
Di sebuah desa yang bangunan-bangunannya menjulang kelangit.
tampak seorang yang memakai jubbah akatsuki, sedang duduk di suatu patung tertinggi di desanya tersebut.
"Hidan dan Kakuzu tak ku sangka kalian dengan mudahnya mati." Ucap orang tersebut dengan nada datar dan Wajahnya pun datar .
"tsk, Uzumaki Naruto kau benar-benar menguji kesabaranku." Lanjut orang tersebut sambil tersenyum sangat tipis.
.
.
.
.
.
Di markas Naruto.
"Naruto-kun, apa masih sakit?" Tanya Hinata.
"hn,aku hanya terkilir Hinata-chan. Benarkan Karin-chan?" Tanya Naruto sambil melirik kearah Karin yang duduk di sebelahnya sambil mengobati lukanya.
"ya, Naruto-kun." Jawab Karin sambil tersenyum. Lalu datang Haku sambil membawa sesuatu.
"apa itu Haku-chan?" Tanya Naruto.
"aku membuatkan bubur untukmu, Naruto-kun. Buka mulutmu Naruto-kun." Ucap Haku sambil menyendok bubur itu, dan menyodorkannya kearah mulut Naruto.
"tsk, aku hanya terkilir tapi kalian merawatku seperti yang sedang sakit parah." Ucap Naruto, tetapi ia langsung membuka mulutnya. Suapan demi suapan dan akhirnya bubur tersebut itu habis.
"hn, bubur itu enak." Puji Naruto sambil tersenyum sangat tipis. Wajah Haku langsung memerah saat Naruto memuji masakannya.
"Haku, Hinata dan Karin. Terima kasih kalian telah merawatku walaupun kalian berlebihan karena aku hanya terkilir. Sedari dulu aku tidak pernah di khawatirkan sampai seperti ini…" Naruto lalu menundukan kepalanya.
"Naruto-kun." Ucap mereka bertiga yang melihat Naruto menundukan kepalanya.
"…Saat masih kecil, mungkin ketika aku umur 6-7 tahun, aku pernah sakit parah lebih dari ini... Dan tentu saja, seperti semua orang normal lainnya, jika sakit maka aku akan pergi ke rumah sakit. Tapi sayangnya aku berbeda.."
FLASHBACK ON
Di luar sedang hujan lebat dan Naruto kecil yang basah kuyup dan demam, kini menggigil di depan sebuah konter. Tangannya yang masih mungil saling genggam, berusaha mencari sebuah kehangatan. Di depannya, seorang wanita dengan baju serba putih memberi Naruto sebuah tatapan dingin yang menusuk, sangat berbeda dengan apa yang dia bayangkan sebagai perlakuan seorang suster.
"Manusia iblis macam kau bisa demam juga? Tak mungkin..." Hati Naruto terasa seperti ditusuk ketika mendengar itu, sebenarnya dia sudah ingin lari dari sana, andai saja dia tidak sedang sakit dan butuh obat. Matanya meneteskan air mata, mengapa semua orang begitu kejam padanya? Apakah kesalahan yang dia perbuat, sampai ketika dia sakit pun tak ada yang mau peduli padanya?
__ADS_1
"Ahh! Si anak setan itu!" sebuah teriakan membuat Naruto mendongak, dan dia melihat seorang ibu-ibu yang membawa anak, kini sedang menunjuk padanya.
"Kenapa dia ada di sini!? Usir dia, aku tak mau anakku dirawat di rumah sakit yang sama dengannya!"
"Ya, iblis sepertinya tidak pantas mendapat perawatan! Biarkan saja dia mati!"
"Keluarkan dia dari sini! USIR DIA!" Ketika hampir semua orang dalam bangunan itu mulai berdiri dan mengacungkan tinju mereka sambil berteriak mencacinya, Naruto tak tahan untuk tidak menangis dan dia segera lari keluar dari tempat yang dengan kekejaman itu, menuju jalanan malam dimana hujan lebat dan guntur serta kilat menantinya. Sepanjang jalan pulang, bocah berumur 6 tahun itu terus terisak, meraung dalam tangisan yang menyayat.
FLASHBACK OFF
Naruto yang masih menunduk menitikan air matanya saat mengingat perlakuan penduduk desa Konoha padanya saat masih di desa.
"…aku tidak akan pernah lupa, Konoha. Aku akan membalaskan semua perlakuanmu padaku." Ucap Naruto dengan suara yang penuh amarah dan matanyapun sudah berubah menjadi merah dengan iris vertical, seperti mata Kyuubi.
GREBB
Haku, Hinata dan Karin memeluk Naruto dengan erat. Mata mereka bertiga sudah sembab akibat menangis mendengar cerita masa lalu Naruto.
"hiks..hiks..hikss..aku tidak pernah tahu..hiks.."
"hiks…mereka semua memang tidak punya Hati..hiks."
"aku tidak..hiks..pernah menduga..hiks..masa kecil..hiks..Naruto-kun..sebegitu..hiks..menyakitkan."
Tubuh Narutopun basah dengan air mata ketiga orang yang tengah memeluknya erat sambil menangis, ia membalas memeluk ketiga perempuan tersebut. Mata Naruto dengan cepat berganti sehingga telah menjadi eternal mangekyou sharingan.
Tekanan chakra Naruto meningkat, hawa membunuh keluar dengan sangat pekat. Karin langsung berkeringat saat merasakan chakra Naruto jauh lebih dingin. Utakata, Gaara, Kimimaro dan Guren yang sedang mengobrol di ruang bawah, tiba-tiba merasakan tekanan chakra yang sangat besar dan hawa membunuh yang sangat pekat.
"Naruto." Ucap Utakata sambil berlari kea rah kamar Naruto.
Tetapi saat Utakata, Guren, Kimimaro dan Gaara berada di kamar Naruto, hawa membunuh tersebut hilang dalam sekejap. Tekanan chakra Naruto kembali seperti semula.
Haku, Hinata, dan Karin melepaskan pelukannya saat tekanan chakra Naruto kembali seperti semula. Di lihatnya Naruto yang sudah tertidur di pelukan mereka bertiga. Mereka lalu membaringkan Naruto di kasurnya.
"sebaiknya jangan ganggu Naruto-sama, dia tampak kelelahan." Ucap anggota Naruto mengangguk dan langsung keluar dari kamar Naruto.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Tim Kakashi, Shikamaru,Ino,Chouji dan Shizune sedang menuju danau di depannya karena mereka di perintahkan untuk menyegel Sanbi sebelum akatsuki datang. Merekapun berlari ke tengah danau untuk mencari dimana letak sanbi berada. Tak jauh dari sana dua orang anggota akatsuki hanya memandang datar kearah ninja konoha.
"senpai, nampaknya kita kurang cepat." Ucap seorang anggota Akatasuki yang memakai topeng,Tobi.
"hn." Ucap Itachi.
"gimana dong Itachi-senpai? Ketua akan marah kalau gagal." Ucap Tobi.
"hn,kita akan melawan mereka." Jawab Itachi dengan wajah datarnya. Pandangannya tertuju pada seorang berambut raven, Uchiha Sasuke.
"baik, Itachi-senpai." Jawab Tobi. Itachi dan Tobipun turun dari tebing tersebut dan berlari kearah tengah Danau.
DHUARRRR
"GOARRRRRRR"
Sanbi tersebut mengamuk saat Shizune, Ino dan Sakura mencoba menyegelnya. Kakashi lalu merasakan chakra Shinobi yang bergerak kearahnya.
"Sasuke, Shikamaru, Chouji cepat jaga tim penyegel Sanbi. Ada musuh yang datang mendekat!" perintah Kakashi.
"baik." Jawab mereka bertiga.
"Katon Gokakyou no jutsu."
Kakashi membelalakan matanya saat bola api besar menuju kearahnya. Ia lalu membuat Handseal dengan cepat.
"Suiton: Suijinheki." Lalu muncul dinding air di depan Kakashi.
DHUARRRRRR
Kedua jutsu tersebut saling bertubrukan dan menciptakan uap yang cukup tebal. Kakashi lalu membuka Hitai ate yang menutup mata kirinya.
SYUTT TRANKK
Kakashi dapat dengan mudah menangkis kunai yang di lemparkan kearahnya.
"siapa kalian?" Tanya Kakashi. Lalu perlahan asap tersebut menghilang dan muncul dua anggota Akatsuki. Ninja Konoha membelalakan matanya saat melihat orang di depannya.
"Itachi Uchiha." Ucap Kakashi sambil memegang kunai di tangan kanannya.
"Itachi." Gumam Sasuke saat melihat Itachi di depannya. Mata Sasuke perlahan berubah menjadi mata sharingan dengan tiga tomoe. Shikamaru yang masih dendam dengan akatsuki memandang tajam kedua anggota Akatsuki di depannya.
"Itachi-senpai, kenapa mereka semua menatap kita menyeramkan seperti itu?" Tanya Tobi saat ninja Konoha menatap tajam kearahnya.
"hn." Jawab Itachi.
__ADS_1
Sasuke lalu berlari kearah Itachi sambil memegang pedang (bukan pedang kusanagi yang seperti di canon, ini mah pedang biasa) di tangan kanannya