DARK SHINOBI

DARK SHINOBI
chapter 31


__ADS_3

Di gedung Hokage di desa Konoha.


Sudah terkumpul beberapa Jounin di atap gedung Hokage.


"kita mendapatkan kabar dari kuil api, kalau kuil api sudah di serang oleh akatsuki." ucap Tsunade.


"bagaimana dengan keadaan Chiriku?" Tanya Asuma.


"dari berita tersebut, Chiriku telah meninggal." Jawab Tsunade. Asuma bagaikan tersambar petir, ia hanya diam membatu. Shikamaru hanya diam memperhatikan ekspresi Asuma.


"demi martabat Konoha kita tidak boleh membiarkan orang-orang itu bergerak dengan bebas! Jangan biarkan mereka meninggalkan Hi no Kuni! Temukan mereka apapun yang apapun yang terjadi. Dan jika kalian tidak bisa menangkapnya,bunuh saja mereka! Berpencar!" perintah Tsunade. Dan seketika jounin-jounin tersebut langsung pergi. Shikamaru bersama Asuma, Izumo dan Kotetsu.


.


.


.


.


Naruto dan anggota kelompoknya sedang berada di depan sebuah gua di perbatasan Negara api.


"Hinata-chan periksa keadaan!" perintah Naruto sambil menutup matanya. Hinata lalu mengangguk.


"byakugan." Hinata lalu memeriksa keadaan di dalam gua tersebut. "tidak ada siapa-siapa Naruto-un,eh- tunggu ada seseorang di dalamnya." Ucap Hinata. Naruto lalu membuka matanya dan memperlihatkan bentuk pupil matanya seperti katak.


TAP TAP TAP


Orang yang di maksud Hinatapun akhirnya berjalan keluar Gua tersebut.


"siapa kalian semua?" Tanya wanita berambut biru di depannya.


"aku akan merekrut kau sebagai anggota kelompokku, Guren." Ucap Naruto sambil memasang wajah datarnya.


"jadi kau yang membunuh Orochimaru-sama itu, Uzumaki Naruto." Ucap wanita yang di panggil Guren tersebut.


"hn." Jawab Naruto sekenanya.


"Guren?" Tanya Kimimaro sambil memperhatikan orang di hadapannya.


"kau adalah..Kimimaro? bukannya kau sudah tewas? Dan kenapa kau bersama mereka?" Tanya Guren.


"hn, aku tidak tewas, aku sudah muak dengan Orochimaru. Bersama Naruto dan lainnya aku seperti menemukan keluarga baru, sedangkan bersama Orochimaru dia hanya memanfaatkanku saja." Jawab Kimimaro.


"jadi?" Tanya Naruto kepada Guren.


"kalau kau bisa mengalahkanku aku akan ikut bersamamu, kalau kau kalah jangan harap aku masuk ke dalam kelompokmu." Ucap Guren sambil melirik Naruto.


"kalian semua mundur." Perintah Naruto, dan seketika anggota tim Naruto melompat kebelakang. Gurenpun langsung membuat Handseal.


"Crystal Release: Crystal Lance"


Guren membuat tombak dari Kristal, lalu ia melemparkannya kearah Naruto.


ZWUSHHH


Naruto yang berada dalam sage mode hanya memandang datar jutsu tersebut.


"Kawazu Kumite"


BLARRR


Tombak Kristal Guren hancur seketika oleh Naruto dengan mudahnya. Perlahan di tangan Naruto terbentuk sebuah rasengan tetapi semakin lama rasengan tersebut semakin besar.


"Senpo: Odama Rasengan"


Naruto lalu berlari kearah Guren dengan rasengan besar di tangan kanannya. Guren dengan segera membuat Handseal.


"Crystal Release: Crystal Encampment Wall"


Di depan Guren lalu muncul dinding Kristal.


DHUARRRRRRR


Ledakan besar terjadi saat rasengan Naruto menghantam dinding Kristal buatan Guren. Dinding Kristal Guren hancur, tetapi Guren sudah melompat kebelakang agar tidak terkena jutsu Naruto. Perlahan sage mode Naruto menghilang dan matanya kembali seperti semula.


'justu yang sangat mengagumkan' batin Guren.


Naruto lalu membuat Handseal dengan cepat.


"Mokuton: Daijurin no Jutsu" lengan kanan Narutopun berubah menjadi puluhan batang kayu yang runcing kearah Guren. Guren sempat kaget karena Naruto dapat menggunakan jutsu mokuton, tetapi ia langsung membuat Handseal.


"Crystal Release: Crystal Encampment Wall"


BLARRR


Kedua jutsu itu bertubrukan dan dinding Krisal Gurenpun hancur, setelah itu guren membuat handseal.


"Crystal Release: Growing Crystal Thorns"

__ADS_1


Dan setelah itu muncul duri-duri panjang dari dalam Tanah kearah Naruto. Naruto lalu membuat handseal.


"Mokuton: Jukai Heki"


Di depan Naruto muncul dinding kayu yang sangat kuat.


BLARRR


Jutsu Guren dapat tertahan oleh dinding kayu buatan Naruto. Setelah itu perlahan mata Naruto berubah menjadi mata sharingan dengan tiga tomoe.


Sementara di belakang anggota tim Naruto yang melihat pertarungan Naruto dan Guren hanya diam.


"ternyata dia pengguna kekkei genkai yang unik, pantas saja Naruto ingin sekali menjadikannya anggota." Ucap Gaara sambil melihat pertarungan di depannya.


"mereka berdua seperti ingin membunuh saja. Karin bagaimana dengan Naruto? Dia tidak termakan emosikan?" Tanya Utakata kepada Karin.


"tidak, chakra Naruto-kun seperti biasa saja. Kalau Naruto-kun marah chakranya akan sangat dingin." Jawab Karin sambil membenarkan letak Kacamatanya.


Kembali ke pertarungan Naruto dan Guren.


Guren kembali membuat Handseal.


"Shōton: Suishō Tō"


Guren menciptakan semacam pedang yang menempel di kedua lengannya. Ia lalu berlari kearah Naruto dan menyerangnya tetapi dengan mudah Naruto membaca pergerakan Guren dengan mata sharingannya.


TRANKK


Naruto mengeluarkan pedang Kusanaginya di pinggannya. Ia lalu mengalirkan chidori ke pedang kusanaginya.


TRANKK JRASHH


Pedang Kristal Guren tangan kanannya hancur saat mencoba menahan serangan Naruto, tangan kanannyapun terkena serangan Naruto. Guren langsung melompat kebelakang.


"ugh." Rintih Guren sambil memegang tangan kanannya yang mengeluarkan darah segar.


Naruto lalu membuat Handseal.


"fuuton: shinku renppa" ucap Naruto. Setelah itu di atas Naruto muncul ratusan pedang angin dan ratusan pedang angin itu melesat kearah Guren. Guren lalu membuat handseal.


"Crystal Release: Crystal Encampment Wall"


Di depan Guren seketika muncul dinding Kristal. Sebelum jutsu Naruto menghantam dinding Kristal, ia langsung menggunakan shunsin.


DHUARRRRRR


dinding Kristal Guren Hancur, Gurenpun melompat kebelakang. Tetapi Guren membelalakan matanya saat Naruto sudah berada di depannya.


JLEBB BRUKK


"arghhhh"


Chidori Naruto menusuk perut Guren, dan membuat Guren menabrak pohon di belakangnya.


"hn jadi?" ucap Naruto dengan nada datarnya sambil mengulurkan tangannya kearah Guren yang terduduk di tanah.


"baiklah karena aku sudah melihat kekuatanmu, aku ikut." Jawab Guren sambil menerima uluran tangan Naruto.


TAP


Semua anggota Naruto sudah berada di sekeliling Naruto.


"Karin-chan obati dia." Ucap Naruto.


"baik Naruto-kun." Jawab Karin. Lalu Karinpun mendekati Guren dan menyuruh menggigit tangannya. Perlahan luka di tubuh Guren menghilang.


"ayo pergi." Ucap Naruto dan di jawab oleh anggukan semua anggota Naruto.


.


.


.


Hidan dan Kakuzu yang sedang berjalan sambil membawa mayat Chiriku di punggung Kakuzu, mereka berdua lalu berhenti di sebuah tempat.


"hey hey kau mau pergi kemana? Bukannya ini toilet?" Tanya Hidan saat Kakuzu berjalan ke toilet tersebut.


Di dalam toilet tersebut, Kakuzu berjalan sebentar dan ia seperti menekan tembok tersebut. Setelah itu muncul ruang lain di dalamnya.


"ini adalah tempat pertukaran." Ucap Kakuzu saat melihat reaksi Hidan.


"kenapa mereka harus memilih toilet sebagai tempatnya?" Tanya Hidan.


"lewat sini." Ucap seseorang di dalam ruangan tersebut. Hidan dan Kakuzu lalu masuk ke dalam ruangan tersebut.


"letakan disini." Ucap orang tersebut, Kakuzu lalu menaruh mayat Chiriku. Orang tersebut lalu berjalan mengambil uang yang berada di dalam koper dan menyerahkannya ke Kakuzu.


"tempat ini sangat bau. Ayo kita cepat pergi,Kakuzu!" ucap Hidan.

__ADS_1


"tunggu, aku akan menghitung dulu uangnya." Jawab Kakuzu.


"aku tidak bisa mengatakan apakah bau busuk itu air kencing ataukah mayat itu, serius ini memuakan. Aku tunggu di luar saja." Ucap Hidan sambil berjalan keluar.


"pas." Ucap Kakuzu setelah menghitung uang tersebut.


"aku menunggu tangkapanmu yang lain tuan." Ucap orang tersebut.


"tahan ambisimu, kami sedang mencari jinchuuriki." Jawab Kakuzu sambil berjalan keluar.


Di luar bangunan tersebut.


"ugh menjijijakan..aku menghabiskan lima menit di tempat sialan itu sampai pakaianku basah kuyup dan berbau busuk." Ucap Hidan sambil mencium jubbah akatsukinya.


TAP


"Kakuzu, lama sekali kau." Ucap Hidan saat seseorang keluar dari bangunan tersebut. Saat Hidan menoleh kebelakang ternyata sudah ada Asuma. Asumapun lalu melemparkan beberapa shuriken kearah Hidan.


TRANK TRANK


Hidan dengan mudahnya menahan Shuriken Asuma dengan sabit besarnya. Tetapi setelah itu muncul izumo dan kotetsu di sisi kiri dan kanan Hidan. Hidan akan menahannya tetapi tubuhnya sudah tak bisa di gerakan karena jutsu Shikamaru.


"terlalu lamban." Ucap Shikamaru.


JLEBB


Senjata Kotetsu dan Izumopun menusuk tubuh Hidan.


"yang satu sudah jatuh." Ucap Asuma sambil tersenyum. Shikamarupun hanya tersenyum.


"sakit sekali. Apa masalah kalian?" Tanya Hidan dengan wajah malas. Asuma, Shikamaru, Izumo dan Kotetsu membelalakan matanya saat orang yang terkena serangannya tidak mati.


"apa yang terjadi? Kita sudah menyerang organ vitalnya!" gumam mereka Izumo dan Kotetsu.


"berhentilah gemeteran,rasa sakit ini memuakkan!" Ucap Hidan sambil menyeringai.


"apakah dia tidak bisa mati?" gumam Kotetsu.


"tidak, bodoh sekali kau. Sekarang, kalian ini siapa?" Tanya Hidan. Hidan lalu melirik kearah Asuma, ia pun melihat tanda di pinggang Asuma.


"tanda itu, itu milik 12 ninja pelindung." Ucap Hidan.


"kami adalah shinobi Konoha. Kami telah di perintahkan untuk menangkap atau menghabisi akatsuki." Ucap Asuma sambil mengambil senjatanya seperti pisau chakra.


"beraninya, kurang ajar kalian semua." Ucap Hidan.


"dimana partnermu?" Tanya Asuma.


ZWUSHH


Tiba-tiba muncul Kakuzu di belakang Shikamaru.


DHUARRR


Shikamaru berhasil menghindari pukulan Kakuzu.


"Kotetsu, Izumo mundur!" perintah Asuma. Izumo dan Kotetsupun mundur dan senjata mereka berdua masih tertancap di tubuh Hidan. Asuma, Shikamaru, Kotetsu dan Izumo berdiri mengelilingi.


"Kakuzu, jangan mengangguku! Aku akan menggunakan mereka untuk ritualku! Uang adalah bagianmu." Ucap Hidan.


"lakukanlah untukku." Jawab Kakuzu.


.


.


.


.


Di sebuah markas.


Dua orang berjubah hitam dengan corak awan merah. Yang satu berwajah datar dan yang satu memakai topeng sedang berjalan ke markas Akatsuki.


"Itachi-senpai, kenapa yah kita di panggil oleh ketua? Apa kita akan menjalankan misi?" Tanya Tobi dengan nada autisnya.


"hn." Jawab Itachi tanpa menoleh kearah Tobi.


Tobi dan Itachipun sampai di hadapan Ketuanya.


"ketua senpai ada apa memanggil aku dan Itachi-senpai kesini?" Tanya Tobi kepada ketua Akatsuki.


"hn, aku perintahkan kalian berdua.." ketua Akatsuki itu menggantung perkataannya.


"…untuk menangkap Sanbi dan jangan sampai gagal."


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2