
.
Di jurang tempa Kiba dan Lee berada.
"eng.. aku dimana?" Tanya Kiba sambil mengingat kejadian barusan yang dialaminya.
"ini..dimana?" Tanya Lee melihat daerah sekitarnya. Tiba-tiba Kiba ingat kejadian barusan yang di alaminya hingga terjatuh kesini.
"kita berada di dasar jurang Lee, apa kau ingat kejadian barusan?" Tanya Kiba. Lee tampak berpikir untuk mengingat kejadian barusan.
"UWAAAAA, APA KITA SUDAH MATI KIBA? KITA KAN MASUK KE DALAM JURANG TADI?" Tanya Lee atau bisa di katakana teriakan histeris Lee.
"heh ternyata kalian itu bodoh." Ucap suara seseorang di belakangnya dan mengagetkan Kiba dan Lee. Kiba dan Lee menoleh kebelakang dan seketika terlihat sakon yang sudah memegang kunai di tangannya. Kiba dan Lee seketika melompat kebelakang secara bersamaan, mereka berduapun memasang posisi siaga.
Kiba dan Lee seketika berlari kearah Sakon, mereka berdua menyerang menggunakan taijutsu kearah Sakon, terlihat Sakon tampak kewalahan menghadang serangan Kiba dan Lee. Lee yang melihat celah di mana Sakon sedang lengah dengan segera menendang bagian kepala Sakon hingga terpental kebelakang.
DHUAGHHH BRUKK
Sakon langsung menubruk dinding di tempat tersebut.
" kau bocah." Ucap Sakon sambil mencoba berdiri, Sakon menatap tajam kearah Kiba dan Lee.
'2 lawan 1 heh? Licik sekali' batin Sakon. Tapi Sakon tiba-tiba di kejutkan dengan suara teriakan dari salah satu musuhnya.
"Gatsūga" ucap Kiba, seketik kiba berputar cepat kearah Sakon. Sakon yang kaget karena serangan tiba-tiba Kiba tidak sempat menghindar.
DHUARRRR BRUKK
"ARGHHHHH." Teriak Sakon kesakitan saat serangan Kiba berhasil mengenai Sakon. Sakon langsung menubruk dinding dibelakangnya dan membuat retakan di dinding tersebut.
Sakon kembali berdiri sambil menyeka darah di ujung bibirnya, tiba-tiba wajah Sakon di penuhi dengan tanda segel kutukan, Kiba dan Lee terkejut melihat tanda-tanda di sekujur tubuh Sakon. Tak berapa lama Kiba dan Lee kembali di kejutkan karena tiba-tiba badan Sakon terbelah menjadi dua dan munculah satu orang yang mirip dengan Sakon di sampingnya.
'sebenarnya orang yang kami lawan itu apa?' batin Kiba dan Lee secara bersamaan.
"ada apa Sakon kau mengangguku?" Tanya Ukon kepada Sakon.
"kita sedang melawan bocah yang cukup kuat." Jawab Sakon sambil melihat Kiba dan Lee. Ukonpun mengikuti arah tatapan Sakon dan melihat dua orang bocah dan satu anjing kecil.
"jadi mereka berdua?" Tanya Ukon sambil menatap Sakon. Sakonpu mengangguk.
"kita bereskan dengan cepat Sakon." Ucap Ukon. Mereka berdua(Sakon dan Ukon) langsung berlari kearah Kiba dan Lee dengan cepat.
"Tarenkyaku" ucap Sakon dan Ukon secara bersamaa, mereka berdua langsung menendang Kiba dan Lee secara bersamaan. Kiba dan Lee mundur beberapa langkah karena menahan tendangan Sakon dan Ukon barusan.
'itu hanya tendangan, tetapi kenapa kekuatannya cukup besar?' batin Kiba.
Kiba melirik Lee yang berada di sampingnya, Lee yang seakan tau arti tatapan Kiba langsung mengangguk. Kiba dan Leepun berlari kearah Sakon dan Ukon. Mereka berdua(Kiba dan Lee) menyerang Sakon dan Ukon dengan taijutsunya. Kiba bersama Akamaru melawan Sakon sedangkan Lee melawan Sakon. Terjadilah pertarungan sengit disana. Kiba bersama Akamaru dan Lee cukup kewalahan karena Sakon dan Ukon menyerang balik mereka. Sakon dan Ukon yang melihat Kiba dan Lee sedang lengah langsung berlari kearah mereka berdua.
"Tarenken" ucap Sakon dan Ukon secara bersamaan, Sakon dan Ukon langsung menghantamkan Tinjunya kearah Kiba dan Lee. Kiba dan Lee yang kaget tidak sempat menghindar ataupun menahannya.
DHUAGH
Kiba dan Lee terpental kebelakang saat pukulan Sakon dan Ukon mengenainya. Kiba dan Lee tampak mengerang kesakitan, Kiba dan Lee memegang edua pipi mereka yang lebam akibat barusan. Kiba menggeram kesal.
"Akamaru kita tunjukan kekuatan kita." Ucap Kiba.
"guk guk." Jawab Akamaru. Kiba langsung membut handseal.
"Jūjin Bunshin" ucap Kiba, dan seketika Akamaru berubah mirip seperti Kiba.
Akamaru dan Kiba langsung berlari kearah Sakon dengan cepat.
"Gatsūga" ucap Kiba, Kiba dan Akamarupun berputar dengan cepat dan terbentuklah dua mata bor yang mengarah kearah Sakon dengan cepat. Sakon yang melihat itupun membuat handseal.
"Tare-"
DHUARRRRR
Serangan Kiba dan Akamaru berhasil mengenai Sakon yang mencoba membuat Handseal, Sakonpun terpental jauh kebelakang.
"ugh..hebat juga kalian bocah." Ucap Sakon sambil berdiri dan menyeka darah yang keluar dari ujung bibirnya dengan kasar. Tiba-tiba tanda segel kutukan di seluruh tubuhnya bertambah banyak.
"tak kusangka kita akan menggunakan tingkat kedua segel kutukan ini." Ucap Ukon, Ketika tingkat kedua segel mereka aktif, mereka menyerupai goblin dengan kulit merah, rambut panjang, tanduk tunggal (pada sisi yang berlawanan untuk masing-masing saudara), dan dapat tumbuh baju besi hitam dari tubuh mereka (dari sisi mana mereka terpisah).
Kiba dan Lee yang melihat itu sangat terkejut akibat perubahan Fisik Sakon dan Ukon.
"sebenarnya siapa kalian?" Tanya Kiba.
"kami? Kami adalah orang yang akan membunuh kalian." Ucap Sakon sambil menyeringai. Kiba tampak kesal dengan perkataan Sakon barusan dan seketika kiba membuat handseal.
"Jinjū Konbi Henge: Sōtōrō " ucap Kiba.
POFF
Kiba & Akamarupun berubah menjadi Serigala Raksasa Berkepala Dua. Serigala braksasa itu menatap tajam kearah Sakon dan Ukon. Serigala tersebut berlari kearah Sakon dan Ukon dengan cepat.
"Garōga"
Serigala raksasa tersebut berputar dengan cepat(seperti jutsu Gatsuga tapi lebih besar) kearah Sakon dan Ukon. Sakon dan Ukon yang melihat itu langsung membuat handseal.
"Kuchiyose: Rashōmon" teriak mereka secara bersamaan dan tiba-tiba dari dalam tanah muncul 3 gerbang besar dengan wajah menyeramkan bak setan di depan Sakon dan Ukon.
DHUARRRR
Serigala raksasa tersebutpun gagal menembus gerbang yang berada di hadapannya, tiba-tiba serigala raksasa tersebut berubah menjadi Kiba dan Akamaru.
Brukk
Kiba dan Akamarupun terjatuh membentur tanah, Lee langsung berlari kearah Kiba dan Akamaru.
"KIBAAA." Teriak Lee sambil berlari kearah Kiba dan Akamaru. Kiba yang mendengar itu seketika bangun dan memegang kepalanya akibat benturan tadi, Kibapun melirik kearah Akamaru, seketika Kiba tersenyum melihat Akamaru yang masih baik-baik saja.
"Lee di belakangmu." Teriak Kiba, Lee yang mendengar itu menleh kebelakang dan sebuah kunai melesat kearahnya. Lee dengan mudah menghindari serangan tersebut tetapi Sakon dan Ukon yang melihat itu menyeringai.
"Kisei Kikai no Jutsu" ucap Ukon yang sudah berada di belakang Kiba, Kiba yang melihat lawannya di belakang membelalakan matanya kaget. Ukon seketika menyatukan tubuhnya pada Kiba.
"rencanaku sukses." Ucap Ukon dengan wajah yang muncul dari dalam tubuh Kiba. Kiba yang melihat itu kaget karena lawannya menyatu dengan tubuhnya. Kibapun berusaha menggerakan Tubuhnya tetapi tidak berhasil.
'sial! Ada apa dengan tubuhku?' batin Kiba.
"aku hanya meminjam sebentar tubuhmu." Ucap Ukon dengan seringaian di wajahnya. Lee yang melihat Kiba sedang dalam kesusahan berniat membantunya tetapi Sakon menghadangnya, Lee dan Sakonpun bertarung.
Ukon yang sedang menggunakan tubuh Kiba langsung mengambil Kunai di dalam sakunya dan setelah itu tubuh Kiba berjalan kearah Lee yang sedang bertarung, Kiba berusaha mengambil alih tubuhnya tetapi Kiba terus gagal mengendalikan tubuhnya. Tiba-tiba tubuh Kiba berlari kearah Lee yang sedang mengatur nafasnya yang tersenggal-senggal akibat bertarung dengan Sakon.
"LEEEE AWASSS." Teriak Kiba, tubuh Kiba menganyunkan kunai tersebut kearah Lee. Lee yang mendengar teriakan Kiba kaget karena Kiba berusaha membunuh dengan Kunai di tangannya. Lee dapat menghindari serangan Kiba tersebut.
"HEY KIBA ADA APA DENGANMU? KENAPA KAU MENYERANGKU." Tanya Lee. Lee masih terus menghindari serangan Kiba yang bertubi-tubi kepadanya.
"tubuhku sedang-" " hey bocah aku meminjam dahulu tubuh temanmu ini." Potong Ukon dengan kepala yang muncul di pundak Kiba. Lee hanya memandang tak percaya pada Kiba yang tubuhnya sudah bersatu dengan lawannya yaitu,Ukon.
Lee masih terus menghindari serangan Kiba, Lee cukup kewalahan karena di serang secara bertubi-tubi. Lee ingin membalas serangan tersebut tetapi Lee mengurungkan niatnya karena yang sedang menyerangnya adalah Kiba. Ukn yang melihat sedikit celah langsung menggunakan tubuh Kiba untuk mengayunkan kearah Perut Lee. Kiba yang sudah tahu serangan tersebut kearah perut Lee mencoba memberntak sekuat tenaga.
JLEBBB
"Arghhhh." Rintih Kiba saat kunai tersebut menusuk pahanya sendiri, dan seketika Ukon keluar dari tubuh Kiba sambil memuntahkan darah.
'sialan bocah itu, dia menyerang dirinya sendiri.' Batin Ukon.
"Kiba kau baik-baik saja?" Tanya Lee.
"yah aku hanya mengalami luka sedikit Lee." Jawab Kiba. Tiba-tiba tubuh Lee mulai hilang kendali dan mulai sempoyongan seperti orang mabuk.
"sial aku harus minum obat dahulu." Gumam Lee, seketika Lee mengambil botl di dalam sakunya dengan tulisan di botol tersebut 'sake'.
__ADS_1
"obat?" ucap Lee saat membaca tulisan dengan mata yang sudah berkunang-kunang, dan seketika Lee meminumnya sampai habis tak tersisa.
"i-ini bukan obatku, i-ini s-sake." Ucap Lee dan seketika tubuh Lee ambruk. Beberapa menit kemudian Lee terbangun kembali tetapi dengan mata sayu seperti orang mabuk.
"Lee kau ma-" " hey kau yang disana, jangan menatapku seperti itu kau ingin bertarung yah denganku." Ucap Lee sambil menunjuk Sakon dengan tatapan mabuknya.
'ada apa dengan bocah ini?' batin Sakon.
"Suiken" ucap Lee yang tiba-tiba berada di depan Sakon, Lee mengantamkan tinjunya kearah Sakon, Sakon yang kaget tidak sempat menahan serangan Lee.
DHUAGH
Sakon jatuh tersungkur kebelakang, tapi tak berapa lama Sakon bangun kembali. Sakon berlari kearah Lee dan menyerangnya dengan membabi buta tapi Lee dapat menghindarinya dengan mudah. Lee tiba-tiba ambruk, Sakon yang melihat itu segera menghampiri Lee dengan Kunai di tangannya.
"LEEEEE."
"MATI KAU"
DHUAGHH
"arghhh." Lee dengan cepat menendang wajah Sakon hingga terpental keatas, Lee yang melihat itu langsung melompat keatas.
"Seishun furu pawaa" Lee menendang Sakon ke udara(lagi) saat Sakon akan jatuh ke tanah.
"Omote renge" dengan cepat Lee memeluk Sakon dan dengan kecepatan tinggi Lee membenturkan Sakon ke tanah sambil berputar.
DHUARRR
Seketika Sakonpun tewas akibat serangan Lee barusan bentuk fisik tubuhnyapun kembali ke bentuk semula, Lee langsung mendarat di tanah dengan sempurna. Ukon yang melihat itu menggeram kesal.
"bagus Lee." Ucap Kiba. Kiba menoleh kearah Akamaru yang berada di sampingnya.
"kita lakukan lagi Akamaru, kita tak akan gagal sekarang." Ucap Kiba,Kiba langsung membuat handseal
""Jinjū Konbi Henge: Sōtōrō " ucap Kiba.
POFF
Kiba & Akamarupun berubah menjadi Serigala Raksasa Berkepala Dua. Serigala raksasa itu menatap tajam kearah Ukon yang berada di depannya. Serigala tersebut berlari kearah Ukon dengan cepat.
"Garōga"
Serigala raksasa tersebut berputar dengan cepat kearah Ukon. Ukon yang melihat itu membelalakan matanya.
BOOMMM
"ARGHHHHHHH" seketika Ukonpun tewas oleh serangan Kiba barusan, Kiba yang melihat itu tersenyum senang dan Kiba bersama Akamaru berubah kembali seperti semula. Tapi tiba-tiba Kiba melihat Lee yang ambruk dan dengan segera Kiba menghampiri Lee.
"Lee kau baik-baik saja?" Tanya Kiba khawatir melihat Lee yang terengah-engah.
"a-aku baik-baik saja ki-"
BRUKK
"LEEEEEEEE." Tiba-tiba tubuh Lee ambruk di tanah, Kiba langsung membawa Lee dan menyenderkannya di dinding gua tersebut.
"uhuk..uhuk" Kiba terbatuk sambil mengeluarkan darah segar dari dalam mulutnya.
'sial, aku terlalu banyak menggunakan Chakra.' Batin Kiba. Kiba bersama Akamaru yang berada di pangkuannya bersender di samping Lee. Perlahan pandangan Kiba mulai mengabur.
"Shikamaru, Naruto, Shino maafkan kami, sepertinya kami tidak akan menyusul kalian…uhuk..Naruto bawalah Sasuke kembali." Dan setelah mengucapkan itu Kibapun menutup matanya.
.
.
.
Di tempat Shikamaru dan Shino.
"ugh..kita hanya bisa berharap bantuan dari desa datang dan Naruto dapat membawa Sasuke kembali." Ucap Shino.
"ya..uhuk..aku juga berharap Naruto dapat membawa Sasuke pulang ke desa." Jawab Shikamaru sambil terbatuk mengeluarkan darah dari dalam itu Shikamaru dan Shino jatuh tak sadarkan diri karena kehabisan chakra.
.
.
Naruto sekarang sedang berdiri di di padang rumput yang luas dan di depannya ada seorang bawahan Orochimaru yaitu Kimimaro.
"bocah, kembalikan tong tersebut kepadaku, kalau kau memberikannya aku tidak akan membunuhmu." Ucap Kimimaro. Naruto yang mendengar itu hanya tersenyum atau bisa di bilang seringai kejam.
"kau banyak bicara ternyata." Ucap Naruto. Kimimaro yang mendengar itu langsung berlari kearah Naruto. Naruto langsung mengaktifkan Sharingan dengan tiga tomoe.
"Yanagi no Mai"
Kimimaro menumbuhkan beberapa tulang panjang dari tubuhnya untuk digunakan sebagai senjata. Kimimaro menggunakan dua bilah tulang yang tumbuh dari telapak tangannya, ia juga menggunakan tulang sekunder yang muncul dari beberapa siku, lutut, dan bahu. Kimimaro langsung melakukan perputaran miring kearah Naruto.
Walaupun sharingan Naruto sudah aktif tapi tetap saja Naruto kewalahan mendapatkan serangan tersebut.
'apa dia seorang pengguna kekkei genkai? Sepertinya aku harus merekrut dia sebagai anggotaku.' Batin Naruto.
CRASHH
Naruto terkena sayatan di pipinya akibat tulang-tulang Kimimaro, darah segar keluar dari luka tersebut.
"tak buruk." Gumam Naruto, Naruto seketika membuat handseal.
"Taju Kage Bunshin no Jutsu"
Dan seketika muncul ratusan Bunshin Naruto, dengan segera semua bunshin tersebut langsung berlari kearah Kimimaro.
"Tsubaki no Mai"
Kimimaro mengeluarkan salah satu tulang lengan atasnya untuk membuat gagang tulang pendek. kemudian ia langsung berlari kearah Bunshin-Bunshin Naruto dan menusuk dengan terus menerus.
POFF POFF
Secara perlahan bunshin-bunshin Naruto mulai menghilang oleh Kimimaro. Empat bunshin Naruto langsung mengepung Kimimaro dan langsung berlari kearahnya.
POFF POFF POFF POFF
Keempat bunshin Naruto tersebut seketika menghilang saat tubuhnya tertusuk tulang-tulang yang secara tiba-tiba muncul di seluruh tubuh Kimimaro. Kimimaro melihat sekelilingnya dan melihat masih banyak Bunshin Naruto.
'sial mereka terlalu banyak.' Batin Kimimaro.
Seketika Kimimaro membuat Handseal dengan cepat.
"Sawarabi no Mai"
Kimimaro membuat tulang yang tak terhitung munculnya dari bawah tanah, jumlahnya sebanyak ribuan sampai dengan puluhan ribu.
POFF POFF POFF
Bunshin-bunshin Naruto seketika menghilang semua, Kimimaro mengalihkan pandangannya ke seluruh penjuru tempat tersebut untuk mencari Naruto yang asli.
"rasengan"
BOOM
Kimimaro di kagetkan oleh serangan tiba-tiba Naruto yang berada di atasnya dan tidak sempat menahannya,Kimimaro langsung terpental kebelakang. Naruto memandang Kimimaro dengan tatapan datarnya.
"aku tertarik dengan kekuatanmu itu, apa kau ingin masuk ke dalam timku?" Tanya naruto dengan nada beratnya. Kimimaro tidak menghiraukan pertanyaan Naruto dan mulai berdiri kembali. Tiba-tiba segel kutukan yang berada di dadanya merambah ke seluh badannya dan wajahnya. Kimimaro mengadahkan kedua tangannya kearah Naruto.
__ADS_1
"Teshi Sendan"
Seketika muncul tulang kecil di ujung jari Kimimaro,Tulang itu seketika mengeras dan Kimimaro langsung menembakan kesepuluh tulang tersebut kearah Naruto. Naruto yang melihat itu langsung membuat handseal.
"Mokuton: Jukai Heki"
Naruto menciptakan batang kayu dari dalam tanah yang tidak bisa dihitung untuk membentuk dinding kayu yang sangat Kuat.
SYUTT JLEB JLEB JLEB
Sepuluh peluru tulang tersebut dapat di tahan oleh dinding kayu yang di buat yang melihat itu mendecih tidak suka, seketika Naruto langsung membuat handseal.
"Katon: Gōkakyū no Jutsu"
Naruto menembakan bola api yang besar kearah Kimimaro, Kimimaro yang malihat itu mencoba menghindar dengan susah payah. Mata Naruto perlahan berubah dan akhirnya Mata Naruto menjadi rinnegan.
'm-mata itu b-bukankah itu m-mata terhebat di dunia ini, i-itu ri-rinnegan.' Batin Kimimaro.
"k-kau dapat dari mana mata itu?" Tanya Kimimaro.
"ini sebuah rahasia." Jawab Naruto.
"shinra tensei." Ucap Naruto sambil mengadahkan kedua tangannya kerah Kimimaro.
DHUARRR
"arghhhhh" rintih Kimimaro saat dirinya tiba-tiba terhempas kebelakang oleh sesuatu yang tak terlihat. Kimimaro menabrak batu yang ada di padang rumput tersebut.
'tsk,kenapa tubuhku tiba-tiba terhempas kebelakang?' batin Kimimaro.
"hebat juga kekuatanmu itu, kau bahkan bisa menyerangku tanpa ada kontak fisik." Ucap Kimimaro.
"hn, apa kau ingin bergabung denganku, Kimimaro?" Tanya Naruto.
'kekuatannya sangat kuat walau dia masih anak kecil, sebaiknya aku melihat kekuatannya sampai sejauh mana.' Batin Kimimaro.
"aku ingin melihat kekuatanmu, kalau kau kalah dariku, aku tidak akan mau bergabung denganmu." Ucap Kimimaro. Naruto yang mendengar jawaban Kimimaro menyeringai.
'melihat kekuatanku heh?' batin Naruto.
Tiba-tiba tanda kutukan yang berada di tubuh Kimimaro semakin banyak, Kimimaro berubah penampilan seperti dinosaurus lengkap dengan ekor. Beberapa tulang besar juga menonjol dari kulit gelapnya.
Tiba-tiba Kimimaro berlari kearah Naruto dan menyerangnya menggunakan taijutsu beserta ekornya. Naruto hanya menghindar dengan susah payah karena serangan Kimimaro sangat cepat.
Kimimaro mundur beberapa langkah kebelakang dan tiba-tiba tangan kanannya di penuhi tulang yang sangat keras dan banyak yang membentuk sebuah bor dari tulang.
Kimimaro seketika berlari kearah Naruto yang sedari tadi hanya memandang datar dirinya.
"MATI KAUUUU."
KABOOOOMMMMM
Terlihat asap yang muncul akibat serangan Kimimaro tetapi tak berapa lama asap tersebut menghilang dan menunjukan Susano'o Naruto yang sedang menahan serangan Kimimaro dengan cermin yata miliknya.
'kalau aku tidak menggunakan Susano'o ku pasti aku akan mati terkena serangan tersebut.' Batin Naruto.
Kimimaro langsung melompat kebelakang setelah serangannya dapat di tahan oleh Naruto. Tak butuh waktu lama Kimimaro langsung membuat handseal kembali.
"Sawarabi no Mai"
Kimimaro membuat tulang yang tak terhitung munculnya dari bawah tanah, jumlahnya sebanyak ribuan sampai dengan puluhan ribu. Naruto yang melihat tulang-tulang yang muncul dari tanah langsung menggunakan Susano'o untuk menebas tulang-tulang tersebut dengan pedang Susano'o miliknya.
JRASHHH
"ARGHHHHHHHHH." Kimimaropun ikut terkena tebasan Susano'o Naruto dan terlempar jauh kebelakang. Naruto segera menghilangkan Susano'o miliknya dan matanyapun kembali seperti semula. Naruto berjalan mendekati Kimimaro yang sedang terduduk di bawah pohon sambil memegangi lukanya barusan, dan tanda kutukan yang tadi memenuhi seluruh tubuhnya sudah menghilang.
"jadi apa kau sekarang akan ikut bersamaku?" Tanya Naruto dengan nada datarnya. Tampak Kimimaro sedang memikirkan tawaran Naruto. Setelah cukup lama berpikir akhirnya Kimimaropun membuat keputusan.
"baik aku akan ikut bersamamu, tuan.." " Naruto, Uzumaki Naruto." Potong Naruto dengan cepat.
"kita pergi Kimimaro, kita akan pergi ke markas kita dan akan menyembuhkan lukamu itu." Ucap Naruto sambil berjalan pergi meninggalkan Kimimaro.
"baik Naruto-sama." Jawab Kimimaro sambil berjalan menghampiri Naruto.
POFFFF
Tiba-tiba tong tempat Sasuke berada mulai terbuka, asap berwarna ungu mulai muncul keatas. Dan seketika keluarlah Uchiha Sasuke dari dalam tong tersebut. Wajah Sasuke setengah tertutupi oleh tanda kutukan dan sebelah matanyapun berubah seperti Sasuke melihat Naruto bersama orang lain di belakangnya.
'Naruto? Tepat sekali, aku ingin mencoba kekuatan baruku dan akan kubuktikan akulah yang akan menjadi yang terkuat.' Batin Sasuke.
Sasuke langsung mencoba mengejar Naruto dan Kimimaro yang Nampak sudah mulai menjauh dari hadapannya.
Naruto yang sedang bersama Kimimaro kemarkasnya merasakan Chakra beberapa Ninja di depannya yang akan datang kearahnya.
'ninja konoha heh? Akan kubunuh mereka' batin Naruto.
Dan seketika munculah 4 orang Jounin Konoha yang sedang kearahnya.
"hey kau bocah? Kau mau kemana?" Tanya seorang Jounin konoha yang melihat Naruto tapi seketika Naruto menghilang entah kemana.
KRETEK
"ARGHHHHHHHH" Naruto tiba-tiba muncul di belakang Jounin Konoha yang barusan bertanya pada Naruto, Naruto langsung mematahkan Leher Jounin tersebut hingga kepalanya di belakang. Ketiga Jounin lainnya langsung berniat menyerang Naruto. Naruto yang melihat itu langsung membuat Handseal.
"Chidori Nagashi"
"Arggghhhhh" tiba-tiba dari seluruh tubuh Naruto keluar Chakra Raiton dan seketika ketiga Ninja Jounin-Jounin Konoha tersebut langsung terpental kebelakang secara bersamaan.
"Kimimaro bereskan mereka." Perintah Naruto. Kimimaro langsung mengangguk.
"Teshi Sendan"
Seketika ujung-ujung jari Kimimaro keluar tulang-tulang yang keras, Kimimaro langsung mengarahkan kearah Jounin-jounin Konoha yang setengah sadar akibat serangan Naruto tadi.
SYUTT SYUTTT
"ARGHHHHHHH " tulang-tulang tersebut menusuk jantung Jounin-Jounin Konoha tersebut dan seketika para Jounin tersebut tewas. Naruto hanya menyeringai melihat kejadian Barusan.
"kita pergi,Kimimaro." Ucap Naruto. Naruto dan Kimimaropun melanjutkan perjalanannya.
Di belakang Sasuke mencoba mengejar Naruto dengan kecepatan penuh, dan ternyata di depannya sudah ada lembah. Sasuke melihat Naruto yang sedang berjalan diatas kepala salah satu patung di sana.
"NARUTOOOO."
Naruto yang mendengar namanya di panggil menoleh kearah belakang dan disana berdiri Sasuke dengan nafas yang tersenggal-senggal.
"ada apa Uchiha?" Tanya Naruto masih tidak membalikan badannya kearah Sasuke.
"aku ingin kita bertarung sekali lagi disini, aku akan membuktikan kalau akulah yang lebih kuat dari pada kau." Ucap Sasuke. Naruto yang mendengar itu hanya menyeringai.
"kenapa aku harus bertarung lagi denganmu Uchiha? " tanya Naruto dengan nada dinginnya.
"tapi Naruto-sama.." " sebaiknya kau duluan saja Kimimaro, kau akan pergi bersama bunshinku. Aku akan membereskan dulu orang ini." Potong Naruto.
POFF
Dan munculah satu bunshin di hadapan Naruto, setelah itu Kimimaro bersama Bunshin Naruto langsung pergi.
"sialan kau Naruto, akan kutunjukan kekuatan baruku." Ucap Sasuke dengan seringai di wajahnya.
"seperti biasa, kau selalu saja terlalu sombong dan percaya diri…" Jawab Naruto sambil membalikan badannya. Naruto dan Sasuke sekarang saling berhadapan, Naruto hanya menyeringai melihat Sasuke.
"…aku akan perlihatkan perbedaan kekuatan kita." Lanjut Naruto sambil menyeringai.
__ADS_1
.