
.
.
SKIP TIME.
3 tahun kemudian.
Seorang pemuda berambut pirang terbangun dari tidurnya, ia melirik kearah jendela dan nampaknya matahari belum muncul. Pemuda itupun beranjak dari ranjangnya dan langsung pergi kekamar mandi.
Beberapa menit kemudian Naruto keluar dari kamar mandi dengan handuk melilit di pinggangnya, rambut pirangnya tampak masih meneteskan air di ujungnya. Ia segera mengenakan pakainnya yang selalu di kenakannya selama tiga tahun ini dan tentu saja pedang kusanagi di punggungnya(kaya yang Sasuke). Ia melihat dirinya di cermin di kamarnya. Selama 3 tahun ini rambut pirangnya sudah panjang bahkan 3 kumis di masing-masing pipinya sudah menghilang, ia sudah sangat mirip dengan Yondaime Hokage. Dan selama 3 tahun sifat Naruto menjadi tambah dingin ke semua orang dan wajah Naruto selalu datar seperti tidak ada ekspresi lagi, tetapi kepada para anggota timnya ia selalu bersikap ramah.
Naruto langsung pergi ke ruang bawah dan terlihat semua anggotanya termasuk Yamato. Hinata dan Haku yang melihat penampilan Naruto wajahnya langsung memerah, sedangkan anggota lainnya hanya geleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah laku kedua kunoichi tersebut.
"pagi Naruto-kun"
Sapa Hinata dan Haku secara bersamaan dengan senyuman di wajah keduanya,selama 3 tahun ini semua anggota kelompok Naruto seperti Haku, Gaara dan Hinata tumbuh menjadi orang yang dingin kepada semua orang, tetapi walaupun semua anggota Naruto bersikap dingin kepada semua orang tidak untuk Naruto, semua anggotanya bersikap ramah kepadanya dan kesesama anggota dan kalau soal penampilan anggota kelompok Naruto yang cukup mencolok adalah Hinata(Hinata yang seperti di RTN) dan Gaara(seperti yang di canon).Naruto hanya tersenyum kearah Haku dan Hinata.
"Yamato, apa kau sudah menemukan markas Orochimaru? Sialan selama 3 tahun ini dia selalu berpindah-pindah." Tanya Naruto dengan nada dinginnya. Tekanan Chakra Naruto meningkat seketika dan membuat ruangan tersebut di penuhi hawa membunuh Naruto. Anggota tim Naruto mencoba menenangkan Naruto, kalau tidak rumah ini ralat atau desa kecil ini bisa hancur dengan satu jurus Naruto.
"aku sudah menemukan tempatnya Ororchimaru,sekarang ia berada di sebuah desa buatannya yaitu desa Otogakure, tetapi kita harus cepat sebelum dia pergi lagi." Ucap Yamato.
"terima kasih Yamato atas informasinya, semuanya kita akan pergi ke markas Orochimaru sekarang." Ucap Naruto sambil berjalan ke arah pintu keluar. Semua anggotanyapun mengangguk.
"maaf Naruto-sama, sepertinya aku ada urusan di konoha." Ucap Yamato.
"ya, dan Yamato jangan sampai ada yang tahu kau mata-mataku." Ucap Naruto. Yamatopun mengangguk dan sedetik kemudian ia sudah menghilang dalam kepulan asap.
"kita pergi."
Naruto dan kelima anggotanya langsung pergi. Naruto merasakan chakra shinobi yang sedang menuju kearah timnya.
"Naruto-kun, ada musuh di depan kita." Ucap Hinata kepada Naruto. Narutopun hanya mengangguk. Dan seketika muncul kelima desa sunagakure di hadapan tim Naruto. Kelima ninja Suna itupun berhenti saat melihat Gaara di depannya.
"apa kau Gaara? Bocah monster dari Suna dahulu?" Tanya salah seorang ninja Suna tersebut.
"hahahaha ternyata kau masih hidup monster, ku kira kau sudah tewas beberapa tahun lalu." Ucap Ninja suna tersebut sambil tertawa. Gaara yang mendengar itupun geram dan berniat menyerang kelima Ninja Suna tetapi pergerakannya di tahan oleh Naruto.
"simpan saja chakramu Gaara." Ucap Naruto. Gaarapun menganggukan kepala, setelah itu Naruto menutup matanya sebentar lalu membuka matanya kembali. Mata Naruto berubah menjadi mata eternal mangekyou sharingan.
"Demonic Illusion: Burning Paper Body."
Seketika kelima ninja Suna itu ambruk saat mereka menatap mata Naruto.
"AARGHHHHHHH."
"ARGHHHHHHHHH"
Kelima Ninja Suna itu berteriak seperti orang yang ke sakitan, tim Naruto kembali melanjutkan perjalanannya akan tetapi Naruto masih diam disana, lalu ia membuat handseal terlebih dahulu.
"Dai Rasenringu"
Seketia di tangan Naruto muncul sebuah rasengan tetapi berwana hitam, setelah itu Naruto menjatuhkan jutsu tersebut pada kelima Ninja Suna yang sedang terbaring di tanah.
DHUARRRRRR
Setelah ledakan tempat tersebut sudah menjadi lubang yang sangat besar. Naruto seketika langsung shunshin ke tempat anggota kelompoknya yang sudah meninggalkan dirinya.
ZWUSHHH
Narutopun seketika berada di depan anggota timnya, kelima anggota timnya hanya menghela nafas.
"kau terlalu berlebihan, Naruto-sama." Ucap Kimimaro. Naruto hanya melirik sebentar kebelakang lalu kembali melihat kearah depan.
setelah cukup lama perjalanan ke desa Otogakure, akhirnya tim Naruto sudah sampai di depan markas Orochimaru. Naruto langsung melirik kearah Hinata yang berada di belakangnya.
"Hinata-chan periksa keadaan." Ucap Naruto dingin, Hinata lalu menganggukan kepalanya setelah itu ia mengaktifkan Byakugannya.
"byakugan."
Hinata melihat isi markas tersebut secara teliti, setelah itu ia berhasil menemukan Orochimaru di sebuah ruangan.
"aku menemukannya Naruto-kun." Ucap Hinata.
"dimana dia berada?" Tanya Naruto sambil mengkepalkan tangannya.
"di sebuah ruangan dan nampaknya dia sedang sendirian Naruto-kun." Jawab Hinata.
"tunjukan jalannya Hinata-chan." Ucap Naruto. Naruto bersama timnyapun masuk ke dalam markas, di dalam markas tersebut banyak sekali kamar kosong dan jalan yang berbelok-belok. Setelah cukup lama mencari akhirnya Naruto bersama timnya sudah berdiri di hadapan kamar Orochimaru.
BRAKKKK
Pintu kamar itu di buka secara kasar oleh Utakata, Naruto dan timnya langsung masuk ke dalam kamar tersebut. Terlihat Orochimaru yang duduk di atas ranjangnya dan menatap Naruto dengan tatapan benci. Gaara seketika mengarahkan pasirnya kearah Orochimaru agar tubuhnya tidak bisa di gerakan.
"sialan kau Uzumaki! Mau apa kau sebenarnya?" Tanya Orochimaru sambil menatap Naruto tajam. Naruto yang sedang di tatap oleh Orochimaru hanya memasang wajah datarnya.
"aku akan membunuhmu." Ucap Naruto dengan dinginnya. Tiba-tiba Orochimaru memuntahkan sesuatu dari mulutnya. Dan ternyata munculah tubuh Orochimaru dari dalam mulut tesebut.
"tidak akan mudah mengalahkanku. Sen'ei Tajashu"
Seketika Orochimaru Mengeluarkan Banyak ular Beracun dari lengan bajunya.
"kalian pergi keluar terlebih dahulu." Ucap Naruto. Semua anggota Narutopun keluar sejauh mungkin dari tempat barusan. Naruto yang melihat ular-ular tersebut semakin dekat langsung membuat handseal.
"Dai Rasenringu"
di tangan Naruto muncul sebuah rasengan tetapi berwana hitam, setelah itu Naruto menjatuhkan rasengan berwarna hitam tersebut. Sebelum mencapai ke tanah Naruto terlebih dahulu menghilang dengan shunsinnya.
DHUARRRRRRRR
markas Orochimaru langsung hancur, Naruto dan timnyapun langsung menghampiri tubuh Orochimaru yang tergeletak di tanah. Utakata berjalan kearah tubuh Orochimaru tersebut, tetapi tiba-tiba Orochimaru langsung mengeluarkan pedang kusanagi dari mulutnya dan berniat menusuk Utakata. Gaara dengan sigap langsung mengarahkan pasirnya kearah Utakata.
"Suna no Tate"
Seketika serangan Orochimaru hanya mengenai pasir Gaara. Orochimaru hanya menggeram kesal, tiba-tiba ia melihat Kimimaro berada di tim Naruto.
"wah wah ternyata selama ini kau masih hidup Kimimaro ku kira kau sudah mati, Kimimaro karena kau masih hidup berarti kau masih bawahanku dan sekarang lawan kelima orang di depanmu itu." Ucap Orochimaru dengan seringainya.
"aku bukan lagi bawahanmu Orochimaru, sekarang tuanku adalah Naruto-sama. Dari dulu kau hanya menginginkan kekuatanku saja, kau tidak pernah peduli denganku sedikitpun walaupun aku adalah bawahanmu. Tetapi bersama Naruto-sama berbeda, aku seperti menemukan keluarga baru." Ucap Kimimaro.
"dasar kau memang tak berguna." Ucap Orchimaru.
"Kibakuhō"
Utakata langsung membuat gelembung kearah Orochimaru, setelah berada di dekatnya gelembung tersebut pecah.
DHUAR DHUAR DHUAR
Orochimaru yang kaget tidak dapat menahan serangan tersebut, tubuhnya langsung terhempas ke belakang. Haku dan Hinata yang melihat Orochimaru terhempas langsung membuat handseal.
"Sensatsu Suishō"
"jutsu controlling interest: dozens of flower shuriken"
Haku langsung mengarahkan jarum-jarum yang terbuat dari es kearah Orochimaru sedangkan Hinata membuat shuriken yang dapat meledak dari bunga lalu melemparkan kearah Orochimaru.
DHUARRR DHUARRR
Orochimaru yang baru saja berdiri kembali terhempas kebelakang.
"uhuk..uhuk" Orochimarupun terbatuk mengeluarkan darah segar dari dalam mulutnya.
'sialan! Kekuatan mereka semua tidak bisa di anggap remeh' batin Orochimaru.
Orochimarupun berdiri kembali, ia langsung menyeka darah yang di ujung bibirnya dengan kasar.
"Bansho ten'in"
Tiba-tiba tubuh Orochimaru seperti di tarik oleh seseorang, Orochimaru melihat kearah depan dan alangkah terkejutnya saat ia melihat mata Naruto.
'i-itu Rinnegan? Bagaimana bisa?' batin Orochimaru.
JLEBBBB
"ARGHHHHHHH"
Naruto menusukan pedang kusanagi miliknya tepat di jantung Orochimaru, darah keluar dari luka tersebut sampai mengenai tangan Naruto.
ZWUSHH
Tiba-tiba tubuh Orochimaru yang berada di depannya menjadi kosong seperti tidak ada isinya. Tak jauh dari sana keluar Ular raksasa berwarna putih dengan wajah yang menyeramkan.
"inikah wajah aslimu itu? Menjijikan." Ucap Naruto dingin sambil menatap bosan kearah ular besar di depannya.
"AKAN KUBUNUH KALIAN SEMUA, TERUTAMA KAU UZUMAKI." Teriak Orochimaru.
Seketika dari sisik tubuh Orochimaru keluar ratusan ular yang bergerak kearah tim Naruto. Naruto lalu mengambil pedang Kusanaginya, ia memotong-motong ular yang berusaha menyerang dirinya. Kelima anggota tim Naruto juga sama sedang melawan ratusan ular tersebut. Karena ular tersebut terlalu banyak, Gaara langsung membuat Handseal.
"Sabaku Taisō"
Seketika tanah di hadapan Gaara langsung berubah menjadi lubang pasir yang cukup besar, ular-ular tersebut masuk dalamnya dan Gaara langsung menutupnya dengan pasir kembali. Setelah mengubur ular-ular tersebut di dalam pasir, Gaara menyentuh permukaan pasir dengan telapak tangannya, dan menekan ular-ular yang terkubur di dalam pasir dengan kuat hingga hancur.
Orochimaru langsung bergerak maju kearah Naruto dan berusaha memakannya, Naruto lalu membuat handseal.
"Chidori Eisō"
Seketika muncul chidori di tangan Naruto dan chidori tersebut memanjang kearah tubuh Orochimaru.
JLEBB SRETTTT
Tubuh Orochimarupun terbelah menjadi dua bagian, tetapi tiba-tiba tubuh Orochimaru kembali bersatu seperti semula.
"saat aku menggunakan tubuh asliku, aku abadi HAHAHAHAHAHA." Ucap Orochimaru sambil tertawa menyeramkan.
'saat aku menjadi bawahannya, tak pernah ku melihat Orochimaru berubah ke wujud aslinya.' Batin Kimimaro.
Mata Narutopun berubah kembali menjadi eternal mangekyou sharingan.
"Susano'o"
Seketika tubuh Naruto mengeluarkan chakra berwarna hitam yang mengelilingi tubuhnya,setelah itu terbentuk monster raksasa yang berbentuk prajurit yang menyelimuti tubuh Naruto. Susano'o Naruto memegang katana besar di tangan kanannya dan cermin yata di tangan kirinya.
Orochimaru kembali bergerak kearah Naruto dengan cepat, akan tetapi gerakannya dapat dilihat oleh Naruto.
JLEBB SRETT SRETT SRETTT
Susano'o Naruto memotong tubuh Orochimaru menjadi tiga bagian, tetapi setelah itu tubuh Orochimaru menyatu kembali. Gaara langsung mengarahkan pasirnya kearah Orochimaru.
"Sabaku Kyū"
Seketika tubuh Orochimaru sudah di selimuti oleh pasir Gaara.
"Sabaku Sōsō"
Setelah Gaara menyelimuti tubuh Orochimaru ia langsung meledakan tubuh Orochimaru hingga hancur.
Tapi tak berapa lama tubuh Orochimaru kembali menyatu, dan membuat semua anggota Naruto geram.
JLEBBB
"ARGHHHHHHH"
Teriak Orochimaru saat tiba-tiba tubuhnya di tusuk oleh pedang Susano'o.
"sudah ku bilang aku tidak akan mati." Ucap Orochimaru. Tapi tiba-tiba tubuh Orochimaru seperti terhisap oleh pedang tersebut. Orochimaru berusaha melarikan diri. Ia menoleh ke belakang dan ia melihat Itachi.
"sialan kau Itachi, ternyata selama ini pedang itu ada bersamamu."
Setelah itu tubuh Orochimaru terhisap oleh pedang susano'o Itachi. Mata Narutopun sudah kembali seperti semula dan Susano'o miliknya sudah menghilang.
"terima kasih Itachi. Tak ku sangka kau berada disini, kami cukup kewalahan menghadapi ular itu." Ucap Utakata. Itachi hanya menganggukan kepalanya.
"Naruto-sama, ada berita penting." Ucap Itachi. Naruto dan timnya berjalan kearah Itachi.
"ada apa Itachi?" Tanya Naruto dengan suara dinginnya.
"akatsuki sudah mulai bergerak dan target pertama adalah kau Gaara, jinchuriki dari shukaku." Ucap Itachi sambil melirik Gaara. Naruto bersama timnya dan Itachi berjalan meninggalkan markas Orochimaru, setelah itu Naruto bersama timnya diam di sebuah padang rumbut yang sangat luas.
"kapan mereka akan-"
"KATSU"
DHUARRRR
Tiba-tiba terjadi ledakan di atas mereka akan tetapi Gaara dapat menahannya dengan pasirnya. Naruto melihat orang yang berusaha menyerangnya.
"wah wah ternyata ada bocah Kyuubi juga, Sasori-danna nampaknya kita akan berpesta." Ucap Deidara sambil melirik kearah temannya yang berwajah menyeramkan.
"mana jinchuriki Ichibi tersebut?" Tanya Sasori dingin sambil menatap Naruto tajam.
"kalau kau mengiginkan dia,Kalahkan aku terlebih dahulu." Ucap Naruto dengan nada dingin. Deidara yang geram mendengar ucapan Naruto.
"sialan kau bocah, akan ku tunjukan yang namanya seni." Ucap Deidara, setelah itu Deidara mengambil tanah liat dari dalam tas ninja.
"C1"
Setelah itu tanah liat di tangannya sudah berubah menjadi serangga dan laba. Serangga dan laba-laba tersebut langsung bergerak dengan cepat kearah Naruto.
"KATSU"
DHUARRR
Seketika laba-laba dan serangga tersebut meledak seketika, tetapi di hadapan Naruto sudah ada dinding pasir yang menghalangi ledakan tersebut. Setelah itu Gaara keluar dari dinding pasir tersebut.
"akhirnya kau keluar juga." Ucap Deidara, tetapi setelah itu Naruto dan timnya berjalan kearah Gaara. Deidara dan Sasori Nampak sangat terkejut karena ada salah satu anggota Akatsuki berada di pihak Naruto.
"ITACHII! Apa yang kau lakukan disana, hmm? Ternyata selama ini kau memata-matai kami, dan itu membuat kebencianku padamu semakin bertambah." Teriak Deidara sambil menunjuk Itachi. Sedangkan Itachi hanya menatap dengan tatapan datar kearah Deidara. Dan membuat Deidara semakin geram.
'tatapan dan mata Sharingan itu yang kubenci pada clan Uchiha, akan ku bunuh kau Itachi. Dan akan ku buktikan kalau seniku lebih hebat dari mata Sharingan.' Batin Deidara.
"kalian semua, kita bagi dua grup. Utakata, Haku, Kimimaro dan Hinata kalian lawan Sasori yang di sebelah Deidara, dan aku, Naruto bersama Gaara akan melawan Deidara." Ucap Itachi. Naruto dan yang lainnyapun mengangguk, mereka semuapun berlari kearah Deidara Dan Sasori.
Deidara yang sudah membuat burung-burung kecil kearah Naruto, itachi dan Gaara.
"KATSU"
__ADS_1
DHUARRRRR
Seketika burung-burung kecil tersebut meledak, akan tetepi pasir Gaara sudah melindungi mereka. Naruto lalu berlari kearah Deidara sambil membuat handseal.
"fuuton: shinku taigyoku"
Naruto lalu menembakan beberapa peluru angin kearah Deidara.
DHUAR DHUAR DHUAR
Ledakan-ledakan akibat peluru angin Naruto, akan tetapi Deidara sudah terbang keatas dengan burung besar yang terbuat dari tanah liat tersebut. Seketika Deidara membuat membut dua burung besar yang melesat dengan cepat kearah Naruto.
"susano'o"
"KATSU"
DHUARRRR
Seketika dua burung itu meledak tepat di hadapan Naruto , Deidara tersenyum senang saat Naruto terkena ledakan tersebut. Kepulan asap seketika mengelilingi tubuh Naruto.
"ku kira kau itu kuat, tetapi kau hanya omong besar saja." Ucap Deidara menyeringai.
"katon gokakyou no jutsu"
Ucap seseorang di belakang Deidara. Deidara menolehkan kepalanya kebelakang dan ia melihat Itachi mengapung dengan pasir sebagai pijakannya, Itachi langsung menembakan bola api besar kearahnya.
BLARRR
"arghhhhh"
Deidara merintih kesakitan Saat tubuhnya terkena serangan Itachi dan membuat tubuhnya terkena luka bakar.
"Saikō Zettai Kōgeki: Shukaku no Hoko"
Gaara yang berada di bawah langsung membuat tombak dari pasir yang sudah mengeras dan langsung mengarahkannya kearah Deidara. Deidara mencoba menghindar tetapi serangan Gaara berhasil mengenai burung tanah liatnya dan membuat burung tersebut hilang kendali.
"Chidori Eisō"
Seketika saat Deidara akan mendarat ketanah tiba-tiba muncul chidori yang memanjang kearahnya dan mencoba membelah tubuh Deidara dan burung tersebut.
"Arghhhhhh"
Deidara berhasil menghindari tetapi tangan kanannya terkena serangan tersebut, darah segar keluar dari luka tersebut. Deidara melihat kearah dimana orang yang mengeluarkan jutsu tersebut, seketika mata Deidara menatap tak percaya saat Naruto berdiri seperti biasa tanpa luka sedikitpun.
'bagaimana bisa itu terjadi?' batin Deidara kesal.
Sementara di tempat pertarungan Utakata.
Kimimaro langsung menembakan tulang-tulang kearah Sasori dengan cepat. Sasori yang melihat itu hanya diam.
TRANK TRANK TRANK
Sasori dapat menahannya dengan mudah dengan ekornya yang keras. Utakata dan Haku langsung membuat handseal secara bersama.
"Suiton: Hōmatsu no Jutsu"
"ice elements: a thousand spears of ice"
Utakata langsung Meniupkan puluhan gelembung, gelembung tersebut mengelilingi Sasori dari segala arah. Utakata langsung menjentikan jarinya.
DHUAR DHUAR DHUAR
Gelembung tersebut langsung meledak di hadapan Sasori dan membuat Sasori terhempas kebelakang. Haku yang melihat itu langsung membuat tombak yang sangat banyak dari es kearah Sasori. Lalu mengarhkannya kearah Sasori.
ZWUSHH ZWUSHH JRASH JRASH
Sasori berusaha menahannya tetapi karena saking banyaknya tombak tersebut sampai tubuhnya sudah compang camping tetapi Sasori tidak mengeluarkan darah sedikitpun.
"Kugutsu no Jutsu: Gishu Senbon"
Sasori mengeluarkan ratusan jarum (senbon) beracun dan langsung mengarah kepada empat lawannya. Haku dengan cepat membuat handseal.
"Ice element: a wall of ice"
Setelah itu Di depan Haku langsung berdiri dinding es.
TRANK TRANK TRANK
Ratusan jarum yang di keluarkan Sasori dapat di tahan oleh dinding es yang di buat Haku. Setelah jutsunya barusan gagal, Sasori lalu melompat ke udara.
"Projectile Stream"
Sasori lalu Menembakkan ratusan jarum dari mulutnya dan jarum-jarum tersebut mengarah pada Utakata, Haku, Hinata dan Kimimaro.
"jutsu controlling flower: flower wall hard"
Tiba-tiba di depan mereka sudah ada dinding yang di buat oleh Hinata dengan jutsunya, Sasori hanya mendecih karena serangan barusan masih dapat di tahan oleh lawannya.
Hinata kembali membuat Handseal.
"jutsu controlling interest: flowers rain explosives"
Seketika di atas tubuh Sasori muncul hujan bunga, tetapi setelah itu bunga tersebut berubah menjadi kertas-kertas peledak yang sangat banyak.
"die"
DHUARRRRRRRR
Ledakan besar terjadi dan membuat lubang yang sangat besar, tubuh Sasoripun sudah hancur berkeping-keping tetapi mereka tidak melihat sebercak darahpun dan membuat mereka bingung. Tetapi tiba-tiba muncul seseorang dari ledakan tersebut, orang tersebut berambut merah dan berwajah baby face.
"siapa kau?" Tanya Utakata sambil menatap tajam kearah orang di depannya.
"apa kau orang yang barusan sedang kami lawan? Jadi ini wujud aslimu, dan barusan yang kami lawan hanyalah sebuah boneka." Ucap Kimimaro sambil melihat Sasori.
"kau pintar juga." Ucap orang tersebut yang tak lain adalah Sasori.
"pantas saja saat kau terkena serangan kami kau tidak mengeluarkan darah." Ucap Haku.
"tak ku sangka ada orang yang mampu membuatku menampilkan wujud asliku ini." Ucap Sasori dingin sambil melirik keempat orang di depannya.
Di tempat pertarungan Naruto yang cukup jauh dari tempat anggota timnya yang sedang melawan Sasori.
Deidara langsung mengambil tanah liat di dalam tas ninja dengan kedua tangannya.
"C1"
Setelah itu di kedua tangan Deidara sudah terkumpul puluhan laba-laba dari tanah liat, ia pun langsung melemparkan puluhan laba-laba tersebut kearah Naruto, Itachi dan Gaara. Naruto yang melihat itu langsung membuat Handseal.
"chidori senbon"
Naruto melemparkan jarum-jarum Chidori ke semua laba-laba yang mengarah kepadanya.
"KATSU"
Setelah Deidara mengucapkan kata tersebut, laba-laba tersebut tidak meledak. Naruto yang melihat itupun menyeringai dan seketika mata Sharingan dengan tiga tomoenya aktif .
'jadi elemen raiton yah yang bisa membuatnya menghentikan ledakan tersebut' batin Naruto.
'tidak meledak? Berarti kelemahannya elemen raiton yah? Tetapi hanya Naruto yang bisa menggunakan elemen raiton, tampaknya aku dan Gaara hanya jadi penonton.' batin Itachi.
Tapi tiba-tiba tubuh Itachi,Naruto dan Gaara sudah terlilit oleh ular yang di buat secara diam-diam oleh Deidara.
"KATSU"
DHUARRRRR
"ARGHHHHHHH"
Tiba-tiba tubuh Deidara terhempas ke belakang, dan tubuhnyapun mengeluarkan darah segar.
'kenapa dengan tubuhku? Kenapa aku yang terkena ledakannya? Sial pasti tadi aku menatap mata Itachi dan bocah kuning itu.' Batin Deidara.
tubuh Naruto perlahan muncul chakra hitam yang mengelilingi tubuhnya, perlahan chakra tersebut berubah menjadi tengkorak lalu menjadi seorang ksatria dengan katana dan cermin Yata.
"Susano'o"
Naruto lalu menghampiri Deidara, Deidara membelalakan matanya melihat Naruto.
JRASH JRASH JRASH
"arghhhhh"
Deidarapun merintih akibat terkena serangan Naruto,dan tangan kirinyapun terputus. Deidara kembali membuat burung besar dan menaikinya kembali.
"tsk, pengecut." Ucap Naruto saat melihat Deidara kembali terbang ke menggunakan burung.
Deidara langung mengambil tanah liat dari dalam tas ninjanya dengan sangat banyak.
"C3"
Deidara membuat sebuah patung besar yang lalu Deidara jatuhkan tepat di atas Naruto, Itachi dan Gaara.
"Kūsa Bōheki"
"KATSU"
DHUARRRRRRR
Seketika jutsu Deidara meledak akan tetapi Gaara dapat menahan bom C3 Deidara. Deidara hanya mengumpat kesal karena seragannya barusan tidak berhasil. Naruto yang tidak ingin membuang waktu menutup matanya, perlahan Susano'o miliknya menghilang setelah itu Naruto membuka matanya. Mata Naruto sudah berubah menjadi Rinnegan.
"Bansho ten'in"
Tiba-tiba tubuh Deidara seperti di tarik oleh Naruto. Deidara mencoba kabur akan tetapi tidak berhasil.
"Chidori Eisō"
BRUKK
Burung tanah liat Deidarapun langsung menghilang.
"arghhhhh…uhuk..uhuk"
Chidori milik Naruto tepat mengenai jantung Deidara, Deidara langsung memuntahkan darah segar dari dalam mulutnya.
BRUK
Deidara seketika ambruk di tanah, akan tetapi chidori milik Naruto masih menusuk Deidara. Naruto perlahan berjalan kearah Deidara dan membuat chidori milik Naruto semakin dalam menusuk jantungnya. Deidara mengambil tanah liat dari dalam tas ninjanya, tangan kanan Deidarapun mengunyah tanah liat tersebut sehingga menjadi burung-burung kecil. Deidara lalu melemparkan burung-burung kecil tersebut kearah Naruto. Naruto yang melihat itu hanya memasang wajah datar dan masih berjalan kearah Deidara.
"Shinra tensei"
"KATSU"
DHUAR DHUAR DHUAR
Burung-burung kecil buatan Deidara langsung menjauh dan tidak berhasil meledak di depan Naruto.
"arghhh..uhuk..uhuk"
Deidara kembali memuntahkan darah karena Naruto semakin mendekat dan chidori menusuk di jantungnya semakin dalam.
JRASHHH JLEBB
Chidori Narutopun lalu menembus hingga keluar, darah segar keluar luka tersebut. Naruto mengambil pedang kusanagi di punggungnya.
JRASHH
"ARGHHHHHHHHH"
Deidara berteriak kesakitan saat Naruto menancapkan pedang Kusanaginya di tangan kanan Deidara.
"SIALAN KAU!" teriak Deidara kepada Naruto yang berada di depannya, sedangkan Naruto hanya memasang wajah datarnya seperti biasa.
"tanganmu itu membuat susah orang lain." Ucap Naruto dengan datarnya. Chidori yang menancap di jantung Deidarapun sudah menghilang. Deidara menggeram kesal dan ia lalu membuka bajunya menggunakan tangannya yang sudah terlepas dari pedang Kusanagi Naruto. Naruto yang melihat tangan Deidara yang sudah lepas dari pedang kusanaginya, lalu ia mengambil pedang kusanagi tersebut dan melompat kebelakang. Itachi yang melihat Deidara akan melakukan jutsu itu, segera menutup matanya satu. Perlahan mata sebelah Itachi mengeluarkan darah segar.
"amaterasu."
"ARGHHHHHH"
Tiba-tiba tubuh Deidara sudah terbakar oleh api hitam, ia berusaha memadamkan api tersebut akan tetapi gagal.
"Arghhhhhhh SIALAN KAU ITACHIIIIII!"
Teriak Deidara, seketika Deidarapun tewas dengan tubuh yang masih terbakar oleh api hitam tersebut.
"untung saja dia tidak mengeluarkan jutsu tersebut." Ucap Itachi, matanya perlahan berubah kembali seperti semula.
"jutsu apa Itachi-san?" Tanya Gaara.
"jutsu yang sangat berbahaya, dia pernah berkata jutsu tersebut memilik radius 10 km, tetapi untung saja aku telah membunuhnya." Ucap Itachi. Gaara yang mendengar perkataan Itachi hanya mengangguk saja.
"kita ke tempat yang lainnya." Ucap Naruto datar. Gaara dan Itachi menganggukan kepalanya. Lalu setelah itu mereka menghilang dengan shunsinnya masing-masing.
Di tempat pertarungan Utakata.
Sasori masih terus memandangi keempat lawannya dengan pandangan yang sulit di artikan. Tiba-tiba Sasori membuat handseal.
"Satetsu Shigure"
Sasori menyerang menggunakan Pasir Besi yang telah mengeras menjadi butiran kecil, untuk menyerang secara bersamaan di berbagai macam arah. Peluru yang begitu cepat, sehingga mereka sulit untuk dilihat. Haku yang melihat itu langsung membuat handseal.
"Ice element: a wall of ice"
Haku seketika membuat dinding yang terbuat dari es di depannya.
JRASH JRASH JRASH
"arghhhhhhh"
"arghhhhhhh"
Walaupun sudah ada dinding es buatan Haku di depannya, tetap saja mereka berempat terkena serangan Sasori dan menyebabkan tangan mereka terluka.
Kimimaro menggeram kesal, dan perlahan tanda kutukannya mulai memenuhi seluruh tubuhnya. Lalu ia seketika membuat handseal.
"Sawarabi no Mai"
__ADS_1
Seketika muncul tulang-tulang besar yang muncul dari bawah tanah menuju arah Sasori. Sasori yang melihat itu seketika mengeluarkan boneka Kazekage ke 3.
"Satetsu Kesshū"
Sasori menggunakan Teknik dengan Boneka Kazekage 3. ia mengumpulkan volume besar Pasir Besi dan kompres ke bentuk kepadatan tinggi.
JRASH JRASH JRASH
Sasori memotong tulang-tulang yang sedang menuju kearahnya dengan pasir besi yang sudah berubah bentuk dan mengeras. Kimimaro hanya diam tak percaya melihat tulang-tulang terpotong oleh pasir besi tersebut.
Haku dan Hinata langsung membuat handseal secara bersamaan.
"jutsu controlling interest: dozens of flower shuriken"
"ice elements: a thousand spears of ice"
Kedua jutsu itupun melesat dengan cepat kearah Sasori, seperti biasa Sasori hanya memasang wajah datar yang tak tersirat ketakutan.
DHUARR DHUAR DHUARRR
Seketika serangan Hinata meledak di depan Sasori, dan membuat Sasori mundur beberapa langkah.
TRANK TRANK TRANK
Sasoripun dapat menahan serangan Haku menggunakan pasir besinya.
"Kyodaisō"
Seketika pasir besi kazekage ke 3 menjadi segitiga berbentuk seperti piramida dan meruncing ke titik yang tajam pada salah satu Sasori menggerakan jarinya, Kazekage ke 3 pun seketika menyerang Haku dan Hinata.
"Ice element: a wall of ice"
TRANKKK JRASHHH
Walaupun sudah di tahan menggunakan dinding es akan tetapi dinding es tersebut hancur seketika oleh pasir besi tersebut. Haku dan Hinata seketika melompat kebelakang kearah Utakata dan Kimimaro.
"sial, pasir besi itu sangat kuat sekali."
Gumam Kimimaro. Utakata yang mendengar itu Nampak sedang berpikir untuk mengalahkan Sasori.
"aku punya sebuah cara, tetapi aku tidak menjamin akan mengalahkan orang itu." Ucap Utakata. Ketiga temannya seketika menoleh kearah Utakata dan meminta penjelasan dari Utakata. Utakata lalu menjelaskan rencanannya kepada 3 temannya. Setelah mendengarkan rencana Utakata, ketiga temannya mengangguk dan seketika berlari kearah Sasori. Haku dan Kimimaro berdiri di sisi kiri dan kanan Sasori. Hinata berdiri di depan Utakata. Sasori yang melihat dirinya di kepung hanya menatap bosan kearah keempat lawannya.
Haku dan Kimimaro seketika membuat handseal secara bersamaan.
"Sawarabi no Mai"
"ice elements: hundreds of thorns ice "
Seketika di sisi kiri dan kanan Sasori muncul tulang dan es yang runcing dan besar kearah dirinya dengan cepat. Hinatapun seketika membuat handseal.
"jutsu controlling interest: interest explosive death"
Seketika Sasori sudah di kelilingi bunga-bunga yang berterbangan di sekeliling tubuhnya.
JRASHH JRASHH JRASHHH
Sasori dapat membelah Tulang dan es yang sedang menuju kearahnya dengan pasir besi yang sudah berubah bentuk dan di padatkan.
"die"
DHUARRRRRR
Tiba-tiba bunga-bunga yang mengelilingi tubuh Sasori meledak dan Sasoripun terpental kebelakang.
"Ink Bubble Explosion"
Tubuh Sasori yang baru saja terhempas ke belakang, tiba-tiba sudah berada dalam gelembung milik Utakata.
'sesuai rencana' batin Utakata.
"Akahigi: Hyakki no Sōen"
Di dalam gelembung tersebut Sasori mengeluarkan salah satu gulungannya, ia kemudian membuka kompartemen dada kanan untuk memancarkan lebih dari seratus Benang chakra, yang mencapai ke gulungan. Tetapi di dalam gelembung tersebut muncul cairan hitam.
JRASHHHHH
Utakata membelalakan matanya saat Sasori tidak berhasil terbunuh dalam jutsunya barusan, dan yang lebih mengangetkan muncul seratus boneka menggunakan jubah merah dan di tangan mereka sudah ada senjata.
Seketika Haku, Kimimaro dan Hinata mundur kebelakang ke tempat Utakata.
"sial, dia bisa lolos dari jutsuku."
Gumam Utakata. Mereka berempat memandang Sasori yang tengah menyeringai kearah mereka. Seketika Sasori menggerakan semua bonekanya kearah Utakata, Haku, Kimimaro dan Hinata.
Mereka berempat dengan segera membuat handseal secara bersamaan.
"ice elements: a thousand spears of ice"
"Teshi Sendan"
"jutsu controlling interest: dozens of flower shuriken"
"Suiton: Hōmatsu no Jutsu"
Seketika keempat jutsu berbeda itu mengarah kearah boneka-boneka Sasori yang sedang kearah mereka.
DHUARRRRRRR
Ledakan terjadi saat keempat jutsu itu menghantam boneka-boneka Sasori yang menggunakan jubbah merah. asap yang cukup tebal menghalangi pandangan mereka berempat.
Asap pun perlahan mulai menghilang, dan terlihat boneka-boneka Sasori yang masih tersisa yang kira-kira berjumlah 40 boneka.
Kimimaro hanya mendecih tidak suka, dan tanda kutukannya tersebut perlahan mulai semakin banyak dan akhirnya tubuh Kimimaro sudah di tertutupi tanda kutukan tersebut, Kimimaro berubah penampilan seperti dinosaurus lengkap dengan ekor. Beberapa tulang besar juga menonjol dari kulit gelapnya. Sasori kembali mengarahkan boneka-bonekanya kearah mereka berempat.
Seketika Utakata, Haku, Hinata dan Kimimaro sudah di kelilingi boneka-boneka Sasori, lalu boneka-boneka tersebut menyerang mereka dengan senjata di tangannya.
TRANK TRANK TRANK TRANK
Mereka berempat menahan serangan-serangan boneka-boneka tersebut menggunakan kunai kecuali Kimimaro yang menggunakan tulang dari tubuhnya.
"Tessenka no Mai: Hana"
Seketika di tangan kanan Kimimaro sudah muncul seperti bor ang terbuat dari tulang.
JRASHH JRASHH JRASSHHHH JRASHH
Satu persatu boneka-boneka yang mengelilingi Kimimaro rusak oleh Kimimaro menggunakan bor tulang tersebut.
'1,2,3,4,5,6.. hmm ternyata enam boneka lagi yang menggelilingiku.' Batin Kimimaro.
Tiba-tiba keenam boneka yang mengelilingi Kimimaro melesat kearah Kimimaro.
"Tessenka no Mai: Tsuru"
JRASHH JRASHH JRASHH
Seketika tiga boneka tersebut hancur oleh ekor milik Kimimaro. Kimimaro langsung berlari kearah tiga boneka yang berada di depannya.
JRASHH JRASHH JRASHH
Ketiga boneka tersebut hancur oleh bor di tangan kanan Kimimaro. Kimimaropun menoleh kearah samping dan melihat kearah tiga temannya yang sedang melawan boneka-boneka berjubah merah tersebut.
TRANKK TRANKK TRANKK
Hinata, Haku dan Utakata tampak kewalahan menghadapi boneka-boneka Sasori yang masih banyak tersebut. Haku seketika membuat handseal.
"ice elements: a thousand spears of ice"
Seketika di depan Haku sudah ada ratusan tombak yang terbuat dari es, tombak-tombak itupun seketika melesat kearah boneka-boneka di depannya.
JRASHH JRASHH TRANK TRANK JRASHH
Satu persatu boneka tersebut hancur oleh tombak-tombak es Haku. Melihat masih ada boneka di hadapannya,Hinata seketika membuat Handseal.
"jutsu controlling interest: flowers rain explosives"
Seketika tempat tersebut muncul hujan bunga di antara boneka-bneka berjubah merah tersebut. Tetapi tiba-tiba bunga-bunga tersebut berubah menjadi kertas peledak yang sangat banyak.
"Ice element: a wall of ice"
DHUARRRRRRR
Ledakan besarpun terjadi di tempat tersebut, untung saja Haku membuat dinding es sebelum ledakan besar terjadi dan mereka berempat tidak terluka oleh ledakan jutsu Hinata. Boneka-boneka tersebut seketika sudah hancur berkeping-keping. Sasori hanya memandang datar melihat semua bonekanya telah rusak.
Sasori seketika menggerakan boneka Kazekage ke 3.
"amaterasu"
Tetapi tiba-tiba api hitam melesat kearah Sasori, tetapi api hitam tersebut hanya mengenai boneka Kazekage ke 3. Sasori seketika melihat siapa yang menyerangya secara tiba-tiba.
"Itachi, tak kusangka selama ini kau memata-matai kami semua." Ucap Sasori dengan nada datarnya sambil melihat Itachi. Itachi yang mendengar perkataan Sasori hanya diam tak menjawab.
TAP
Naruto yang barusaja datang langsung melemparkan pedang kusanaginya yang sudah terlapisi chidori kearah jantung Sasori.
SYUTT JLEBB
"arghhhhh."
Pedang Kusanagi milik Naruto tepat mengenai jantung Sasori, seketika Sasoripun jatuh terduduk sambil berusaha mencabut pedang kusanagi Naruto yang sudah di lapisi chidori tersebut. Naruto lalu membuat satu bunshin di sisinya.
POFF
Dan munculah satu bunshin di sisi lalu menatap bunshinnya dan seketika bunshinnya tersebut mengangguk. Perlahan di tangan Naruto muncul gumpalan chakra berwarna biru dan lama kelamaan rasengan tersebut sudah berbentuk Shuriken.
"Rasenshuriken"
Seketika Naruto melempar rasengan berbentuk shuriken tersebut kearah Sasori yang masih terduduk.
DHUARRRRRR
"ARGHHHHHHHHH"
Seketika terjadi Ledakan besar di hadapan Naruto saat jutsunya tersebut menghantam tubuh Sasori. Asap tebal muncul memenuhi tempat tersebut hingga mereka semua tidak bisa melihat keadaan Sasori. Perlahan asap itu menghilang dan menampakan tubuh Sasori yang hancur lebur oleh jutsu Naruto, Naruto hanya memasang wajah datarnya dan berjalan kearah tubuh Sasori yang sudah tidak berbentuk lagi, ia langsung mengambil pedang kusanaginya yang tergeletak di tanah.
Naruto lalu berjalan kearah semua anggota timnya yang sudah berkumpul.
GREBB
"Naruto-kun, apa kamu terluka?" Tanya Haku dan Hinata sambil bergelayut manja di kedua tangan Naruto.
"hn, aku baik-baik saja, Hinata-chan, Haku-chan." Jawab Naruto sambil tersenyum tipis. Utakata, Gaara, Kimimaro dan Itachi hanya menggeleng-gelengkan kepala saat kedua kunoichi tersebut bermanja-manja dengan Naruto. Mereka semuapun tahu kalau Haku dan Hinata menyukai Naruto.
"kita ke markas Orochimaru."
Ucap Naruto dengan nada dinginnya, keenam anggota Naruto lalu mengangguk tanda mengiyakan. Haku dan Hinatapun melepaskan pelukannya pada Naruto.
ZWUSSHH
Sedetik kemudian mereka semua sudah menghilang dengan shunshinnya masing-masing.
ZWSUHHH
Naruto dan keenam anggotanya sudah sampai di markas Orochimaru, tetapi di markas yang hancur tersebut ada seorang wanita berambut merah dan memakai kacamata sedang terpojok oleh beruang besar di hadapannya.
"GOOOAAARRRRR"
Beruang tersebut akan mencabik tubuh wanita berambut merah tersebut, seketika Naruto lalu berlari kearah beruang tersebut dengan cepat. Naruto mengambil pedang kusanagi di punggunya.
JRASHHHH
Seketika Naruto memotong kepala beruang besar tersebut hingga kepalanya terpisah.
BRUKKK
Beruang tersebutpun mati seketika dengan darah yang mengalir dari lehernya. Naruto melirik ke belakang dan melihat Wanita tersebut sedang mengobati lengannya.
'ninja medis?tepat sekali, di dalam anggotaku belum ada ninja medis dan nampaknya dia cukup hebat.' Batin Naruto.
Wanita berambut merah itupun mendongakan kepalanya, di depannya sudah ada seorang pemuda tampan.
'tampan sekali' batin wanita berambut merah tersebut.
"a-arigatou sudah menolongku, dan sebagai ucapan terima kasih dariku kau mau apa?" Tanya wanita berambut merah tersebut dengan wajah yang memerah.
"nampaknya kau hebat dalam ilmu medis, kau akan menjadi anggota kelompokku" ucap Naruto datar.
"baiklah aku akan menjadi anggota kelompokmu karena kau sudah menolongku barusan, tuan.."
"Naruto. Uzumaki Naruto." Potong Naruto. Sambil berjalan kearah anggota kelompoknya, seketika wanita tersebut berjalan di belakang Naruto.
"Naruto-sama, siapa wanita tersebut?" Tanya Gaara sambil melirik kearah wanita merah di belakang Naruto.
"anggota baru, dia ninja medis di kelompok kita dan sebutkan namamu." Ucap Naruto dengan wajah datarnya seperti biasa.
"namaku Karin. Uzumaki Karin." Ucap wanita berambut merah tersebut yang bernama Karin tersebut. Naruto yang mendengar nama Karin barusan sedikit kaget, tetapi masih stay cool.
"kita ke markas."
Ucap Naruto, semua anggota tim Naruto mengangguk tetapi tidak untuk Karin karena dia belum tahu di mana markas barunya.
"Gaara pegang tangan Karin, dia belum tahu letak markas kita." Perintah Naruto kepada Gaara.
"baik, Naruto." Ucap Gaara, dengan cepat Gaara memegang tangan Karin.
'ternyata di kelompok Naruto-kun semua prianya tampan.' Batin Karin.
ZWUSHHH
Sedetik kemudian Naruto dan anggotanya menggunakan shunsin untuk ke markas.
Tidak jauh dari sana terlihat tiga anbu Konoha yang sedari tadi memperhatikan gerak-gerik Naruto, lalu seketika ketiga anbu tersebut menghilang dalam kepulan asap.
.
__ADS_1
.
.