
.
.
Sementara itu dengan Gaara dan Sasuke.
Sasuke terlihat kalah. Ia menggeramkan giginya kepada musuhnya yang sudah mulai menjadi monster campuran(hampir menjadi Shukaku). Dan sejak itu meja pertarungan terbalik, semenjak Gaara telah berubah menjadi monster tersebut.
Hanya dengan Chidori Sasuke dapat bertarung dengan Gaara yang meresponnya dengan tangan monster pasir. Meskipun Sasuke dapat melukai si rambut merah, namun luka Gaara dengan cepat sembuh seperti sedia kala. Karena keras kepala, Sasuke tetap mencoba kembali dengan Chidori lainnya namun kali ini Sasuke menumukan titik jatuhnya, saat dia menabrak sebuah pohon dan jatuh, Segel kutukan yang berada dilehernya sudah mulai beraksi, membuat dirinya tidak bisa bergerak sama sekali.
"ayolah Sasuke Uchiha! Buat aku hidup!" Teriak Gaara sambil menuju Sasuke.
Dengan sakit yang luar biasa pada tubuhnya, Sasuke hanya bisa menggerakkan sedikit bagian tubuhnya. Menggerakan tubuhnya saja sudah susah, apalagi menghindari serangan Gaara yang mempunyai mata Haus darah tersebut. tiba-tiba Gaara menaikkan tangannya keatas dan melindungi kepalanya akibat serangan Kunai dan Shuriken dari sosok yang baru datang.
Shikamaru dan Sakura yang baru bergabung kedalam pertarungan hanya bisa terkejut saat melihat apa yang berada didepan mereka sekarang.
"Sa..Sakura apa itu?" Shikamaru bertanya kepada Sakura dari dahan pohon yang lain.
"lebih banyak tikus yang datang! Mungkin kalian bisa membantuku menunjukkan keberadaanku!" Ucap Gaara dengan senyum sinis Gilanya.
Mengambil sebuah Kunai dari Kantongnya, 'aku akan melindungimu Sasuke-kun'
"mati kau gadis tidak berguna!" Teriak Gaara dengan melepaskan tangan monster pasirnya dan menangkap Sakura dan membuat Sakura terlempar dan terpajang disebuah pohon dengan erat.
Berdiri di pohon lainnya, Gaara kemudian membuat tangan pasir yang baru lagi, karena yang sebelumnya sudah bersama dengan Sakura di Pohon.
Melihat Shikamaru dengan wajah gilanya, Gaara pun mengatakan
"kemarilah, dan buktikan kau bisa membuatku lebih hidup" Shikamaru hanya bisa membeku dipohon, karena dia tidak pernah berhadapan dengan seseorang seperti Gaara. Dengan cepat Gaara melompat menuju Shikamaru, namun Sasuke muncul secara tiba-tiba dengan Chidori ditangan kanannya dan
menyerang Gaara, membuat gaara terdorong kebelakang akibat serangan baru tersebut.
Chidori tadi merupakan Chidori terakhir yang bisa dibuat Sasuke karenadia sudah menggunakan jurus itu untuk ke 3 kalinya. Mengacuhkan perintah Kakashi yang menyuruhnya hanya boleh menggunakan jurus ini 2 kali. Dan Sasuke kemudian berlutut karena tidak bisa bergerak.
"Sasuke Uchiha, hanya itukah kemampuanmu? Kau memang bukan orang yang spesial" Gaara datang kehadapan Sasuke yang terkejut.
"sekarang kau mati Sampah!" Gaara berteriak dengan muka maniak dan melompat kearah tidak bergerak sasuke. Berniat untuk membunuh Sasuke.
"Shinra tensei" ucap seseorang yang tiba-tiba datang.
Tiba-tiba Gaara melayang jauh dan menabrak beberapa pohon sekaligus. Berdiri didepan Sasuke tidak lain adalah Naruto, utakata, haku dan hinata yang memakai topeng.
"si…siapa kalian?" Tanya Sasuke sambil berdiri menggunakan Pohon sebagai bantuan untuk berdirinya. Naruto mengacuhkan Sasuke dan hanya memandang Gaara.
"siapa kalian? Berani-beraninya kalian merusak pestaku" gertak gaara dan dengan killer Intent nya. Membuat Shikamaru ketakutan.
'siapa mereka berempat? Aku belum pernah melihatnya?' batin shikamaru.
Kemudian Gaara berubah kembali, dengan kakinya yang sudah terselimuti pasir monster dan membuatnya semakin mengerikan.
"siapa kalian semua?" Tanya (lagi) Sasuke karena tadi pertanyaannya belum di jawab.
dan tanpa melihat Sasuke. Naruto memukul Sasuke dengan tangan kosong berisi sedikit Chakra miliknya.
BRUKK
Sasukepun menabrak beberapa pohon dan membuat Sasuke pingsan.
"kau banyak bicara seperti biasa" gumam naruto.
Sasuke yang terbang melewati Shikamaru, membuat mereka terkejut dan menatap empat orang asingnya dengan tatapan takut.
"siapa kalian semua?" Tanya shikamaru.
Naruto bersama anggota timnya yang mendengar pertanyaan shikamaru hanya diam tidak menjawab.
"kau bertarung dengan perempuan heh? Tak ku sangka kau itu memalukan…Gaara" ucap naruto meremehkan.
"SIAPA KAU SEBENARNYA? " Tanya gaara sambil berteriak.
Naruto melirik kearah anggota timnya dan naruto menatap satu persatu anggota timnya, seakan tau arti tatapan tersebut ketiga anggota tim naruto tersebut melesat kearah gaara.
Utakata langsung membuat handseal dengan cepat di udara.
"Suiton: Hōmatsu no Jutsu"
Utakata Meniupkan puluhan gelembung kearah gaara, utakata memanipulasi gelembung tersebut untuk mengelilingi gaara dari segala arah.
Tanpa berpikir panjang, Gaara melepas genggaman pasir Sakura dan menatap Shikamaru
"ambil, dan bawa pergi gadis sampah itu" shikamaru langsung mengambil sakura yang sedang pingsan dan membawanya ke tempat sasuke.
"apa ini? Kau tidak akan dapat melukai dengan gelembung-gelembung murahan tersebut" ucap gaara meremehkan. Utakata yang mendengar itupun langsung menjetikan jari.
DHUARRR DHUAR DHUAR DHUAR DHUAR
Gelembung-gelembung tersebut seketika meledak satu persatu.
"ARGHHHHH" gaara pun terlempar ke belakang dan menubruk pohon besar di belakangnya.
Tangan pasir gaara hilang akibat menahan serangan utakata, gaara yang melihat itupun geram dan seketika gaara membuat tangan pasir kembali.
Gaarapun melesat kearah utakata dan bersiap menyerangnya, haku yang melihat itu langsung membuat handseal.
"Sensatsu Suishō " ucap Haku.
Haku mengumpulkan air dari udara dan lingkungan sekitarnya menjadi seribu jarum panjang. Dia kemudian mengarahkan kearah gaara dengan kecepatan tinggi.
ZRASHH ZRASHHH ZRASHHH
"ARGHHHHHHH" teriak gaara kesakitan saat serangan haku melukai tubuhnya, walaupun gaara menahan serangan haku tetapi beberapa serangan mengenai seluruh tubuhnya, darah segarpun keluar dari luka tersebut.
"ini yang aku ingin dari tadi, kau membuatku lebih hidup. GWAHAHAHAHA MARI KITA BERPESTA" teriak gaara dengan wajah gilanya sambil melesat kearah utakata dan haku.
"MATI KAU" teriak gaara sambil mengayunkan tangannya kearah haku dan utakata.
Hinata yang melihat itupun langsung membuat handseal.
"jutsu controlling flower: flower wall hard" ucap hinata.
Dan seketika munculah dinding yang sangat keras yang terbuat dari bunga, serangan gaarapun dapat tertahan oleh dinding tersebut.
Naruto muncul di depan gaara, gaara hanya membulatkan matanya saat melihat naruto di depannya.
Mata naruto perlahan berubah menjadi rinnegan di balik topeng yang naruto kenakan.
"shinra tensei" ucap naruto.
Dan seketika tubuh gaara terhempas ke belakang dan menubruk beberapa pohon.
BRUKKK
"arghhh" rintih gaara saat tubuhnya tertahan oleh pohon besar di belakangnya.
Shikamaru yang melihat itu tampak sangat terkejut saat gaara terhempas ke belakang,
'apa barusan? Kenapa gaara bisa terlempar kebelakang, bahkan kulihat barusan tidak ada kontak fisik antara gaara dengan orang bertopeng itu' batin shikamaru.
Naruto berjalan mendekati gaara yang sedang kesakitan.
"gaara, apa kau mau bergabung dengan timku? Kita akan menjadi sebuah keluarga, tidak akan ada yang namanya kesepian kalau kau ikut dengan tim kami…gaara, ku tahu kau sangat kesepian bahkan di desamu sendiri kau dianggap sebagai monster dan tidak ada yang ingin berteman denganmu" ucap naruto yang sedang dihadapan gaara, gaara menggertakan giginya menahan amarah saat mendengar ucapan naruto.
"keluarga? Jangan omon kosong." Ucap Gaara sambil mengeratkan kepalan tangannya.
Gaara maraung dan melepaskan puluhan Shuriken pasir kearah Naruto. Naruto yang melihat itupun hanya mengadahkan tangannya ke depan.
"shinra tensei" ucap naruto, dan seketika shuriken pasir tersebut tertahan oleh sesuatu yang tidak terlihat.
"Kau tidak mengerti tentangku, jadi KAU JANGAN BICARA SEOLAH KAU TAU APA YANG KURASAKAN SELAMA INI " teriak gaara, nafas gaara tersenggal-senggal akibat berteriak barusan.
Naruto hanya diam tak menjawab perkataan gaara, ia langsung menatap anggota timnya yang berada dibelakang, seketika ketiga anggota tim narutopun mengangguk dan dengan segera melesat kearah gaara.
"Kibakuhō" ucap utakata. Utakatapun seketika Membuat gelembung-gelembung yang dapat meledak.
DHUARR DHUARR DHUARR
Gelembung utakatapun meledak di hadapan gaara, gaara yang mendapat serangan mendadak tidak bisa menahannya, gaara terlempar ke belakang. Haku yang melihat itu seketika membuat handseal.
"Sensatsu Suishō" ucap haku. Haku mengumpulkan air dari udara dan lingkungan sekitarnya menjadi seribu jarum panjang. Dia kemudian mengarahkan kearah gaara dengan kecepatan tinggi.
CRASH CRASH CRASHH
"ARGHHHHHH" teriak gaara saat tubuhnya terkena jarum jarum panjang, darahpun keluar dari luka tesebut. Hinata yang melihat gaara sedang kesakitan langsung membuat handseal.
"jutsu controlling flower : dozens of flower shuriken" ucap hinata.
Hinata membuat puluhan shuriken yang dapat meledak dari bunga, hinata langsung mengarahkannya kearah gaara. Gaara terlihat kaget melihat puluhan shuriken yang mencoba menyerangnya, gaara mencoba menahan serangan hinata menggunakan tangan pasirnya.
DHUARR DHUAR DHUAR DHUAR
Tak gaara sangka Shuriken-shuriken tersebut meledak seketika di hadapan gaara.
"ARGHHHHH" gaara yang mencoba menahan serangan hinata dengan tangan pasirnya akan tetapi shuriken tersebut meledak dan tangan pasir gaara hancur seketika, gaara langsung terlempar cukup jauh ke belakang dan menabrak puluhan pohon.
TAP
Utakata, haku dan hinatapun berdiri di samping naruto yang sedang melihat keadaan gaara.
Temari yang entah dari kapan datang, sedari tadi mengintip di balik pohon besar hanya bisa memandang takut keempat orang yang menggunakan topeng, tak jauh dari temari shikamaru mencoba membawa sasuke dan sakura ke konoha.
'aku harus kembali ke konoha kalau tidak mau mati, ini bukan pertarungan gennin' batin shikamaru sambil membawa sasuke dan sakura ke desa konoha dengan sangat susah payah.
Namun mata Temari melebar, saat melihat pergerakan dari reruntuhan pohon-pohon yang hancur
Yang tak lain adalah Gaara. Dengan Jelas, Temari dapat melihat sosok adiknya tersebut. Yang mulai berdiri dengan sedikit bantuan. Baju dan pasir yang tadinya menyelimuti Gaara. Sekarang sudah Hancur sebagian.
"ah.. . kau. kau akan Kubunuh " Teriak Gaara sekaligus berubah lagi.
"Tolong Gaara! Sudah cukup!" Temari berteriak sambil berlari kearah gaara.
Tiba-tiba Gaara menatap Temari dan menaikkan tangannya kearah temari. Dan yang selanjutnya temari Tahu adalah bahwa tubuhnya sudah diselimuti Pasir. Temari hanya bisa membeku melihat tubuhnya yang diselimuti pasir dan melihat kembali Gaara dengan pandangan takut.
"Gaa..ra" Gaara hanya memberikan tatapan Manak kepada Temari"MATI!" sebelum Temari bisa diselimuti penuh oleh pasir dan dihancurkan.
"shinra tensei" ucap naruto yang tiba-tiba berada di hadapan gaara. Gaarapun terlempar kebelakang dan menabrak pohon-pohon di belakangnya.
Namun tidak lama kemudian, Mata Naruto, utakata, haku, hinata dan Temari melebar melihat sosok Gaara yang mulai berdiri dan menatap Naruto dengan penuh kemarahan.
"Ak..aku Tidak akan kalah. Aku TIDAK AKAN KALAH DENGAN ORANG SEPERTIMU!" gaara berteriak kelangit, tiba-tiba asap besar muncul disekitar Gaara. Mata Temari berubah menjadi sangat takut. Gaara telah berubah penuh menjadi ekor satu...Shukaku.
Tumbuh dengan cepat hingga mencapai puluhan meter. Bentuk Gaara kemudian berubah dan menjadi mirip dengan Monster Iblis mirip Tanuki dengan tanda berwarna biru muda disekujur Tubuh Raksasa tersebut.
"SEKARANG LAWANLAH AKU, HAHAHAHA!" teriak gaara sambil mengeluarkan tawa gilanya.
DEG
Naruto memukul tengkuk temari dan membuat temari jatuh pingsan di tanah.
"tak ku sangka akan semeropatkan ini merekrut anggota tim" ucap utakata.
Naruto hanya bisa memandang sosok Raksasa Shukaku dengan berbagai emosi. Ini adalah pertama kalinya dia menghadapi Jinchuriki yang berubah 100% ke bentuk Bijunya. Dan Killer intent yang dikeluarkan Shukaku juga membuat hal ini semakin buruk.
Mata Naruto kemudian melirik Gadis berkepang disampingnya.
POFF
Dan seketika Munculah satu bunshin di hadapan naruto.
"bawa dia jauh dari sini" ucap naruto datar. Bunshin narutopun mengangguk dan dengan segera pergi membawa temari.
Naruto dan ketiga anggota timnya sedikit kaget saat ekor satu membuka mulutnya dan menembakkan rudal-rudal udara kearah mereka. Narutopun langsung membuat handseal dengan cepat.
"Doton: Doryū Jōheki" ucap naruto.
Naruto seketika membuat benteng tanah di hadapannya mencoba menahan serangan shukaku.
**BOOM!**
Ledakan besarpun terdengar saat serangan shukaku berhasil tertahan oleh benteng tanah buatan naruto. naruto langsung membuat handseal dengan cepat.
"Doton: Sando no Jutsu " ucap naruto.
Naruto membuat 2 Batu yang sangat Besar di kanan & kiri shukaku lalu menjepit shukaku dengan kedua batu tersebut. Akan tetapi shukaku dapat menahannya dengan susah payah.
"AHAHAHAHA, CUMA ITU KEKUATANMU. TERNYATA KALIAN SEMUA LEMAH" teriak gaara yang berada diatas shukaku. Utakata, haku, dan hinatapun bersiap menyerang gaara yang berada diatas shukaku tetapi naruto menahannya.
"aku akan menghadapinya sendiri" ucap naruto.
"tapi naruto-kun…""aku ingin menunjukan kekuatanku pada anggota timku, kalau aku butuh bantuan pasti aku akan meminta bantuan pada kalian semua" ucap naruto memotong perkataan hinata.
Terlihat hinata dan haku yang sangat khawatir akan keputusan naruto.
"baik naruto-sama" ucap utakata.
Naruto seketika menghilang dengan shunsinnya, dan naruto sampai di atas pohon yang paling tinggi. Gaarapun akhirnya melihat naruto yang sedang berdiri di atas pohon yang tinggi.
"AH KETEMU KAU" teriak gaara.
Shukaku membuka mulutnya dan seketika menembakan rudal-rudal udara kearah naruto dengan kecepatan tinggi. Naruto tidak tinggal diam dengan cepat naruto membuat handseal.
"Mokuton: Jukai Heki"ucap naruto. Naruto menciptakan batang kayu dari dalam tanah yang tidak bisa dihitung untuk membentuk dinding kayu yang sangat kuat di depannya.
**BOMMMM**
Ledakan besarpun terdengar, serangan shukaku dapat di tahan oleh jutsu naruto. Naruto yang melihat serangan shukaku yang berhasil di tahan langsung membuat handseal kembali.
"Katon: Gouryuuka no Jutsu" ucap naruto.
Narutopun membuat naga api yang besar dan seketika api tersebut mengarah dengan cepat kearah mencoba menahannya dengan tangannya yang besar.
DHUARRRR
__ADS_1
Tubuh shukaku mundur beberapa langkah akibat menahan serangan naruto, gaara yang berada diatas shukaku langsung membuat handseal.
"Jurus tidur rakun!" dan seketika gaara yang sedari tadi berada di atas kepala shukaku langsung tertidur.
"ha.. AKU BEBAS HYEAHH!" tawa gila keluar dari mulut Shukaku. Namun pandangan Shukaku berubah kearah Naruto dengan cepat, narutopun mendarat di tanah, setelah itu naruto menggigit ibu jarinya hingga berdarah,seketika naruto membuat segel dan menghentakan tangannya ke tanah.
"Chikusodo : Kuchiyose no Jutsu!" ucap naruto.
POFF
Dan seketika muncul badak bercula satu dengan mata rinnegan, naruto langsung berdiri diatas kepala badak tersebut. Naruto langsung membuat handseal.
"fuuton repusho" seketika Naruto membuat badai dan mengarahkan kearah gaara dengan cepat.
"ARGHHHHHH" teriak shukaku saat angin tersebut mengoyak tubuhnya. Naruto yang melihat shukaku yang lengah segera memerintahkan badak tersebut menyerang shukaku.
DHUAKKKK BLARR
Shukaku terpental kebelakang saat badak tersebut menabrak tubuh shukaku dengan kecepatan tinggi dan membuat tubuh shukaku terjatuh, seketika muncul lubang besar akibat tubuh shukaku.
Shukku perlahan bangkit, badak narutopun mencoba menyerang shukaku tetapi shukaku dapat menahannya dengan kedua tangannya, naruto melihat gaara yang sedang tertidur karena shukaku mengambil alih tubuh gaara segera melompat kearah gaara.
DHUAKKK BLARR
Naruto memukul gaara tepat di bagian wajahnya dengan sekuat tenaga, gaara dengan cepat terlempar kebawah dan menabrak tanah di bawahnya dan mengakibatkan terciptanya lubang yang cukup besar.
"arghhhhh" rintih gaara saat tubuhnya terhempas ketanah dengan cepat.
"SIALAN KAU BOCAH, AKAN KU BALAS NANTI" teriak shukaku.
POFF
Shukaku dan hewan kuchiyose narutopun menghilang seketika. Utakata, haku dan hinatapun segera menghampiri naruto.
TAP
Naruto mendarat dengan mulus di hadapan gaara yang sangat kesakitan oleh luka sekujur tubuhnya.
Perlahan mata naruto kembali ke bentuk normalnya, Naruto perlahan berjalan mendekati gaara, gaara yang tidak bisa bangun lagi karena chakra yang sudah habis hanya bisa pasrah.
"apakah sekarang kau mau bergabung dengan tim kami..gaara?" Tanya naruto.
"siapa kau sebenarnya?" Tanya gaara lirih.
Narutopun berjongkok di hadapan gaara dan naruto membuak topengnya di hadapan gaara.
"n..n..naruto?" Tanya gaara tidak percaya.
"ya aku naruto, aku tahu apa yang kau rasakan selama ini, kau sangat kesepian karena kau memiliki bijuu di dalammu, aku juga merasakannya gaara aku juga memilik bijuu di dalam tubuhku, sedari kecil penduduk konoha membenciku, setiap hari aku disiksa oleh penduduk konoha bahkan aku hampir mati, oleh karena itu aku bertekad akan membalaskan dendamku pada konoha, kita semua akan membantumu membalaskan dendammu pada desamu, jadi apa kau mau bergabung denganku?" Tanya naruto. Terlihat gaara yang sedang menimbang-nimbang ajakan naruto.
"ikutlah denganku, kita akan bersama-sama menghancurkan desa yang pernah menyakiti kita, kita akan menjadi sebuah keluarga" ucap naruto sambil menyodorkan tangannya kearah gaara.
Gaara tampak sedang berpikir akan ajakan naruto dan tiba-tiba gaarapun menjabat tangan naruto.
"aku akan menjadi anggota timmu naruto" ucap gaara, naruto yang mendengar itu seketika tersenyum dan kembali memakai topengnya. Naruto membantu gaara berdiri dan alhasil gaarapun dapat berdiri.
TAP
Utakata, haku dan hinatapun sampai di hadapan naruto.
"naruto-sama"
"naruto-kun"
"gaara, ini adalah anggota timku, dia utakata, dia haku-chan, dia hinata-chan" ucap naruto memperkenalkan satu-persatu kearah gaar, gaara hanya bisa mengangguk.
"jangan kaku gaara, anggaplah kita adalah keluargamu" ucap naruto.
"dan haku-chan, utakata bawa gaara ke rumah kalian di desa kecil tersebut, sembuhkan luka gaara, aku bersama hinata-chan ada urusan terlebih dahulu" ucap naruto.
GREBB
"hati-hati naruto-kun" ucap haku sambil meluk naruto, narutopun membalas pelukan haku sebentar dan melepaskannya.
"aku akan bak-baik saja" ucap naruto. Haku dan utakatapun membawa gaara pergi.
"kita mau kemana naruto-kun?" Tanya hinata pada naruto.
"kita akan membereskan tikus-tikus yang menguping pembicaraan kita" ucap naruto.
Dan seketika muncul 2 orang anbu konoha yang sedari tadi menguping pembicaraan naruto beserta naruto.
"uzumaki naruto, tak kusangka kekutanmu itu luar biasa, tetapi kalian berdua harus kami tangkap karena kalian membantu penghancuran desa konoha" ucap salah seorang anbu.
Naruto hanya menyeringai di balik topengnya, naruto melihat kearah hinata. Hinata langsung membuat handseal.
"jutsu controlling interest: flowers rain explosives" Dan seketika terjadi hujan bunga disekeliling kedua anbu konoha tersebut.
"die" gumam hinata. Dan sektika bunga-bunga tersebut berubah menjadi kertas-kertas peledak.
DHUARRR DHUARR DHUARRRR
"ARGHHHHHH" kedua anbu itupun terlempar kebelakang cukup jauh dan menabrak pohon-pohon di belakangnya, satu orang anbu tewas dengan luka bakar di sekujur tubuh anbu tersebut.
Mata narutopun perlahan berubah menjadi pola riak air yaitu mata rinnegan di balik topengnya, narutopun mengadahkan satu telapak tangannya ke depan, naruto melihat anbu yang mencoba berdiri sambil menahan rasa sakit disekujur tubuhnya.
"bansho tenin" gumam naruto.
Seketika tubuh anbu tersebut seperti tertarik oleh naruto, anbu tersebut mencoba menahan serangan naruto dengan cara berpegangan pada pohon, narutopun menyeringai dan seketika anbu itupun tertarik dengan cepat kearah naruto.
'ada apa dengan tubuhku?' batin anbu tersebut keheranan karena tubuhnya seperti ditarik oleh naruto.
Naruto yang melihat tubuh anbu tersebut mulai mendekat seketika mengeluarkan pedang kusanaginya.
ZRASHHHH
"ARGHHHHHHH" teriak anbu itu kesakitan saat naruto menusukan pedang kusanaginya tepat di jantung anbu tersebut, anbu tersebut mati seketika dengan lubang yang menganga di bagian jantungnya.
Naruto mencabut pedang kusanaginya dengan cepat dari tubuh anbu tak bernyawa tersebut.
"Kusanagi no Tsurugi: Chidorigatana" gumam naruto dan seketika pedang kusanagi naruto sudah dialiri chakra raiton, narutopun melemparkan pedang tersebut ke salah satu pohon dengan kecepatan yang sangat tinggi.
BRAKK ZRASHHH
"ARGGGHHHHHH"
Pohon tersebut terbelah menjadi dua dan pedang naruto berhasil membagi dua kepala salah seorang anbu yang entah datang dari kapan.
BRUKK
Tubuh anbu tersebut jatuh diatas tanah dengan kepala yang telah menjadi dua bagian, darahpun mengalir dari luka tersebut.
"kau mencoba kabur dari ku, heh?" Tanya naruto entah pada siapa. Naruto perlahan berjalan kearah mayat anbu tersebut dan mengambil pedang kusanaginya.
"kau sangat sadis naruto-kun" ucap hinata sambil mendekati naruto.
"aku sangat benci dengan orang-orang konoha,hinata-chan" jawab naruto.
"baik naruto-kun" jawab hinata.
Hinata dan narutopun pergi dengan shunsinnya masing-masing.
.
Pertarungan ninja tingkat tinggi terjadi, orochimaru hanya menyeringai sadis melihat hiruzen yang sangat kewalahan mengalahkan hokage kesatu dan hokage kedua. hokage kedua atau tobirama membuat handseal.
"Suiton : Teppodama"
Tobirama seketika menembakan peluru yang terbuat dari air dengan kecepatan tinggi kearah hiruzen. Hiruzen sarutobi atau hokage ketiga tidak tinggal diam dengan cepat hiruzen membuat handseal.
"Doton : Doryuheki"
Hiruzen seketika membuat dinding yang terbuat dari tanah.
DHUARR DHUAR DHUARR
Serangan tobirama dapat ditahan oleh dinding tanah yang di buat oleh hiruzen. Hiruzen kembali membuat handseal.
"Doton : Gachuso"
Hiruzen membuat puluhan tanah lancip untuk menyerang hashirama dan tobirama.
Hashirama dan tobirama loncat kebelakang untuk menghindar dari serangan hiruzen.
Tobirama langsung membuat handseal dengan cepat.
"Suiton: Mizurappa"
Tobirama menyemburkan Air tekanan tinggi yang di keluarkan dari mulut, hasirama yang melihat air yang banyak langsung mebuat handseal.
"Suiton Goruugon"
Hashirama seketika membuat naga air raksasa dan seketika naga air raksasa tersebut melesat dengan kecepatan tinggi kearah hiruzen, hiruzen tidak tinggal diam dan seketika hiruzen membuat handseal.
"Doton : Doryuheki"
Hiruzen membuat dinding yang terbuat dari tanah di hadapannya mencoba menahan serangan hashirama.
DHUARRRRRR
"arghhhh" hiruzen terpental kebelakang karena dinding tanah tersebut hancur terkena serangan hashirama.
"kekuatan hokage pertama dan hokage kedua memang tidak boleh diremehkan" ucap hiruzen sambil menyeka darah di mulutnya.
"HAHAHAHA, ayolah sensei masa hanya segitu kekuatanmu? Hokage pertama belum mengeluarkan jutsu terhebatnya, ayolah sensei buat ini menghibur" ucap orochimaru.
Hiruzen menggigit jari nya hingga berdarah dan seketika membuat handseal.
"Kuchiyose no jutsu : Enma"
POFF
Dan seketika munculah kera yang besar di hadapan hiruzen.
"ada apa hiruzen?" Tanya enma.
"kita akan melawan hokage pertama dan hokage kedua" ucap hiruzen.
"Henge: Kongonyoi (Enma)" lanjut hiruzen.
Enma berubah mnjadi toya yg sngt keras melebihi berlian, hiruzen langsung mengambil tongkat tersebut.
"aku siap hiruzen" ucap enma.
Hiruzen meangangguk dan seketika hiruzen berlari kearah tobirama, hiruzen menyerang tobirama menggunakan toya dengan cepat, sesekali toya tersebut dapat memanjang. Tobirama kewalahan mendapat serangan yang bertubi-tubi dari hiruzen dan ia melompat kebelakang.
Hiruzen yang melihat tobirama mundur kebelakang langsung melemparkan beberapa shuriken kearah hashirama dan tobirama, dan dengan cepat hiruzen membuat handseal.
"Shuriken Kagebunshin no jutsu" ucap hiruzen, seketika shuriken tersebut menjadi ribuan shuriken yang akan menyerang tobirama dan hashirama, hashirama yang melihat itu langsung membuat handseal.
"Mokuton: Jukai Heki" ucap hashirama.
Hashirama langsung menciptakan batang kayu untuk membentuk dinding kayu berbentuk jaring yang sangat kuat.
JLEBB JELBB JLEB
Shuriken – shuriken tersebut menancap pada dinding kayu buatan hashirama, hiruzen mengatur nafasnya karena di umurnya yang sudah tua ini dia masih bertarung.
"hah..sial..hah kalau seperti ini..hah..terus aku bisa kalah" gumam hiruzen sambil mengatur nafasnya yang tersenggal-senggal. Hashirama langsung membuat handseal kembali.
"Mokuton Hijutsu: Jukai Kōtan" ucap hashirama.
Dan seketika muncul ratusan akar pohon yang menjalar dengan sangat cepat kearah hiruzen, hiruzen sangat kaget karena tiba-tiba terjadi serangan yang besar.
GREBB
Tubuh hiruzen langsung diselimuti batang-batang kayu dan seketika batang-batang tersebut berubah menjadi pohon yang sangat besar di antara pohon-pohon yang baru saja ada. Hiruzen tidak bisa bergerak sama sekali karena seluruh bagian tubuhnya kecuali kepalanya sudah terikat oleh batang pohon.
'sial aku terjebak' batin hiruzen.
"kau menyedihkan sarutobi sensei" ucap orochimaru.
"sialan kau orochimaru" gertak hiruzen murka.
Seketika orochimaru seperti memuntahkan sesuatu dari dalam mulutnya dan benar saja, dari dalam mulutnya keluar pedang kusanagi.
"aku akan membunuhmu sarutobi" ucap orochimaru sambil menyeringai kearah hiruzen.
Hiruzen mengedarkan pandangannya ke segala arah untuk mencari tongkatnya, dan hiruzen melihat tongkat yang tadi terlepas akibat serangan mokuton milik hokage pertama. Orochimaru terus berjalan kearah hiruzen sambil membawa pedang kusanagi ditangan kanannya.
CRASHHHH
Orochimaru sangat kaget karena tiba-tiba tongkat milik hiruzen menyerangannya secara tiba-tiba, tubuh edo tensei hashirama dan tobirama terbelah dua, hiruzenpun seketika terbebas dari pohon besar tersebut.
'aku masih punya cadangan chakra, terpaksa aku akan menggunakan jutsu tersebut, aku tak mau mati dengan sia-sia' batin hiruzen. Hiruzen membuat handseal dengan cepat.
"Kongo Roheki (Enma)" ucap hiruzen.
Seketika Enma mengkloning dirinya sendiri dan membentuk kurungan, enma pun mengurung orochimaru. Hiruzen langsung berlari kearah hashirama dan tobirama yang masih belum lengap tubuhnya, hiruzen membuat handseal.
"Shiki Fujin" ucap hashirama.
Dan seketika munculah dewa kematian di belakang hiruzen. Hiruzen pertama mendekati hokage pertama yaitu hashirama, hiruzenpun menempelkan kertas di kepala hashirama seketika dewa kematian tersebut mendekati hashirama. Dewa kematian tersebut membuka mulutnya dan seketika arwah hokage pertama di makan oleh dewa kematian, perlahan kesadaran hashirama muncul.
"kau melakukan yang terbaik sarutobi, aku titipkan desa tercinta ini kepadamu dan selamat tinggal" ucap hokage pertama dan seketika tubuh edo tensei itupun berubah menjadi debu. Hiruzen langsung mendekati tobirama dengan cepat hiruzen langsung menempelkan kertas mantra dan seketika dewa kematian tersebut membuka mulutnya, perlahan arwah tobirama keluar sedikit demi sedikit, saat akan mencapai ujungnya kesadaran toibiramapun muncul.
"hiruzen kau telah melindungi desamu dengan baik, dan langkahmu mengalahkanku dengan cara menyegelku memang benar. Ku harap nanti kita bertemu kembali hiruzen" ucap tobirama dan tubuh edo tensei tobiramapun menghilang. Hiruzen mengatur nafasnya akibat kelelahan telah menggunakan banyak chakra.
JLEBBB
"arghhh" rintih hiruzen saat tiba-tiba tubuhnya tiba-tiba tertusuk pedang, hiruzen menoleh kebelakang dan ternyata orochimaru yang sedang menusukan pedang kusanaginya.
__ADS_1
"bagaimana bisa ? uhuk" Tanya hiruzen sambil terbatuk mengeluarkan darah.
"apa aku harus menjelaskannya hiruzen? Itu tidak penting, yang terpenting sebentar lagi kau akan mati" jawab orochimaru dengan nada meremehkan.
'terpaksa aku harus menggunakan jurus itu lagi walaupun chakraku akan habis' batin hiruzen.
Perlahan dewa kematian mendekati orochimaru yang sedang menusukan pedangnya ke hiruzen.
Hiruzen mencoba mengeluarkan pedang tersebut dengan kedua tangannya. Dewa kematian perlahan membuka muutnya dan munculah arwah orochimaru.
"Shiki Fujin" ucap hiruzen.
'sial aku sudah sampai pada batasku' batin hiruzen.
Perlahan dewa kematian memakan arwah tersebut, tetapi tiba-tiba tubuh hiruzen ambruk dan perlahan kedua tangan orochimaru melemas berubah warna dan seketika kedua tangan orochimaru menjadi lumpuh tidak bisa di gerakan.
"walaupun aku tidak menyegel nyawamu tetapi aku masih bisa menyegel kedua tanganmu agar kau tidak bisa menggunakan jutsu lagi untuk menghancurkan konoha " ucap hiruzen disaat-saat terakhirnya, perlahan kesadaran hiruzen menghilang.
"tsunade ku percayakan desa konoha padamu dan jagalah naruto" gumam hiruzen dan seketika hiruzenpun tewas dengan wajah tersenyum. Orochimaru tampak sangat marah karena kedua tangannya tidak bisa digunakan kembali.
"SIALAN KAU HIRUZEN" teriak orochimaru.
Perlahan kekkai yang berada di sekitar tersebut menghilang, keempat ninja bunyipun menghadap kearah orochimaru.
"kita mundur" ucap orochimaru kepada ninja bunyi yang berada di hadapannya.
"baik orochimaru-sama" ucap keempat ninja bunyi secara bersamaan.
Dan seketika orochimaru bersama anak buahnya menghilang dari tempat tersebut. Ledakan-ledakan di desa konoha perlahan mereda karena desa otogakure dan desa sunagakure bergerak mundur.
Munculah 4 orang anbu di tempat pertarungan hokage ketiga dan orochimaru, anbu itupun terlihat sok melihat sandaime hokage terkapar tak bernyawa di tanah.
"sial kita terlambat" ucap seorang anbu yang tampak menyesal.
"bawa mayat hokage-sama, kita akan adakan acara pemakaman setelah ini" lanjut anbu tersebut.
Ketiga anbu lainnya mengangguk dan segera membawa mayat sandaime hokage.
Terdengar teriakan-teriakan di dalam desa konoha karena invasi in dimenangkan oleh desa konoha.
"DESA KITA MEMANG KUAT"
"DESA KONOHA ADALAH DESA YANG PALING KUAT"
Begitulah teriakan-teriakan yang menggema di seluruh desa konoha, tetapi keadaan menjadi sunyi seketika saat para anbu memberitahukan berita kematian sandaime hokage, terlihat para ninja sangat sok mendengar berita tersebut bahkan penduduk desa ada yang menangis mendengarnya.
"kita akan melakukan pemakamannya sekarang" ucap anbu tersebut dan sedetik kemudian anbu tesebut menghilang.
Asuma dan gai yang baru saja tiba di rumah sakit konoha untuk merawat kakashi dan kurenai sangat sok mendengar berita kematian sandaime hokage, terlihat asumalah yang paling terpukul akibat kejadian ini.
"bersiap-siaplah kita akan melakukan pemakamannya sekarang" ucap anbu tersebut kepada asuma dan gai, mereka berdua hanya mengangguk.
.
Di sebuah desa kecil terlihat 3 orang yang sedang memakan sarapan paginya, tetapi tiba-tiba gelas yang sedang di pegangnya retak seketika.
'aku merasakan firasat buruk' batin jiraiya.
"tsunade cepat selesaikan makananmu, kita akan kembali kedesa konoha aku merasakan firasat buruk" ucap jiraiya dengan nada serius kepada tsunade. Tsunade dan shizune mengangguk dan setelah beberapa menit kemudian kedua orang tersebut selesai menghabiskan sarapannya.
"kita pergi" ucap jiraiya.
"baik" jawab tsunade dan shizune.
Ketiga orang tersebut dengan cepat melompati dahan pohon-pohon, tampak jiraiya yang sangat gelisah.
'ada apa dengan konoha?' batin jiraiya.
.
Shikamaru terlihat sangat kesusahan membawa dua orang yang sedang pingsan, tetapi shikamaru melihat teman-temannya.
"ino, chouji bantu aku" ucap shikamaru.
Seketika teman-teman shikamaru menoleh kearah shikamaru, teman-teman shikamaru yang tak lain adalah rockie 12 segera menghampiri shikamaru sedang membawa sasuke dan sakura yang sedang pingsan.
"shikamaru kenapa sakura dan sasuke-kun pingsan?" Tanya ino.
"ceritanya sangat panjang, dan apakah kalian menemukan naruto dan hinata?" Tanya shikamaru.
Semua orang yang berada disanapun menggeleng.
"kami tidak menemukan naruto dan hinata dimana-mana" ucap rocie 12 serempak.
"shikamaru setelah ini kita harus menghadiri acara pemakaman sandaime hokage" ucap chouji kepada shikamaru.
"a-apa? hokage sama meninggal?" Tanya shikamaru sok.
"aku diberi tahu oleh anbu" jawab chouji.
"cepat bantu aku dahulu, kita akan membawa sasuke dan sakura ke rumah sakit, dan setelah itu kita ke pemakaman" ucap shikamaru, ino dan chouji segera membantu shikamaru.
Di pemakaman, terlihat semua orang memakai pakaian hitam mereka tampak masih sok mendengar berita sandaime hokage yang meninggal akibat invasi tadi.
Hujanpun tiba-tiba turun di tengah acara pemakaman tersebut, terdengar beberapa penduduk desa konoha yang menangisi kepergian sandaime hokage. Semua orang yang berada di pemakan tersebut memanjatkan do'a untuk sandaime hokage, setelah itu semua orang meninggalkan pemakan tersebut.
Di sebuah pohon besar terlihat dua orang yang sedang memperhatikan acara pemakaman tersebut.
"kita pergi ke makam sandaime hokage" ucap orang yang memakai topeng yang tak lain adalah naruto.
"baik naruto-kun" ucap hinata.
Naruto dan hinata segera menghampiri makam sandaime yang sudah kosong dan hanya ada 2 orang anbu yang menjaganya. Narutopun muncul di depan kedua anbu tersebut yang sangat kaget karena ada orang yang tiba-tiba berada di depannya.
"tsukuyomi" ucap naruto.
Dan kedua anbu itupun ambruk terkena genjutsu naruto.
"ARGGHHH"
"ARGHHHHH"
Kedua anbu itu terlihat sangat ketakutan, naruto yang mendengar itupun murka. Dengan cepat naruto mengeluarkan pedang kusanaginya.
CRASHH CRASHHH
"ARGHHHH" teriak kedua anbu tersebut saat naruto memotong leher kedua anbu tersebut secara bersamaan, kepala kedua anbu tersebutpun terputus dan darah segar keluar dengan derasnya.
"kau terlalu berisik" ucap naruto sambil memasukan kembali pedangnya kedalam gulungan.
Naruto dan hinata berjalan kearah makam sandaime, naruto dan hinata langsung membuka topeng yang sedang di pakainya.
"maafkan aku hokage-jiji, aku tidak sempat membantumu" ucap naruto dengan wajah penuh penyesalan. Hinata yang melihat naruto bersedih segera memeluknya.
"sudahlah naruto-kun, ini semua bukan salah naruto-kun" ucap hinata.
"aku tidak sempat membantumu menghadapi musuhmu walaupun aku sangat membenci konoha hokage-jiji sudah ku anggap kakekku sendiri karena kaulah yang mengurusku selama ini, dan kenapa tidak ada ninja konoha yang membantumu hokage-jiji, desa ini sungguh sialan, mereka semua hanya mengandalkan hokage-jiji. Lihat saja aku akan membunuh orang yang membunuh hokage-jiji dan rasa benciku pada konoha semakin tinggi, konoha sialan aku akan menghancurkanmu karena telah membuat satu-satunya orang yang aku anggap keluarga meninggal" ucap naruto sambil membalas pelukan hinata.
TES
Tak kerasa air mata naruto mengalir di wajah tampannya, bukan karena naruto cengeng tapi naruto merasa sangat sedih karena sandaime hokage atau hiruzen sudah dianggap kakeknya sendiri, setelah beberapa menit naruto mengusap air mata di wajahnya.
"kita akan diam dahulu di desa konoha sampai aku tahu siapa orang yang membunuh hokage-jiji, kau akan ikut aku disini atau pulang?" Tanya naruto.
"aku akan pulang ke rumah bersama utakata-san, gaara-san dan haku-chan saja naruto-kun, aku muak bertemu dengan ayahku" jawab hinata.
"baiklah, sampaikan pada utakata, gaara dan haku-chan aku akan tinggal sementara disini untuk mencari tahu siapa pembunuhnya" ucap naruto dengan nada datarnya tetapi dengan senyum tipis terpatri di wajahnya.
"baiklah naruto-kun, jaa" jawab hinata.
CUP
Hinatapun mencum bibir naruto singkat dan terlihat wajah merah hinata, hinata langsung memakai topengnya kembali dan langsung menghilang dengan shunsinnya. Naruto menyimpan topengnya kedalam tas kecilnya.
'akan ku habisi orang yang membunuh hokage-jiji, aku tidak akan main-main dengan ucapanku' batin naruto.
Narutopun berjalan kearah desa konoha yang tampak hancur sebagian akibat invasi tadi. Naruto berjalan diantara puing-puing reruntuhan rumah yang hancur olehnya tadi.
'sebenarnya aku tak sudi menginjakan kaki ku kedesa ini lagi, tetapi aku terpaksa karena aku ingin mencari tahu siapa orang yang membuh hokage-jiji' batin naruto.
Akhirnya naruto sampai di apartemennya yang tidak rusak akibat invasi tadi, naruto membuka pintu apartemennya dan ia langsung masuk. Naruto langsung tertidur di kasurnya karena kelelahan.
.
Esok harinya.
Naruto pergi berjalan-jalan di desa konoha, di perjalanan naruto bertemu teman seangkatannya.
"naruto kemarin kau kemana? Kami semua mencarimu kemarin" Tanya kiba pada naruto.
"di apartemenku" jawab naruto singkat dengan nada dingin.
"aku tahu kau bodoh naruto, apa kemarin kau tidak tahu ada serangan ke desa kita?" Tanya kiba geram.
"aku tahu, tapi sekarang sudah selesaikan" jawab naruto.
Kiba yang mendengar itu ingin sekali menghajar naruto tetapi shikamaru dan neji menghalangi.
"ada denganmu naruto? Kenapa sikapmu berubah?" Tanya shikamaru.
"hn" jawab naruto singkat.
"naruto, apa kau bertemu hinata?" Tanya neji.
"tidak" jawab naruto.
GREBB
"naruto-kun ada apa denganmu?" Tanya ino sambil memeluk erat naruto.
"aku biasa saja" jawab naruto.
"kenapa naruto-kun tiba-tiba menjadi bersikap dingin seperti ini?" Tanya ino manja sambil peluk naruto.
Naruto menghembuskan nafasnya perlahan.
"aku baik-baik saja ino-chan" jawab naruto sambil tersenyum di paksakan, inopun tersipu malu dengan wajah yang sangat merah dan dengan segera melepaskan pelukannya.
Narutopun berjalan pergi meninggalkan teman seangkatannya yang masih terheran-heran karena sifat naruto yang berubah 180 derajat. Naruto memutuskan pergi ke pinggir desa.
Naruto melihat dua orang anbu yang sedang berjaga, naruto berniat mencari informasi tentang kejadian pembunuhan sandaime hokage kepada anbu tersebut, seketika naruto pergi dengan shunsinnya. Naruto tiba-tiba berada di depan kedua anbu itu, terlihat kedua anbu itu kaget setelah naruto tiba-tiba berada di depan mereka.
"ada ap-"
"Magen: Kasegui no Jutsu" potong naruto, seketika tubuh kedua anbu itupun ambruk seketika terkena genjutsu naruto.
.
Di Dunia genjutsu naruto.
Terlihat dua anbu yang terikat tangan dan kakinya, di depan mereka terlihat naruto yang memasang wajah datarnya.
"mau apa kau bocah? Berani-beraninya kau " gertak seorang anbu, naruto yang melihat itu hanya menyeringai dan naruto mengarahkan jarinya ke anbu tersebut, seketika munculah paku besar yang melesat ke tubuh anbu yang menggertak naruto barusan.
"ARGHHHHHHHH" teriak anbu tersebut saat paku besar tersebut menembus perutnya dan membuat darah segar mengalir, anbu tersebut merasakan sakit yang luar biasa. Anbu lainnya yang melihat itu berusaha memberontak sekuat tenaga tetapi tubuhnya masih terikat.
"mau apa kau?" Tanya anbu tersebut kepada naruto, naruto menghembuskan nafas secara perlahan.
"aku ingin menanyakan siapa yang membunuh sandaime hokage kemarin?" Tanya naruto.
"aku tidak akan memberitahu kepada bocah sepertimu" jawab anbu tersebut dengan nada yang meninggi, naruto yang mendengar itu gusar akan jawaban yang di terimanya barusan, seketika munculah paku besar yang melesat kearah anbu tersebut.
"ARGHHHHHHH" teriak anbu tersebut kesakitan saat paku besar tersebut berhasil membuat lubang besar di tubuhnya, anbu itu merintih kesakitan.
"kalau kau tidak memberitahuku, aku akan terus melakukan itu selama yang ku mau" ucap naruto dengan nada dingin.
"arghhh…aku tidak tahu siapa…arghh..yang membunuh hokage-sama" jawab anbu tersebut sambil menahan sakit yang luar biasa.
'sebaiknya aku menggunakan jutsu tersebut untuk mencari informasi' batin naruto.
Narutopun pergi dari dunia genjutsunya.
.
Di dunia nyata.
Naruto mendekati salah satu anbu di depannya yang sedang terkena genjutsu, naruto berjongkok di hadapan salah satu anbu di depannya.
"kai" ucap naruto, seketika anbu itu bangun dan nbu tersebut melompat kebelakang karena melihat naruto di depannya, anbu itu menatap tajam naruto di balik topengnya, naruto yang merasa di tatap tajam oleh anbu di depannya langsung menutup matanya dan bebearapa detik kemudian naruto membuka matanya dan terlihatlah mangekyou sharingan.
"uzumaki naruto, b-bagaimana kau bisa mempunyai m-mata sharingan? Ap-"
"Kotoamatsukami" gumam naruto, tubuh anbu tersebutpun ambruk seketika dan tak berapa lama anbu itupun bangun kembali dan berjongkok di hadapan naruto.
"naruto-sama" ucap anbu tersebut kepada naruto yang berdiri di hadapannya.
"buka topengmu, aku akan memberimu sebuah misi kepadamu" lanjut naruto dengan seringai di wajahnya, anbu tersebut mengangguk dan langsung membuka topengnya, terlihatlah mata hitam legam dan rambut coklat.
"misi apa naruto-sama?" Tanya anbu yang sudah tidak menggunakan lagi topeng anbunya.
"aku ingin kau mencari tahu siapa orang yang membunuh sandaime hokage kemarin, terserah kau akan mencari tahu dimana, jangan lebih dari seminggu, bersikaplah seperti biasa di hadapan anbu konoha lainnya dan sekarang kau akan ku beri nama….yamato" jawab naruto dengan seringai di wajah tampannya.
.
.
.
.
.
__ADS_1