DARK SHINOBI

DARK SHINOBI
chapter 34


__ADS_3

arghhhhhhhhh."


Hidan langsung jatuh tersungkur kebelakang saat terkena jutsu Naruto.


"ugh..sialan kau brengsek. Aku akan membunuhmu." Gumam Hidan. Naruto kembali membuat Handseal.


"ice elements: a thousand spears of ice."


Setelah itu di atas Naruto muncul tombak-tombak yang terbuat dari es dan tombak-tombak es tersebut langsung melesat kearah Hidan.


TRANKK TRANKK JRASHH JRASHH


Tubuh Hidan terkena tombak-tombak es Naruto, tubuhnya compang camping akibat jutsu Naruto.


"ugh..rasa sakit ini memuakan. Arghh." Ucap Hidan sambil mencabut tombak-tombak es dari badannya. Hidan lalu berdiri kembali seperti biasa walaupun darah di sekujur tubuhnya mengalir.


"akan ku jadikan kau ritual untuk dewa Jashin, brengsek." Ucap Hidan sambil berlari kearah Naruto dan mencoba menyerang Naruto dengan sabitnya.


TRANKKK


Serangan Hidan dengan mudahnya di tahan oleh tangan besar berwarna Hitam yang muncul tiba-tiba dari tubuh Naruto. Hidan langsung melompat kebelakang saat melihat tangan besar tersebut.


Perlahan chakra hitam keluar dari tubuh Naruto dan membentuk seorang prajurit yang membawa katana besar dan cermin Yata di tangannya.


"susano'o" Setelah itu Susano'o Naruto mengayunkan katana besarnya kearah Hidan.


SYUTT JRASH JRASH


"arghhhh." Tangan kiri Hidan langsung terputus akibat terkena serangan Naruto.


"ugh..rasa sakit ini menyakitkan sekali." Rintih Hidan. Setelah itu Naruto berlari kearah Hidan.

__ADS_1


JRASHHHH


"ARGHHHHHH"


Teriak Hidan saat katana Susano menusuk perutnya. Darah segar mengalir dari perut Hidan. Naruto berjalan mendekati Hidan. Ia langsung mengambil pedang Kusanagi yang berada di pinggannya.


JRASHHH JRASHHH


"ARGHHHHHH."


Kepala Hidan langsung terputus saat Naruto menebaskan pedangnya keaah Hidan, sedangkan tubuh Hidan terbelah dua oleh Katana Susano'o Naruto. Naruto lalu menduduki tubuh Hidan yang tergeletak di tanah sambil melihat pertarungan anggota tim Naruto melawan Kakuzu.


"hey sialan, jangan duduki tubuhku itu." Ucap Hidan sambil melirik tubuhnya yang sudah terpisah.


"hn, walaupun sudah ku potong kepalamu tapi kau masih berisik. Crystal Release: Crystal Imprisonment Wave." Ucap Naruto. Dan seketika kepala Hidan sudah terkurung menggunakan Kristal. Naruto kembali menoleh kearah anggota timnya yang sedang bertarung.


kedua tangan Kakuzu langsung memanjang kearah Utakata dan Yang lainnya.


"Tsubaki no Mai."


JRASH JRASH


Kedua tangan Kakuzupun terpotong oleh pedang Haku dan Kimimaro. Gaara langsung mengarahkan pasirnya kearah Kakuzu.


"Suna Shigure."


Gaara langsung membuat hujan pasir di sekitar Kakuzu.


"tidak ada gunanya." Gumam Kakuzu. Tetapi saat akan menggunakan tubuhnya, tubuhnya tidak bisa di gerakan karena pergerakannya sudah di tahan oleh pasir Gaara. Hinata lalu membuat handseal.


"jutsu controlling interest: flowers rain explosives."

__ADS_1


Lalu di sekitar Kakuzu terjadi hujan bunga, tiba-tiba bunga tersebut seketika berubah menjadi ratusan kertas peledak.


"die"


DHUARRRRRRRRR


Ledakan besar langsung terjadi yang menciptakan kepulan asap tebal.


"Hinata bagaimana? Apa berhasil?" Tanya Utakata sambil melirik kearah Hinata yang berada di pinggirnya.


"sepertinya tidak." Jawab Hinata dengan Byakugan yang sudah aktif. Perlahan kepulan asap tersebut menghilang dan munculah Kakuzu dengan warna kulit yang sudah menghitam tanpa luka sedikitpun di tubuhnya.


"sial, dia memakai jutsu pengeras itu." Gumam Kimimaro sambil melihat kearah Kakuzu. Perlahan kedua tangan Kakuzu mengeluarkan benang-benang hitam dan kedua tangan tersebut menyatu kembali pada Kakuzu. Sedangkan Naruto yang melihat itu sambil duduk di potongan tubuh Hidan, tersenyum tipis ralat sangat tipis.


"pertarungan ini semakin menarik." Gumam Naruto.


SYUTTT JRASHH JRASHHH


"Arghhhhhhhh"


Rintih Kakuzu saat tiba-tiba dari belakang Guren dan Haku sudah menusukan pedangnya di jantung Kakuzu. Kakuzu tidak sempat menyadari ada musuh di belakangnya dan tidak sempat menahannya.


"bagaimana bisa? Aku sama sekali tidak merasakan kehadiranmu lalu kau menyerangku dari belakang? Arghhhh." Ucap Kakuzu sambil merintih kesakitan.


BRUKK


Tubuh Kakuzu ambruk seketika dengan darah mengalir dari dadanya. Haku dan Guren lalu mencabut pedangnya masing-masing yang sudah bercampur darah.


DHUAGHHHH BRAKKK


"arghhhh."

__ADS_1


"arghhhhh."


__ADS_2