
.
.
.
.
Deidara kembali memuntahkan darah karena Naruto semakin mendekat dan chidori menusuk di jantungnya semakin dalam.
JRASHHH JLEBB
Chidori Narutopun lalu menembus hingga keluar, darah segar keluar luka tersebut. Naruto mengambil pedang kusanagi di punggungnya.
JRASHH
"ARGHHHHHHHHH"
Deidara berteriak kesakitan saat Naruto menancapkan pedang Kusanaginya di tangan kanan Deidara.
"SIALAN KAU!" teriak Deidara kepada Naruto yang berada di depannya, sedangkan Naruto hanya memasang wajah datarnya seperti biasa.
"tanganmu itu membuat susah orang lain." Ucap Naruto dengan datarnya. Chidori yang menancap di jantung Deidarapun sudah menghilang. Deidara menggeram kesal dan ia lalu membuka bajunya menggunakan tangannya yang sudah terlepas dari pedang Kusanagi Naruto. Naruto yang melihat tangan Deidara yang sudah lepas dari pedang kusanaginya, lalu ia mengambil pedang kusanagi tersebut dan melompat kebelakang. Itachi yang melihat Deidara akan melakukan jutsu itu, segera menutup matanya satu. Perlahan mata sebelah Itachi mengeluarkan darah segar.
"amaterasu."
"ARGHHHHHH"
Tiba-tiba tubuh Deidara sudah terbakar oleh api hitam, ia berusaha memadamkan api tersebut akan tetapi gagal.
"Arghhhhhhh SIALAN KAU ITACHIIIIII!"
Teriak Deidara, seketika Deidarapun tewas dengan tubuh yang masih terbakar oleh api hitam tersebut.
"untung saja dia tidak mengeluarkan jutsu tersebut." Ucap Itachi, matanya perlahan berubah kembali seperti semula.
"jutsu apa Itachi-san?" Tanya Gaara.
"jutsu yang sangat berbahaya, dia pernah berkata jutsu tersebut memilik radius 10 km, tetapi untung saja aku telah membunuhnya." Ucap Itachi. Gaara yang mendengar perkataan Itachi hanya mengangguk saja.
"kita ke tempat yang lainnya." Ucap Naruto datar. Gaara dan Itachi menganggukan kepalanya. Lalu setelah itu mereka menghilang dengan shunsinnya masing-masing.
Di tempat pertarungan Utakata.
Sasori masih terus memandangi keempat lawannya dengan pandangan yang sulit di artikan. Tiba-tiba Sasori membuat handseal.
"Satetsu Shigure"
Sasori menyerang menggunakan Pasir Besi yang telah mengeras menjadi butiran kecil, untuk menyerang secara bersamaan di berbagai macam arah. Peluru yang begitu cepat, sehingga mereka sulit untuk dilihat. Haku yang melihat itu langsung membuat handseal.
"Ice element: a wall of ice"
Haku seketika membuat dinding yang terbuat dari es di depannya.
JRASH JRASH JRASH
"arghhhhhhh"
"arghhhhhhh"
Walaupun sudah ada dinding es buatan Haku di depannya, tetap saja mereka berempat terkena serangan Sasori dan menyebabkan tangan mereka terluka.
Kimimaro menggeram kesal, dan perlahan tanda kutukannya mulai memenuhi seluruh tubuhnya. Lalu ia seketika membuat handseal.
"Sawarabi no Mai"
Seketika muncul tulang-tulang besar yang muncul dari bawah tanah menuju arah Sasori. Sasori yang melihat itu seketika mengeluarkan boneka Kazekage ke 3.
"Satetsu Kesshū"
Sasori menggunakan Teknik dengan Boneka Kazekage 3. ia mengumpulkan volume besar Pasir Besi dan kompres ke bentuk kepadatan tinggi.
JRASH JRASH JRASH
__ADS_1
Sasori memotong tulang-tulang yang sedang menuju kearahnya dengan pasir besi yang sudah berubah bentuk dan mengeras. Kimimaro hanya diam tak percaya melihat tulang-tulang terpotong oleh pasir besi tersebut.
Haku dan Hinata langsung membuat handseal secara bersamaan.
"jutsu controlling interest: dozens of flower shuriken"
"ice elements: a thousand spears of ice"
Kedua jutsu itupun melesat dengan cepat kearah Sasori, seperti biasa Sasori hanya memasang wajah datar yang tak tersirat ketakutan.
DHUARR DHUAR DHUARRR
Seketika serangan Hinata meledak di depan Sasori, dan membuat Sasori mundur beberapa langkah.
TRANK TRANK TRANK
Sasoripun dapat menahan serangan Haku menggunakan pasir besinya.
"Kyodaisō"
Seketika pasir besi kazekage ke 3 menjadi segitiga berbentuk seperti piramida dan meruncing ke titik yang tajam pada salah satu Sasori menggerakan jarinya, Kazekage ke 3 pun seketika menyerang Haku dan Hinata.
"Ice element: a wall of ice"
TRANKKK JRASHHH
Walaupun sudah di tahan menggunakan dinding es akan tetapi dinding es tersebut hancur seketika oleh pasir besi tersebut. Haku dan Hinata seketika melompat kebelakang kearah Utakata dan Kimimaro.
"sial, pasir besi itu sangat kuat sekali."
Gumam Kimimaro. Utakata yang mendengar itu Nampak sedang berpikir untuk mengalahkan Sasori.
"aku punya sebuah cara, tetapi aku tidak menjamin akan mengalahkan orang itu." Ucap Utakata. Ketiga temannya seketika menoleh kearah Utakata dan meminta penjelasan dari Utakata. Utakata lalu menjelaskan rencanannya kepada 3 temannya. Setelah mendengarkan rencana Utakata, ketiga temannya mengangguk dan seketika berlari kearah Sasori. Haku dan Kimimaro berdiri di sisi kiri dan kanan Sasori. Hinata berdiri di depan Utakata. Sasori yang melihat dirinya di kepung hanya menatap bosan kearah keempat lawannya.
Haku dan Kimimaro seketika membuat handseal secara bersamaan.
"Sawarabi no Mai"
"ice elements: hundreds of thorns ice "
"jutsu controlling interest: interest explosive death"
Seketika Sasori sudah di kelilingi bunga-bunga yang berterbangan di sekeliling tubuhnya.
JRASHH JRASHH JRASHHH
Sasori dapat membelah Tulang dan es yang sedang menuju kearahnya dengan pasir besi yang sudah berubah bentuk dan di padatkan.
"die"
DHUARRRRRR
Tiba-tiba bunga-bunga yang mengelilingi tubuh Sasori meledak dan Sasoripun terpental kebelakang.
"Ink Bubble Explosion"
Tubuh Sasori yang baru saja terhempas ke belakang, tiba-tiba sudah berada dalam gelembung milik Utakata.
'sesuai rencana' batin Utakata.
"Akahigi: Hyakki no Sōen"
Di dalam gelembung tersebut Sasori mengeluarkan salah satu gulungannya, ia kemudian membuka kompartemen dada kanan untuk memancarkan lebih dari seratus Benang chakra, yang mencapai ke gulungan. Tetapi di dalam gelembung tersebut muncul cairan hitam.
JRASHHHHH
Utakata membelalakan matanya saat Sasori tidak berhasil terbunuh dalam jutsunya barusan, dan yang lebih mengangetkan muncul seratus boneka menggunakan jubah merah dan di tangan mereka sudah ada senjata.
Seketika Haku, Kimimaro dan Hinata mundur kebelakang ke tempat Utakata.
"sial, dia bisa lolos dari jutsuku."
Gumam Utakata. Mereka berempat memandang Sasori yang tengah menyeringai kearah mereka. Seketika Sasori menggerakan semua bonekanya kearah Utakata, Haku, Kimimaro dan Hinata.
__ADS_1
Mereka berempat dengan segera membuat handseal secara bersamaan.
"ice elements: a thousand spears of ice"
"Teshi Sendan"
"jutsu controlling interest: dozens of flower shuriken"
"Suiton: Hōmatsu no Jutsu"
Seketika keempat jutsu berbeda itu mengarah kearah boneka-boneka Sasori yang sedang kearah mereka.
DHUARRRRRRR
Ledakan terjadi saat keempat jutsu itu menghantam boneka-boneka Sasori yang menggunakan jubbah merah. asap yang cukup tebal menghalangi pandangan mereka berempat.
Asap pun perlahan mulai menghilang, dan terlihat boneka-boneka Sasori yang masih tersisa yang kira-kira berjumlah 40 boneka.
Kimimaro hanya mendecih tidak suka, dan tanda kutukannya tersebut perlahan mulai semakin banyak dan akhirnya tubuh Kimimaro sudah di tertutupi tanda kutukan tersebut, Kimimaro berubah penampilan seperti dinosaurus lengkap dengan ekor. Beberapa tulang besar juga menonjol dari kulit gelapnya. Sasori kembali mengarahkan boneka-bonekanya kearah mereka berempat.
Seketika Utakata, Haku, Hinata dan Kimimaro sudah di kelilingi boneka-boneka Sasori, lalu boneka-boneka tersebut menyerang mereka dengan senjata di tangannya.
TRANK TRANK TRANK TRANK
Mereka berempat menahan serangan-serangan boneka-boneka tersebut menggunakan kunai kecuali Kimimaro yang menggunakan tulang dari tubuhnya.
"Tessenka no Mai: Hana"
Seketika di tangan kanan Kimimaro sudah muncul seperti bor ang terbuat dari tulang.
JRASHH JRASHH JRASSHHHH JRASHH
Satu persatu boneka-boneka yang mengelilingi Kimimaro rusak oleh Kimimaro menggunakan bor tulang tersebut.
'1,2,3,4,5,6.. hmm ternyata enam boneka lagi yang menggelilingiku.' Batin Kimimaro.
Tiba-tiba keenam boneka yang mengelilingi Kimimaro melesat kearah Kimimaro.
"Tessenka no Mai: Tsuru"
JRASHH JRASHH JRASHH
Seketika tiga boneka tersebut hancur oleh ekor milik Kimimaro. Kimimaro langsung berlari kearah tiga boneka yang berada di depannya.
JRASHH JRASHH JRASHH
Ketiga boneka tersebut hancur oleh bor di tangan kanan Kimimaro. Kimimaropun menoleh kearah samping dan melihat kearah tiga temannya yang sedang melawan boneka-boneka berjubah merah tersebut.
TRANKK TRANKK TRANKK
Hinata, Haku dan Utakata tampak kewalahan menghadapi boneka-boneka Sasori yang masih banyak tersebut. Haku seketika membuat handseal.
"ice elements: a thousand spears of ice"
Seketika di depan Haku sudah ada ratusan tombak yang terbuat dari es, tombak-tombak itupun seketika melesat kearah boneka-boneka di depannya.
JRASHH JRASHH TRANK TRANK JRASHH
Satu persatu boneka tersebut hancur oleh tombak-tombak es Haku. Melihat masih ada boneka di hadapannya,Hinata seketika membuat Handseal.
"jutsu controlling interest: flowers rain explosives"
Seketika tempat tersebut muncul hujan bunga di antara boneka-bneka berjubah merah tersebut. Tetapi tiba-tiba bunga-bunga tersebut berubah menjadi kertas peledak yang sangat banyak.
"Ice element: a wall of ice"
DHUARRRRRRR
Ledakan besarpun terjadi di tempat tersebut, untung saja Haku membuat dinding es sebelum ledakan besar terjadi dan mereka berempat tidak terluka oleh ledakan jutsu Hinata. Boneka-boneka tersebut seketika sudah hancur berkeping-keping. Sasori hanya memandang datar melihat semua bonekanya telah rusak.
Sasori seketika menggerakan boneka Kazekage ke 3.
"amaterasu"
__ADS_1
Tetapi tiba-tiba api hitam melesat kearah Sasori, tetapi api hitam tersebut hanya mengenai boneka Kazekage ke 3. Sasori seketika melihat siapa yang menyerangya secara tiba-tiba.
"Itachi, tak kusangka selama ini kau memata-matai kami semua." Ucap Sasori dengan nada datarnya sambil melihat Itachi. Itachi yang mendengar perkataan Sasori hanya diam tak menjawab.