
.
.
.
.
Papan elektrik kembali menentukan nasib sisa peserta. Dan papan itu sudah menunjukan dua nama. Yamanaka Ino vs. Hikari Ametsuki (OC). Pertandingan berjalan sangat sengit, walaupun Ino menggunakan jurus andalan klannya, tetapi entah dengan cara apa, Hikari dapat menangkisnya. Ino juga agak kesulitan ketika harus menghindari serangan jutsu Katon. Walaupun Hikari hanya memakai jutsu Katon kelas C, tetapi tetap tidak bisa diremehkan timingnya. Pertandinganpun diakhiri dengan jurus Hikari yang mengenai telak ke Ino dan kunai peledak yang dilempar Ino pada saat-saat terakhir sebelum ia terkena jurus Hikari pada Hikari, Ino dan Hikari sama-sama terluka parah, tetapi Hikari masih dapat berdiri. Dan pertandinganpun dimenangkan oleh Hikari.
Papan elektrik kembali mengacak dua nama peserta yang akan bertanding. Dan kini tertera nama.. Tenten vs. Temari. Tenten dan Temaripun memasuki arena, saat pertandingan dimulai, Tenten langsung mensummon berbagai senjata dari scroll, tetapi, Temari mengibaskan kipasnya ke senjata-senjata itu dan membuat senjata itu terlempar sekaligus membuat Tenten terluka. Pertandinganpun dimenangi dengan mudah oleh Temari.
Pertandingan selanjutnya, papan elektrik kembali mengacak dua nama. Dan kini tertera tulisan Shikamaru Nara vs. Kin Tsuchi. Shikamaru hanya memandang malas lawannya, sementara anggota Tim 10 lainnya menyemangati Shikamaru. Pertandinga dimulai dari Shikamaru yang langsung memakai jurus bayangan ke Kin. Dengan mudah, Kin menghindarinya.
"Selama aku bertarung sambil mengawasi bayanganmu, kau tidak akan bisa menang." Ujar Kin sombong. Iapun melemparkan dua buah jarum dengan bel ke arah Shikamaru, Shikamaru dapat menghindarinya dengan mudah dan bel dengan jarum itupun menancap ke tembok di belakang Shikamaru. Shikamaru hanya menyeringai.
"Itu trik lama. Lalu selanjutnya kau akan melemparkan dua buah jarum. Satu buah jarum dengan bel, dan satu jarum tanpa bell. Ketika kau melempar dua buah jarum itu, jarum yang ada bellnya berfungsi sebagai pengalh perhatian karena ketika dilempar, bellnya akan bordering sehingga aku mengalihkan perhatianku ke bell itu untuk menghindarinya dan tidak sadar akan satu jarum lagi." Jelas Shikamaru dengan seringaian di wajahnya.
Kin juga menyeringai. "Kau sungguh banyak bicara." Ucapnya sinis. Dan tiba-tiba saja ada sebuah suara..
Tring tring
Shikamaru agak kaget, ia mengalihkan pandangannya ke belakang dan agak kaget ketika melihat bell yang ada pada jarum yang menancap di tembok itu berdering karena ada benang. Baru menyadari perhatiannya teralihkan, Shikamaru kembali mengalihkan perhatiannya ke Kin, tetapi telat karena jarum yang dilempar Kin kini sudah tertuju pada Shikamaru, Shikamarupun tertusuk jarum itu dan langsung terjatuh. Kin menyeringai senang.
Tetapi, ia baru sadar karena tubuhnya tidak bergerak sama sekali ketika ia ingin mengerakan tubuhnya.
Dan, Shikamarupun bangun, "Kagemane no Jutsu, sukses." Ucapnya sambil tersenyum menyeringai ke arah Kin. Kin agak tertegun.
"Ba-bagaimana bisa? Aku sama sekali tidak melihat bayanganmu!" Ucap Kin kaget.
"Benang juga membuat bayangan." Balas Shikamaru sambil menunjukan benang yang ia pegang pada Kin. Kin agak kaget ketika menyadari bayangan Shikamaru terhubung dengan bayangan benang itu yang juga terhubung dengan bayangan Kin.
Dan merekapun saling beradu lempar Shuriken, walaupun Kin sudah bilang bahwa ini tidak akan berhasil karena gerakan yang dihasilkan sama, tetapi Shikamaru hanya semakin menyeringai. Dan pertandinganpun berakhir karena kepala Kin yang terhantam tembok di belakangnya dan pingsan. Shikamaru menghentikan jurus Kagemanenya.
"Jika kau Shinobi, bertarunglah dengan kepintaran dan sugesti. Walaupun gerakan kita sama, tetapi jarak antara kita dan dinding di belakang kita berbeda. Aku menggunakan Shuriken agar kau tidak menyadari jarakmu dengan dinding di belakangmu." Ucap Shikamaru pada Kin yang pingsan.
"Pemenangnya, Nara Shikamaru." Ucap wasit. Tim 10 bersorak ria untuk Shikamaru sementara orang yang dimaksud hanya menguap.
Papanpun kembali mengacak nama peserta. Dan kali ini dua peserta yang beruntung adalah... Inuzuka Kiba dan dosu. Kibapun menyeringai sambil menatap ke arah dosu. dosu membalas seringaiannya. Mereka berduapun melompat turun ke arena.
Mereka berdua sama-sama membuat kuda-kuda. "Kita akan menang dengan mudah, Akamaru." Ucap Kiba meremehkan.
"Pertandingan dimulai!" Ucap wasit.
Tanpa menunggu lama, Kiba langsung melesat ke arah dosu, ia melakukan roundhouse kick dari kiri , tetapi dengan mudah diblok oleh dosu, ia kemudian memutar badannya untuk melakukan roundhouse kick dari kanan, dosu menunduk agar tidak terkena serangan, selanjutnya ia ingin menendang Kiba dari bawah, tetapi Kiba berhasil menghindar dan melompat ke belakang.
Kiba menggeram kesal karena serangannya sama sekali tidak ada yang kena.
"Sebaiknya kau gunakan anjingmu itu, inuzuka." Ejek dosu sambil menyeringai.
Kiba kembali mengeram kesal. Ia kemudian membuat segel harimau,
"Beast Effect Ninpou: Quadruped no Jutsu!" Ucapnya dan badannya langsung diselimuti chakra, dan posisi kuda-kudanya sama seperti anjing, kaki dan tangannya sama-sama digunakan untuk berjalan. Iapun langsung melesat dengan cepat ke arah dosu. dosu susah payah menghindari serangan Kiba.
Brukh!
dosu jatuh tersungkur karena kecepatan Kiba terlalu cepat.
'Ugh! Kecepetannya bertambah sejak ia memakai jurus itu.' Pikir dosu. Ia kembali berdiri dan menyeka darah yang ada di sudut bibirnya. Kemudian melihat ke arah Kiba yang sedang tersenyum senang.
'Aku harus menganalisis kelemahan dan cara bertarungnya. Setelah itu aku harus menemukan kelemahannya.' Batin dosu. Ia kemudian melirik ke arah penonton.
"Heh, sepertinya aku harus mulai serius." Ucapnya dengan nada mengejek pada Kiba. Ia kemudian melemparkan dua buah Shuriken ke kaki Kiba.
Kiba melompatinya, sebelum ia mendarat, dosu kembali melemparkan kunai ke arah Kiba. Kiba pun tidak bisa menghindar dari serangan dosu dan terpaksa harus menerima kunai yang menancap di pundaknya, iapun mendarat sambil memegang kunai yang tertusuk di bahunya.
"Ugh. Sialan kau." Kiba menggeram kesal. Iapun melirik ke arah Akamaru.
"Ayo Akamaru!" Serunya dan Akamaru ikut pertandingan.
"Hey hey! Dua lawan satu. Tidak adil!" Seru dosu ketika melihat Kiba dan Akamaru melesat ke arahnya.
"Binatang atau anjing terhitung sebagai alat ninja seperti kunai dan shuriken, jadi tidak apa-apa." Ucap wasit.
Setelah mendengar itu, dosu langsung mendeathglare wasit.
Kibapun melemparkan bom asap ke arah dosu . Dan dosu kini berada di dalam asap. Kiba yang tidak terlihat terus menyerang dosu.
"Ugh!" dosu terhempas ke belakang keluar asap. Ia mengerang kesakitan.
'Ia mengandalkan penciuman. Aku harus merusak penciumannya. Tetapi, bagaimana caranya...' dosu pun melirik jarum yang masih menancap di dinding bekas pertarungan Shikamaru dan Kin.
'Jarum medis. Benar juga, tusukan jarum itu di titik penciuman agar ia tidak bisa mencium.' Pikir dosu sambil menyeringai.
'Hm.. Aku punya rencana.' Pikirnya.
"Akan kuselesaikan ini!" Seru Kiba, iapun melemparkan sebuah pil ke arah
Akamaru. Dan Akamaru berubah menjadi warna merah. "Itu sebabnya ia disebut Akamaru!" (Aka \= Merah)
'Sepertinya Kiba ingin menyelesaikan ini. ' Batin Kurenai .
Sementara itu di tempat penonton, "Pil apa itu?" Tanya Ino entah pada siapa ketika melihat Kiba memberikan pil pada Akamaru.
" Soldier Pil . Soldier Pil adalah obat medis yang spesial yang katanya dapat membuat seorang prajurit untuk bertarung selama tiga hari tiga malam tanpa beristirahat. Obat itu penuh dengan protein dan perangsang. Chakra Kiba dan Akamaru akan meningkat drastis." Jelas Chouji.
Akamaru yang berwarna merah itu naik ke punggung Kiba.
"Ninpou: Jujin Bunshin!" Seru Kiba dan kini Akamaru berubah menjadi Kiba.
'Tampangnya lebih menyeramkan daripada inuzuka itu...' Pikir dosu dengan raut sweatdrop saat melihat Akamaru.
"Ayo Akamaru!" Seru Kiba, mereka berdua pun melesat ke arah dosu.
"Gatsuuga!" Teriak mereka dan mereka berputar bersmaan dan menghantam tubuh dosu.
dosupun tersungkur dan mengerang kesakitan.
'sialan kupikir dia itu lemah, percuma saja barusan aku membuat rencana' batin dosu.
Dan seketika dosu pun pingsan.
"pemenangnnya adalah inuzuka kiba" ucap sang wasit.
Kiba pun tersenyum senang.
Dan kini papan elektrik kembali mengacak dua nama yang akan bertanding di pertandingan selanjutnya. Dan nama yang muncul adalah Hyuuga Neji dan Hyuuga Hinata. Dengan menyeringai senang, Neji turun ke bawah. Begitu juga dengan Hinata. Berbekal kebenciannya pada keluarga utama Hyuuga,
Neji menyerang Hinata dengan sangat serius, ia mencoba menutup aliran chakra Hinata, tetapi hinata dapat menghindarinya dengan mudah.
'b-bagaimana bisa dia menhindarinya dengan mudah?' batin neji keheranan.
Di bangku penonton sang pemimpin clan hyuuga dan selaku dari ayah hinata yaitu hyuuga hiashi juga terkejut saat hinata menghindari pukulan – pukulan neji yang sangat cepat dengan mudah.
'kenapa kemampuan hinata meningkat drastis? Siapa orang yang melatihnya?' batin hiashi.
Neji terus menyerang hinata secara membabi buta walaupun dirinya sudah sedikit lelah, tetapi hinata masih bisa menghindarinya.
Neji pun mundur beberapa langkah untuk mengatur nafasnya karena kelelahan akibat terus menerus menyerang hinata secara membabi buta.
"hah..tak kusangka hah…anak itu..hah..hebat sekali..hah bisa membuatku..hah kelelahan seperti ini..hah kukira dia..hah sangat lemah" ucap neji sambil mengatur nafasnya yang tersenggal-senggal karena kelelahan.
Hinata pun menghampiri neji sambil berlari dengan kecepatan sedang.
"Jūken" ucap hinata.
Hinata pun memukul neji dengan juken tepat di bagian dadanya.
BRUKK
Neji pun terlempar cukup jauh saat mendapat serangan dari hinata yang secara tiba-tiba.
"uhuk.." neji pun terbatuk sambil mengeluarkan darah segar dari mulutnya.
Hinata kembali menghampiri neji dengan senyum manisnya, neji pun berusaha bangun sekuat tenaga dan akhirnya neji pun dapat berdiri.
Neji pun menyeka darah dari ujung bibirnya dengan kasar. Hinata hanya tersenyum.
"Hakke Rokujuuyonshou" ucap hinata.
Hinata memasang kuda – kuda dan dengan cepat hinata memukul neji, Pertama hinata memukul 2 kali, lalu 4, 8, 16, 32, dan terakhir 64 kali. hinata menutup 64 tenketsu neji, sehingga aliran chakra pada neji terhenti dan membuat neji tidak bisa menggunakan jutsu lagi.
Hiashi hyuuga selaku ayah hinata membelalakan matanya saat hinata mengeluarkan jutsu tersebut.
'A-APA! b-bagaimana bisa hinata melakukan jutsu itu? Selama ini hinata belum pernah menunjukan jutsu tersebut kepadaku' batin hiashi.
Neji pun ambruk seketika saat terkena serangan hinata, dan neji tidak mampu lagi berdiri.
"pemenangnya adalah hinata hyuuga" ucap wasit.
Tepuk tangan pun terdengar di bangku penonton.
Papan elektrik kembali mengacak dua nama. Kini hanya tersisa 4 peserta lagi dan papan elektrik itu menampilkan nama.. Gaara dan Lee. Lee senang akhirnya dapat bertarung dan Gaara juga akhirnya dapat membunuh. Iapun turun ke bawah, Lee juga turun ke bawah. Pertandingan dimulai. Lee menyerang Gaara dengan Taijutsu tingkat menengah tetapi selalu ada pasir yang melindungi Gaara, ia kemudian mencoba menyerangnya lagi, tetapi tetap saja sama. Setelah itu ia bingung ingin memakai cara apa, sampai akhirnya Guy menyuruh Lee untuk melepaskan'nya'. Leepun tersenyum senang dan langsung melepaskan beban yang sangat berat di kakinya, iapun melesat dengan kecepatan tinggi ke arah Gaara, serangan Lee tidak dapat dihalangi dengan pasir Gaara, iapun berniat menyelesaikannya dengan Initial Lotus, tetapi ternyata Gaara sudah lepas dari cangkang pasirnya dan Lee hanya membanting cangkang Gaara saja. Lee semakin terpojok sampai akhirnya terpaksa membuka kelima gerbang chakra. Ia berniat melakukan Extreme Lotus, semuanya termasuk Hokage terprangah melihat pertarungan yang seharusnya menjadi pertarungan tingkat Jounin ini karena Lee memakai Kinjutsu . Ia berhasil melakukan Extreme Lotus, tetapi Gaara masih sadar, Ia melakukan Sabaku Kyu pada tangan dan kaki kiri Lee dan pertandingan terpaksa diberhentikan. Pemenangnya adalah Gaara.
Pertandingan selanjutnya, hanya tersisa dua nama yaitu Chouji Akimichi dan dengan ninja amegakure. Pertandingan berjalan sangat mudah dan dimenangkan oleh chouji.
Dan kini, semua peserta yang menang berbaris menyamping di hadapan Hokage ke-3. Hokage menjelaskan ujian selanjutnya akan diadakan sebulan lagi. Dan kemudian ia menyuruh para peserta mengambil nomor yang ada di kotak yang diberikan Ibiki.
"karena salah satu peserta mengundurkan diri karena lukanya sangat parah dan mustahil 1 bulan bisa sembuh, apakah ada yang mau menggantikannya?" Tanya ibiki.
"hn, lebih baik aku saja" ucap neji yang tiba-tiba berada di belakang ibiki.
"hmm baiklah" ucap ibiki
"9." Ucap chouji.
"1." Ucap kiba.
"4." Ucap Sasuke.
"6." Ucap Shino.
"3." Ucap Gaara.
"2." Ucap hinata.
"5." Ucap Kankurou.
"8." Ucap Shikamaru.
"10." Ucap Naruto.
"7." Ucap Temari.
"12." Ucap Hikari.
"11." Ucap neji.
Ibikipun terlihat menulis sesuatu di papan yang ia pegang, kemudian ia
menunjukannya ke arah para peserta. Disitu tertulis..
neji vs. naruto
Gaara vs. sasuke
Kankurou vs. Aburame Shino
Temari vs. Nara Shikamaru
kiba vs. chouji
hinata vs. Ametsuki Hikari
"Test terakhir akan diadakan bulan depan. Bersiaplah." Ucap ibiki.
Setelah ibiki berbicara seperti itu para peserta pun pergi meninggalkan tempat tersebut, para penonton pun berjalan keluar arena.
.
.
.
Naruto pun pergi menuju apartemennya dengan santainya, naruto tidak menghiraukan tatapan-tatapan membunuh dari para penduduk desa kooha kepada dirinya.
Setelah 15 menit berjalan akhirnya naruto sampai di apartemennya, dan saat naruto akan membuka pintu apartemennya datanglah satu orang anbu yang datang secara tiba-tiba.
"ada apa kau menemuiku?" Tanya naruto datar tanpa menoleh kearah anbu tersebut.
"hokage-sama ingin kau menemuinya di ruang hokage sekarang" ucap sang anbu
POFF
Anbu itu pergi dengan shunsinnya.
"hah ada apa lagi kakek hokage ingin menemuiku" gumam naruto.
Naruto pun mencoba mengingat apa yang dia lakukan beberapa waktu lalu.
'gawat, apa kakek hokage melihat perubahan mataku saat aku menggunakan jutsu shinra tensei, tapi aku kan menunduk supaya tidak ada yang lihat perubahan mataku, atau kakek hokage melihat tekanan chakraku saat aku menggunakan mata rinnegan' batin naruto.
Naruto pun pergi meninggalkan apartemennya dan berjalan menuju gedung hokage.
Di perjalanan naruto melihat kakashi yang sedang membaca buku favoritnya.
"kakashi sensei" ucap naruto.
"yo naruto, ada apa?" Tanya kakashi ramah.
"apa kakashi sensei akan mengajariku selama libur ujin chuunin ini?" Tanya naruto.
"maaf naruto, tapi aku akan melatih sasuke karena elemen dasarku sama dengan sasuke yaitu elemen petir, jaa" ucap kakashi dan seketika kakashi pun pergi dengan kepulan asap.
"tidak apa kakashi sensei" ucap naruto sambil tersenyum di paksakan.
'guruku saja tidak ingin mengajariku, kakashi sensei lebih memilih sasuke karena aku adalah jincuriki kyuubi, apakah aku bukan bagian dari tim 7 selama ini, semua orang sama saja, mereka semua membenci ku, sialan' batin naruto.
Naruto pun mencoba sekuat tenaga agar dirinya tidak lepas kendali karena dirinya sedang di tengah-tengah kota sekarang.
Naruto pun pergi melanjutkan perjalanannya yang sempat tertunda.
Dan akhirnya naruto pun sampai di gedung hokage, naruto berjalan menuju ruangan hokage.
Tok..tok..tok
"masuk" jawab sandaime hokage.
"ada apa memanggilku kemari?" Tanya naruto dingin.
"oh kau sudah sampai naruto, aku ingin berbicara sesuatu denganmu" ucap sandaime hokage.
"tentang apa?" Tanya naruto.
"jiraiya, masuklah" ucap sandaime hokage.
Dan tiba-tiba muncul seseorang berambut putih panjang dengan garis di kedua matanya.
"naruto perkenalkan dia adalah jiraiya, dia adalah salah satu legenda sannin." Ucap sandaime hokage.
Naruto hanya mengangguk saja.
"aku adalah petapa dari gunung myoubokuzan, aku akan mengajarimu selama liburan ujian chuunin ini agar kau tambah kuat dan kita akan mencari seorang legenda sannin sepertiku yaitu tsunade, dia akan menjadi hokage kelima menggantikan posisi sandaime hokage, karena sandaime hokage akan mundur dari jabatannya menjadi hokage dengan alas an umurnya yang sudah tua" jelas jiraiya kepada naruto.
"kita akan berlatih dimana?" Tanya naruto.
"kita akan berlatih di luar desa" jawab jiraiya.
"sekarang kau membereskan peralatanmu naruto, kita akan berangkat besok pagi" ucap jiraiya.
Naruto pun hanya mengangguk saja.
Naruto pun pergi meninggalkan gedung hokage tersebut dan memutuskan untuk pergi ke tempat favoritnya yaitu danau.
"sensei kau bilang anak bernama naruto itu cerewet, hyperaktif, dan berisik tapi barusan dia bersifat dingin" ucap jiraiya.
"aku juga tidak tau kenapa dengan naruto, naruto yang dulu memiliki sifat hyperaktif, cerewet dan berisik. Aku ingin kau cari tau ada apa dengan naruto sehingga dia bersifat seperti itu" ucap sandaime hokage.
"baik hokage-sama" jawab jiraiya.
.
.
.
Naruto pun sedang menikmati suasana sore hari di danau favoritnya, naruto terus memandangi langit sore yang berwarna kemerah-merahan dan matahari pun akan tenggelam tidak lama lagi.
ZWUSHH
Angin yang cukup besar menerpa wajah naruto dan membuat rambut pirangnya berkibar membuat naruto tampak sangat tampan.
"aku ingin sekali melihat wajah orang tuaku, walaupun hanya satu kali" gumam naruto.
Naruto pun mengambil sebuah batu yang berukuran kecil dan narutopun melemparkannya ke danau di depannya.
Srekk
'suara apa itu?' batin naruto.
__ADS_1
Naruto pun mengambil kunai dari dalam sakunya. Dan naruto pun melemparkan kearah semak – semak tersebut.
Trang
Kunai naruto pun di tahan oleh seseorang dari dalam semak-semak tersebut.
"tunjukan dirimu" ucap naruto.
Dan seketika munculah orang dari belakang pohon tersebut dengan perban di wajahnya da nada tanda x di dagunya.
"kau..danzou?" Tanya naruto.
"kau sudah mengenaliku ternyata" jawab danzou.
"heh jadi kau orang yang selama ini mengirim anbu root untuk menangkapku, sialan kau" ucap naruto.
"aku ingin kau masuk organisasi ku naruto dan aku akan melatihmu menjadi hebat" ucap danzou.
"sudah kukatakan berapa kali kepada anak buahmu kalau aku tidak akan masuk anbu root" ucap naruto.
Naruto dengan cepat membuat handseal.
"fuuton: shinku taigyoku" ucap naruto.
Naruto menembakan beberapa peluru yang terbuat dari angin kearah danzou.
Danzou yang melihat itu tidak tinggal diam, danzou pun membuat handseal.
"fuuton: tate no kaze" ucap danzou.
Dan danzou pun membuat perisai dari angin untuk menahan serang dari naruto.
Dhuarr Dhuarrr Dhuarrr
Serangan narutopun berhasil ditahan oleh danzou.
Naruto mengambil gulungan dari sakunya, dan naruto pun langsung membuka gulungan tersebut.
POFF
Dan seketika muncul pedang kusanagi milik naruto.
Danzou yang melihat naruto memakai pedang, dan danzoupun mengambil 2 shuriken dari dalam sakunya.
"Futon : shinkuujin" ucap danzou.
Danzou pun meniupkan angin pada shurikennya tersebut dan seketika shuriken tersebut sudah terlapisi chakra elemen angin, danzou pun melemparkan dua kunai tersebut kearah naruto.
Naruto pun mencoba menahan serangan danzou menggunakan pedangnya, naruto pun berhasil menahan satu shuriken tersebut.
ZRASSHH
"arghh" rintih naruto saat shuriken danzou mengenai tangan kirinya dan menyebabkan tangannya terluka, darah segar pun keluar dari luka tersebut.
"sialan kau" ucap naruto.
"kau masih lemah naruto, jadi sekarang apakah kau akan ikut menjadi anbu root? Aku akan melatihmu menjadi sangat kuat" ucap danzou.
"heh kau sombong, barusan hanya pemanasan saja" ucap naruto.
Luka naruto pun perlahan-lahan sembuh karena chakra kyuubi yang ada dalam tubuhnya.
Narutopun handseal dengan cepat.
"fuuton repusho" ucap naruto.
Seketika munculah badai di depan naruto dan dengan cepat angin tersebut menghampiri danzou.
"ARGHHHH" teriak danzou saat tubuhnya terkoyak oleh badai yang dibuat naruto.
POFF
'kawarimi?' batin naruto tak percaya.
"terlalu cepat untukmu membunuhku" ucap danzou yang tiba-tiba berada di belakang naruto.
Naruto pun mengayunkan pedangnya kearah danzou dengan cepat tetapi danzou dapat menghindarinya dan danzou pun mundur beberapa langkah.
Naruto membuat handseal dengan cepat.
"fuuton kazekiri" ucap naruto.
Dan seketika munculah pisau di tangan kiri naruto, naruto pun melemparkannya dengan kecepatan tinggi kearah danzou.
Danzou membelalakan matanya saat melihat pisau yang terbuat dari angina menuju kearahnya.
JRASHHHH
"ARGHHHHH" teriak seorang anggota anbu root yang tiba-tiba datang dan melindungi danzou, kepalanyapun terbelah menjadi dua, darah pun berceceran dimana-mana.
'sudah malam yah' batin danzou.
Danzou pun hilang dari tempat itu menggunakan shunsinya dan meninggalkan mayat anbu root yang sudah tidak bernyawa tersebut.
"heh beraninya hanya kabur" ejek naruto.
Naruto pun baru sadar kalau langit sudah berubah menjadi malam hari.
Naruto segera pergi menuju apartemennya.
15 menit kemudian
Naruto akhirnya sampai di apartemennya dan langsung membuka pintu apartemennya.
Narutopun langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya, setelah selesai mandi naruto langsung memakai baju tidurnya, narutopun membereskan barang-barang yang akan dibawa besok.
.
.
.
Esok harinya.
Seperti biasa naruto bangun pagi dan langsung pergi ke kamar mandi untuk mandi pagi, beberapa menit kemudian narutopun telah selesai mandi, narutopun memakai baju seperti biasa tetapi hitai-ate yang biasa dipakai di kepalanya di buka dan membiarkan rambut pirang nya menjadi acak-acakan, dan narutopun hari ini sangat tampan.
Naruto pun langsung pergi dari apartemennya dan tidak lupa mengunci pintu apartemennya.
Naruto berjalan menuju pintu gerbang konoha dengan santainya, tak jarang ada perempuan seumurannya yang terkesima melihat penampilan naruto yang hari ini ehem sangat tampan.
Naruto memutuskan untuk makan ramen terlebih dahulu di kedai ichiraku.
"paman aku pesan 1" ucap naruto.
"oh kau naruto, tunggu sebentar naruto" ucap paman teuchi.
Narutopun hanya mengangguk saja.
Beberapa menit kemudian, paman teuchipun membawa 1 mangkuk ramen untuk naruto.
Narutopun dengan lahapnya memakan mie ramennya, dan beberapa menit kemudian narutopun sudah menghabiskan ramennya.
"kau mau pergi kemana naruto?" Tanya paman teuchi.
"aku akan pergi latihan paman, ini uangnya paman, jaa" ucap naruto sambil pergi keluar kedai tersebut.
Narutopun melanjutkan perjalanannya ke gerbang desa konoha dan akhirnya naruto sampai di gerbang tersebut, disana sudah ada jiraiya yang menunggu naruto.
"kau sudah siap naruto?" Tanya jiraiya.
"aku sudah siap" jawab naruto.
"baik, ayo kita pergi sekarang" ucap jiraiya sambil berjalan pergi meninggalkan desa konoha
Narutopun hanya mengangguk dan mengikuti jiraiya.
"naruto, pertama-tama kita akan mencarinya di kirigakure" ucap jiraiya.
'kirigakure? Bukannya itu desa zabuza dan haku?' batin naruto.
"mata-mata ku bilang tsunade sedang berada disana" lanjut jiraiya.
"baik jiraiya sensei" jawab naruto.
.
.
.
2 jam kemudian.
"sebaiknya kita berendam terlebih dahulu, kirigakure sudah dekat paling Cuma 15 menit berjalan" ucap jiraiya.
"baiklah aku juga ingin berendam" ucap naruto.
Naruto dan jiraiyapun masuk ke tempat pemandian air panas dan segera mengganti pakainnya.
"hey jiraiya sensei kau lagi apa?" Tanya naruto yang melihat jiraiya sedang melihat seseatu.
Jiraiya tidak menjawab , naruto yang penasaran segera melihat ke tempat jiraiya.
"jiaiya sen- KAU MESUM ERO SENNIN" teriak naruto saat melihat apa yang sedang di lihat jiraiya.
"kecilkan suaramu naruto, aku sedang mencari inspirasi untuk novelku" ucap jiraiya pelan dengan wajah mesumnya.
Jiraiya pun kembali melihat pekerjaanannya(?) yang sempat terganggu oleh naruto, tetapi satu orang wanita menyadarinya.
"KYAAAAAAA"
"KYAAAAA ADA YANG MESUM"
"KYAAA ADA YANG MENGINTIPKU"
Begitulah teriakan-teriakan dari para wanita saat jiraiya ketahuan mengintip.
"naruto, cepat pakai bajumu sebelum mereka semua menyerang kita" ucap jiraiya panik.
"kita? Kenapa aku terbawa-bawa oleh mu?" Tanya naruto.
"jangan banyak Tanya cepat ganti bajumu dan kita pergi dari tempat ini" ucap jiraiya.
Jiraiya dan narutopun pergi meninggalkan tempat tersebut dengan berlari.
Setelah cukup jauh dan tidak ada yang mengikutinya mereka berdua pun memutuskan istirahat terlebih dahulu di bawah pohon besar dan rindang.
Tiba-tiba datang sekelompok perampok yang mengepun naruto dan jiraiya.
"serahkan barang-barang berharga kalian atau kalian akan mati, HAHAHAHA" gertak seorang perampok yang di ketahui ketuanya.
"kami perampok yang paling di takuti di kirigakure jadi menyerah saja" lanjut orang tersebut.
Naruto meng ambil 1 kunai di dalam sakunya.
"Futon : shinkuujin" gumam naruto.
Naruto pun meniupkan angina pada kunainya tersebut dan langsung melemparkannya dengan kecepatan tinggi.
JLEBBB
"ARGHHHHH" teriak perampok yang tadi menggertak naruto dan jiraiya, kepalanya pun terbelah menjadi dua bagian, darahpun berceceran, dan seketika orang itu ambruk.
Jiraiya membelalakan matanya saat ketua perampok itu dengan mudahnya dikalahkan naruto.
'a-apa, naruto yang seorang genin mampu mengalahkan orang tersebut hanya dengan satu serangan?' batin jiraiya.
"kau banyak bicara" ucap naruto datar.
"SIALAN KAU BOCAH, BERANI-BERANINYA KAU MEMBUNUH KETUA KAMI" teriak salah satu anggotanya.
"kau tak kenal aku? Aku adalah legenda sannin, dan aku adalah shinobi terhebat di dunia, namaku adalah jiraiya" ucap jiraiya.
Salah satu anggota tersebut maju menyerang jiraiya dengan pedangnya, tetapi dengan mudah jiraiya menghindarinya.
"rasengan" ucap jiraiya.
Dan seketika bola spiral dari chakra angin yang sudah berada di tangan kanannya diarahkan ke bagian
Orang tersebut dan seketika orang tersebut terlempar ke angkasa.
'dia juga bisa menggunkan rasengan sepertiku' batin naruto agak kaget.
Narutopun langsung membuat bola spiral yang sama seperti jiraiya.
"rasengan" ucap naruto.
Dan satu orangpun rubuh saat naruto menyerangnya dengan rasengan.
'A-APA! b-bagaimana seorang genin menguasai jutus level A, yang aku tahu hanya aku dan yondaime hokage saja yang bisa memakai rasengan' batin jiraiya kage saat melihat naruto mengunakan jutsu rasengan.
"tinggal 2 orang lagi" ucap naruto.
2 orang tersebut gemetar Karena takut oleh naruto dan jiraiya, dua orang itu langsung bersujud di hadapan jiraiya.
"maafkan aku tuan, aku tidak bermaksud begitu tapi karena keuangan kami sedang menurun kami terpaksa merampok, dank arena di kirigakure sedang krisis" ucap dua orang tersebut.
"hmm kalian ku maafkan dan kalian berdua boleh pergi" ucap jiraiya.
"terima kasih" ucap mereka berdua sambil pergi meninggalkan naruto dan jiraiya.
"naruto" ucap jiraiya.
"ada apa?" Tanya naruto.
"bagaimana kau bisa menggunakan rasengan?" Tanya jiraiya.
"entahlah, aku hanya menirumu saat kau menggunaakan rasengan barusan" ucap naruto berbohong.
Jiraiya tau naruto sedang berbohong tetapi jiraiya tidak ingin bertanya lagi pada naruto.
"hmm sebaiknya kita harus menginap di hotel di kirigakure naruto karena hari sudah malam" ucap jiraiya.
"baik" jawab naruto.
Naruto dan jiraiya pun akhirnya sampai di hotel di kirigakure dan jiraiya pun memesan dua kamar.
Naruto dan jiraiya pun memasuki kamarnya masing-masing.
'hey gaki sebaiknya kau tidak menunjukan kekuatanmu di depan gurumu, dia itu bukan orang sembarangan jadi berhati-hatilah' ucap kyuubi.
'terima kasih kyuubi' jwab naruto.
"hmm sebaiknya aku jalan-jalan di desa ini" ucap naruto.
Narutopun pergi meninggalkan hotel tersebut dan naruto berjalan-jalan di desa kirigakure sendirian.
Naruto tak sengaja mendengar teriakan di pinggir desa kirigakure, naruto pun pergi ke pinggir desa kirigakure untuk melihat apa yang terjadi.
Naruto pun sudah samapi di pinggir desa kirigakure,tetapi naruto merasakan chakra yang besar.
'inikan chakra seorang jincuriki' batin naruto.
"ARGHHHH" teriak seseorang di dalam gua yang trdengar sedang kesakitan.
Narutopun memutuskan untuk melihat kedalam gua apa yang sedang terjadi disana.
Narutopun sekarang berada di depan gua dan tengah melihat apa yang sedang terjadi.
Naruto melihat seseorang yang menggunakan kimono biru muda tengah di ikat dan seorang pria tua yang sedang mengucapkan mantra aneh.
Pria itu pun memasukan tangannya ke perut orang yang tengah di ikat dan seperti akan mengambil sesuatu di dalam sana.
"ARGGHHHHHH" teriak seorang pria yang tengah di ikat tersebut kesakitan.
Dan tiba-tiba chakra merah melapisi pria berkimono biru muda tersebut.
'dia seorang jincuriki sepertiku, aku bisa merasakannya' batin naruto.
Dan tiba-tiba pria yang memakai kimono biru muda tersebut telah di lapisi chakra merah di sekujur tubuhnya dan seketika pri tersebut berubah menjadi monster yang memiliki ekor berjumlah 6.
'ekor 6?' batin naruto.
'naruto dia adalah jincuriki rokubi, dia memiliki ekor berjumlah 6' ucap kyuubi.
'oh jadi dia temanmu kyuubi' jawab naruto.
'sudahlah aku akan tidur kembali' ucap kyuubi.
Tiba-tiba pria tua yang tadi telah mati saat bijuu tersebut menyerangnya dengan satu serangan, bijuu tersebut pun berubah kembali menjadi bentuk manusia.
Dan pria yang memakai kimono itu pun pingsan seketika, naruto yang melihat itu segera membawanya pergi dari tempat tersebut.
Narutopun membawa pria tersebut di sebuah hutan di kirigakure.
'sebaiknya aku kembali ke hotel tersebut sebelum aku ketahuan ole hero sennin' batin naruto.
Naruto pun menggigit ibu jarinya sampai berdarah dan seketika membuat handseal.
POFF
__ADS_1
Munculah chi-bunshin naruto di hadapannya.
"hey kau jaga orang ini sampai orang ini terbangun dari pingsannya, dank au ajak dia masuk ke dalam tim ku mengerti?" Tanya naruto.
Bunshin naruto pun hanya mengangguk saja, dan seketika naruto pun pergi meninggalkan chi bunshin dan pria tersebut.
Chi-bunshin naruto pun duduk berjaga-jaga kalau pria tersebut bangun dari pingsannya.
.
.
Esok harinya.
Pria tersebut bangun saat mendengar kicauan burung-burung, perlahan-lahan pria tersebut mengerjapkan matanya.
"dimana aku?" Tanya pria tersebut entah pada siapa.
Pria tersebut menengok kesebelah kiri dan menemukan chi bunshin naruto yang sedang tertidur.
"siapa kau?" Tanya pria tersebut.
Bunshin narutopun bangun dari tidurnya.
"eng kau sudah bangun ternyata" ucap naruto.
"siapa kau?" Tanya pria tersebut datar.
"aku adalah uzumaki naruto, dan aku adalah orang yang telah menyelamatkanmu dari kejadian semalam" jawab naruto.
Pria tersebut mencoba mengingat kejadian semalam, dan akhirnya pria tersebut mengingatnya.
"terima kasih telah menolongku" ucap pria tersebut kepada naruto.
"tapi.." ucap naruto.
"tapi apa?" Tanya pria tersebut keheranan.
"..kau harus masuk dalam timku" lanjut naruto.
"timmu? Kau mempunyai sebuah grup?" Tanya pria tersebut seperti biasa datar.
Bunshin narutopun hanya mengangguk.
"tujuan grupmu untuk apa?" Tanya pria tersebut.
"kau membenci desa inikan? Semalam pria tua yang berada di dalam gua bersamamu itu adalah orang yang di perintahkan untuk membunuhmu dan bijuu yang ada di dalam tubuhmu, tujuan dari grupku adalah membalaskan dendam pada desa-desa yang telah menyakiti kita dan kita akan membuat desa baru selanjutnya kita akan menghancurkan 5 desa terkuat" jawab naruto.
Pria tersebut tampak sedang berpikir apakah akan masuk dalam tim naruto atau tidak.
"aku…akan bergabung dengan tim mu" ucap pria tersebut.
"hmm pilihan yang tepat, dan siapa namamu?"Tanya naruto.
"utakata" jawab pria tersebut yang bernama utakata.
"baiklah utakata-san, aku ingin kau menunggu sebentar diriku yang asli" ucap naruto.
"dirimu yang asli?" Tanya utakata.
"aku hanyalah chi-bunshin" jawab naruto.
"tetapi sebaiknya kita harus membunuh tikus-tikus yang menguping pembicaraan kita…kalian anbu kirigakure keluarlah" ucap naruto.
Dan munculah dua orang anbu kirigakure.
"hebat kau bocah dan sepertinya kau bukan berasal dari desa ini?" Tanya anbu tersebut.
"kau banyak bicara" ucap naruto dingin.
Naruto pun membuat handseal dengan cepat.
"fuuton shinkuugakyu no jutsu" ucap naruto.
Naruto menembakan beberapa peluru yang terbuat dari angin kearah dua anbu tersebut.
Anbu tersebut tidak tinggal diam, salah satu anbu tersebut membuat handseal dengan cepat.
"Suiton: Suijinheki" ucap salah satu anbu.
Dan anbu tersebut membuat dinding yang terbuat dari air untuk menahan serangan naruto.
Dhuarr Dhuarr Dhuarr
Serangan naruto pun berhasil tertahan oleh dinding air tersebut, dan salah satu anbu tersebut membuat handseal.
"Kirigakure no Jutsu" ucap salah satu anbu kirigakure tersebut.
Dan seketika wilayah tersebut sudah terselimuti kabut tebal.
'sial jutsu ini lagi' batin naruto.
Naruto membuat handseal dengan cepat.
"fuuton daittopa" ucap naruto.
Narutopun menyemburkan angina berskala sedang dan seketika kabut di depannya menghilang dan menampilkan dua orang anbu yang sudah tidak menggunakan topeng anbunya lagi.
"hebat juga kau bocah, ku beri satu pilihan kau boleh pergi dari tempat ini karena aku hanya akan membunuh pria yang ada disampingmu itu karena ini perintah dari mizukage-sama" ucap salah anbu tersebut.
Utakata yang mendengar itu sangat marah, utakata pun mengambil Bubble Blower yang berada di pinggangnya.
"Blinding Bubbles Technique" ucap utakata.
Utakata Meniupkan gelembung ke arah anbu tersebut,dan seketika gelembung itu pecah di depan kedua anbu tersebut, gelembung tersebut mengeluarkan bubuk merah dan bubuk merah itu pun mengenai mata kedua anbu tersebut, kedua anbu tersebut mengalami kebutaan pada mata mereka.
"ARGHHHHH" teriak kedua anbu tersebut.
"ada apa denga mataku? Kenapa semua terlihat gelap?" Tanya salah satu anbu.
Utakata hanya menyeringai saat serangannya berhasil membutakan kedua anbu tersebut.
"kau sangat hebat,utakata-san" pujin naruto.
Naruto langsung membuat handseal.
"fuuton: shinku renppa" ucap naruto.
Naruto pun menembakan ratusan pedang angina kearah dua anbu kirigakure tersebut.
DHUARRRRR
"ARGHHHHHH" teriak kedua anbu tersebut, badan mereka pun hancur dan sudah tidak berbentuk lagi, darah pun berceceran dimana-mana.
"kau juga hebat naruto-san" puji utakata.
ZWUSHHH
"kau sudah sampai bos" ucap bunshin naruto kepada naruto yang asli.
"tugasmu sudah selesai, sekarang kau boleh pergi" ucap naruto datar.
POFF
Bunshin naruto pun menghilang.
"utakata-san, ikuti aku" ucap naruto sambil pergi meninggalkan tempat tersebut.
"baik" ucap utakata sambil menyusul naruto.
"kita akan pergi ketempat salah satu anggota tim ku yang lain, dia juga berasal dari desa kirigakure" ucap naruto.
"siapa dia?" Tanya utakata.
"lihat saja nanti" jawab naruto.
20 menit kemudia.
Naruto dan utakata sudah sampai di sebuah desa kecil dekat kirigakure.
Narutopun berhenti di sebuah rumah yang cukup mewah di desa kecil tersebut.
Tok..tok..tok..
Naruto mengetuk pintu rumah tersebut.
"siapa?" Tanya orang di dalam dan orang tersebut membuka pintunya.
"naruto-kun" ucap seorang perempuan cantik sambil memeluk naruto dengan erat.
"bagaimana naruto-kun tau aku disini?" Tanya haku.
"kau sudah lupa yah haku-chan? Kau kan selama ini tinggal bersama bunshinku" ucap naruto.
"ah aku lupa naruto-kun" ucap haku asih sambil memeluk naruto dengan erat.
"dimana bunshinku haku-chan?" Tanya naruto.
Dan setelah itu muncul bunshin naruto yang tampaknya baru bangun tidur.
"kau sudah sampai ternyata bos" ucap bunshin naruto.
"ehem"
"oh maaf utakata-san, haku-chan perkenalkan dia adalah utakata, dia adalah anggota baru tim kita" ucap naruto.
Hakupun melepaskan pelukannya dari naruto,dan segera melihat kearah utakata.
'tampan walaupun masih tampan naruto-kun' batin haku.
'cantik' batin utakata.
"utakata, salam kenal" ucap utakata
"haku, salam kenal juga utakata-kun" jawab haku.
"haku-chan sebaiknya kita mengobrolnya di dalam saja" ucap naruto.
"baiklah naruto-kun, silahkan masuk" ucap haku.
"haku-chan bagaimana keadaamu disini?" Tanya naruto.
"aku baik-baik saja disini naruto-kun dan penduduk disini pun ramah padaku" jawab haku.
"baguslah dan mulai sekarang haku-chan akan tinggal bersama utakata-san" ucap naruto.
Utakata membelalakan matnya karena kaget akan perkataan naruto.
"t-tapi naruto.." "sudahlah utakata-san terima saja" potong naruto.
"kalian tidak akan lama lagi tinggal disini" ucap naruto dengan muka serius.
"sebentar lagi aku akan keluar dari desaku bersama anggota timku disana, setelah itu aku akan pergi kesini untuk menjemput kalian dan kita akan mencari anggota tim kita" lanjut naruto.
"naruto, sudah berapa anggota dalam tim kita?" Tanya utakata.
"aku baru mengumpulkan 3 orang yaitu hinata hyuuga, haku dan kau" jawab naruto.
"dan tugas kau sudah selesai disini" ucap naruto kepada bunshinnya.
POFFF
Bunshin narutopun menghilang seketika, tetapi kepala naruto sangat pusing karena ingatan sang bunshin yang begitu banyak.
Haku yang melihat itu pun segera mengambil segelas air putih dari dapur tersebut.
"naruto-kun minum ini" ucap haku.
"terima kasih haku-chan" ucap naruto.
"sebaiknya aku harus pergi karena takutnya guruku mencariku disana, selamat tinggal utakata-san, haku-chan" ucap naruto.
Narutopun menghilang dengan sunsinnya dan naruto pun sudah berada dalam kamar di hotel di desa kirigakure.
Tok..tok..tok.
"naruto apa kau sedang di dalam?" Tanya jiraiya
"oh yah ero sennin" jawab naruto.
"cepat keluar dari kamarmu sekarang naruto" ucap jiraiya.
Naruto pun membuka pintu kamarnya.
"ada apa ero sennin?" Tanya naruto.
"sekarang kita akan mencari tsunade di sekitar sini" jawab jiraiya.
Naruto pun hanya mengangguk dan segera mengunci kamarnya.
Jiraiya beserta narutopun mengelilingi desa kirigakure, setelah lama mencari dan tidak menemukannya jiraiya memutuskan pergi ke sebuah kedai makanan.
SRETT
Jiraiya membuka pintu kedai tersebut, akan tetapi jiraiya melihat seseorang yang dia cari saat ini.
'apa itu tsunade?' batin jiraiya.
Jiraiya dan narutopun pergi menghampiri wanita berambut pirang pucat tersebut.
"tsunade?" Tanya jiraiya.
Wanita berambut pirang pucatpun menoleh kebelakang saat namanya di panggil.
"jiraiya?" Tanya balik tsuande.
"akhirnya aku menemukanmu juga tsunade" ucap jiraiya.
"ada apa kau mencariku jiraiya?" Tanya jiraiya.
"aku ingin kau menjadi hokage di desa konoha" ucap jiraiya.
"a-apa kau ingin aku menjadi hokage di konoha? Kenapa bukan kau saja jiraiya?" Tanya tsunade
"aku tidak cocok menjadi hokage" jawab jiraiya.
"aku bukan penduduk desa konoha lagi jiraiya" ucap tsunade.
"kau adalah legenda sannin dari konoha sama sepertiku" ucap jiraiya.
"emang ada apa dengan sarutobi-sensei?" Tanya tsunade.
"dia akan mengundurkan diri " jawab jiraiya.
"mengapa sarutobi sensei mengundurkan diri?" Tanya tsunade.
"menurutnya dia sudah terlalu tua untuk menjadi hokage di konoha" jawab jiraiya.
"jadi bagaimana tsunade?" Tanya jiraiya.
"kasih aku waktu 1 minggu untuk memikirkannya jiraiya" jawab tsunade.
"shizune tolong bawakan aku sake" perintah tsunade kepada wanita dengan rambut pendek sebahu.
"baik tsunade-sama" ucap shizune.
"ero sennin" ucap naruto yang dari tadi hanya diam.
Jiraiya dan tsuande pun melihat kearah naruto.
"nawaki?" gumam tsuande.
Dan tiba-tiba naruto di peluk oleh tsunade dengan erat.
"tsunade dia bukan adikmu nawaki, dia muridku uzumak naruto" ucap jiraiya.
Tsuande yang mendengar itu langsung melepaskan pelukannya dan melihat naruto secara teliti.
'kukira dia adikku nawaki' batin tsuande.
"baik tsunade aku akan menunggu jawabanmu 1 minggu lagi dan kuharap kau mau menjadi hokage, kita akan bertemu di tempat ini lagi" ucap jiraiya.
Tsunade hanya mengangguk saja.
"naruto mari kita pergi" ucap jiraiya.
Jiraiya dan narutopun pergi keluar dari kedai tersebut.
"naruto selama 1 minggu ini kau akan kulatih…" ucap jiraiya menggantung perkataannya.
"..sage mode" lanjut jiraiya.
.
.
.
.
__ADS_1