya mengeras, ia menggertakan gigi. Lalu tanpa aba-aba pria itu membalas pukulan laki-laki brengsek tadi hingga lelaki itu terhuyung beberapa meter ke belakang. Keadaan berubah riuh karena laki-laki lain yang berada dalam ruangan tersebut ikut menyerangnya.


Tapi bukan Angkasa kalau dirinya tidak bisa melawan balik. Pria itu pernah memenangkan kompetisi tinju nasional sewaktu kuliah dulu. Jangan tiga orang, sepuluh orang pria berbadan kekar pun bisa ia kalahkan dalam durasi yang sangat cepat. Jangan main-main dengan Angkasa. Lihat saja sekarang, dengan kekuatannya, pria itu berhasil menghajar mereka semua.


"Angkasa stop! Aku mohon." teriak Dambi berlari ke Angkasa. Ia melihat Angkasa sudah kalap dan cowok-cowok itu tampaknya tidak ada tenaga lagi untuk melawan. Tapi Angkasa terlihat belum puas dan mau menghajar mereka lagi. Jadi dengan usaha keras dia mencoba menghentikan pria itu. Teman-teman ceweknya semuanya terlihat ketakutan. Pria yang bersama Dambi itu amat menakutkan di mata mereka sekarang.


Angkasa masih ingin menghajar para pria yang tak berdaya itu lagi, namun Dambi memeluk lengannya sekuat mungkin. Tidak membiarkan hal itu terjadi. Angkasa akhirnya tidak jadi melanjutkan yang dia mau. Memang gampang saja dirinya menyingkirkan gadis itu dari sisinya sekarang, tapi ia masih sadar. Dambi adalah gadis yang dia cintai. Semarah apapun dirinya pada gadis itu, dia tak akan pernah pakai kekerasan. Sesaat kemudian suasana berubah hening dan mencekam. Belum ada satu pun dari mereka yang bicara.


Ketika Gery memasuki ruangan tersebut, pria itu kaget bukan main melihat kekacauan yang terjadi di dalam. Para pria selain Angkasa telah terkapar tak berdaya di lantai. Wajah mereka lebam-lebam, bahkan ada yang sampai berdarah. Apa-apaan? Gery menatap Angkasa dan Dambi seolah tidak percaya.


"Kuperingatkan kalian semua," Angkasa menatap bergantian seluruh makhluk yang ada dalam ruangan tersebut. Suaranya sangat rendah dan terdengar menakutkan.


"Kalau sampai aku melihat kalian membawa tunanganku ke tempat seperti ini lagi, akan ku pastikan kalian semua tidak bisa hidup tenang. Ingat itu baik-baik." ancaman itu membuat mereka saling bertatapan takut.


"Ayo pergi." Angkasa mencengkeram kuat lengan Dambi dan menyeretnya keluar dari situ. Bahkan Gery tidak digubrisnya sama sekali. Mau tak mau pria itu memilih pulang. Yang penting Dambi sudah ditemukan. Mengenai kejadian malam ini, kenapa Dambi bisa bersama teman-teman lamanya itu, dan alasan Angkasa berakhir dengan menghajar mereka nanti dia tanyakan besok saja. Biarkan pasangan itu menyelesaikan masalah mereka dulu.

__ADS_1


__ADS_2